
Setelah melakukan pertempuran yang cukup lama, kini pagi pun menyapa, suara burung saling bersautan, matahari pun mulai naik yang menandakan bahwa hari mulai siang, seluruh manusia pun bangun dari tidurnya dan memulai berbagai jenis kegiatan, Tapi tidak dengan pasangan suami istri yang masih setia dengan tidurnya, bahkan suara alarm tidak membuat mereka terjaga dari tidurnya.
triinggg
tringggg
Riko terbangun karna mendengar suara ponselnya berdering, lalu ia meraba ponsel untuk melihat siapa yang menghubungi
"Riyan"guman Riko "gapain anak itu telepon sepagi ini" guman Riko, lalu ia meletakkan kembali ponselnya ke samping meja kecil yang ada di ranjangnya.
Ia merasa lengangnya mulai kesemutan dan pegal, sejenak ia melihat seseorang yang masih setia dengan tidurnya tanpa terusik sedikit pun.
Sejenak ia memandang wajah si empedu, wajah tanpa polesan make up, meskipun belum mandi ia masih tetap kelihatan cantik.
"cantiknya istri"guman Riko sambil menarik lengannya dari bawah kepala Nanda,
Lalu ia memungut baju yang berserakan dilantai, selanjutnya ia akan membersihkan diri, karna ia akan mengadakan pertemuan dengan teman2nya.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Riko keluarga dari kamar mandi, mata langsung menatap ke arah Nanda yang mulai sadar dengan tidurnya.
"sudah bangun sayang"ucap Riko sambi berjalan menghampiri Nanda.
"ngimna tidurnya"ucap Riko sambil mencium kening Nanda
"kenapa kamu pakai baju santai, emng ngk ke kampus..?"ucap Nanda
__ADS_1
"kamu sendiri kenapa belm pakai baju..?"tanya Riko, bukan menjawab Riko malah balik bertanya
Sadar dengan ucapan Riko, Nanda langsung meliha kebawah selimut, ia terkejut melihat tubuhnya yang polos yang cuma ditutupi selimut tebal
"kok bisa, kamu apain aku..?"tanya Nanda terkejut "jangan bilang kalau kamu sudh perkosa aku..?"tanya Nanda menebak, sedangkan Riko hanya mengangguk tersenyum.
"ku bilangin bunda kamu, kamu sudh perkosa aku, awas aku mau mandi mau ke kampus"ucap nanda menaikan tekanan suarahnya.
"emng suami salah kalau perkosa istri, lagian itu hak aku dong, kalau kamu bilangin bunda yang ada bunda malah ketawain kamu sayang"ucap Riko lembut sambil terkekeh
"oo iyh astaga"ucap Nanda sambil memukul jidatnya. "berarti tadi malam kita sudah lakukan itunya..?"tanya Nanda malu
"sudah sayang, maksih iyh"ucap Riko mengelus rambut Nanda.
"malunya aku"ucap Nanda menutup wajahnya menggunakan tangannya
"aku mau mandi"ucap Nanda hendak turun dari kamar mandi
"awkkk" pekik Nanda merasa daerah sensitifnya sakit
"kenapa syang,"tanya Riko khawatir
"sakit"cicit Nanda
"apanya..?"tanya Riko
__ADS_1
"bagian bawah aku ini sakit.."jawab Nanda
"ohh astaga, aku sampai lupa lagi, maaf iyh, aku gendong ke kamar mandi"ucap Riko langsung mengendong tubuh Nanda ke kabar mandi,
"mau aku bantu mandi"tanya Riko dengan senyum mandi
"aku susah jalan, bukan susah mandi,"ucap Nanda
"sana keluar, badan aku lengket nah belm lagi aku lapar"ucap Nanda
"nanti kalau udh selesai langsung panggil sayang"ucap Riko sambil berjalan keluar kamar mandi, sedangkan Nanda hanya mengangguk.
Nanda melanjutkan kegiatannya untuk mandi, sedangkan Riko menyiapkan baju untuk Nanda, sejenak Riko memandang ke arah kasur, disana terdapat berkas merah, ia tau itu adalah bekas darah keperawanan Nanda, seketika ia berjalan kearah ranjang, lalu ia tersenyum tipis melihat bercak darah itu, Tak ingin Nanda menanggung malu, Riko langsung mengganti sprei yang baru.
"kak sudh selesai, tolong dong"teriak Nanda dari kamar mandi, Riko dengan sigap masuk kekamar mandi lalu mengendong Nanda dan mendudukkan Nanda ditepi ranjang.
"aku bantu pakai bajunya sayang"ucap Riko
"ngak usah, aku bisa sendiri, nanti kakak lihat lagi"ucap Nanda malu mengambil alih baju yang di pengang Riko
"lah tadi malam aku lihat tubuh siapa kalau bukan kamu, bahkan aku sudh coba lagi"ucap Riko vulgar
"sudah ahhhh"ucap Nanda malu.
"iyh sudh, aku keluar sebentar iyh, aku mau ketemu sama bubuhannya, kamu ngk usah keluar kamar, pasti masih sakit kan, nanti bibi antr makanan sama kamu"ucap Riko,sedangkan Nanda hanya mengangguk, tidak mungkin ia keluar kamar dengan keadaan jalan tidak normal.
__ADS_1
"aku berangkat syang, kamu istirahat ngih"ucap Riko sambil mencium kening nanda
seperginya Riko, Nanda langsung memakai bajunya ,lalu berjalan kearah meja rias guna mengeringkan rambut, Nanda tidak memakai make up atau sejenis apapun, karna kalau Nanda cuma dirumah aja, ia tidak pernh memakai segala jenis make up, ia cukup mengunakan handbody di bagian tertentu, itu lah sebabnya kecantikan Nanda tidak bergantung pada make up.