
setelah terbang selama satu jam empat puluh tujuh menit kini pesawat yang ditumpangi nanda dan Riko sudah mendarat sempurna di Bandar Udara Internasional Adisutjipto, kini mereka sudh ada di lobby menunggu sopir menjemput mereka.
"sebelm balik kerumah kita cari makan duluh ko, lapar banget soalny"ucap Nanda tanpa menatap Riko
"perasaan selama di pesawat kamu makan trus yank"ucap Riko menatap Nanda heran, pasalnya selama di pesawat mulut Nanda bekerja terus.
"ngk tau, orang namanya perutku keroncongan mau ngimna lagi"ucap Nanda tanpa dosa.
"awas nanti gendut, capet2 lagi diet, entar mogok makan"ucap Riko meledek Nanda
"ngk papa gendut, yang penting sudah laku juga"ucap Nanda tidak sadar dengan ucapannya.
"whatttttttt"ucap Riko terkejut, sampai-sampai matanya hendak keluar karna saking terkejutnya.
"ka...."ucapan terpotong karena sopir ternyata sudah datang menjemput mereka.
"jadi ngk cari makan ini..?tanya Riko sambil melirik kearah Nanda sebentar, sedangkan Nanda hanya mengangguk
"pak cari restoran dekat sini iyh"ucap Nanda kepada sopir
"iyh den"ucap sopir
####
Setelah selesai makan siang kini Nanda dan Riko sudah sampai di rumah utama Riko, mereka hanya disambut oleh bibi, karna orang tua mereka belm kembali dari Bali urusan bisnis.
"kamu istirhat aja duluh nan, aku mau ke hotel sebentar, ada urusan, kamu udh Taukan kamar aku dimana..?"tanya Riko dan di anggukan oleh Nanda.
Tanpa menunggu lama-lama Nanda langsung berjalan ke kamar riko, mungkin karna sudh lelah, sampai dikamar Nanda langsung mandi, karna semua baju2nya masih di kos dan ia juga tidak membawa baju dari kampung terpaksa ia memakai bajunya Riko untuk kesekian kalinya.
__ADS_1
Sedangkan disebuah hotel tepat diruang pribadinya Riko sedang berbicara dengan seorang suruhannya mematai2 Arni selama ini.
"ngimna hasilnya.?"tanya Riko menatap mereka bergantian
"aman Tuan, kami sudh mempunyai foto nona Arni ketika bersama laki2 lain, bahkan kami sudh mempunyai videonya"ucap seorang itu sambil menyerahkan beberapa lembar foto dan memperlihatkan videonya.
Melihat foto dan di video itu Riko merasa jijik, tapi seketika ia juga tersenyum licik, ia sangat puas dengan hasil kerja orang suruhannya.
"kirim videonya ke email saya, terimaksih atas kerja keras kalian, kalian boleh keluar"ucap Riko menatap mereka bergantian, sedangkan orang suruhan itu hanya mengangguk sambil berjaln mundur.
"ini permainan yang sesungguhnya Arni, Lo salah dalam hal mencari lawan"guman Riko sambil tersenyum penuh kemenangan.
Karna hari mulai malam Riko langsung bergegas keluar dari ruangan menuju pulang kerumah, ngk tidak etis jika dia meninggalkan Nanda yang baru menikahnya dengannya.
###
"tahan ko, belm waktunya, Nanda masih terlalu mudah dalam hubungan suami istri"guman Riko sambil berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Untuk pertama kalinya Riko di dalam kamar mandi memakan waktu yang sangat lama, entah gapain dia di kamar mandi hanya dia sendiri yang tau, Setelah selesai mandi Riko langsung berjlan ke arah sofa kecil sambil membuka laptop, ia hanya sekedar memeriksa perkembangan hotel yang sudah lama ia tinggalkan.
Dirasa sudh selesai dalam urusan kantor, ia langsung berjalan ke arah ranjang untuk menyusul Nanda, merasa ada yang mengusik tidurnya Nanda langsung membuka mata dan mendapati Riko disampingnya, untuk beberapa menitnya tatapan mereka saling bertemu, tapi karna terlalu gugup Nanda langsung memutuskan tatapan itu secara sepihak.
"kenapa hmmm"tanya Riko sambil mengelus pipi Nanda lembut
"sejak kapan pulang"tanya Nanda berusaha menutupi kegugupanya.
"satu jam yang lalu, udh kita tidur aja, lagian besok hari pertama kita kuliah setelah menjadi suami istri bukan"ucap Riko menatap Nanda lekat
Mendengar kata suami istri wajah Nanda langsung berubah menjadi merah, ia tidak pernah berpikir bakal menjadi nyonya Riko Wijaya.
__ADS_1
"iyh sudh, maaf kadang aku lupa sama statusku sekrng"ucap Nanda gugup sambil menatap Riko sekilas lalu langsung menutup mata.
Mendengar perkataan Nanda yang kadang lupa dengan status membuat Riko terkejut bukan main, tapi ia juga bisa memahami hal itu, karna Nanda juga masih terlalu mudah untuk menyandang status istri, begitu juga dengan dia.
"iyh ngk papa sayang, kita sama2 belajar dalam hal ini,"ucap Riko sambil menekan kedua pipi Nanda mengunakan satu tangan,
"kalau kamu belm buka matamu, jangan salahkan klau aku mencium bibirmu"bisik Riko ditelinga nanda, karna masih mendapati Nanda menutup matanya padahal dia tidak tidur,
Mendengar hal itu Nanda langsung membuka matanya dan menatap Riko dengan tatapan tajam, bukannya takut Riko malah terkekeh geli melihat tatapan Nanda,
Akhirnya Nanda dan Riko pun tidur tanpa ada pembatas guling diantara mereka, karna menurut mereka cukup di dunia novel saja yang ada seperti itu
Sementara Nanda tidak bisa lagi menutup matanya, mungkin karna sudah terlanjur tidur tadi, jadi ngantuk ya sudh hilang
"ko"panggil Nanda pelan menatap Riko sekilas lalu menatap lagi ke arah langit2 kamar
"mm"jawab Riko yang sudah memejamkan matanya
"soal itu ngimna"tanya Nanda gugup tanpa menatap kearah Riko
Karna menurut Riko pertanyaan Nanda yang sangat membingungkan ia langsung menatap Nanda
"itu apa sayang"tanya Riko semakin menggeser badannya lebih dekat dengan Nanda
"itu..itu..itu apa namanya"tanya Nanda makin gugup
"iyh,itu, tapi itu apa Nanda"ucap Riko menahan kekesalannya
"itu, soal hubungan suami istri"ucap Nanda cepat dan langsung menutup wajahnya menggunakan selimut, ia malu kalau Riko melihat wajah merahnya.
__ADS_1