Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 65


__ADS_3

Setelah beberapa saat menunggu kini dosen yang ditunggu pun datang, mengetahui bahwa dosen sudh mau masuk semua mahasiswa langsung kembali ke meja masingmasing, Dari balik pintu masuk sosok laki-laki tampan, tinggi dan kulit putih, semua mahasiswa bengong melihat sosok itu, terkecuali Nanda, ia masih setia menutup matanya diatas meja


Setelah Vivi mengoyangkan sedikit badan Nanda, akhirnya ia menatap kearah depan, ia melihat dosennya sekilas tapi langsung membuka buku.


"itukan cewek yang waktu itu,emng jodoh ngk kemana"batin pak dosen ketika tatapanya mengarah ke pada sosok Nanda.


"selamt pagi semua, perkenalkan nama saya Denis dosen baru ini, dan syaa mengampu mata kuliah statistik"ucap Denis dengan nada dingin tapi tatapan tidak lepas dari Nanda.


"baik langsung saja pada intinya, kita langsung ke materi saja"ucap Denis sambil membuka laptop dan mengeluarkan bebrapa buku paket.


Sedangkan nanda tidak ambil pusing dengan bisikan teman2nya yang mengatakan kalau dosen baru mereka ganteng.


"nan lihat deh, pak Denis ganteng iyh"ucap Vivi menyenggol pelan bahu Nanda


"mmm"ucap Nanda sambil fokus menulis materi yang ada di papan tulis.


Nanda tidak mengenal sama sekali laki2 tersebut yang menjadi dosennya sekrng, mungkin dia telah lupa dengan kejadian itu karna pada dasarnya kejadian tersebut bagaikan angin lalu bagi Nanda.


####


Setelah beberapa saat berkutat dengan otak dan berbagai macam rumus2 kini pelajaran statistik pun telah selesai, semua mahasiswa bernapas lega karena mata kuliah yang di tuntun berperang dengan rumus2 pun telah berlalu.


"ok ank2 materi hari ini sampai disini duluh, jgn lupa tugas dikumpul Minggu depan, ingat saya tidak menerima alasan apapun"ucap Denis dengan nada dingin sambil menekan setiap kata2nya


"baik pak"ucap serentak mahasiswa


"buat kamu cewek meja nomor 2 barisan sebelah kanan saya, saya minta nama2 teman-teman mu dan segera antar keruangan sya"ucap Denis mengarah pandanganya kearah Nanda yang sedang sibuk memasukkan buku ke dalam tas

__ADS_1


Merasa ucapan Denis mengarah kepada mejanya Nanda menunjuk dirinya sendiri dengan bingung.


"iyh kamu,"ucap Denis menatap Nanda


"kan ada kating pak, knp harus saya"ucap Nanda kesal, semenjak melihat postingan Riko moodnya sudh ngk baik lagi.


"saya katakan sekali lagi anak2,saya paling tidak suka dibantahkan, kalau saya bilang itu, suka tidak suka tetap itu, jadi jika ingin nilai kalian aman menurut saja"ucap Denis dingin sambil berjalan keluar kelas, tanpa menunggu jawab dari mahasiswa.


"kok bisa gadis itu tidak mengenali sya, saya yakin itu pasti gadis yang di supermarket"batin Denis di sela2 jalan


Sementara Nanda langsung berjalan menemui kating mereka untuk meminta data teman2nya.


"nan mau gue temanin ngk"tawar Vivi sambil melihat Nanda sekilas.


"ngk ush Vi, Lo ke kantin aja duluan nanti gue nyusul jangan lupa pesankan gue bakso sama jus jeruk"teriak Nanda sambil berjalan keluar kelas menuju ruangan pak Denis


"permisi pak saya Nanda, mau izin masuk"teriak Nanda dari balik pintu


"masuk"teriak Denis dari dalam ruangan


Mendengar teriakan yang berasal dari dalam Nanda langsung membuka pintu dan mencari seseorang, tatapan berhenti ketika melihat seorng pria berdiri menatap ke arah jendela.


"maaf pak saya mau menyerahkan data2 anak manajemen 02,"ucap Nanda


"taruh di atas meja saja"ucap Denis tanpa membalikkan badan.


"sudh pak, kalau begitu saya permisi"ucap Nanda sambil berjalan kearah luar

__ADS_1


"tunggu, siapa yang ijinkan kamu keluar"ucap Denis sambil membalikkan badan berjalan kearah Nanda.


"kenapa lagi iyh pak, kan tugas saya sudh selesai."ucap Nanda berbalik menatap Denis.


"kamu tidak mengingat saya sama sekali,padahal saya ingat betul loh sama kamu"ucap Denis berjalan lebih dekat dengan Nanda, kini jarak mereka hanya bebrapa Senti meter saja.


"mohon maaf pak, saya merasa kita tidak pernh bertemu"ucap Nanda semakin mundur karna menyadari jarak mereka semakin dekat.


"kamu ingat pas di supermarket kamu menabrak seseorang "ucap Denis berjaln kedepan karna Nanda semakin mundur.


Sejenak Nanda berpikir,lalu kejadian di supermarket pun terlintas di otak nya.


"oiyh pria itu, jadi pria itu pak Denis yang sekrng jadi dosen saya"ucap Nanda sambil tersenyum, sedangkan Denis hanya mengangguk sambil tersenyum


"maaf pak, saya tidak mengenali bapak, soalnya pas kejadian itu syaa tidak terlalu memperhatikan wajah bapak"ucap Nanda kikuk dan merasa bersalah.


"ngk masalah, saya maklum soalnya pertemuan kita hanya sekilas"ucap Denis


"iyh sudah pak mohon maaf sekali lagi,saya izin keluar"ucap nanda sambil melangkahkan kakinya, tapi tangannya sudh ditahan pak Denis


Sejenak Nanda menatap tangan pak Denis yang memengang tangannya, merasa Nanda tidak nyaman Denis langsung melepasnya.


"sorry, boleh kita makan siang bersama"tawar Denis menatap Nanda


"maaf pak saya sudh janji dengan teman syaa, permisi" ucap Nanda berjalan cepat ke arah pintu,ia tidak nyaman dengan tatapan pak denis.


"gadis yang sangat menarik, gue harus lebi dekat sama dia"batin Denis sambil tersenyum penuh arti

__ADS_1


__ADS_2