Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 95


__ADS_3

Kini Nanda dan Vivi berjalan menuju kantin, disana Riko cs sudh menunggu mereka.


"knp sih Lo, sinis banget kayaknya smaa pak Denis.?"tanya Vivi


"dia pernh ngungkapin perasaannya sama gue, dan sejak itu gue ngk suka lagi lihat dia, ngk etis rasanya seorang dosen ngungkapin perasaan smaa mahasiswa sendiri, emng dia kesini mau ngajar kah atau mau macarin mahasiswa"ucap Nanda kesal


Sedangkan Vivi pun membenarkan ucapannya Nanda, ngk etis rasanya seorang dosen macarin mahasiswa nya sendiri.


Sampai dikantin mereka langsung mengarahkan pandangan mereka ke penjuru ruangan, lalu tatapan mereka tertuju kepada sebuah meja disudut, tanpa basa-basi mereka langsung berjalan kearah Riko cs.


Nanda langsung mendudukkan diri dibangku kosong disamping Riko,sedangkan sisa kursi kosong terdapat di samping Riyan, Vivi ragu untuk duduk disana, karna mengingat tatapan Riyan kepadanya selalu tatapan yang sulit diartikan.


"duduk Vi.."ucap egan Karna melihat Vivi masih posisi berdiri, sedangkan Vivi hanya mengangguk sambil berjalan menarik kursi yang ada disamping riyan, siapa sangka ternyata Riyan menahan kursi itu menggunakan kakinya.


"duduk disini aja, ngk usah di pindah,"ucap Riyan dingin tanpa menatap Vivi hendak menarik kursi yang meja sebelah.


"maksih kak, gue ambil kursi yang lain aja"ucap Vivi sambil menarik kursi sebelah


"Lo knp sih Vi, ngehindar Mulu dari gue, salah gue itu apa sih "ucap Riyan kesal


"Lo ngk salah apa-apa kak, gue cuma mau menutup diri aja dari lawan jenis.."ucap Vivi menatap kearah lain.


"ngk semua laki2 itu sama Vi, dan gue bukan laki2 seperti ayah kamu"ucap Riyan


"justru itu kak, aku ngk mau menganggap semua laki2 itu smaa, makaya aku menghindar sebisa mungkin dari kaum laki-laki"ucap Vivi menahan laju air matanya.


"dan stop membahas tentang orang tua aku, karna itu bukan urusanmu"ucap Vivi sambil menahan suaranya supaya ia tidak kelihatan sedang menangis.


"gue permisi.."ucap Vivi sambil berjalan meninggalkan kantin.


"Vi kemana, Lo belm makan.."teriak Nanda berdiri dari kursi hendak mengejar Vivi,tapi ditahan oleh Riko


"gue mau pulang nan, gue titip absen"teriak Vivi sambil berlari meninggalkan kantin,


Sedangkan yogi, egan dan Riko hanya bisa diam menyaksikan pertengkaran antara Vivi dan Riyan, mereka juga bingung harus memberikan pendapat apa, pasalnya hubungan Vivi dan Riyan belm ada kelihatan jalur entah kearah mna.

__ADS_1


"kak knp sih, kok kalian tiba-tiba kelahi, dan itu knp bahas soalnya orang tua"tanya Nanda bingung


"kamu hanya boleh memanggil kakak sama aku aja, bukan yang lain"bisik Riko ditelinga nanda, mendengar hal itu nanda langsung merinding lalu menatap tajam ke arah riko, sedangkan yang ditatap tersenyum semanis mungkin.


"Riyan kenapa.?"tanya Nanda mendesak


"gue juga ngk tau nan, semakin gue memberi perhatian, Vivi semakin dia menghindar dari gue"jawab Riyan.


