Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab120


__ADS_3

Sesampai dikamar nanda langsung membersihkan diri sementara Riko berdiam diri di kasur sambil menunggu Nanda selesai mandi.


Tak berselang lama Nanda keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang membungkus tubuh polosnya, dan hal itu tidak lepas dari pandangan Riko.


"sayang ini masih sore, please jangan menggodaku duluh"ucap Riko berjalan mendekati Nanda dan memeluk dari belakang.


"siapa yang menggoda sih"ucap Nanda memengang tangan Riko yang melingkar di pinggangnya.


"kamu gapain keluar cuma pakai handuk aja"ucap Riko sambil mencium pundak Nanda yang putih mulus.


"maaf ngk bermaksud menggoda tapi aku lupa bawah bajuku ke kamar mandi"ucap Nanda sambil sibuk mencari-cari bajunya.


"Riko lepas duluh, aku kesulitan cari baju nih"ucap Nanda masih mencari baju sambil berjinjit karena tinggi badan Nanda yang tidak sampai ke bagian lemari paling atas.


"sini aku bantu yank"ucap Riko mengangkat tubuh Nanda, sehingga membuat Nanda lebih leluasa mencari bajunya.


"sudah yank"ucap Nanda ketika ia sudh mendapat baju yang dia inginkan.


"awas handukku melorot"ucap Nanda ketika Riko menurun tubuhnya secara perlahan.


"ngk papa, kan cuma aku aja yang lihat, lagian udh biasa kok aku lihat gapain malu"ucap Riko membalikan tubuh Nanda.


"trus klau kamu on ngimna"ucap Nanda menatap Riko.


"ada kamu yang bisa bikin aku off"ucap Riko memengang pipi Nanda dengan gemas.


"itu sih enak di kamu sayang, sudh sana mandi kamu bau assap"ucap nanda mendorong tubuh Riko sampai pintu kamar mandi.


"kamu ngk ikut masuk lagi."tanya Riko ketika sampai di kamar mandi.


"ngk ada mandi bersama sekarang"ucap Nanda langsung menutup pintu kamar mandi.


"sayang jangan lupa handuk"teriak Riko dari kamar mandi.


"iyh mandi aja duluh"teriak Nanda


Selesai berpakaian Nanda langsung mempersiapkan baju ganti buat Riko, ia hanya memilih piama warna hitam.


"yank tolong handuk"ucap Riko membuka pintu kamar mandi sedikit.


"kok dilempar"ucap Riko ketika Nanda melempar handuk dari jarak jauh.


"nanti kamu tarik aku lagi kekamar mandi, itu kan sudh menjadi kebiasaan kamu",ucap Nanda yang selalu sebal dengan kebiasaan riko.


Sedangkan Riko langsung berjalan mendekati Nanda dan langsung mencium bibir Nanda sekilas.


"nih pakai baju duluh, bunda sama ayah sudh menunggu di meja makan"ucap Nanda memberikan stelan baju kepada Riko.


"makasih iyh, tunggu sebentar"ucap Kevin berjalan keruang ganti.


Setelah Riko selesai memakai baju mereka langsung keluar dari kamar, sebelumnya Nanda membantu Riko menyisir rambutnya.


"berasa punya bayi besar aku ini"ucap Nanda sambil menyisir rambut Riko.


"makaya aku seperti punya ibu dua, satunya bunda satunya kamu syang"ucap Riko memeluk pinggang Nanda.


"yuk keluar, aku udah lapar banget"rengek Nanda yang memang benar-benar sudh lapar.


Seperti ucapan Nanda sebelumnya bunda dan juga ayah sudh menunggu mereka di meja makan.


"malam yah Bun"ucap Nanda.


"malam syang"ucap bunda sedangkan ayah hanya mengangguk.


"yuk langsung makan aja"ucap bunda.


Akhirnya mereka makan dalam diam, Nanda lebih duluh mengisi piring Riko lalu mengisi piringnya.

__ADS_1


"sayang emng habis??"tanya Riko yang melihat piring Nanda hampir full makanan semua.


