Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 92


__ADS_3

waktu terus berjalan, karna melakukan banyak urusan mulai dari meeting, mengurus ridho, setelah itu Riko harus kembali ke kantor untuk memeriksa dokumen yang sudh tersusun rapi dimejanya, karna keasikan bekerja dia sampai lupa kalau hari sudh menjelang malam.


"uhh sudh malam ternyata"guman Riko sambil menatap Jam yang melingkar ditangannya.


Lalu ia langsung beranjak dari kursi mengambil kunci mobil,


Ting


"sayangku"


"kak pulang jam berpa, masih lama kah, jangan lupa pesanan ku iyh"


Melihat pesan singkat dari Nanda membuat rasa lelah yang dirasakan Riko hilang begitu saat, senyuman tipis terbit di wajah tampan nya,


to: sayangku


"iyh cinto, ini mau pulang, sekalian beli pesanan kamu" Balas Riko sambil berjalan menuju keluar ruangan


"hati2 di jalan sayang"


Membaca balasan dari Nanda, sebuah senyuman lebar terbit wajah Riko, sepanjang menuju parkiran kantor senyum itu tidak pernh pudar, pertama kalinya Nanda memanggil dengan kata sayang, banyak karyawan yang menatapnya bingung, tapi Riko tidak menghiraukannya


Sesampai di parkiran hotel, ia langsung melajukan mobil kesebuah cafe untuk membeli pesanan Nanda.


""mba pesan bobanya satu, rasa vanila, dibungkus aja"ucap Riko ketika sudh sampai sebuah cafe tempat biasa mereka nongkrong.

__ADS_1


"ditungguh mas"ucap pelayan


"ehh Riko, gapain kesini, kok tumben beli Boba di bungkus, kenapa ngk sekalian temanin aku disini"ucap seorang gadis memeluk lengan Riko dengan manja


"shitttt, knp setiap gue kemna, Arni selalu nongol, heran dah"batin Riko berusaha melepas pelukan Arni


"ini mas pesanan, semua jadi 25ribu"ucap pelayan, lalu Riko menyodorkan uang selembar warna biru dari dompet.


"sisanya ambil aja mba"ucap Riko sambil cepat2 beranjak dari tempat itu


"ehh Riko bentar dong, temanin aku nongkrong bentar"ucap gadis itu berlari mengejar Riko


"Arni Lo bisa ngk sih ngk usah nempel2 trus smaa gue, gue itu risih"ucap Riko kesal


Yap gadis yang Riko temui di cafe adalah Arni, kebetulan Arni sedang nongkrong disana sambil menunggu teman2nya.


"ngk bisa, gue lagi jaga hati, jadi gue minta Lo jangan coba dekat2 sama gue, jadi cewek tuh mahal dikit knp sih"ucap Riko kesal


"ada hati yang Lo jaga..? Lo jaga hati buat siapa..?"teriak Arni, mendengar teriakan Arni, Riko langsung memberhentikan langkahnya.


"Lo jaga hati buat Nanda,,bukan Nanda sudh menghilang tanpa jejak iyh,"ucap Arni segaja menguatkan suaranya


"uppp sorry, Nanda sudh menghilang gapain Lo jaga hati buat dia, wanita yang selama ini Lo puja2 telah menghilang Riko, sadar dong, jangan mau menunggu yang tidak pasti"ucap Arni mendekatin Riko


"Lo dengar gue baik2, kalau pun Nanda menghilang, bukan berarti gue jadi suka smaa, karna Lo ngk ada apa2nya sama Nanda, Dan satu lagi, Lo ngk usah bahas2 Nanda, urusi dulu dirimu baru Lo mengurusi kehidupan orang, lagian sekali2 ngaca apa susahnya"ucap Riko segaja menaikan tekanan suarahnya, sedangkan Arni hanya bisa diam

__ADS_1


"lagian gue ngk suka smaa barang bekas, karna pada dasarnya barang bekas tuh di tempat sampah bukan..?"bisik Riko ditelinga Arni, lalu pergi meninggalkan Arni yang diam mematung


Tanpa mereka sadar mereka sudh menjadi pusat perhatian pengunjung tidak sedikit yang mencibir Arni dan tidak sedikit yang memuji ketampanan dan kesetiaan Riko yang sedang menjaga hati.


"gue punya cara sendiri buat dapatin Lo Riko, lihat aja cepat atau lambat Lo bakal ada di genggaman gue"batin arni


Setelah menempuh beberpa menit perjalanan kini Riko sudh sampah dirumah, tujuannya sekrng adalah menuju kamar untuk menemui Nanda.


"baru pulng syang, sibuk banget kayak..?"ucap bundanya melihat Riko yang baru sampai dirumah.


"iyh bund, kerjaan di kantor menumpuk, susah memang kalau ngk ada asisten ini"ucap Riko mencium tangan bunda dan ayah secara bergantian, ia juga segaja menaikan volume suaranya bermaksud supaya ayahnya merespon keluhan.


"belajar susah duluh ko, belajar menghendel pekerjaan sendiri, baru nanti kamu bisa mengajari asistenmu cara menghendel pekerjaan, belajar dari diri sendiri duluh nak, baru kamu bisa mengajari orang lain"ucap ayah menatap Riko, ia tau kalau Riko sangat ke teter menangani pekerjaan kantor, bukan tidak mengizinkan Riko memakai asisten tapi ia mau melihat kesungguhan anak semata wayangnya dalam mengurus suatu instansi perusahaan.


"iyh yah, Riko akan berusaha semaksimal mungkin kedepannya"ucap Riko hendak berjalan menuju tangga


"apa itu nak, tumben kamu bawa bungkusan kerumah, kayak ibu2 arisan saja"ucap bunda menatap paper bag di tangan Riko.


"OOO iyh bund, ini minuman Boba, tadi Nanda pesan, makaya Riko mampir sebentar tadi"ucap Riko


"Nanda ada kan Bun...?"tanya Riko memastikan


"ada nak, dia istri yang penurut, satu harian dia dikamar istirahat, turun hanya makan saja tadi"ucap bunda sedangkan Riko hanya mengangguk sambil tersenyum tipis


"iyh sudah Riko langsung naik Bund, biasa kangen sama istri, butuh asupan ini"ucap Riko bercanda,Sedangkan ayah dan bunda hanya mengeleng melihat kebucinan anaknya.

__ADS_1


terimaksih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏 jangan lupa like


__ADS_2