Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 56


__ADS_3

Setelah drama di cafe tadi sore kini Nanda maupun Riko sudh berada dirumah, Nanda yang sibuk di dapur sedang membuat kue, Riko sedang bermain game onlinenya sedangkan ibu Risma pergi ke kampung sebelah karna temanya sedang berduka.


"nan, Lo bikin apa"tanya Riko menyusul Nanda ke dapur


"coba2 bikin kue, pokoknya lo harus mencobanya"ucap Nanda, sambil mengangkat kue nya dari open, lalu ia memotong kecil dan menyerahkan kepada Riko


"kalau Lo ngk suapin gue, gue ngk mau makan"ucap Riko menggoda Nanda.


"Riko jangan coba2 membuka perdebatan iyh"ucap Nanda


"ayo lah nan, sesekali Lo romantis sama gue"ucap Riko memohon.


Tanpa menjawab permohonan Riko, Nanda langsung memotong kuenya lebih kecil menggunakan sendok garpu, sebelm iyh menyuapkan kemulut Riko lebih duluh ia meniup kuenya agak sedikit lebih dingin.


"Lo ngk bikin air ludah Lo kan disini pas niupnya"ucap Riko sambil menerima suapan Nanda


"iyh gue bikin, supaya Lo nurut sama gue"ucap Nanda kesal sambil memotong tipis sisa kuenya


###


Waktu terus berjalan hari ini adalah hari ke empat Nanda dan Riko berada di kota Balikpapan, dan sampai hari ini juga Riko semakin mengenal selut belut keluarga Nanda dan tempat tinggal Nanda


"sederhana"satu kata yang ada dipikiran Riko saat ini mengenai keluarga Nanda.

__ADS_1


"nan,, Nanda sayang, di depan ada tamu, katanya bunda sama ayahnya Riko"ucap ibu Risma menggoyangkan badan Nanda, mendengar bunda Riko mata Nanda langsung terbuka sempurna.


"ibu ngk bercanda kan, atau mungkin mereka slah alamat Bu"ucap Nanda terkejut, masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.


"ngk sayang,mereeka benar ke alamat rumah kita"ucap ibu Risma menyakinkan anaknya


"kak Riko dimna Bu.?"tanya Nanda,


"sudah ibu bangunan tadi,mungkin dia sudh berkumpul sama orang tuanya"ucap Bu risma


Tanpa pikir panjang Nanda langsung keluar kamar, ia mengikat rambutnya sembarangan, sbelm ia keruang tamu lebih duluh ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan cuci muka.


"ehh bunda knp ngk bilang kalau mau mampir ke Balikpapan"ucap Nanda sambil mencium tangan bunda dan ayah bergantian.


Karna tidak ada persiapan akhirnya ibu risma hanya menyediakan kue yang dibuat Nanda kemarin malam dan teh hangat, mereka mengobrol diruang tamu, bunda Tika sama ibu Risma langsung cepat akrab mungkin karna mereka seumur dan satu frekuensi juga.


"gini Bu, sebenar kami kesini mempunyai tujuan khusus, yaitu kami ingin melamar ank ibu Nanda Pricilla kepada ank kami Riko."ucap ayah Farhan langsung masuk ke topik utama.


uhhukkk uhukkk


Mendengar kata lamaran Nanda langsung tersedak, kebetulan Nanda saat itu lagi minum.


Melihat Nanda tersedak Riko langsung gerak cepat memukul pelan-pelan punggung Riko

__ADS_1


uhukk uhukkk uhukkk Nanda masih batuk-batuk sampai muka merah dan keluar air matanya.


"Lo ngpp kan"ucap Riko ketika Nanda sudh berhenti batuknya dan mulai tenang


"ngk papa, bentar aku ambil napas dulu"ucap Nanda sambal terus tarik napas di bimbing oleh riko


Dirasa Nanda sudh tenang ayah kembali mengulang kata-kata nya


"seperti saya harus mengulang kata2 saya, saya selaku ayahnya Riko ingin berlamar putri ibu Nanda Pricilla menjadi menantu saya sekaligus menjadi ank perempuan saya"ucap ayah Farhan


"memang Riko dan nanda tidak ada hubungan,mereka hanya teman tapi melihat kedekatan mereka kami selaku orang tua ingin mereka mempunyai sebuah ikatan bukan sekedar pacaran melainkan sebuah pernikahan" ucap ayah Farhan


"terimakasih sudah mau menganggap anak saya seperti ank bapak, saya senang sekali karna ada laki2 yang serius membuka hubungan dengan ank saya, selagi anknya saya enjoy menjalanin saya bahagia, tapi soal lamaran saya hanya bisa menyerahkan kepada Nanda, karna ia yang akan menjalani rumah tangganya nanti, tugas saya hanya mendidik dan mengantarkan dia sampai di depan pintu rumah tangganya"ibu Risma menatap mereka bergantian


"bagaimana syaang, bunda harap kamu menerima lamaran kami, soalnya bunda pengeng sekali punya anak perempuan, setelah bunda lihat2 kamu adalah ank yang pas menjadi menantu sekaligus ank kedua bunda


perempuan"ucap bunda dengan penuh harap, sambil memengang tangan Nanda.


melihat muka bunda Tika yang seakan memohon kepadanya Nanda tindak tega untuk menolak, tapi untuk menerima pun ia belm siap, Sejenak ia memandang ke arah Riko, tapi riko hanya tersenyum, dalam senyumannya berharap Nanda akan menerima lamaran ini,


setelah beberapa saat mereka terdiam, terutama Nanda diam pusing sendiri dengan keputusannya, karna keputusan yang dia ambil pun mempertaruhkan hidup dan mati, tentang siapa yang akan menemani dia di sisa hidupnya.


Bantu semangati aku dengan like dan komentar yang membangun guys🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2