Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
ban 119


__ADS_3

tok tok tok


Seseorang mengetuk kaca mobil Riko yang membuat aktivitas mereka berhenti.


"sudah sayang"ucap Riko ketika melihat Nanda sedang memperbaiki penampilannya yang sedikit berantakan karna ulah Riko.


"sudah yank"ucap Nanda ketika dirasa penampilan sudh rapih.


Riko langsung membuka kaca mobil dan melihat si empedu yang mengetuk kaca mobilnya.


"selamat sore pak"ucap pak polisi.


"sore pak"ucap Riko.


"boleh diperlihatkan surat-suratnya"


"ahh iyh bisa pak"ucap Riko.


"sayang tolong dompetku"ucap Riko tanpa menatap nanda.


"ini pak"ucap Riko memberi surat-surat kepada pak polisi.


"lain kali mohon tidak berhenti sembarangan di pinggir jalan pak, sangat menganggu pengendara lain"ucap pak polisi setelah memeriksa Surat-surat kelengkapan mobil Riko.


"baik pak, mohon maaf atas ketidak nyamanannya istri saya lagi ngambek jadi agak susah di bujuknya"ucap Riko memberi alasan.


"ohh suami istri kah..?saya kira masih pacaran dan berbuat hal yang tidak-tidak makaya saya periksa tadi"ucap pak polisi terkejut.


"iyh pak kami suami istri, menikah beberapa bulan yang lalu"ucap Riko menjelaskan


"padahal hal kalau mbanya belm menikah rencana mau syaa jodohkan dengan anak saya, habisnya mbanya cantik sih"ucap pak polisi bermaksud menutupi keterkejutannya.


"ehhh ngk boleh pak, dia punya sya dan bakal tetap punya saya"ucap Riko tak terima.


"istrinya cantik dapat dimana pak..?"ucap pak polisi.


"saya minta dari Tuhan pak, berdoa bersujud dan berpuasa makaya Tuhan kirimkan istri secantik dia"ucap Riko menatap Nanda sekilas.


"makasih sarannya pak, nanti sya arahkan anak saya seperti itu supaya dapat istri cantik dan baik hati"ucap pak polisi tersenyum.


"tapi susah pak kalau punya istri cantik, banyak yang menginginkannya, bahkan dosennya sendri suka sama dia, makaya syaa harus ekstra kuat menjaga nya supaya ngk diambil orang"ucap Riko terkekeh.


"itu sih ujian buat kamu pak"ucap pak polisi, "iyh sudh saya tinggal duluh pak, selmaat sore"ucap pak polisi meninggalkan dua sejoli itu.


Sedangkan Nanda hanya diam mematung mendengar pembicaraan pak polisi dengan suaminya, segitu cepatnya mereka akrab padahal belm ada beberapa menit mereka bertemu.


"kenapa yank, kok bengong"ucap Riko membuyarkan lamunan Nanda.


"kamu kenal sama polisi tadi"ucap Nanda menatap Riko, sedangkan Riko hanya mengeleng sambil menjalankan mobilnya kembali.

__ADS_1


"trus kalian kok bisa langsung akrab begitu..?"tanya Nanda dan Riko lagi-lagi hanya mengangkat bahu tanda tidak mengerti.


"Riko aku butuh jawaban, bukan gelengan atau anggukan"ucap Nanda kembali ke mode singanya.


"aku ngk tau syang, iyh tiba-tiba aja obrolannya nyambung begitu"ucap Riko menatap Nanda.


"awas kamu sampai belok"ucap Nanda menatap Riko penuh curiga.


"jauhya pikiranmu sampai kesana, ngk mungkin lah aku belok, lagian kalau aku belok gapain aku minta jatah smaa kamu tiap pagi"ucap Riko


Mendengar omongan vulgar Riko Nanda langsung mencubit pinggang Riko.


"awhhh kok di cubit sih"ucap Riko.


"habisnya ngomng ngk di saring sih"ucap Nanda kesal.


"udah suami istri juga gapain harus disaring yank"ucap Riko dan langsung ditatap tajam oleh Nanda.


"makin lama makin galak ternyata istriku,iyh tapi ngemas juga sih"batin Riko yang mengemas melihat Nanda kalau sedang kesal.


Tidak ada lagi percakapan diantara mereka, dimobil ini hanya keheningan.


"mobil siapa syang..?"tanya Nanda ketika Riko sudh membukakan pintu mobil buat dia.


"menurut kamu mobil siapa syaang..?"tanya Riko balik.


"salah lagi aku, dia aja ngk tau ngimna aku bisa satu, kan satu harian Sama dia"guman Riko "yah Tuhan kok istriku berubah menjadi seperti singa lapar sih"guman Riko berlari mengejar Nanda.


"syang tungguh ehh, ok ok aku minta maaf"teriak Riko mengejar Nanda.


"Auh ahhh, kamu tuh bikin kesal muluh"ucap Nanda semakin mempercepat langkahnya,


"iyh iyh maaf ini deh yang terakhir bikin kesalnya"teriak Riko lagi.


Nanda langsung masuk kerumah tanpa menghiraukan teriakan Riko, dan lagi-lagi Riko membuat mood kembali rusak.


Tetapi ketika masuk kedalam rumah langkah Nanda tiba-tiba berhenti ketika melihat sekelompok orang yang sangat ia kenalin.


