Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 108


__ADS_3

Melihat reaksi Nanda, Riko segera menarik menjauh dari keluarga itu, ia tidak mau Nanda semakin tersulut emosi,


"anak yang dari rahim Risma itu bukan darah daging saya, saya tidak mau mengakui anak yang bukan darah daging saya"ucap hendra membuka suara, ia menatap wajah Nanda dengan sangat lekat.


"itu semua masa lalu, tidak perlu di ingat2, yang intinya anak syaa adalah Denis dan juga Arni, dan kamu jangan pernh menunjukkan wajah dihadapan saya, anak2 saya dan juga istri saya, paham"ucap Hendra menatap tajam Nanda,


Mendengar pernyataan ayahnya, seketika tubuh Nanda lemas, ia seakan mendapat hadiah ledakan bom yang sangat dahsyat, ia tidak tau lagi seperti apa konsep kenyataan yang ia dengar hari ini,


Sedangkan keluarga Wijaya tidak habis pikir melihat jalan pikirnya keluarga pratama, anak kandungnya sendiri tidak di akui, demi mempertahankan aset kekayaan dari mantan istrinya.


"kenapa ayah, kenapa ayah tidak bisa mengakui Nanda sebagai anak ayah, sedangkan aku yang bukan darah daging mu, bisa aja diakui di keluarga ini, apa bedanya syaa dengan Nanda..?sama bukan, sama2 anak dari laki2 lain"ucap Denis menatap Hendra, ia juga tidak terima dengan keputusan Hendra.


"jangan pernah samakan Nanda dengan anda pak Denis, anda sama Nanda sangat jauh berbeda, ia disini sebagai anak kandung, dan tidak ada yang boleh membantah itu, termasuk anda dan anda"ucap Riko menunjuk wajah nenek Ezra dan juga Rosa.


"maksud kamu apa Riko..? ini urusan keluarga kami, lagian apa buktinya kalau Nanda anak kandung"ucap Denis yang tidak terima dengan perkataan Riko.


"dengan ini sudh cukup membuktikan kalau Nanda adalah anak kandung dari bapak hendra"ucap Riko sambil melemparkan sebuah amplop warna putih ke atas meja.


Denis langsung mengambil amplop tersebut, dapat ia lihat amplop itu masih tersegel rapat dan terdapat sebuah nama dan juga logo rumah sakit terkenal dikota itu.

__ADS_1


"rumah sakit ********"guman Denis, lalu ia membuka amplop itu.


Denis membaca setiap rangkai kata yang tertulis di lembaran itu, beberapa kali ini membaca ulang setiap kalimat yang ada disana memastikan bahwa ia tidak salah mengartikan itu semua, lalu ia mengeleng kepada dan menatap ke arah Hendra, sedangkan Hendra sangat penasaran apa isi dari Surat itu.


"Anda seorang dosen dan saat ini mengajar disebuah universitas ternama di kota ini, tentu anda tau arti dari setiap rangkaian kata yang ada disana"ucap Riko


"disini tertulis bahwa golongan darah Nanda dan juga ayah cocok sembilan puluh persen, yang artinya Nanda adalah anak kandung ayah"ucap denis menatap Hendra.


"tidak mungkin, gue tidak pernah Sudi punya saudara dari keturunan j*l*ng, kalau ibunya j*l*ng tidak menutup kemungkinan kalau anaknya juga j*l*ng"teriak Arni sambil berjalan mendekati Nanda.


"buktinya Riko adalah calon suami syaa, tapi dengan santai Lo masih nempel terus sama Riko, apa itu namanya kalau bukan j*l*ng"ucap Arni lebih dekat lagi kearah Nanda.


"diam kamu Arni, kamu tidak pernah disuruh untuk mengutarakan pendapat ini"ucap Denis yang sudh malas melihat sikap Arni, harusnya Arni sudh tidak ada lagi disini mengingat video yang mempermalukan Arni waktu pesta berlangsung.


"perlu gue putarkan video itu kembali, gue ingatkan sama Lo, asal Lo tau, seujung rambut pun gue tidak ad niatan buat memiliki saudara seperti Lo,"ucap Nanda menatap Arni


"gue baru lihat aslinya muka tembok disini, dengan Lo ada video ketika melayani pria hidung bel*ng tidak seharusnya Lo berada ditempat ini, sesama perempuan sih gue sendiri juga malu"ucap Nanda


"duluh gue ngk pernah percaya kalau buah itu jatuh tidak jauh dari pohonnya, tapi melihat kejadian ini semakin besar keyakinan gue kalau pepatah itu benar2 nyata dan reall"

__ADS_1


"buktinya Lo, ibu Lo adalah seorang j*l*ng, jadi ngk salah kalau kmu juga seorang j*l"ng"ucap Nanda.


"cukup....sudah cukup kalian mempermainkan keluarga ini"teriak Ezra


"pak Farhan, saya tau kalian adalah pengusaha terbesar dikota ini, tapi bukan berarti kalian bisa seenaknya mengurusi dan memfitnah keluarga kami, dan tolong ajari anak kebanggaan kalian untuk tidak mengurusi keluarga kami, kalian sudh terlalu jauh mengurusi ini semua"ucap Ezra menatap Farhan dan juga Tika bergantian.


"Anda tau, sepandai apapun kita menyembunyikan mayat aromanya pasti ketauan juga, jadi tidak salh kalau mayat yang kalian sembunyikan selama dua tahun ini akan terbongkar semuanya, jadi biarkan semua fakta dikeluarkan saat ini, lagian Nanda adalah golongan dari keluarga kami jadi sudh seharusnya kamu ikut campur akan hal ini" ucap farhan dengan nada dingin


"kalau kalian tidak merasa bersalah, kenapa kalian sampai sepanik saat ini, santai aja"ucap Tika


"Anda tau tidak ngimna susahnya saya dan juga ibu saya untuk bertahan hidup, saya harus bekerja paruh waktu dan ibu syaa harus bekerja jadi tukang cuci keliling supaya bisa membiayai semuanya, tapi kalian dengan enaknya mengambil semua harta warisan ibu sya, dasar anak, ibu dan juga istri tidak punya ot*k"teriak Nanda


"tolong jelaskan dan jabarkan apa salah ibu syaa kepada anda, kenapa kalian dengan tega menghukum kami sampai sejauh ini,"teriak Nanda


"saya ingatkan, kalau anda lupa, bahwa pada dasarnya anda hanya menumpang hidup sama ibu sya, bahkan untuk membeli cel*na dal*m Anda adalah hasil dari usaha yang dibangun oleh mendiang kakek sya, jadi Lo semua jangan sok menjadi korban disini"teriak Nanda lagi


"saya dan juga ibu syaa yang menjadi korban disini"teriak Nanda


"apa kalian semua puas, kalian sudh puas bukan menikmati hasil jerih payah mendiang kakek sya"teriak nanda menangis sejadi-jadinya

__ADS_1


"katakan kalau anda sudah puas"teriak nanda menarik kerah baju Hendra secara kasar.


"bisa ngk kalau saya sama ibu sya hidup bahagia, sudah cukup, saya capek, saya sudh muak dengan semua ini..tolong"teriak Nanda frustasi masih menarik kerah baju Hendra, tak lama ia pun terjatuh di bawah kaki Hendra sambil menangis.


__ADS_2