Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 87


__ADS_3

Setelah tiga hari Nanda di rawat dirumah sakit, kini gadis itu telah di perbolehkan pulang dengan syarat harus istirahat full, Sebenarnya Riko belm mengizinkan istrinya pulang, mengingat Nanda masih sering mengingau ketika tidur, membuat dia khawatir tentang kesehatan mental Nanda,


Tapi berhubung istri kesayangan nya itu merengek minta pulang akhirnya Riko pun mengizinkan pulang, dengan syarat kalau dirumah harus nurut sama suami, Nanda pun tidak keberatan, asal dia bisa keluar dari rumah sakit sudah mempunyai kebahagiaan tersendiri bagi Nanda.


"aku mau mandi duluh deh kak, badanku bau obat semua."ucap nanda hendak melangkah ke kamar mandi


"aku bantu mandi sayng, kan kamu belm sehat full"ucap Riko


"ngk boleh, nanti kamu lihat semuanya"ucap Nanda


"kan emng udh kulihat semuanya syaang.."ucap Riko berjalan mendekatin Nanda dan memeluk gadis itu dari belakang.


"ehh kapan kakak lihat, kita aja belm melakukan itu kan..?"tanya Nanda bingung


"waktu aku bantu kamu lap badan dirumah sakit, kan aku lihat semua syangku"ucap Riko gemas sambil mencium leher Nanda disana, sehingga menimbulkan tanda cinta disana


"kak Riko gapain lihat badan aku..?"tanya Nanda dengan wajah merah.

__ADS_1


"ngk papa dong sayang, lagian suami sendiri kok yang lihat, udh halal juga"jawab Riko masih asyik bermain di leher Nanda


"tapi kak Riko belm izin smaa aku"ucap Nanda tidak mau kalah


"bukannya kamu mengiyakan kalau aku mau lap badan kamu waktu itu..?"tanya Nanda membalikkan badan nanda.


"ehh iyh juga sih, kok aku jadi pelupa sih"ucap Nanda bingung, sedangkan Riko hanya bisa tersenyum melihat wajah istri yang sedikit linglung.


"kapan kita lakuin itu, aku udh cukup berpuasa Lo syang,.."ucap Riko menatap netra wajah Nanda


"a..ak..aku belm siap"ucap Nanda gugup, beberapa hari tidak bertemu Riko membuat nanda di Landa ke gugupan lagi.


"ngk usah ngadi-ngadi kalau ngomong,udh punya istri juga, masih aja kepikiran cari cewek lain, kasih tau bunda tau rasa kamu"ucap nanda kesal berusaha melepas tangan Riko dari pingganya, bisa-bisa dengan santainya Riko ingin mencari cewek lain di depan mata kepalanya sendiri.


"kasih tau aja, aku tinggal bilang, punya istri kok ngk pernah dikasih jatah"ucap Riko semakin mempererat pelukannya di pinggang Nanda, sedangkan Nanda hanya diam mendengar ucapan Riko, alih-alih ingin mengancam si pak suami bukan takut malah si pak suami mengancam balik.


"iyh..iyh..tungguh satu Minggu kedepan, aku persiapkan hati duluh, banyak yang harus aku siapkan, soalnya aku melepas sesuatu yang sangat berharga dalam hidup aku"ucap Nanda serius

__ADS_1


"aku bakal siap nungguin kamu sampai satu Minggu kedepan sayang, ngk usah dipikirin, jangan kamu bikin jadi beban syang, yang terpenting kamu sehat duluh, itu yang paling penting buat aku"ucap Riko mencium Nanda sekilas, sedangkan Nanda hanya diam menutup mata menerima ciuman dari Riko.


Melihat Nanda menutup mata, Riko langsung tersenyum, itu artinya si gadis itu memberikan lampu hijau untuk mendalam ciumannya. Tanpa menunggu lama Riko langsung menyambar bibir istrinya dengan rakus,bibir yang selama beberapa hari ini tidak pernah ia sentuh, jangankan menyentuh, melihat pun tidak pernah,


Sesekali Nanda pun membalas ciuman suami meskipun belm semahir riko, karna ketika mereka hanya Riko lah yang berperan aktif, Nanda hanya menikmati sentuhan suaminya.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka menyudahi ciuman mereka, untuk sepersekian detik tatap mereka bertemu, Riko menatap Nanda dengan penuh cinta dan kerinduan, lain halnya dengan Nanda,,ia menatap lelaki yang berstatus suaminya itu dengan kasihan, pasalnya ia belm bisa memberi haknya sebagai suami, hatinya belm sepenuhnya siap, tapi untuk seminggu ke depan kita akan belajar mempersiapkan hati.


"sana ngih, kamu mandi, baru makan minum obat trus istirahat, permintaan aku ngk usah dipikirkan"ucap mengancak rambut Nanda dengan lembut


"maaf"cicit Nanda dengan menundukkan kepala, ia tidak berani menatap Riko, nanti rasa bersalah itu akan muncul lagi


"ehh sayang, kan aku udh bilang jangan kamu buat menjadi beban pikiran, aku bakal bersabar nungguin kamu"ucap Riko sambil mengangkat dagu Nanda, menuntun gadis itu menatap wajahnya., sedangkan Nanda hanya mengangguk gugup


"iyh sudh aku mandi bentar"ucap Nanda sambil mencium bibir Riko sekilas, mendapat perlakuan seperti itu dari Nanda membuat hati Riko menghangat, untuk pertama kalinya Nanda mencium dia duluan, biasanya dia yang selalu memulai.


Setelah selesai mandi kini, langsung Nanda langsung makan dan minum obat dibantu sama Riko,

__ADS_1


"sayang aku keluar bentar ngk papa kan, aku ada urusan sama anak-anak, kamu istirahat iyh,aku ngk bakal lama kok"bisik Riko ditelinga nanda yang sedang terlelap.


__ADS_2