"sayaang tunggu cepat banget sih ja.."


Ucapakan Riko terhenti karena Nanda menutup mulutnya dengan satu tangan tanpa menatap Riko.


"kenapa sih ko, teriak-teriak begitu kamu kira ini hutan"ucap bunda Tika. "sudh pulang syang, yuk duduk disini dulu"ucap bunda menuntun Nanda duduk dikursi ruang tamu.


"sudh bund maaf pulangnya sedikit telat"ucap Nanda sambil mencium tangan bunda dan ayah secara bergantian diikuti Riko dari belakang.


"gapain sih ko teriak-teriak begitu..?tanya Farhan menatap Riko.


"ngk papa yah,biasalah baru jail Nanda"ucap Riko sambil duduk dikursinya yang kosong lalu diikuti Nanda mendudukan diri disamping Riko.

__ADS_1


Sedangkan Nanda menatap orang-orang yang akhir-akhir ini membuat otaknya harus berpikir keras.


"ada apa kesini..?"tanya Riko memasuki mode dinginnya.


"ahh iyh sebelumnya kamu sangat berterima kasih sekali karna pihak kalian sudh membebaskan Arni dari rumah tahanan"ucap Hendra.


Yap sosok-sosok yang datang kerumah itu adalah hendra dan keluarganya.


"maksud kedatangan kami kesini untuk mengundang Riko dan Nanda untuk makan malam dirumah besok malam"ucap Hendra menatap Nanda yang sedari tadi menunduk saja.


"besar harapan kami kalian bisa datang, terutama buat Nanda, Tante minta maaf iyh karna selama ini sudah merampas apa yang seharusnya menjadi milikmu"ucap ibu Rosa senduh.


"Tante akan merasa bersalah sekali kalau Nanda ngk bisa datang"ucap ibu Rosa, sedangkan Nanda hanya bisa menunduk saja.


"terimaksih atas undangan, tapi kalian tidak perlu mengadakan acara makan malam seperti ini, kami ikhlas mencabut tuntutan itu dan juga takutnya merepotkan kalian"ucap Riko dingin lalu memengang tangan Nanda, dapat ia rasakan kalau tangan Nanda saat ini sangat dingin karna gugup dan takut.


"tapi kami tidak pernh merasa dirugikan, justru kami akan merasa bersalah jika kalian tidak datang memenuhi undangan kami"ucap Hendra.


"baiklah kami akan usahakan datang tapi maaf kami tidak janji banyak akan hal itu"ucap Riko sambil beranjak dari kursinya,. "kalau tidak ada yang mau diomongin kami permisi pamit keatas duluh"sambil menarik tangan Nanda.


"seperti istri saya membutuhkan istirahat yang cukup karna beberapa hari sangat menguras tenaga dan pikiran, jadi badannya sedikit lemas"ucap Riko.


"yah bund kami pamit ke atas duluh"menarik tangan Nanda lalu melingkarkan tangannya di pinggang Nanda.


"langsung istirahat nak, ko Nandanya jangan di jailin lagi, biarkan dia istirahat sepertiy dia Sangat kelelahan kelihatan dari wajahnya pucat"ucap Farhan yang menyadari wajah Nanda yang sedikit pucat.


Padahal yang membuat wajah Nanda pucat bulan karna kelelahan tapi karna Nanda habis menangis karna dibakar apa cemburu.


Sedangkan Arni yang melihat Riko yang begitu posesif kepada Nanda, ia hanya bisa menatap sendu kemesraan mereka yang dimna saat ini Riko menuntun Nanda menaiki satu persatu anak tangga.


mtelihat kebahagian Riko dan Nanda, apakah ia bisa melepaskan Riko begitu saja..?apakah ia bisa menerima laki-laki lain dalam hidupnya.? mengingat kondisinya saat ini wanita tidak suci lagi dan sudh menjadi mantan napi apakah ia masih bisa hidup bahagia..?semua itu terlintas dalam benak Arni.


"mohon maaf iyh atas sikap dinginya Riko, emang sudh turunan dari bapaknya"ucap bunda Tika.


"ngk papa tik, kami maklum kok mungkin mereka belm siap bertemu dengan kami lagi"ucap Hendra yang mengerti maksud dari pembicaraan Tika.


"kami akan berusaha membujuk Riko, karna kuncinya mereka perginya hanya smaa Riko saja, kalau dia bilang pergi maka Nanda akan menurut"ucap Farhan menatap mereka.


"baiklah kami akan menunggu kabar baiknya Han"ucap Hendra.


"kalau begitu kamu pamit duluh, takut kemalaman"ucap Hendra sambil berdiri.


"Tante Arni pamit duluh, maaf kalau selama ini Arni banyak salah sampaikan maaf ku pada Nanda, suatu saat aku akan datang langsung minta maaf kepadanya"ucap Arni lalu menyalim bunda Tika.


"ngk papa syang, mudah-mudahan kamu menjadi lebih baik lagi, tenang saja Nanda orangnya pemaaf kok"ucap Tika sambil memeluk Arni.


Tika sangat sayangnya sikapnya Arni selama ini.


Terimakasih atas kunjungan dan dukungan jangan lupa tinggalkan jejak dan likenya 🙏 lupa

__ADS_1


__ADS_2