Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 73


__ADS_3

Sedangkan ditempat lain, setelah terjadi keheningan di antara mereka yang terdengar hanya suara kendaraan yang saling bersautan, kini Vivi dan Riyan sudh sampai di depan kosnya.


Karna motor Riyan tinggi akhirnya Riyan memengang tangan Vivi agar lebih mudahkan turunnya


"maksih kak"ucap Vivi tanpa menatap Riyan sambil berjalan menuju gerbang kosmya sedangkan Riyan hanya mengangguk


"mmm, boleh gue nanya sesuatu..?"teriak Riyan karna melihat Vivi berjalan semakin jauh dari hadapannya, mendengar teriakan Riyan Vivi membalikkan badan sambil menunggu pertanyaan Riyan selanjutnya.


"kenapa kak..?"tanya Vivi yang mendapati Riyan hanya diam saja, tapi ia tidak ada niatan untuk berjalan lebih dekat dengan Riyan.


"ngk etis rasanya kalau saya sambil teriak bertanya bukan, kamu disana akunya di sini"teriak Riyan lagi, mengerti maksud riyan, Vivi langsung berjaln mendekati Riyan.


"sejauh apa hubunganmu sama temanmu yang tadi"tanya Riyan menatap Vivi sekilas lalu menatap ke arah langit sambil menunggu jawaban Vivi tertentu.


"gue sama dia cuma teman, memang ia pernah mengutarakan perasaanya sama gue, tapi gue tolak"jelas Vivi,sedangkan Riyan hanya mengangguk tanpa ekspresi.

__ADS_1


"kenapa kamu ngk terima.?"tanya Riyan lagi tanpa menatap Vivi.


"karna sampai saat ini, aku belm percaya akan adanya cinta,mungkin akan sulit membuatku percaya"jawab Vivi menatap Riyan


Dari jawaban Vivi saat ini, ia sudh tau akarnya knp Vivi tidak menerima perasaan lelaki itu, ia bisa simpulkan bahwa Vivi mengalami percintaan yang bisa dikatakan tidak baik2 aja, terbukti dengan Vivi tidak percaya dengan adanya cinta yang tulus.


"bagaimana jika ada seseorang yang mencintaimu dengan tulus..?"tanya Riyan lagi


"emang ada cinta yang tulus..?bahkan diumurku yang sudh beranjak dewasa aku tidak tau akan adanya cinta yang tulus"bukannya menjawab Vivi malah balik bertanya, mendengar pertanyaan vivi, Riyan bingung menatap Vivi,


Mendengar penjelasan Vivi, Riyan hanya terdiam saja, ternyata ia slaah menyimpulkan tentang masa lalu Vivi, dan dari penjelasan Vivi, Riyan kembali menyimpulkan bahwa Vivi mengalami percintaan bukan dengan lawan jenisnya, melainkan dengan ayahnya sendiri,dimna Vivi tidak merasakan cinta yang tulus bahkan kasih sayang seorang ayah.


Melihat Vivi yang sudh menahan air matanya,ia langsung menarik tubuh Vivi kedalam dekapannya.


"menangis Vi, Lo ngk usah sungkan sama gue, gua tau bagaimana hancur lo sekrng ini"ucap Riyan sambil memeluk tubuh mungil Vivi.

__ADS_1


Akhirnya Vivi menangis sejadi-jadinya di dekapan Riyan, ia terlalu lelah berpura-pura tersenyum bahagia di depan teman2nya,


dirasa Vivi mulai tenang Riyan melepas pelukkannya sambil menatap wajah Vivi menghapus sisa air matanya yang ada di pipi Vivi.


"Lo masuk ngih, istirahat, besok gue jemput pas berangkat kuliah"ucap riyan, sedangkan vivi hanya mengangguk malu, ia baru sadar bahwa ia sudh menangis di dekapan Riyan, sampai membuat baru Riyan basah karna air matanya.


"maaf, baju kakak jadi basah karna gue"cicit Vivi,ia takut Riyan akan memarahinya.


"ngk papa, lo masuk ngih, Lo masuk duluh ke kamar baru gue pulang"ucap Riyan sambil naik keatas motor, sedangkan Vivi tersenyum mengangguk


"selamat malam kak, hati2 dan terimaksih sudh mengantar gue"ucap Vivi sambil membalikkan badan sedangkan Riyan membalas dengan sebuah senyuman tipis


Dirasa Vivi sudh memasuki kamarnya dan memastikan Vivi mengunci kamarnya, akhirnya Riyan menyalakan motornya lalu melajukan menuju rumahnya.


terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏 jangan lupa like

__ADS_1


__ADS_2