
Setelah menempuh beberapa menit perjalanan, akhirnya Nanda dan Riko sampai disebuah restoran siap saji dikota itu. dan mereka langsung mencari meja paling pojok agar bisa memandang kendaraan yang lalu lalang, sebenarnya Riko tadi mengajak Nanda untuk makan ruangan VIP tapi Nanda menolak dengan alasan mau melihat pemandangan dimalam hari dan Riko pun tidak membantahnya.
"mau pesan apa.."tanya Riko sambil membolak balikkan buku menu
"samakan aja.."jawab Nanda sambil melihat kendaraan yang lalu lalang.
"aku ngk makan nan..cuma minum kopi aja.."jawab Riko , Nanda hanya menoleh sebentar sambil menunggu ucapan Riko selanjutnya. "aku sudh makan tadi sama kolega bisnis"jawab Riko, Nanda hanya mengangguk.
"mau nangis goreng sama teh hangat aja.."jawab Nanda
"nasi goreng satu porsi banyak sama teh hangat dan kopi satu mba.."ucap Riko kepada pelayananya restoran
"ada lagi tuan nyonya..."tanya pelayan restoran, Riko dan nanda sama-sama mengeleng.
"silakann ditungguh sebentar.."ucap pelayan restoran sambil menundukkan kepalanya.
"gue ke toilet sebentar iyh.."ucap Nanda sambil berdiri dari kursinya
"mau gue temanin.."tawar Riko
"sembarang kalau lagi ngomong..ngk usah aku bisa sendiri.."jawab Nanda sambil tersenyum
"jgn lama-lama nan.."ucap Riko
Nanda hanya mengangguk dan tersenyum tipis sambil berjalan menuju toilet.
ketika Nanda menuju toilet ia tak segaja ditabrak oleh seorang bapak dan ibu-ibu yang berjalan cepat.
bugh..
"awhh."pekik nanda sambil bangkit berdiri karna ia jatuh kebelakang
"mba kalau jalan pakai mata dong.."ucap si ibu dengan ketus
"apa-apaan ini suaminya kok yang duluan nabrak gue..ngk jelasnya"guman Nanda tapi masih bisa di dengar oleh si bapak dan si ibu itu.
"apa kamu bilang, suami saya yang nabrak kamu, rugi kalau suami saya nabrak kamu.."ucap si ibu ketus.
__ADS_1
"ehh ngk kok nyonya, maaf saya tidak segaja menabrak suami nyonya.."ucap Nanda dengan wajah kesal.
Sementara si bapak hanya diam mematung memengang wajahnya sambil memperhatikan perdebatan antara istrinya dan si Nanda. sesekali ia memperhatikan wajah Nanda dengan seksama.
#
melihat perdebatan yang sedang terjadi antara si ibu dan nanda, Riko langsung berjalan menemui Nanda.
"sayang...kamu ngpp kan..mana yang sakit.."ucap Riko sambil memeriksa bagian-bagian tubuh Nanda.
melihat tindakan Riko wajah Nanda menjadi merah jantungnya kembali berdetak dengan kencang, mendengar jantung Nanda berdetak kencang Riko tersenyum tipis.
Melihat Nanda yang diam dan tidak merespon ucapannya Riko mengedipkan sebelah matanya supaya bisa di ajak kerjasama, dan Nanda menyadari hal itu.
"ngpp kok syang..tadi bapaknya nabrak aku jadi aku jatuh kebelakang.."jawab Nanda dengan gugup,
"itu kan Riko Wijaya..jadi cewek ini pacarnya Riko Wijaya,tapi kok bisa.."batin si ibu
Melihat pasang suami istri itu hanya diam mematung Riko hanya bisa menghela nafas, sudh salah tapi tidak mau minta maaf pikir Riko, tapi mata Riko lebih fokus ke wajah si bapak dan kembali melirik wajah Nanda, Melihat masih tidak ada pergerakan dari pasang suami istri itu, akhirnya Riko menuntun Nanda ke toilet
"kok wajah bapak yang tadi mirip banget sama wajah Nanda iyh.."
"apa itu suatu kebetulan...tapikan mereka ngk saling kenal, ahh mungkin apa karna diotakku ini ada wajah Nanda jadi seketika aku melihat wajah bapak tadi jadi mirip kali.."guman Riko sambil berdiri didepan pintu toilet
#
Setelah kejadian di dekat toilet Nanda dan Riko kembali ke meja makan untuk melanjutkan makan merka, lebih tepat Nanda yaang makan sementara Riko hanya minum kopi, sesekali Riko melihat Nanda yang sedang makan, menyadari Riko yang selalu melihatnya Nanda kembali gugup
"ko..Lo jgn menatap gue begitu.."ucap Nanda yang sudh tidak tahan lagi dengan Riko yang selalu menatapnya, seperti seorang ibu yang sedang mengawasi anknya ketika makan
"lohhhh knp Nanda...aku diam loh dari tadi ngk nganggu kamu kan..."ucap Riko dengan muka tak bersalah.
"iyh..tapi Lo natap gue begitu, kan gue gugup ko, ngerti ngk sih.."ucap Nanda
"aduh mulut gue ngk bisa diajak kerjasama sih "batin Nanda menjerit dihatinya
mendengar ucapannya Nanda Riko mengangkat bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis.
__ADS_1
"baru gue lihatin aja Lo udh gugup setengah mati nan..ngimna kalau gue minta lo jadi pacar gue, jadi istri mungkin.."batin Riko
"iyh nan..ngk lagi kok, cepat habiskan makanmu, malam makin larut nih.."ucap Riko sambil mengusap bibir Nanda karna ada sisa makan dan beralih mengusap rambut Nanda lembut
"gue udh selesai, udh kenyangan juga.."ucap Nanda
"tapikan makanan masih sisa banyak.."ucap Riko
"Lo sih pesannya dengan porsi banyak, kan ngk habis, emng kamu kira aku gajah kah makannnya banyak begitu.."ucap Nanda dengan muka cemberut
melihat muka Nanda yang cemberut lagi-lagi Riko mengangkat bibirnya membentuk senyuman, menurutnya sangat lucu ketika nanda cemberut begitu.
"iyh sudh kamu suapin aku aja..sayangkan makanan nya terbuang.."ucap Riko
"ahh tapi kan ini sisa ku ko..di bungkus aja sudh"ucap Nanda dengan muka bingung
"ngpp Nanda sayang.."ucap Riko sambil mencubit gemas pipi nanda,
Melihat Riko yang ngotot minta disuapin akhirnya Nanda mengalah, karna tidak mau berdebat dengan Riko dan menjadi pusat perhatian Nanda.
"mba.."teriak Nanda sambil melambaikan tangan untuk memanggil pelayan restoran
"mau gapain nan.."ucap Riko
"mau minta sendok baru.."ucap Nanda enteng
"ngk usah, pakai sendok itu aja."
"tapi ini bekas gue, emng loh mau makan pakai bekas gue.."ucap Nanda dengan muka terkejut
"ngpp..."ucap Riko
akhirnya Nanda menyuapi Riko dengan sendok bekasnya, suapan pertama dari Nanda Riko tersenyum puas, karna secara tidak langsung mereka sudh berciuman.
Tanpa mereka sadari ternyata sepasang mata menatap merka dari kejauhan dengan tatapnya tidak suka.
terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏
__ADS_1