Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 103


__ADS_3

kini tiba saatnya, pesta yang cukup meriah yang sangat ditunggu-tunggu untuk sebagian orang, terutama bagi seorang Arni, pesta ulang tahun sekaligus pesta anniversary kedua orang tua merupakan suatu hal yang di tunggu, karna pada malam inilah Arni dapat mencapai tujuan yang sedari duluh ia inginkan


Lain halnya dengan Nanda, ia paling malas datang ke pesta malam ini, baginya tidak ada hal yang istimewa dari pesta malam ini, kalau bukan karna mertuanya yang mengaku berteman main dengan ortu Arni mungkin Nanda tidak akan pergi ke pesta itu.


Setelah melewati beberapa babak perdebatan dengan Riko hingga terjadinya sebuah drama kecil yang di ciptakan kedua belah pihak, kini Riko Nanda mau pun ayah dan bunda sedang perjalanan menuju kediaman Hendra lebih tepatnya ke rumah orang tua Arni.


"Nanda kenapa syaang..,? kok mukanya di tekuk ngituh, Riko marahin kamu..?"tanya bunda


"Lo kok Riko sih bund,"ucap Riko, bukannya Nanda yang menjawab malah Riko yang ngegas.


"bukan kak Riko yang ditanya bunda, tapi aku"ucap Nanda menatap tajam Riko, sehingga membuat Riko terdiam seketika


"untung akunya udh syaang, dan lebih untungnya udh jadi istri"ucap Riko pelan, tapi masih bisa didengar oleh Nanda dan ayah,


"berarti sebelm jadi istri kakak ngk sayang sama Nanda ngituh..?"tanya Nanda kesal.


"astaga syaang, ok aku minta maaf, masak kita mau ke acara harus marahan duluh, ngk enak smaa ayah dan bunda, kamu lagi datang bulan.?makaya sensitif begitu"ucap Riko menatap Nanda yang duduk di belakang bersama bunda.


"bukannya tadi sebelm berangkat aku minta jatah sama Nanda, berarti dia ngk lagi datang bulan dong"batin Riko menyadari omongannya.


"kan kamu yang bikin aku marah, siapa suruh bikin kesal, "ucap Nanda cemberut.


"sudah2, ko..jangan di goda lagi Nandanya, fokus kejalanan"ucap ayah menengahi perkelahian pasangan mudah itu, sedangkan bunda hanya tersenyum melihat perdebatan kecil diantara menantu dan anaknya.

__ADS_1


###


Setelah menempuh beberapa perjalanan, kini keluarga Wijaya sudh sampai di acaranya, sebuah rumah besar yang sekarang di sulap seperti istana, hiasan bunga2 di tampilkan disana untuk menambah kesan mewah dan indahnya.


saat ini mereka berjalan menuju tempat acara, bunda yang berjalan disamping ayah, di ikuti Riko dan nanda dari belakang, Riko memengang tangan Nanda dengan sangat erat, karna ia tau bahwa saat ini Nanda saat ini dilanda ketakutan yang hebat.


"tenang sayang, ingat kamu ada bersama aku, semua akan baik2 aja iyh"ucap Riko berusaha menenangkan nanda, sedangkan Nanda hanya bisa menarik napas panjang dan membuang secara kasar, sambil tersenyum mengangguk ke arah Riko.


Ketika mendekati panggung acara banyak yang menatap keluarga Wijaya dengan kagum, keluarga pebisnis handal di kita itu, mulai dari Riko yang mengolah bisnis dibidang perhotelan, bunda Tika mengolah bisnis dibidang kuliner sedangkan ayah Farhan mengolah dibidang pertambangan dan emas.


jadi tak jarang mereka menjadi konsumsi publik, selain mereka pebisnis terkenal mereka juga mempunyai hati yang dermawan, Saat ini tamu undangan lebih fokus ke arah Nanda dan Riko yang bisa di nobatkan sebagai pasangan serasi, Riko yang kelihatan tampan dengan perpaduan jas kemeja biru gelap, sedangkan Nanda memakai gaun tanpa lengan berwarna senada dengan Riko, memperlihatkan bahu dan bagian atas dada yang putih mulus, rambut panjangnya segaja di geraih dengan bagian bawahnya di geriting gantung.


tanpa polesan make up tebal tak memudarkan kecantikan Nanda,


"itu kan putra pak Farhan, siapa gadis yang sedang bersamanya."


"yang satu ganteng dan yang satunya cantik, serasi banget"


"kalau mereka masih pacaran, aku ingin menjodohkan putraku dengan si gadis itu"


Dan masih banyak lagi pendapat para tamu undangan yang memuji kecantikkan dan ketampanan pasangan Riko dan Nanda, lain hal dengan Riko dan Nanda, mereka hanya cuek menanggapi omongan2ngan yang terlintas di telinganya mereka,


Sementara dari kejauhan seseorang menatap kemesraan Nanda dan Riko, ia akuin bahwa Riko dan Nanda merupakan pasangan serasi malam ini.

__ADS_1


"mereka ngk salah memuji kecantikkan Lo nan, sumpah malam ini Lo benar2 cantik natural, jarang ada cewek yang berani tampil dengan make up tipis"guman seseorang itu menatap Riko dan Nanda, dimna Riko memeluk pinggang Nanda dengan posesif, dan kelihatan juga Nanda yang nyaman berada disamping riko.


"wahh pak Farhan akhirnya kalian datang, tamu yang kita tunggu2 akhirnya datang juga"ucap Hendra selaku penyelenggara pesta.


"ehh hend, pastilah kita selalu sempatkan waktu datang kesini,"ucap Farhan tersenyum sambil memeluk tubuh Hendra.


Sedangkan Nanda dan Riko hanya mencium tangan Hendra dan istri secara bergantian.


"ehh ini sepupunya Riko yang diceritakan Arni itu iyh"ucap Rosa menatap Nanda sekilas.


sekilas Nanda menatap riko, bunda dan ayah bergantian, sedangkan Riko hanya mengangguk tanda setuju.


"iyh Tante kenalkan saya Nanda, sepupu kak Riko"ucap Nanda gugup


"cantik iyh kamu"ucap Rosa memgagumi kecantikkan Nanda.


"ehh tapi kok kalian kayak ngk sepupuan Iyah, Riko memeluk pinggang kamu dengan posesif, seperti ketakutan wanitanya hilang"ucap Hendra menatap Riko dan Nanda secara bergantian lalu menatap kearah tangan Riko yang memeluk pinggang Nanda.


"ehh iyh om, biasa kak Riko, mau latihan katanya,soalnya dia mau nembak cewek, jadi pas mereka pacaran kak rikonya ngk kaku lagi."


"iyh kan kak Riko"ucap Nanda menatap Riko tajam, sedangkan Riko hanya mengangguk sambil mempererat pelukkannya di pinggang Nanda.


"yah, kok mukanya Nanda sama Hendra mirip iyh"bisik bunda yang sedari tadi memperhatikan wajah Hendra dan juga Nanda secara bergantian.

__ADS_1


"perasaan kamu aja sayang, mungkin kamu terlalu syaang sama Nanda, makaya menganggap wajah mereka sama"bisik ayah ditelinga bunda, ia juga tidak bisa bantah kalau wajah Nanda dan juga Hendra juga mirip.


Akhirnya Hendra menuntun keluarga Wijaya ke kursi yang telah di sediakan.


__ADS_2