Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 117


__ADS_3

"kalau tidak ada yang perlu dibicarakan saya permisi"ucap Riko langsung beranjak dari kursi itu tanpa menunggu jawaban dari Denis.


"kamu tidak boleh melarang aku untuk mendekati Nanda, karna seperti yang kamu tau Nanda sekarang sudh menjadi adik tiri saya"ucap Denis menghentikan langkah Riko.


"apakah keluarga kalian mengakui Nanda sebagai anggota keluarga baru..? apakah orang tua kalian berbesar hati menerima Nanda..? ngk kan!! jadi buat apa kamu mengakui Nanda sebagai adik tiri, dan kalau pun Nanda mengakui kamu sebagai kakak tirinya bukan berarti saya membiarkan Anda seenak jidat mendekati Nanda, saya akan membatasi ruang gerak Nanda untuk berhubungan keluarga meskipun ayah kandungnya sendiri"ucap Riko.


"bersikaplah layaknya sebagai dosen dan mahasiswa bagi Nanda, ngk usah berharap lebih"ucap Riko lagi.


"apa hak mu melarang Nanda membangun hubungan persaudaraan sama saya..?"tanya Denis kesal.


"yang pertama, yang mengenal Nanda lebih duluh saya, yang kedua, kamu hanya orang asing dalam perjalanan hidup nanda, ingat kalian tidak punya hubungan darah bah secuil pun, yang ketiga dan yang paling penting, Nanda istri saya jadi sudh selayaknya hidup Nanda menjadi tanggung jawab saya seutuhnya, Nanda sudh menjadi milik saya seutuhnya"ucap Riko terlihat tenang. "dan siapapun tidak ada yang boleh menyentuh milik saya meskipun keluarganya sendiri"ucap Riko meninggalkan Denis.


Setelah melakukan pertemuan dengan Denis yang cukup mengurus emosi dan juga otakknya Riko pun langsung kembali kerumah karna ia ngk bisa meninggalkan Nanda terlalu lama apalagi ini sudh malam, sebelm kembali kerumah Riko mampir duluh ke toko kue langganan bundanya untuk membeli kue buat Nanda, supaya wanita itu tidak terlalu curiga kepadanya.


"mba pesan satu iyh, yang rasa coklat saja"ucap Riko kepada pelayan ditoko kue.


"ok tuan, atas nama siapa sebelmnya.?"tanya pelayan


"atas nama Riko Wijaya"ucap Riko cuek.


"baik tuan, ditungguh iyh silakan duduk di kursinya yang telah disediakan, pesanan akan segera di kemas"ucap pelayan, dan Riko langsung berjalan ke arah kursi yang di tunjukkan oleh pelayan.


Sambil menunggu pesanan, Riko berselancar dengan dunia maya.


"ehhh riko kan..?"tanya seorang wanita yang memperhatikan Riko sedari tadi.


"kenapa.?"tanya Riko cuek.


"astaga Riko, kamu ngk kenal aku..?"tanya wanita itu bahagia, sedangkan Riko hanya mengeleng malas.


"aku Rere , mantan kamu waktu SMA"ucap Rere , "masak kamu lupa sama aku, aku adalah cewek yang paling kamu cintai ko"ucap Rere bangga, sedangkan Riko hanya ber o ria saja.


"gapain kesini ko..? aku baru tau kamu sering kesini, aku juga sering Lo kesini"ucap Rere.


"menurut kamu..?"tanya Riko balik


"beli kue kan, "ucap Rere

__ADS_1


"tuh tau gapain nanya"ucap Riko dingin.


"iyh deh, "ucap Rere,


Rere adalah mantan pacar Riko waktu zaman SMA, dia sangat mencintai Rere, karna pada zaman itu hanya Rere yang bisa memberi sebuah warna dalam hidup Riko, tapi cinta itu sirna begitu saja ketika Rere selingkuh dan memilih selingkuhannya dan pindah ke negara tetangga, semenjak saat itu Riko membenci Rere dan benci sama perselingkuhan, karna bagi Riko ngk ada sejarahnya menjalani hubungan dengan orang ketiga.


"atas nama tuan Riko Wijaya, pesanan sudh siap"teriak pelayan, Riko langsung mengambil pesananya dan langsung meninggalkan toko itu.


"eh ko, sejak kapan kamu menyukai kue coklat kan itu terlalu manis ngk baik buat kesehatan, lagian bunda juga ngk suka smaa kue coklat kan.?"ucap Rere yang melihat Riko menenteng kue coklat.


"bukan urusanmu"ucap Riko dingin meninggalkan Rere.


"Riko aku bisa ikut kamu kerumah kah, soalnya aku kangen banget smaa bunda"ucap Rere mengejar.


"bunda lagi dinas keluar kota"ucap Riko berbohong, meninggalkan Rere begitu saja.


"Riko, aku tau kamu pasti mencintai aku kan, tenang syang aku kembali khusus buat kamu"batin Rere


Lalu ia berniat untuk mengikuti Riko sampai ke depan rumahnya, sampai di depan gerbang Rere dapat melihat Riko turun dari mobil membawa tenteng kue, Mata Rere menangkap sosok perempuan cantik yang berdiri di depan pintu.