"iyh habis.."ucap Nanda lalu mengunya makanannya, sedangkan bunda ayah dan Riko hanya saling pandang bingung,


"oo iyh ko ngimna, apakah kalian bisa pergi ke undangan pak Hendra..?"ucap Farhan ketika sudh selesai makan.


"aku tergantung Nanda yah, kalau Nanda mau pergi aku akan pergi"ucap Riko sambil membersihkan buah jeruk buat Nanda.


"ngimana sayang..?"tanya Tika beralih menatap Nanda.


"boleh bund, siapa tau hubunganku dengan mereka bisa semakin dekat mungkin"ucap Nanda sambil menerima buah dari tangan Riko.


"iyh ada baiknya juga kaliam harus pergi, yang berlalu biarlah berlalu, sekrng kita berjalan ke masa depan"ucap ayah menatap Riko dan Nanda bergantian.


"iyh syang, lagian Arni sepertinya sudah berubah"ucap bunda Tika.


"iyh bund nanti kami akan pergi kesana"ucap Nanda menatap Riko sedangkan Riko hanya mengangguk.


"yank kayaknya aku mau makan bakso deh"ucap Nanda menatap Riko yang sedang minum.


uhuttt uhutttt


Riko tersendat mendengar permintaan Nanda, pasalnya Nanda baru saja makan dengan porsi yang cukup banyak, bahkan belm ada hitungan menit Nanda sudh menghabiskan tiga buah jeruk.


"makanannya yang tadi perginya kemana yank..?baru aja kamu makan satu piring penuh, belm lagi makan tiga buah jeruk"ucap Riko terkejut.


"aku juga ngk tau, iyh tiba-tiba aja pengeng banget makan bakso dan sepertinya aku lapar lagi"ucap Nanda menatap riko.


Sedangkan Riko hanya bisa menatap ayah dan bunda secara bergantian.


"yah bund bisa kan..?"tanya Nanda sendu.


"kalau kamu memang masih lapar boleh syang, ko antar Nanda cari bakso nak"ucap bunda menatap Riko dan ayah bergantian.


"tapi cuma makan bakso aja iyh sayang, nanti perut kamu sakit kalau makannya bermacam-macam"ucap Riko lembut.


"tapi kita naik motor aj"ucap Nanda lagi.


"ngk, aku mau naik motor aja, aku tunggu di garasi, yah Bun Nanda pamit keluar bentar"ucap Nanda sambil mencium tangan Tika dan Farhan bergantian.


"tapi yank.."ucap Riko tidak melanjutkan ucapannya karena Nanda sudah lebih duluh meninggalkan ruang makan.


"yah Bun ngimna"tanya Riko bingung menatap mereka bergantian.


"udah sana ikuti aja, daripada kamu tidur diluar malam ini"ucap Farhan.


"emng kamu mau ngk dapat jatah,"ucap Tika "jangan lupa pakai jaket nak, ambilkan sekalian jaket Nanda"ucap Tika lagi.


"iyh sudh deh Bun yah aku pamit duluh,"ucap Riko kembali ke kamar untuk mengambil jaket dan kunci motor.


Sesampai di garasi Kevin melihat Nanda sudh berdiri disamping motornya menunggu Riko.


"pakai jaket duluh"ucap Riko membantu Nanda memakai jaket sedangkan Nanda hanya menurut saja.


"jangan lupa helmnya syaang"ucap Riko memakaikan Nanda helm.


"maksih"ucap Nanda tersenyum menatap Riko.


Riko langsung menghidupkan motor besar dan membantu Nanda menaiki motor.


"pengangan sayang" ucap Riko dan Nanda langsung melingkarkan tangannya di pinggang Riko.


Riko langsung menjalan motornya membelahi kota Yogyakarta untuk mencari bakso permintaan Nanda.


"mau makan di restoran atau di pinggir jalan"teriak Riko supaya Nanda bisa mendengar.


"pinggir jalan aja"teriak Nanda.

__ADS_1


"bakso dekat kantor masih buka kayaknya yank"teriak Nanda.


"berarti kita kesana aja nih"teriak Riko.


"iyh"teriak


Riko langsung melajukan motornya ke tukang penjual bakso yang ada di dekat hotel Riko.


"bang pesan satu iyh, ngk usah pakai apa-apa sama teh hangat dua"ucap Riko ketika sudh sampai, sedangkan Nanda langsung mencari kursi kosong.


