
Waktu terus berjalan kini Nanda telah selesai mengikuti mata kuliah dengan sangat lancar, dan hari ini juga Arni tidak menganggu nanda,karna selama Nanda dengan Riko dekat selama itu juga Arni selalu menganggu nanda baik itu dikantin ataupun di luar kampus.
Riko tau bahwa kalau selama ini Arni selalu menganggu nanda, tapi itu saat ini ia diam aja tapi kalau Arni bertindak terlalu jauh mungkin Riko pun akan langsung turun tangan.
kini Nanda sedang berada di gerbang kampus menuju hotel tempat ia bekerja.
"nan, aku antar yuk sekalian aku lewat sana"ucap Vivi
"kamu kerja di hotel Wijaya grup kan"tanya Vivi
Nanda hanya mengangguk. "iyh yuk aku antar aja"ucap Vivi
"ngpp Vi, ngk ngerpotin kan"?"ucap Nanda
"ngk santai aja, kebetulan aku mau lewat sana mau ke bandara jemput bokap."ucap Vivi
Nanda hanya mengangguk mendengar ucapan Vivi sambil membuka pintu mobil.
"hubungan kamu sama Riko udh sejauh apa nan."tanya Vivi
"aku ngk hubungan apa-apa sama dia Vi, cuma sebatas karyawan sama atasan aja ngk lebih kok"ucap Nanda
__ADS_1
"tapi dia sering perhatikan kamu loh nan, dan dia juga marah kalau kamu dekat sama ridho, kelihatan dari mukanya."ucap Vivi
"masa sih..jgn sok tau Vi, ngk boleh.."ucap Nanda
"eh btw kamu sama ridho ada hubungan ngk sih.? soalnya yang ku perhatikan ridho selalu berusaha dekatin kamu tapi kamunya yang selalu menghindar.."tanya Vivi penasaran
"ngk ada Vi, bingung juga aku sama ridho tu,dia ngk bisa baca sikap aku ngituh nah,kan dia tau kalau aku menghindar tapi malah dia tambah dekatin aku, dia pikir aku ngk risih kah"ucap Nanda yang sudh risih dengan perlakuan ridho
"mau ngimna nan,namnya juga dia usahakan"ucap Vivi
sementara Nanda hanya mengangguk tanda mengerti arah ucapan Vivi
Karna terlalu asik mengobrol tanpa terasa kini mobil Vivi sudah sampai di depan hotel tempat nanda bekerja.
"ngpp nan..santai aja,"ucap Vivi.
Nanda tersenyum menanggapi ucapan vivi.ia sangat bersyukur mempunyai teman baik seperti Vivi.
#
Saat ini nanda berada diruangan kerja riko,untuk membersihkan setiap sudut ruangan itu, karna itu sudh menjadi kegiatan rutinnya.
__ADS_1
Ia juga sudh mulai terbiasa dengan sikap Riko yang selalu mengurungnya diruangan lebih tepatnya mengurungnya dikamar kalau Riko kerja diluar ruangan.
"nan nanti malam Lo kemna"tanya Riko sambil melirik Nanda yang sedang duduk di sofa
"mm ngk kemana-mna ko,gue langsung pulang mau istirahat"ucap Nanda sambil fokus sama teleponnya
"kamu ngk mau jaln kan sama ridho..? soalnya aku dengar-dengar tadi dikampus ridho mau ajak kamu jalan.."ucap Riko sambil berjalan mendekati Nanda
"ngak, aku gue tolak tadi, lagi malas keluar"ucap Nanda
"ohh, gapain sih kamu,fokus banget sama hp dari tadi"ucap Riko sambil duduk disamping nanda. Nanda hanya mengeleng, lagi-lagi jantung Nanda berdetak kencang ketika Riko mulai mendekatinya
"iyh sudh nanti malam kamu ikut aku aja "ucap Riko
"kemana..?aku ngk mau, Lo jgn macam-macam iyh ko!"ucap Nanda sambil sedikit menjauh dari Riko karna saat ini Nanda benar-benar gugup,sebab Riko menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.
"nanti juga lo tau kok, lo istirahat dikamar aja,nanti Rinda bakal kasih baju buat lo,ngk mungkin kan lo pakai baju kayak gini.."ucap Riko sambil beranjak dari sofa menuju meja kerja untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang tertunda tadi.
"kemana duluh ko,gue ngk mau kalau Lo ngk kasih tau kemna kita pergi."
"sayang sejak kapan aku mau menerima penolakan, terutama dari kamu syang"ucap Riko tanpa menatap Nanda "sana masuk ke kamar,istirhat"ucap Riko
__ADS_1
mendengar ucapan Riko yang lagi-lagi memanggilnya sayang jantung Nanda berdetak kembali dan wajahnya yang sudh panas dan merah kayak π ia langsung berjalan ke dalam kamar, ia juga paham kalau setiap ucapan Riko ia tidak diberi kesempatan untuk membantah, Sebenar Nanda sudh bosan dengan kegiatannya sehari-hari. tapi karna tidak mau berdebat sama Riko, yang selalu pandai menyudutkannya akhirnya Nanda hanya bisa menurut dan menurut aja saja, Selagi itu tidak melampaui batasnya Riko.
terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun ππ