Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 81


__ADS_3

masih dengan posisi ridho memainkan guntingnya, lalu ia berjalan mendekatin Nanda..


"Lo mau apa do"teriak Nanda ketakutan dengan mata yang sudh berkaca-kaca.


"kenapa Lo takut, bukan Lo bilang gue bukan siapa-siapa buat"ucap ridho "sekrng gue mau tunjukkan ngimna orang yang Lo bilang bukan siapa-siapa buat menjadi seseorang yang terikat buat Lo"ucap ridho dengan setengah berbisik ditelinga nanda.


"Lo jgn macam macam ridho,"ucap Nanda


"kenapa, gue cuma mau Lo jadi milik gue seutuhnya Nanda, cuma jadi milik gue seutuh ya"ucap ridho mulai mendekat sama Nanda.


"gue mohon jangan do, gue mohon"ucap Nanda memohon kepada ridho.


"maaf Nanda gue udh habis kesabaran selama ini, setelah Lo jadi milik gue, kita akan pergi dari kota ini dan akan membentuk keluarga sederhana"ucap ridho mengelus pipi Nanda


"gue ngk mau ridho, gue ngk mau pergi sama Lo, masa depan gue di kota ini, masa depan gue Riko bukan Lo" teriak Nanda


"jangan pernah Lo sebut nama itu di depan gue Nanda, gue benci namaa itu."teriak ridho sambil menendang kursi yang ada disana.


"intinya Lo harus jadi milik gue, apapun yang terjadi"ucap ridho sambil mulai mengunting baju yang di kenakan oleh Nanda.


Sedangkan Nanda hanya bisa menangis sambil memberontak.


"maaf ko gue ngk bisa jaga apa yang seharusnya jadi milik lo, gue janji setelah kejadian ini, gue bakal pergi dari hidup Lo, karna gue udah kotor"batin Nanda sambil menangis histeris.


"mau memohon seperti apapun Lo di hadapan gue Nanda, tetap tidak akan menghentikan keinginan gue"bisik ridho di telinga Nanda.


"gue mohon do, jangan lakukan ini"Isak Nanda

__ADS_1


"sekrng Lo boleh menangis Nanda, tapi setelah kita membangun keluarga, gue jamin Lo bakal bahagia"ucap ridho


Sementara Nanda hanya terus menangis, ia benci keadaan sekrng, ia juga sangat membenci dirinya yang sudh kotor saat ini.


Setelah ridho mengunting habis baju nanda, kini tubuhnya hanya di bungkus tentop tipis, Melihat pemandangan yang ada di depannya ridho tersenyum tipis, ia mengelus bahu Nanda yang halus lalu naik bagian wajah, ridho mengelus bibir Nanda menggunakan tanganya, lalu ini menjilat tangannya yang di gunakan untuk mengelus bibinya Nanda tadi.


"manis"bisik Ridho di telinga Nanda


"gue harap Riko belm sentuh sedikit pun bibir Lo sayang,"bibir ridho lagi


"asal Lo tau, lebih dari bibir ini udh gue kasih sama Riko, knp..?,Lo ngk terima.!!"teriak Nanda


"justru itu yang membuat gue semakin bersemangat buat miliki Lo seutuh sayang, dalam perut ini harus ada benih gue"ucap ridho sambil mengelus perut Nanda.


"kita mulai sekrng sayang, Lo tinggal nikmati aja permainan gue"ucap ridho sambil membuka bajunya.


Melihat hal itu Nanda semakin histeris, dia takut, dia malu, dia benci dengan semua ini


Ketika ridho mau memulai aksi bejatnya, tujuan pertma saat ini adalah membuat gairah Nanda naik, pertama2 ia hendak mencium bibir Nanda tapi......


brakkkkkkkkkkkkk


"Lo menjauh dari wanitaku bangsak"teriak Riko sambil berlari kearah ridho, tanpa aba-aba dia langsung menghadiahkan pukul ke pipi ridho, karna tidak memiliki persiapan ridho langsung terjatuh kebelakang.


"jangan pernah Lo sentuh dia menggunakan tangan kotor Lo ini, anj*ng"teriak Riko lagi memukul wajah ridho dengan membabi buta tanpa ampun.


Mendengar suara yang tidak asing ditelinga nya Nanda langsung membuka matanya, tatapannya langsung menatap Riko yang sedang memukuli ridho, lagi2 ia menangis histeris

__ADS_1


"sudh ko, dia bisa mati karna Lo pukulin seperti itu"teriak Yogi mencoba melerai pertikaian Riko dan ridho.


"emang itu tujuan gue, gue mau manusia bejat ini mati tanpa sisa"teriak Riko masih tetap memukul ridho tanpa ampu.


"tapi bukan sekrng ko, Nanda butuh Lo sekrng"ucap egan membantu Yogi melerai pertengkaran itu.


Mendengar nama Nanda Riko langsung menghentikan pukulan, lalu ia mengarahkan mata melihat keberadaan Nanda yang menangis histeris dengan posisi masih diikat dikursi.


Dengan keadaan wajah yang pucat, bekas tamparan di pipinya, ditambah lagi Nanda hanya menggunakan tentop tipis yang menutup tubuh mulusnya, Melihat hal itu hati Riko teriris tanpa sisa.


"Lo beresin"ucap Riko sambil berlari ke arah Nanda,


Riko langsung membuka jaketnya dan langsung memakainya ke tubuh Nanda, Lalu ia memeluk Nanda dengan dengan sangat erat.


Melihat Riko ada dihadapannya membuat Nanda semakin menangis histeris, ia berpikir hidupnya akan sampai disini saja, bahkan ia sudh menyerah dan pasrah


"a...a..aku takut"Isak Nanda di sela-sela pelukkan Riko


"ngk usah takut, kamu aman sekrng, aku bantu lepas ikatannya lalu kita pergi dari sini"ucap Riko mencium kening Nanda dengan sangat dalam dan melepas pelukkan, lalu membuka ikatan Nanda, Sedangkan Nanda hanya bisa menangis dan menangis.


"gue butuh jaket satu lagi"teriak Riko membantu Nanda berdiri, untung Riyan dengan sigap melempar jaket ke arah Riko.


Riko menggunakan jaket itu untuk menutup wajah dan kepala Nanda, karna ia tau saat ini Nanda pasti sangat malu apalagi dengan kondisi Nanda saat ini yang sangat berantakan.


Karna terlalu lelah menangis dan berteriak ketika hendak berjalan Nanda langsung pingsang, Riko dengan sigap mengendong Nanda


"kalian bereskan dia, bawah ketempat biasa, kita ketemu disna"ucap Riko lalu berjalan keluar gudang itu.

__ADS_1


Sedangkan mereka hanya mengangguk, lalu membawah ridho yang sudah pingsang ke markas mereka.


Terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏 jangan lupa like


__ADS_2