Setelah memesan Riko langsung mencari sosok Nanda, dan pada itu di tempat tukang bakso banyak yang menatap Riko karna pada saat itu pengunjung warung itu kebanyakan dari kaum wanita, sedangkan Riko tidak memperdulikan tatapan mereka ia hanya fokus bermain ponsel sambil menemani Nanda memakan bakso, sesekali ia meminum teh hangat yang dia pesan.


"ngk makan yank"ucap Nanda sambil memakan baksonya.


"ngk syang, udh kenyang"ucap Riko sambil membersihkan pipi Nanda yang terkena cipratan kuah bakso.


Tapi Nanda menyuapkan beberapa butir bakso kepada Riko dan Riko pun menerimanya tanpa menatap Nanda.


Sesekali Nanda menatap sekitarnya yang dimana sebagian pengunjung banyak yang menatap Riko.


"kenapa "ucap Riko menatap nanda karena mendapati Nanda memasang topi jaketnya.


"mereka melihat kamu dengan tatapan mesum"bisik Nanda supaya tidak didengar oleh pengunjung sebelah nya.


Sedangkan Riko hanya terkekeh geli mendapat sikap Nanda yang cemburu, tapi ia tidak melepaskan topi yang dipasang Nanda , ia membiarkan wanitanya berbuat sesukanya, karna Riko suka dengan sikap cemburuan Nanda.


"yuk sudh habiskan baksonya, biar kita langsung pulang takut bunda cariin kita"ucap Riko sambil membersihkan bibir Nanda menggunakan jari jempolnya.


"ihhh gemas banget sih masnya"


"sayang banget lagi sama mbanya"


"kalau masnya sudh bosan sama mbanya saya siap kok nampung masnya"


"beruntung banget sih mbanya dpat pacar yang begitu perhatian"


"udah ganteng, perhatian, romantis, paket komplit ini mah"


"mas saya siap jadi yang kedua"


Dan masih banyak kata-kata pengunjung yang memuji ketampanan Riko sehingga hal itu membuat telinga Nanda benar-benar panas.


"mohon maaf nih mba-mbanya dan maksih sebelumnya sudah memuji ketampanan suami sya"ucap Nanda. "saya ingatkan sekali lagi dia suami saya dan bukan pacar sya, dan sya ingatkan lagi tidak ada yang kedua dalam kamus kami, dan suami saya tidak bosan kok sama saya"ucap Nanda menatp tajam pengunjung bergantian yang membuat para pengunjung terkejut.


"terimaksih perhatiannya dan kami permisi duluh"ucap Nanda berdiri dari kursinya.


"susahnya punya suami tampan,"guman Nanda menarik tangan Riko supaya keluar dari warung makan itu.


"bayar dulu yank"ucap Riko sambil mengambil dompetnya.


"ambil aja kembaliannya pak"ucap Riko sambil memberikan uang seratus ribu kepada kang bakso.


Sedangkan Nanda langsung berjalan kearah parkiran meninggalkan Riko membayar tagihan baksonya.


"jadi cewek kok punya mata celalatan semua sih"omel Nanda melipat tangannya di dada sambil menunggu Riko.


"sudah yuk pulang, jangan marah-marah begitu yang penting aku tidak tertarik sama mereka lagian aku sudah punya pawang juga kan"ucap Riko menenangkan Nanda.


"janji iyh kamu ngk tertarik salah satu dari mereka"ucap Nanda berubah sendu.


"ngk bakal syang"ucap Riko memakaiankan Nanda helm lalu menghidupkan motornya.


"yuk ak bantu naik"ucap Riko membantu naik ke motor.


"langsung pulang kan!!ngk mampir-mampir lagi kan..?tanya Riko sebelum menjalankan motornya.


"ngk lagi langsung pulang aja, aku ngantuk"ucap nanda melingkar ditangannya di pinggang Riko.

__ADS_1


Riko pun langsung melakukan motornya kembali kerumah karna hari pun mulai malam.


terimakasih atas kunjungan dan dukungan jangan lupa tinggalkan jejak dan likenya 🙏 lupa untuk


__ADS_2