
Kini Nanda Riko sama ayah dan bunda sudh berada di bandara, kebetulan ayah sama bunda akan ikut terbang dengan tujuan Sumatra Utara menghadiri pertemuan dengan rekan bisnisnya, Sedangkan Riko dan nanda kan terbang juga dengan tujuan Kalimantan timur.
"iyh sudh sayang, kita pisang disini iyh, bunda titip Riko nan, kalau dia nakal tenggelamkan saja nanti dia kepantai yang ada disana"ucap bunda menatap Nanda
"ko jangan macam-macam dikampung orang sayang, bersikaplah sopan dan menghargai aktivitas masyarakat sekitar yang ada disana"ucap bunda lagi menatap Riko
Sedangkan Riko dan nanda hanya mengangguk sambil tersenyum.
"ko berkasnya sudh di urus sama om Albert, nanti tinggal di kirim aja, semoga rencanamu lancar iyh"ucap ayah mengedipkan sebelah matanya, Riko yang mengerti maksud ayah hanya mengangguk,
"kalau begitu kita duluan ayah bund"ucap Riko sambil menarik tangan Nanda, sebelm mereka pergi lebih duluh Nanda mencium tangan mereka bergantian
Setelah kepergian mereka, bunda langsung menatap ayah penuh selidik.
"Riko rencanakan apa syang, sampai harus ngurus berkas segala..?"tanya bunda
"kamu lihat aja nanti syang, yang pastinya kamu bakal senang juga, yuk kita masuk sebentar lagi penerbangan"ucap ayah sambil menarik tangan bund, sedangkan bunda terlihat kesal karna suami dan anaknya sudah mulai rahasia-rahasiaan.
##
Setelah terbang selama 1 jam 47 menit kini pesawat yang ditumpangi Nanda dan Riko telah mendarat sempurna di bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Internasional Airport Balikpapan, kini mereka langsung ke lobby sambil menunggu taxsi yang sudh di pesan Nanda,
Selama perjalanan Riko tidak pernh melepas tangan Nanda dari genggaman nya, sampai tangan Nanda berkeringat, ia seakan takut kalau Nanda pergi dari genggamannya.
"ko, tangan ku basah, lepas duluh"ucap Nanda melihat genggaman tangan riko
__ADS_1
"maaaf, gue tau kalau kamu hilang, susah carinya nanti"ucap Riko kikuk
"basah iyh..?"tanya Riko dan dianggukan oleh Nanda, Riko langsung melapkan tangan Nanda ke bajunya, Nanda tersipu malu mendapat perlakuan sederhana dari Riko.
Nanda dan Riko sudah berada di mobil menuju rumah Nanda, dari bandara kerumah Nanda membutuhkan waktu 1 jam lumayan jauh ternyata.
"nan,, sebelum sampai kerumahmu kita makan siang duluh yuk,,Lo pasti lapar kan..?"ucap Riko menatap Nanda.
"boleh deh, pak kita cari makan duluh iyh, ngpp kan..?sekalian aja cari restoran yang dekat"tanya Nanda sama sopir taxsi sedangkan sopir taksi hanya mengangguk.
kini Riko dan nanda sedang berada di dalam suatu restoran cepat saji, mereka sama-sama fokus bermain hp entah apa yang mereka lihat.
"permisi mba"ucap pelayan restoran mengantar pesanan mereka, mendengar seseorang menghampiri mereka Nanda mengangguk tersenyum sambil meletakkan hpnya di atas meja
"ehh maaf mba, ngk ada yang basahkan..?"ucap pelayan kelagapan lagi-lagi dia tidak fokus meletakann pesana karna tangannya bekerja sementara mata fokus menatap Riko,
"ngk papa mba, kita pindah meja aja, sekalian saya pesan yang baru iyh"ucap Nanda sambil mengangkat tas yang sedang di atas meja takut basah
Sedangkan Riko hanya diam saja tanpa ekspresi, ia sadar bahwa dari tadi pelayan itu menatap,itulah yang membuat Riko cuek dan fokus dengan hpnya.
Melihat Nanda berpindah meja Riko pun mengikuti langkah nanda, kini mereka sudh berada di meja paling pojok
"ko makan duluh, mulai sore nih, kasian juga sopirnya nungguh di mobil kan"ucap Nanda yang melihat Riko yang masih fokus dengan hpnya.
"iyh sayang"ucap Riko meletakkan hpnya lalu mengacak rambut Nanda, sementara Nanda hanya mengelleng melihat Riko, mungkin mulai terbiasa dengan sikap Riko dan panggilan sayang dari mulutnya.
__ADS_1
Akhirnya Nanda dan Riko menikmati makanan dengan diam, sesekali Riko melirik kearah Nanda lalu mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru restoran.
##
Sementara dari kejauhan sepasang mata menatap Nanda dan Riko, ia menyaksikan ketika Riko mengacak rambut Nanda dengan gemas
"Lang lu Napa dah"tanya Dion sambil mengikuti arah mata Gilang,tapi ia tidak mengerti kemana arah tatapnya gilang
"Nanda bersama seorang laki-laki di meja paling pojok"ucap Gilang masih menatap Riko yang sedang mengusap bibir Nanda,
"astga kamu belm bisa move on dari Nanda Lang, segitu besar cinta Lo smaa Nanda..?"tanya anton menatap Riko
"dari Nanda gue belajar tentang penting kesetiaan dalam hubungan, bahkan dari Nanda gue mendapatkan perhatian tulus,dari Nanda gue belajar penting menghargai wanita"ucap Gilang masih dengan menatap Nanda dan Riko
"apa cowok itu pacarnya Nanda,, katanya Lo cinta sama gue nan, tapi kok secepat itu Lo dapat pengganti gue, maaf nan"batin gilang
"eh bukan Nanda kuliah di Yogyakarta iyh,..? kalau dia kuliah di Yogyakarta gapain dia disini.."trus laki-laki bersama Nanda siapa?"tanya anton sedangkan Dion hanya menggeleng tanda tidak tau
"gue mau samperin Nanda duluh"ucap Gilang hendak berdiri tapi ditahan oleh Dion
"gapain Lo samperin Nanda, kita temui nanti Nanda di rumahnya aja, belm tentu Lo samperin Nanda dia bakal mau ngomong sama Lo, kalau dia masih menghindar dari Lo..?"ucap Dion
Gilang membenarkan ucapan Dion,akhirnya ia tidak jadi menemui Nanda,mungkin ia akan mendatangi kerumahnya langsung
Terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏
__ADS_1