
Setelah selesai dari rumah tahanan Riko dan Nanda langsung pulang kerumah, di dalam mobil tidak ada percakapan, yang hanya ada kehiningan saja.
"capek banget kayaknya syaang"ucap bunda Tika ketika melihat Riko dan Nanda melewati ruang tamu.
"sore bund" ucap Nanda mendatangi bund dan mencium tangannya.
"sore sayang, ngimana harinya..?"tanya bunda Tika.
"sudh lebih baik dari kemarin bund"ucap Tika
"sayang aku tunggu dikamar, jangan lama-lama"teriak Riko berjalan menaiki tangga.
"y..."teriak Nanda.
"ayah kemana bund..?"tanya Nanda.
"ayah di kantor nak, mungkin bentar lagi balik"ucap bunda Tika sedangkan Nanda hanya ber o ria sjaa.
"sayang"teriak Riko dari lantai atas membuat Nanda kesal sendiri sedangkan bunda hanya mengeleng melihat tingkah Riko yang manja kepada Nanda.
"bund, Nanda naik duluh iyh, mau ngurus kak Riko"ucap Nanda lalu berjalan meninggalkan ruang tamu.
"kenapa sih, kok teriak-teriak ngituh, kamu kira ini rumah lapangan bola"ucap Nanda kesal sedangkan Riko hanya tersenyum manis.
Nanda langsung berjalan kearah lemari untuk mempersiapkan baju ganti buat Riko.
"sayang mandi bareng yuk"ucap Riko memeluk nanda dari belakang, Meskipun sering bersama tapi Nanda masih gugup ketika Riko yang selalu lengket sama dia.
"mandi bareng kamu tuh beda cerita"ucap Nanda gugup.
"emng ceritanya kayak mana leh"ucap Riko memancing Nanda.
"Auh ahh, pikir aja sendiri, sana mandi sayang"ucap Nanda mendorong tubuh Riko kekamar mandi.
"iyh aku mandi, tapi harus sama kamu"rengek Riko.
"kalau kita mandi bareng bakal memakan waktu lama sayang, ayo dong"ucap Nanda memberi alasan.
"kali ini ngk, cuma mandi aja ngk lebih"ucap Riko cemberut,
"iyh sudh ayo, tapi jangan macam-macam, ingat cuma mandi aja sayang"ucap Nanda yang sudh tau apa agenda selanjutnya kita mereka sudh melakukan sesi mandi bersama.
__ADS_1
Omongan hanya sekedar omongan, dan omongan pun tidak sesuai tindakan, yang awalnya sepakat cuma mandi saja ternyata tidak sekedar hal ini, Mereka melakukan hubungan suami istri, yang dimana awalnya Nanda menolak keras, pasalnya yang tadi pagi pas Riko meminta jatah masih sakit, Tapi bukan Riko namanya kalau tidak bisa merayu Nanda.
"ihhh sayang jangan cemberut ngituh syang"ucap Riko gemas melihat wajah Nanda yang masih cemberut.
"lagian kamu, bilangnya cuma mandi tapi nyatanya kamu minta lagi dan lagi syaang"ucap Nanda masih cemberut.
"tapi kan ngk papa dong mintanya sama istri sendiri, lagian kamu juga menikmati"ucap Riko sambil membantu mengerikan rambut nanda, yang seketika membuat wajah Nanda merah padam.
"ihh kamu tuh, lain kali ngk ada lagi jatah"ucap Nanda cemberut.
"uhhh syaang, jangan ngituh dong, iyh deh aku minta maaf"ucap Riko memeluk Nanda.
"kamu makan di luar atau makan dikamar aja yank"ucap Riko.
"ngimna mau makan di luar dengan kondisi seperti ini, makaya kalau kasih tanda tuh lihat-lihat tempat juga"ucap Nanda memperlihatkan lehernya yang baca tanda kepemilikan .
"iyh deh, maaf lagi, iyh sudah aku ambil makam duluh iyh"ucap Riko
"ehh tapi ngk papa kah sama ayah dan bunda"ucap Nanda tidak enak hati.
"ngk papa, nanti aku yang jelaskan sama mereka, lagian aku akan menemani kamu makan dikamar sayang"ucap Riko mengelus pipi Nanda sekilas ia mencium bibir Nanda sekilas.
"jangan mulai deh, nanti kamu on lagi"ucap Nanda menatap Riko.
"aku masih sakit sayang"ucap Nanda sambil mencubit perut Riko.
"nanti kalau sudh sering ngk bakal sakit lagi kok sayang"ucap Riko
"sayanggg sana ambil makan, aku lapar tau"ucap Nanda cemberut.
"ternyata istri aku ini sudh lapar, ummm bentar"ucap Riko mengacak rambut Nanda.
Setelah Riko memberikan berbagai alasan kepada ayah dan bunda akhirnya Riko bisa membawah makan malam kekamar, akhirnya Nanda dan Riko makan sepiring berdua dikamar.
