
Mendengar ucapan Nanda, Riko langsung tersenyum dan berniat menggoda nanda,
"ohhh astaga aku sampai lupa kalau belm angboxsing kamu sayang,"ucap Riko sambil duduk
"knp baru ingkatkan sekrng sayng"ucap Riko sambil menarik paksa selimut yang menutup wajah nanda,
"kamu mau kapan sayang, aku udh siap kok"ucap Riko masih menarik selimut Nanda.
"kamu salah paham Riko, maksudku bukan begitu"teriak Nanda dari dalam selimut.
"salah paham dimna, dimana2 kalau suami istri itu harus ada Momen angboxsing, ayo dong buka selimutnya Nanda"ucap Riko memohon supaya Nanda membuka penutup kepalanya
"ngk mau Riko, gue malu,, pokoknya Lo cuma salah paham"teriak Nanda dari dalam selimut sambil menahan tarikan Riko
"ok gue salah paham, tapi gue mau kita malam pertama sekrng yang sudah tertunda"ucap Riko menekan setiap kata2nya.
Mendengar ucapan Riko yang tidak ada filternya Nanda langsung membuka selimut dan menatap Riko, ia langsung menatap tajam kearah riko sementara Riko juga menatap Nanda dengan senyum mesum tertentu.
"Lo..Lo serius..?"tanya Nanda gugup
"emang muka saat ini ada tampan bercanda ngituh..?"bukannya menjawab Riko malah bertanya kembali, sementara Nanda hanya menggeleng.
"iyh sudah ayo"ucap Riko memposisikan badannya di atas tubuh Nanda
"ayo kemana.?"tanya nanda sambil memalingkan wajahnya
"malam pertama sayang, berhubungan suami istri"ucap Riko semakin mendekatkan wajah
"nanti tungguh aku siap ko, please jangan kayak gini,"ucap Nanda memohon, bukannya menjauh Riko malah semakin mendekat dan lebih dekat lagi
"gue bakal nunggu Lo siap, tapi gue ngk tau sampai kapan bisa bertahan nan, Lo paham kan maksud gue, iyh sudh tidur gih, Lo ngk mau kan gue khilaf"bisik Riko ditelinga nanda, ia sudh puas melihat wajah Panik Nanda.
Tanpa basa basi Nanda langsung menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya.
__ADS_1
"ngk usah di tutupi sampai kepala syang, aku mau lihat wajah kamu pas tidur"ucap Riko menarik selimut Nanda
"ngk boleh, belum muhrim ko"ucap Nanda sambil menahan tarikan Nanda.
Setelah berhasil menarik selimut Nanda Riko langsung mencitak kening Nanda pelan.
"ngk muhrim dimna, udah suami istri juga"ucap Riko agak kesal sambil memposisikan badan di samping Nanda
"oo iyh lupa"ucap Nanda tanpa rasa bersama masih dengan posisi menutup mata, karna ia tidak sanggup menatap wajah Riko saat ini.
Riko tidak lagi merespon ucapan Nanda, ia langsung memeluk Nanda dan berjalan menuju alam mimpi
"peluk jgn kencang ko, aku ngk bisa napas ni"ucap Nanda merasa pelukkan Riko terlalu erat
"tinggal kasih napas buatan sayang"ucap Riko tanpa dosa semakin mempererat pelukannya
"Riko"rengek Nanda
"iyh syang iyh, sudah tidur"ucap Riko sambil melonggarkan pelukkannya
Setelah selesai drama malam pertama dan drama pelukkan kini pagi pun menyapa semua umat manusia, Nanda sudah bangun sejak pagi tadi, ia langsung mandi dan masih dengan memakai pakaian Riko, Tanpa menunggu berlama-lama Nanda langsung turun kemeja makan melihat apa aja yang perlu dikerjakan.
"pagi bunda"ucap Nanda yang sedang menyiapkan sarapan dibantu sama bibi, Kebetulan tadi malam bunda sama ayah sudh kembali, mereka tidak ingin membangunkan Nanda dan Riko karna waktu sudah menjelang subuh.
"pagi syaang, ngimna tidurnya nyenyak"tanya bunda, sedangkan Nanda hanya mengangguk tersenyum.
"mau Nanda bantuin Bun"tawar Nanda
"ngk usah syaang, kamu bangunin Riko aja ngih, Ini sebentar lagi kok, lagian ada bibi juga kok"ucap bunda menatap Nanda sekilas
Nanda hanya mengangguk sekilas, lalu berjalan ke arah tangga menuju kamar untuk membangunkan Riko, sampai dikamar ia tidak langsung membangunkan Riko, ia menatap Riko sangat lama, ia masih seperti bermimpi bisa menjadi istri seorang riko, yang duluhnya mereka selalu berdebat ketika bertemu.
"psikologi mengatakan memandangin wajah suami setiap pagi bisa menambah berkatnya Loh"ucap Riko tersenyum masih dengan posisi menutup mata, Mendengar suara Riko Nanda sebentar menutup mata dan menundukkan kepala, masih dengan sepagi ini ia sudh kepergok sama Riko.
__ADS_1
"eh Lo sudh bangun, langsung mandi iyh, bunda sudh menunggu di meja makan"ucap nanda hendak berdiri tapi langsung ditahan oleh Riko, alhasil Nanda terjatuh di atas tubuh Riko, membuat dia semakin gugup setengah mati
Nanda menutup matanya untuk mengurangi kegugupannya, menyadari bahwa Nanda sedang mode gugup, Riko langsung mencium sekilas bibir Nanda.
Merasa di bibirnya ada yang menempel Nanda langsung membuka matanya terkejut.
"ciuman selamat pagi syaang"ucap Riko yang menyadari kegugupan Nanda
"ciuman pertama ku ko"ucap Nanda dengan nada pelan
"seimbang sayang, aku ambil ciuman pertamamu,aku kasih kamu ciuman pertamaku, sama2 beruntung bukan"ucap Riko tanpa rasa bersalah
"tapi kamu ngk izin duluh ko"ucap Nanda kesal
"cium bibir istri ko pake acara izin segala"ucap Riko sambil melepas Nanda dari pelukkan dan hendak turun dari ranjang.
"tetap aja itu ngk adil ko"ucap Nanda sambil berjalan kearah lemari untuk mempersiapkan baju untuk Riko
"adil sayang"
"ngk Riko"
"A D I L, bahkan lebih dari ciuman bisa dong,kan udh sah"ucap Riko sambil berjalan menuju kamar mandi
"ngk Riko"
"iyh udah ngak"teriak Riko dari kamar mandi
"sayang nanti om Albert akan mengantar baju buat kamu pakai kuliah"teriak Riko lagi
"iyh, baju kamu di atas kasur, aku turun duluan ko"teriak Nanda sambil berjalan keluar kamar.
Riko tidak menyahut teriakkan Nanda, ia langsung memulai ritual mandinya.
__ADS_1
Terimakasih atas kunjungan saya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏 jgn lupa like'