
Sementara Nanda kini berada di toilet untuk membersihkan baju yang kena tumpahan kuah bakso.
Sedangkan Riko langsung berlari ke parkiran mobil mengambil paper bag yang ada di bagasi belkang.
Hingga beberapa saat toilet wanita di hebohkan dengan kedatangan Riko secara tiba2 disana, banyak perempuan yang menatap bingung dan juga yang terkejut,
"Nanda di toilet yang mana"tanya Riko kepada seorng mahasiswi disana, sedangkan mahasiswi menunjukan ke araah pintu paling ujung.
tok tok tok
"syang, Nanda kamu di dalam kan"teriak dari balik pintu.
"iyh"teriak Nanda disana
"ini ada baju ganti buat kamu,cepat buka pintunya"ucap Riko sambil memutar-mutar hendel pintu.
Mendengar teriakan Riko, Nanda membuka sedikit pintu kamar mandi.
"nih ganti bajunya, aku tunggu di mobil"ucap Riko sambil menyerah paper bag kepada Nanda, sedangkan Nanda hanya mengangguk sambil tersenyum
###
Kini Nanda dan Riko sudh berada di dalam mobil, hendak menuju cafe tempat teman2nya menunggu mereka.
bunkkk
Nanda dengan keras menutup pintu mobil sampai membuat Riko terkejut.
"bisa ngk tutup pintunya hati2 nanti rusak, kan ngk lucu kalau mobilnya jalan pintu tidak ada"ucap Riko menatap heran Nanda, pasalnya baru kali ini Nanda kasar dalam hal menutup pintu mobil.
__ADS_1
"maaf, habisnya anak2 banyak yang lihatin aku,soalnya bajumu kebesaran ko, kayak badut aku"ucap Nanda cemberut sambil melihat penampilan,sedangkan Riko hanya tersenyum
"ngimna tangannya..?"tanya Riko sambil memeriksa tangan Nanda
"hanya merah dikit aja, ngk sakit lagi kok"ucap Nanda gugup ples takut
"sembuh, sembu" ucap Riko sambil mencium tangan Nanda berkali kali, lalu mengacak lembut rambut nanda
Tanpa menunggu lama Riko langsung menjalankan mobilnya, untuk beberapa saat hanya ada keheningan diantara mereka
"ko.."ucap Nanda sambil menatap Riko sekilas,sementara Riko tidak menjawab tapi ia menatap Nanda sekilas
"soalnya ucapanmu yang tadi kamu jangan ambil hatinya,maaf kalau kamu tersinggung"ucap Nanda tanpa menatap Riko
"kembali lagi ke mode cueknya,pas ibu hamil ngidam apa sih, anaknya keluar kayak gini"guman Riko pelan
"kok pipinya mu panas yank" ucap Riko merasa pipi nanda panas
"diluar panas"ucap Nanda langsung menatap ke arah jendela, mendengar jawaban Nanda Riko hanya mengeleng jelas2 diluar mendung bisa bisanya Nanda bilang panas.
Untuk seterusnya hanya terjadi keheningan diantara mereka sampai ke cafe, baik Riko maupun Nanda sama2 sibuk dengan pemikiran masingmasing
Setelah beberapa menit perjlanan kini Riko dan Nanda sudah sampai di cafe, Riko mengedarkan pandangan mencari keberadaan teman2nya, mata tertuju pada sekumpulan pemuda yakni yogi cs
Ia langsung menarik tangan Nanda menuju tempat itu, sebentar Nanda agak ragu untuk melangkah menemui mereka tapi ia merasakan tangan Riko menggenggam erat, ia tersenyum dan mengangguk, Nanda pun mengikuti langkah Riko.
Riko langsung mendudukkan diri di kursi kosong, menatap Nanda supaya duduk disampingnya,sedangkan Nanda mengikuti saja. Sejenak mereka sama-sama diam, tidak ada yang berani membuka suara.
"jadi....?"tanya egan terpotong karena kedatangan Vivi bersama seseorang.
__ADS_1
"maaf kan telat"ucap Vivi kikuk, mereka serentak menatap Vivi dengan seseorang yang bersama Vivi
"gue kebelakang duluh Iyah"ucapnya sedangkan Vivi hanya mengangguk sambil duduk disamping Yogi
semua masih menatap Vivi mereka menunggu Vivi membuka mulut nya, siapa yang datang bersamanya, Merasa ada menatapnya Vivi malah bingung menatap mereka bergantian.
"siapa..?"tanya Riyan dingin, akhirnya ada yang mewakili pertanyaan yang ada di otak mereka.
"teman, anak kampus sebelah"jawab Vivi kukik, sedangkan mereka hanya ber o ria saja.
"jadi..?"ucap egan lagi melanjutkan pertanyaan yang terpotong tadi
"jadi gue sama Nanda sudh menikah waktu dikampung kemarin"ucap Riko dingin,mendengar Riko langsung to the point' seketika Wajah Nanda pucat, badan terasa bergetar hebat, menyadari perubahan nanda, Riko memengang erat tangan Nanda kolong meja, seakan berusaha menenangkan.
uhuk uhukkkk
lagi2 Vivi tersedak padahal ia tidak minum, Yogi langsung memberikan jus yang di depan riyan, karna kebetulan jus didepan sudh habis, sisa es batunya saja.
Riyan menatap tajam Yogi lalu menatap Vivi yang sedang meminum tepat dibekas Riyan tadi meminumnya.
tapi di detik berikut Riyan mengangkat bibirnya membentuk sebuah senyuman, tapi tidak ada yang melihatnya kecuali riko, Untuk beberapa saat mereka sama-sama diam, mereka mencerna pelan2 ucapan Riko.
Dengan isengnya Yogi mengorek lubang telinganya menggunakan jarinya.
"telinga gue masih berfungsi dengan baik ngk sih"tanya Yogi menatap mereka bergantian.
Sedangkan Vivi langsng mengarahkan matanya ke arah Nanda yang sedang tertunduk, seakan meminta kepastian.
Terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏 jangan lupa like
__ADS_1