"sayng kamu dirumah iyh, aku mau jalan sebentar, udah janji sama Riyan dan yang lainnya"ucap Riko berbohong, ia tidak mungkin mengatakan kalau ia mau bertemu dengan Denis.
"iyh, tapi jangan pulang lama-lama"ucap Nanda tersenyum manis, dan di anggukan oleh Riko.
####
Seperti perjanjian kemarin Riko dan Denis sedang berada disebuah cafe yang ada dikota itu, sejenak hanya ada keheningan hingga pada akhirnya Riko pun membuka suara.
__ADS_1
"ada apa bapak mengajak saya bertemu"ucap Riko dingin dan langsung pada intinya.
"saya ingin berbicara empat mata sama kamu"ucap Denis menatap Riko.
"katakan "ucap riko dingin.
"ini masalah Arni, saya hanya ingin pihak kamu mencabut tuntutan kepada Arni, kasihan dia"ucap Denis.
"trus ketika Arni menyiksa istri saya kalian ngk kasihan, ketika Arni mempermalukan istri saya sampai dia di skors dari kampus kalian ngk kasihan"ucap Riko menatap malas Denis
"saya hanya butuh keadilan pada istri saya, tidak ada seorang pun yang bisa menghina ataupun menyakiti istri seorang Riko Wijaya, karna sampai itu terjadi jangan harap hidupnya bisa tenang meskipun itu notebenya saudara Nanda"ucap Riko.
"tapi arni sudh berubah ko, dia hanya khilaf pada saat itu"ucap Denis masih berusaha tenang.
"meskipun dia sudh berubah tidak akan merubah kenyataan kalau dia pernah melakukan tindakan kriminal pada istri saya, dan semua itu tidak pernh hilang dari memori syaa terutama istri saya"ucap Riko dingin.
"ok..ok...secara pribadi saya minta maaf kepada kamu, atas nama Arni saya minta maaf dan saya pastikan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi"ucap Denis mulai terlihat kesal.
"jika kamu bisa minta maaf, tapi kenapa Arni tidak bisa meminta maaf kepada Nanda"ucap Riko dingin.
"kamu egois Riko, asal kamu tau, Arni melakukan itu semua karna kamu, Arni melakukan tindakan kriminal kepada Nanda semua itu karna kamu"ucap Denis emosi.
"kenapa..?"tanya Riko masih terlihat tenang.
"kamu masih nanya kenapa, kamu tau kan kalau Arni itu menyukai kamu sejak duluh, bahkan sejak kalian sama-sama duduk dibangku SMA, tapi apa...kamu malah dengan egois tidak memperdulikan perasaan Arni sama kamu"ucap Denis.
"asal kamu tau, sejak zaman SMA saya tidak pernh menyukai Arni, emng kalian pikir saya tidak merasa risih ketika Arni selalu nempel-nempel kepada saya, itu sama saja Arni telah menganggu privasi saya, tapi semua itu sya biarkan karna Arni masih pada batasnya, tapi untuk saat ini Arni telah mengusik kehidupan orang yang saya cintai yang notabennya istri saya sendri"ucap Riko panjang lebar.
"bahkan kalau pun takdir tidak mempertemukan sya dengan Nanda, saya juga ngk bakal tertarik smaa Arni"ucap Riko lagi.
"apa istimewanya sih Arni, disini yang menjadi korban itu Nanda, yang pasti kalian sekeluarga tahu kalau Nanda itu merupakan bagian dari keluarga kalian, bahkan perusahaan yang bergerak dibidang pelayaran yang di kelola om Hendra itu adalah warisan dari nenek Nanda kepada ibu Risma yaitu ibu kandung Nanda, Jadi tidak dapat di pungkiri kalau kalian makan bahkan minum selama ini adalah hasil keringat dari warisan Nanda."ucap Riko, sedangkan Denis hanya diam mendengar ucapan Riko, Ia juga membenarkan semua ucapan Riko.
"tapi syaa juga bersyukur dengan arni membuat Nanda di skors dari kampus yang menjadikan Nanda harus pulang kampung hal itu adalah satu jalan yang bisa membuat sya menikahi Nanda"ucap Riko.
"jadi sampaikan terimaksih kepadanya, saya dan istri syaa sudah sepakat mencabut tuntutan itu, tapi dengan syarat tertentu,"ucap Riko sambil meredahkan emosinya.
"apa syarat itu..?"tanya denis
"saya sudh berikan kepada om Hendra, tapi itu saat ini arnilah yang mempersulit dirinya keluar dari tahanan"ucap Riko.
"dan sya minta kepada bapak, jangan pernah sedikit pun bapak mendekatin Nanda, jangan kira selama ini saya tidak tau kalau bapak menyimpang perasaan lebih kepada Nanda, dan jangan kira saya ngk tau kalau bapak selama ini memperhatikan Nanda terus."
__ADS_1
"kalau tidak ada yang perlu dibicarakan saya permisi"ucap Riko langsung beranjak dari kursi itu tanpa menunggu jawaban dari Denis.