"apa vivi punya trauma sama laki2.?karna gue lihat pas Lo sebut ayah, raut wajahnya berubah"tanya Yogi


"ayahnya berselingkuh, sampai menghamili perempuan lain tanpa ikatan, disaat mereka hidup susah, semenjak ortunya cerai, ibunya Vivi berjuang sendiri membangun usaha dan membiayai hidup mereka, semenjak saat itu Vivi membenci laki2, karna beranggapan semua laki2 sama, tukang selingkuh"jelas Riyan


"dekatin dia secara perlahan yan, jangan kau membuat dia semakin ilfil sama laki2, "ucap egan


"gue ngk nyangka Vivi punya masalah lalu kayak ngituh, padahal kelihatannya Vivi kayak ngk punya beban hidup bah.."ucap Yogi


Sedangkan mereka hanya mengangguk, lain halnya dengan Nanda, ia larut dalam lamunan, mata mulai berkaca-kaca mengingat penjelasan Riyan, selama ini ia selalu curhat kepada Vivi, mulai dari A sampai Z selalu curhat smaa Vivi, tapi ia tidak pernh berpikir untuk mendengar curhatan Vivi.


manusia yang tertutup ke temu smaa manusia yang tertutup juga memang sangatlah susah di jalanin.


"kamu ngk ada niatan nyusul Vivi ngituh..?"ucap Nanda tidak menghiraukan pertanyaan Riko


Mendengar ucapan Nanda mereka langsung menatap riyan,


"dia butuh waktu sendiri nan, nanti malam aku langsung ke kosnya aja"ucap Riyan


"boleh tuh..?ucap egan


Sedangkan Riko sibuk menghapus sisa air mata di pipi Nanda,


"sayang makan duluh, aku sudh pesan ini..?"ucap Riko lembut, sedangkan Nanda hanya mengangguk.


"ngimna rencana kita soal acara ulang tahun Arni nanti..?"tanya egan lagi ke pokok pembahasan.


"gue udh menyuruh om Albert menyediki keluarga Arni, dan gue sudh mendapatkan tentang keluarga besar mereka"ucap Riko

__ADS_1


"kita ikutin duluh permainan Arni nanti, sebelm permainan itu selesai, kita harus langsung bertindak secara halus, dan ingat jangan sampai mencurigakan, dan satu lagi, soal video Arni sudah gue rencanakan semenarik mungkin"ucap Riko tersenyum licik


"kalian tinggal ikutin instruksi dari gue"ucap Riko


"instruksi apa kak..?"tanya Nanda.


"ngk papa sayang, cuma kita mau mencoba membentuk grup basket" ucap Riko gugup, ia baru sadar ada Nanda di tengah-tengah mereka


"tapi kenapa sebut2 Arni dan keluarganya..?"tanya Nanda tidak percaya sama alasan Riko


"emang aku ada sebut nama Arni dan keluarganya..?"tanya Riko balik sambil menatap teman2nya bergantian.


"kamu slaah dengar kali nan, efek kamu kepikiran sama Vivi tuh, lagian kamu pasti pusing mengikutin pelajaran tadi kan..? jadi bisa saja kamu slaah dengar." ucap yogi menyakinkan Nanda.


"iyh kali iyh, aku salah dengar, mungkin otak ku akhir2 ini full kali, makaya cepat blen"ucap Nanda


Mendengar ucapan Nanda, mereka langsung bernapas lega, akhirnya Nanda percaya kepada mereka.


"sayang masih ada kelas kah..?"tanya Riko


"setelah ku periksa grup, ternyata dosennya ngk masuk kak"jawab Nanda


"iyh sudh kamu pasti bosan di rumah kan, temanin aku kerja dikantor aja yuk..?ucap Riko membersihkan bibir Nanda karn aada sisa makanan


"boleh deh kak.."ucap Nanda.


"susah memang kalalu udh suami istri nih, mau mesra-mesraan pun tidak ada yang larang"sindir Yogi


"sirik aja Luh, iyh sudh kami duluan iyh, gue mau ngantor, ditemani istri"ucap Riko tertawa sambil merangkul Nanda.


" saek ae lu Bambang, kaleng k'rupuk empat tingkat"teriak egan kesal, sedangkan egan dan Riyan hanya mengeleng mendengar ucapan egan.


Akhirnya mereka pergi dari kantin, Riko dan Nanda dengan tujuan ke kantor, sedangkan egan dan Yogi pergi tanpa tujuan, lain hal dengan Riyan, ia memilih menyusul Vivi ke kosnya.


terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏 jangan lupa like

__ADS_1


__ADS_2