
###
setelah dirasa Nanda sudh tenang akhirnya Riko mengajak nya pulang ke apartemen, supaya ia bisa menjaga Nanda dan mengawasinya.
"nan kita pulang sekrng iyh, kita ke apartemen ku aja duluh, kamu ngk usah masuk kerja, istirahat aja dulu"ucap Riko sambil membantu Nanda turun dari ranjangnya
dan hanya mengangguk "tapi jgn di apartemen mu ko, ke kos ku aja"ucap Nanda
"ngk nan, kalau di kosmu,gue ngk bisa jagain Lo di kos,emng Lo mau pas kita berdua di kos langsung di grebek sama ibu kosnya"ucap Riko terkekeh
"iyh kalau cuma ibu kos, kalau warga yang disana, bisa2 nanti kita dinikahkan saat itu juga, kalau gue sih ok ok aja, ngk tau kalau kamu"kekeh Riko lagi
"sembarang, kalau ngomong tuh ngk ada filternya"ucap Nanda tersenyum sambil melangkah keluar
melihat senyuman nanya pikiran Riko seketika lega, setidaknya Nanda bisa melupakan masalahnya walau hanya sebentar saja.
###
Kini Nanda dan Riko sudh berada di dalm mobil dengan tujuan ke apartemen Riko. sepanjang perjalanan menuju parkiran tidak ada lagi yang berani mencibir Nanda karna saat ini ia sedang bersama riko, mungkin kalau Nanda sendiri mereka akan mencibir Nanda habis2san.
Di dalam mobil Nanda hanya diam saja, bahkan napasnya tidak keluar secara teratur, padangan saat ini hanya ke arah jendela mobil, ia masih belm habis pikir siapa yang tega2 mengedit fotonya jadi seperti itu.
__ADS_1
Riko yang sedari tadi memperhatikan Nanda hanya diam, ia mau memberi waktu Nanda sendiri karna ia tau kalau kejadian tadi sangat mengucann mental Nanda.
"nanti pas di apartemen saja gue tanya tentang foto itu dan tentang hubungannya sama ridho"batin Riko masih fokus menyetir mobil
"tapi kalau mereka pacaran kenapa pas kejadian ridho ngk ada disana, setidaknya menenangkan Nanda"batin Riko lagi
Sesampai di apartemen Riko langsung menurun Nanda masuk kedalam kamarnya.
"Lo mandi duluh, pakai bajuku yang ada lemari saja, aku ada urusan sebentar"ucap Riko sambil mengelus rambut nanda.
Dan nanda hanya mengangguk tanda ia menyetujui ucapan riko.
Sedangkan dilantai bawah Riko terlihat sibuk dengan ponselnya menghubungin seseorang.
"itu memang benar foto Nanda tuan,tapi poseny tidak seperti itu, itu foto hanya edittan saja tuan, saya akan kirim foto aslinya tuan" ucap pria diseberang telepon
"lalu tentang si pria..?"tanya Riko tanpa mengiakan penjelasan orang seberang sambil melihat foto yang dikirim orang suruhannya
"pria itu namanya Denis Pratama, pria dewasa yang akan sebentar lagi menjadi dosen baru di universitas ****"jelas pria itu lagi
"kalau pelaku nya siapa??"tanya Riko lagi
__ADS_1
"pelakunya adalah seorang wanita yang tempo hari baru saja berkelahi dengan Nanda tuan,ia juga mengedit foto tersebut ia juga bekerja sama dengan seorang pria "jelas pria itu lagi
Mendengar ucapan orang suruhannya wajah Riko langsung berubah seketika, ia sudh tau
dalang dibalik semua ini.
"Arni Maulana Pratama akhirnya Lo bertindak diluar batas"guman Riko
"kita tunggu tanggal mainnya Arni"guman Riko sambil tersenyum licik
Riko beranjak dari ruang tamu menuju ke kamar tempat ia tadi meninggalkan Nanda, sampai dikamar ia melihat sosok Nanda sedang berdiri berhadap jendela kamar, karna terlalu asik dengan pikirannya Nanda tidak menyadari sosok Riko sudh berada disampingnya.
"ngk usah terlalu dipikirkan, anggap saja seperti angin lalu"ucap Riko mengagetkan Nanda,
"ngimna ngk dipikiran masalah seperti jauh dari pemikiran gue ko, bahkan tidak ada terlintas dalam pikiran gue"ucap Nanda tanpa menatap Riko, mata mulai berkaca-kaca mengingat kejadian dikampus, yang dimna kejadian itu terjadi begitu cepat dan tepat sasaran.
"masalah itu datang tidak pernh permisi nan, kalau dia datang permisi duluh sudh banyak manusia menghindarinya, karna siapapun tidak pernh terlintas dipikirannya akan terjadi masalah dalm hidupnya"ucap Riko
"kamu yang sabar aja, Tuhan tidak pernh membiarkan masalah terjadi diluar batas kemampuann umatnya,, Tuhan sudh mengukur batas kemampuan kita, mungkin kamu terlalu kuat makaya Masalah sebesar ini ada dalam hidupmu"ucap Riko menasehati Nanda,
"sebaiknya kamu istirahat aja, aku mau keluar sebentar mungkin pulangna agak malam nanti"ucap Riko sambil menuntun Nanda naik keatas tempat tidur, sementara Nanda hanya mengangguk, sebelm keluar Riko mencium kening Nanda sekilas sebentar Nanda tidak menghiraukan tindakan Riko.
__ADS_1
Setelah kepergian Riko tanpa menunggu lama Nanda langsung terlelap dalam tidurnya, otak Nanda saat ini sudh lobet jadi butuh istirahat untuk mengisi dayanya supaya bisa berpikir jernih lagi
terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