Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 67


__ADS_3

Setelah menyelesaikan mata kuliah hari ini kini semua mahasiswa waktunya pulang kerumahnya mau kemana yang penting keluar dari kampus.


kini Nanda berjalan sendiri ke arah parkiran, karna Riko sudh menunggu dia di parkiran.


"Nanda"teriak pak Denis karna melihat nanda berjalan menuju parkiran.


karna merasa ada yang memanggil namanya Nanda berbalik badan melihat si pelaku yang memanggilnya.


"ehh pak Denis, ada apa pak,ada yang bisa saya bantu pak..?"tanya Nanda sambil tersenyum tipis.


"ngk ada, btw kamu mau pulang iyh, ayo saya antar aja"tawar Denis hendak menarik tangan Nanda, tapi Nanda langsung mengoyangkan tangannya


"maaf pak saya sudh janjian sama teman saya"ucap Nanda sambil berjalan cepat,


Ternyata dari dalam mobil Riko melihat ketika Nanda dan Denis berbicara, ia langsung keluar dari dalam mobil, ia tidak kuat melihat Nanda harus berdekatan dengan laki2 lain


"Nanda kamu knp sih, kayk mencoba menghindar trus dari saya, tadi siang saya ajak makan siang alasannya kamu sudh janji sama temanmu, sekrng saya ajak pulang bersama lagi2 alasanmu sama"ucap Denis sambil menahan tangan Nanda ketika ia melihat Nanda berjalan lebih cepat darinya.


"maaf pak, saya hanya menjaga batasan antara dosen dan mahasiswa, ngk etis rasanya jika dosen dan mahasiswa terlalu dekat"ucap Nanda melepaskan genggaman tangan Denis dari tangannya


"apa saya salah kalau ingin lebih dekat sama kamu, apa sya salah ingin mengenal kamu lebih jauh, saya ingin tau tentang kamu Nanda"teriak Denis ketika Nanda berjalan semakin jauh darinya.


Mendengar penuturan Denis Nanda langsung berbalik badan berjalan menghampiri Denis


"setiap manusia itu tidak pernah salah untuk lebih dekat pada orang lain, tapi jika bapak ingin lebih mengenal sya, maaf pak, bapak sudh salah"ucap Nanda sambil melihat Denis sekalinya


"sayangnya tidak ada yang perlu bapak kenal dari saya, saya hanya gadis biasa yang menuntun ilmu disini, lagian ada yang hati yang harus saya jaga pak, saya baru mau belajar mencintai seseorang yang nantinya kelak akan menjadi pemimpin di masa depannya saya"ucap Nanda,

__ADS_1


"maksudnya ngimna sorry sya kurang paham"ucap Denis dengan wajah bingung


"saya sudah kekasih pak, itu sebabnya syaa juga jarak sama lawan jenis"


"tunggu kamu mau belajar mencintainya, berarti kamu dipaksa jadi kekasihnya dong"


"iyh awalnya saya memang terpaksa, tapi makin kesini saya selalu nyaman kalau dekat sama dia, kadang wajah dia terlintas begitu saja dipikiran saya"


"lagian kita hanya mahasiswa dan dosen jadi saya pikir bapak tau batasannya sampai mana"ucap Nanda sambil berbalik badan melanjutkan perjalanan


"sebelm jalur kuning melengkung kamu masih bisa saya rebut Nanda"teriak Denis


"dan saya akan tunjukkan sampai mana jalur kuning itu melengkung"teriak Nanda sambil memperlihatkan cincin pernikahan yang di jari manis lalu berjalan menuju mobil Riko terparkir.


Ternyata sedari tadi Riko mendengar obrolan antara Nanda dan Denis, awalnya ia emosi mendengar Denis ingin mengenal lebih jauh Nanda yang notabennya nanda merupakan istrinya, tapi ketika Nanda mengatakan kalau ada hati yang sedang ia jaga bahkan ia mau belajar mencintainya, seketika emosinya terlupakan, ia tidak menyangka bahwa secepat itu Nanda akan belajar mencintainya, bahkan ia berpikir bahwa Nanda tidak akan membuka hati padanya dilihat dari sikap cueknya nanda.


"gue ngk perduli Lo udah tunangan Nanda, intinya cuma Lo wanita yang bikin gue uring-uringan satu Minggu terakhir ini,jadi apapun cara Lo bakal jadi milik gue"guman Denis sambil berjalan menuju arah mobilnya terparkir.


Melihat Nanda berjalan kearah mobil, Riko langsung berlari sebelm Nanda keduluan sampai di mobil.


"lamanya sayang, lumutan loh aku ini"ucap Riko sambil menyalakan mobilnya


"maaf tadi ada kendala sedikit"ucap Nanda sambil memakai sabut pengamannya, sedangkan Riko hanya mengangguk tersenyum.


Kini mereka sudh berada di dalam mobil perjalanan menuju kantor, karna Riko akan mulai aktif dikantor mulai sekrng.


"aku lihat tadi kamu ngobrol sama ridho,obrolin apa.?"tanya Riko membuka percakapan sambil melirik kearah Nanda sebentar lalu kembali fokus menyetir.

__ADS_1


"ooo itu, tadi kak ridho mau ngajak makan malam bersama keluarganya besok malam"ucap Nanda hati2, sebenarnya bisa saja ia berbohong kepada Riko, tapi menurutnya sedikit saja ada kebohongan di tengah-tengah rumah tangga mereka efeknya sangat tidak baik di kemudian nya.


Mendengar hal itu Riko langsung menginjak rem secara tiba-tiba, alhasil hampir saja kepala Nanda terbentur ke depan untung tangan Riko dengan sigap menahan tubuh Nanda.


"maaf syang, ngk papa kan..?"tanya Riko sambil memeriksa bagian tubuh Nanda, sedangkan Nanda hanya mengeleng


"apa....ridho ngajak kamu makan malam.?"tanya Riko sambil menjalankan kembali mobilnya sementara Nanda hanya mengangguk


"bersama keluarganya..?"tanya Riko lagi dan lagi2 Nanda hanya menganggu.


"benar2 laki2 yang punya muka emang, trus kamu jawab apa..?" tanya Riko langsung menepikan mobilnya,


"aku jawab aku kerja, trus dia bilang bakal nungguin aku sampai selesai kerja"jawab Nanda menjeda ucapannya.


"trus..?"tanya Riko penasaran


"trus aku jawab tetap aku ngk bisa, tapi dia bilang bakal nunggu aku sampai bisa, udh sampai situ aja"ucap Nanda menatap Riko


mendengar ucapan Nanda, Riko menarik napas panjang dan menjalankan mobilnya kembali


"pokoknya kamu harus jauhin ridho syang, sama si dosen baru itu, pokoknya kamu harus jauh2 dari manusia berdua tuh"ucap Riko menatap Nanda


"kamu tau dari mana aku di dekatin pak Denis"tanya Nanda bingung


"kamu lupa punya suami siapa, aku punya mata dimana-mana sayang"ucap Riko mengangkat tangannya untuk mengelus rambut Nanda halus sedangkan tangan yang satunya memengang kendali setir mobil


Mendengar Riko menyebut kata suami wajah Nanda berubah jadi panas dan merah, tapi seketika ia hanya mengangguk.

__ADS_1


Terimakasih atas kunjungan dan dukungan saya mau minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏 jangan lupa like


__ADS_2