"siapa wanita itu! apakah itu pacarnya Riko, kalau mereka pacaran masak udh tinggal satu rumah..?"batin Rere bertanya.


"atau mungkin...ngk mungkin itu istrinya, aku yakin Riko masih cinta smaa aku, aku harus cari tau siapa wanita itu"batin Rere lalu ia meninggalkan tempat itu dengan segudang pertanyaan.


########


"lamanya pulang"ucap Nanda menyambut Riko di depan pintu.


"maaf syaang, biasalah kalau sudah bertemu smaa teman-teman jadi lupa waktu"ucap Riko memeluk Nanda dengan penuh cinta.


"asal jangan lupa istri aja.."ucap Nanda kesal.


"ngk dong sayang, masak istri secantik ini dilupakan"ucap Riko mencium kening Nanda.


"ngk usah cemberut ngituh, nanti aku terkam baru tau rasa"ucap Riko menoel hidungnya Nanda.


"ini syang aku ada bawah kue kesukaan kamu, yuk kita masuk"ucap Riko sambil menyerahkan bungkusan kepada Nanda.

__ADS_1


"maksih syaang, tau aja aku lagi lapar"ucap Nanda tersenyum bahagia, sedangkan Riko hanya tersenyum bahagia.


#####


Sementara dirumah tahanan Arni tidak terima dengan keputusan ayahnya, ia belm siap berpisah dengan Riko.


"ayah Arni ngk setuju harus jauh dari Riko"ucap Arni.


"ngk bisa sayang, hanya itu jalan satu-satunya buat kamu bisa keluar, tolong mengerti dong situasi saat ini"ucap Rosa memberi pengertian anaknya.


"tapi kalian ngk mengerti situasi Arni saat ini, yang Arni butuhkan cuma riko, ngk ada yang lain"ucap arni "emng kalian tidak pernh mengerti posisi Arni sejak duluh"ucap Arni merengek.


"Arni tolong kamu jangan mempersulit keluarga kita dan diri sendri, Riko dan Nanda mencabut tuntutan kamu sudh harus bersyukur"ucap Hendra yang sedari tadi pusing melihat rengekan Arni.


"Ayah ngk pernah mengerti tentang perasaan ku saat ini, aku cinta sama Riko ayah, tolong permudahkan jalan ku untuk mencapai cintaku"ucap Arni memohon.


"kamu ngk bisa lagi miliki Riko syaang, ingat Riko sekarang sudh menjadi milik Nanda, Riko sekrang sudah menjadi suami Nanda seutuhnya, jadi lupakan Riko masih banyak pria diluar sana yang mau sama kamu"ucap Rosa mencoba memberi pemahaman kepada Arni.


"apa gara-gara kalian udh tau kalau Nanda itu saudara aku membuat kalian menjadi ngk syang lagi sama aku"ucap Arni menangis.


"bukan begitu syang, justru kami ngk mau kalau kamu makan hati terus kalau masih mengejar Riko, pokoknya mulai sekrng jadi wanita yang mempunyai harga diri tinggi syaang"ucap Rosa membawa Arni kedalam dekapannya, ia tidak menyangka sebegitu besarnya cinta Arni kepada Riko, tapi keadaan sekrang sudh benar-benar berubah yang dimana mereka tidak bisa membantu mendekatkan Riko kepada Arni.


Di dalam dekapan ibu Rosa Arni menangis sejadi-jadinya, apakah usahanya selama beberapa tahun belakang ini menjadi sia-sia, atau apakah dia bisa mengubur cintanya dalam-dalam kepada Riko, atau apakah dia harus mengalah untuk Nanda, Arni belm siap menghadapi semua itu.


"Arni ngk bisa ma"rengek Arni.


"bukan ngk bisa sayang, tapi kamu belm coba aja, "ucap Rosa mengelus rambut Arni dengan penuh kasih sayang.


"baiklah, Arni akan coba, tapi Arni ngk bisa janji apa-apa yah ma"ucap Arni berusaha menguatkan hatinya.


"syukurlah nak, ayah yakin kamu pasti bisa, jadi ini surat perjanjian ayah tanda tangan iyh"ucap Hendra, sedangkan Arni hanya mengangguk pasrah.


"iyh sudh sayang, sekarang kita siap-siap pulang yuk, yah jangan lupa surat dikirimkan segera ke kediaman Wijaya"ucap Rosa bahagia, akhirnya putri kesayangan bisa keluar dari rumah tahanan.


Sedangkan Denis hanya diam saja melihat pemandangan yang terjadi saat ini, ia akui bahwa ia salut dengan kebesaran hati Nanda untuk mencabut tuntutannya meskipun Riko memberikan syarat yang memberatkan mereka, Arni lebih tepatnya.


Terimakasih atas kunjungan dan dukungan jangan lupa tinggalkan jejak 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2