
Setelah sampai di taman belakang Gilang langsung mendudukkan Nanda di sebuah kursi panjang sedangkan ia berdiri membelakangi Nanda.
"Lo mau ngk jadi pacar gue??"ucap Gilang tanpa basa basi
"gila lo iyh, Lo pikir gue cewek apaan "ucap Nanda dengan suara dingin
"gue cuma minta Lo jadi pacar gue, ngk lebih"ucap Gilang sambil membalikkan badan menatap Nanda
"kalau gue ngk mau dan ngk akan mau Lo mau apa"ucap Nanda berdiri mendekatin Gilang
"gue pastikan lo kehilangan beasiswa Lo, dan Lo di pecat dari tempat Lo bekerja dan satu lagi yang paling penting, gue pastikan tidak ada yang memakai jasa ibu Lo lagi"ucap Gilang menekannya setiap kata2nya
"gue ngk punya urusan sama Lo, dan gue ngk mau kenl sama Lo dan satu lagi ibu gue ngk ada sangkut pautnya sama Lo"ucap Nanda hendak pergi dari sana
"selangkah aja lo pergi, hitungan detik Lo dan ibu Lo bakal hancur, Lo tau kan gue siapa..? jadi Lo harus jadi pacar gue, gua pastikan hidup Lo terjamin kalau pacaran sama gue, gue ngk terima penolakkan Nanda" ucap Gilang dan Nanda hanya diam, sekrng ia sudh tersudutkan
"dengan Lo diam berarti kita sudh resmi berpacaran, habis pulang sekolah gue tunggu diparkiran sayang"ucap Gilang sambil mengacak rambut Nanda
"Bangs*k, anj*Ng Lo Lang, kurang ajar Lo Lang, Lo dengar gue baik2 gua ngk butuh duit lo"teriak Nanda
mendengar teriakan nanda, Gilang hanya tersenyum tipis.
"cewek yang berbeda, benar2 menantang ni cewek"guman gilang
__ADS_1
karna tidak mempunyai pilihan lain, akhirnya Nanda mau tidak mau harus menerima Gilang Abraham menjadi pacaranya, lebih tepat dia yang dipaksa menjadi pacarnya Gilang.
##
Waktu terus berjalan kini Nanda dan Gilang sudh pacaran hampir enam bulan, dan selama itu juga Gilang mencoba setia kepada Nanda, hubungannya dengan Nanda selama enam bulan terakhir ini sangat baik, sama seperti pacaran pada umumnya yang seakan2 mempunyai komitmen.
Begitu juga dengan Nanda selama enam bulan ini, ia juga belajar membuka hati pada Gilang, dengan sikap Gilang yang lemah lembut dan tidak egois bahkan ia juga melihat Gilang setia sama dia, membuat ia menjadi cepat membuka hati buat Gilang, alhasil dia udah jatuh cinta sama Gilang seutuhnya
"sisa enam bulan lagi Lang, Lo pacaran sama nanda, gue akui Lo memang hebat dalam urusan menaklukkan wanita"ucap Dion
"dan sisa enam bulan lagi Lo harus melepaskan motor kesayangan Lo sama gilang, karna pada dasarnya Gilang pacarin Nanda hanya sebagai taruhan kan"ucap Anton
"nyap seperti itu kira2"ucap dion membenarkan ucapan Anto,sedangkan Gilang aja diam saja tidak merespon ucapan teman2nya.
"ngk mungkinlah gue jatuh cinta sama cewek miskin kayak dia, apa yang gue dapat dari dia selama pacara, ngk ada"ucap Gilang gelisah
"gue munafik, gue akui kalau gue udh jatuh cinta sama Nanda bahkan sangat dalam"batin Gilang
brakkk.....
"tega Lo iyh Lang, jadi ini maksud dari permainan ini, ini tujuan Lo pacaran sama gue"teriak Nanda sambil membanting pintu kelas
"gue bisa jelasin nan, tolong beri gue kesempatan buat jelaskan sama Lo"ucap Gilang kelagapan
__ADS_1
"diammmmm, gue ngk minta Lo ngomng njing, dan gue ngk butuh penjelasan dari lo semua sudh jelas Gilang Abraham yang terhormat, telinga gue masih normal dan gue ngk salah dengar semuanya"teriak Nanda
"Lo pacarin gue hanya sebagai taruhan Lang, Lo kok tega sih, gue salah apa sama Lo Lang,bahkan selama enam bulan ini Lo dengan tega menipu dan mempermainkan gue, Lo pikir gue cewek apaan Lang, gue memang cewek miskin tapi gue masih punya harga diri"teriak Nanda lagi dengan suara di naikan menjadi beberpa tingkat
"nan..gue bisa jelasin, ngk seperti"ucap Gilang sambil mendekatin Nanda dan berusaha membujuknya
"diammmm Gilang Abraham, Lo jgn coba2 mendekat sama gue"
"dan asal Lo tau Lang, selama enam bulan ini gue mulai membuka hati smaa lo, mulai mengganggap Lo ada, mulai memahami Lo, bahkan gue berasa menjadi wanita beruntung karna gue pacaran sama Lo yang sikap lemah lembut dan pengertian"
"tapi kenapa disaat gue udh mulai menerima lo, bahkan gue udh jatuh cinta sangat dalam sama Lo, gue malah mengetahui fakta ini, fakta kalau gue cuma bahan taruhan buat Lo dan teman2 Lo, salah gue sama Lo apa Lang"
"gue akuin, gue udh jatuh cinta smaa Lo Lang, sangat dalam malah"ucap Nanda lemah ia tidak bisa lagi berkata2 bahkan ia bingung menghadapi situasi saat ini
"kita putus" ucap Nanda tanpa basa basi dan langsung keluar dari kelas itu, tapi Gilang menahannya
"makasih Lo udh mau terima gue, makasih Lo udh jatuh cinta sama gue, jujur gue juga sudh jatuh cinta smaa Lo nan, mungkin gue yang duluan jatuh cinta daripada Lo, dan gue bisa jelaskan"
"sebelm Lo jelasin, gue mau nanya dibagian mana dalam hubungin ini yang harus dijelaskan..??semua sudh jelas,!!Lo cuma macarin gue sampai setahun dan Dion bakal kasih motornya smaa Lo, semua sudh jelas bukan"ucap Nanda tersenyum ketir dengan air mata mulai menetes.
"jadi gue mohon hubungan ini sampai disini saja, kita putus dan tolong bantu gue melupakan fakta tentang hubungan ini..semoga gue yang terakhir perempuan yang bernasip sama iyh Lang,on ton" ucap Nanda sambil menetap mereka bergantian
"makasih untuk enam bulannya Gilang Abraham,lanjutkan pesta kemenangan kalian dan gue anggap kita sudh pacaran satu tahun, jadi Lo Dion bisa memberikan motor Lo sama gilang, permisi"ucap Nanda berusaha melepas tangan Gilang
__ADS_1
Setelah kepergian nanda, Gilang dan teman2nya hanya diam saja, tidak ada yang membuka suara, Anton dan Dion masih belum percaya kalau Nanda dan gilang sudh sama2 jatuh cinta, terutama Gilang, ia belm percaya kalau Nanda juga sudh jatuh cinta sama dia.