Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
ban 118


__ADS_3

Saat ini nanda dan juga Vivi sedang duduk dikursi sambil menunggu dosen yang akan mengajar.


"wi katanya Arni masuk penjara iyh"ucap Vivi setengah berbisik.


"iyh, tapi sepertinya dia sudh bebas, aku sama Riko sudh mencabut tuntutan itu, "bals nanda dengan berbisik pula.


"kenapa nan, biarkan dia lebih lama disna"ucap Vivi.


"biar aja ngk baik bahagia di atas penderita orang Vi"ucap Nanda.


"tapi dia pernh bahagia diatas penderitaan kamu, apakah kamu melupakan dimana saat ini menghina kamu, saat dia menampar kamu dan saat dia menculik kamu.."ucap Vivi.


"aku ngk bisa melupakan itu Vi, tapi mau ngimna lagi ngk ada untungnya juga kalau Arni di penjara"ucap nanda


"dosen sudh masuk, diamlah kamu"ucap Nanda yang membuat Vivi bungkam seketika.


Setelah dosen menerangkan materi sesuai jadwal mata kuliah, kini jam pun menunjukan waktu istirahat.


"baik pembahasan sampai disini, dan jangan lupa tugas minggu besok" Ucap dosen meninggalkan ruangan kelas.


"langsung kantin yuk lapar"ucap Vivi menarik tangan Nanda.


"kamu lapar kah atau ingin bertemu Riyan"ucap Nanda menggoda Vivi.


"ngk lah, ayo sudhhh"ucap vivi menarik paksa Nanda.


"sabar Vi, aku masukkan buku duluh"ucap Nanda.


Karna dipaksa Vivi akhirnya mereka langsung berjalan kearah kampus, sampai dikantin Mereke mengedarkan pandangan mencari sosok geng yang biasa selalu menunggu mereka dikantin.


pandangan mereka tertuju pada sebuah meja yang disana ada empat manusia yang tampannya tidak bisa diragukan lagi, tapi Nanda sedikit terkejut Karna ada sosok baru yang ikut bergabung bersama mereka.


"ehmmm ada anggota keluarga baru kayaknya"ucap Nanda yang melihat sosok itu duduk berdekatan dengan Riko.


"seperti kita ketinggalan sebuah berita nih"ucap Vivi menatap Riyan, sedangkan Riyan hanya mengangkat bahunya tanda tidak mengerti.


"Hay..kalian pasti teman-teman mereka iyh, kenalkan nama gue Rere, mantan pacarnya Riko"ucap Rere dengan percaya dirinya memperkenalkan diri kepada Nanda yang notabennya istri riko.


"hallo Rere kenali gue Vivi dan ini Nanda, "ucap Vivi menyenggol bahu Nanda.


"hai re, gue Nanda"ucap Nanda menatap tajam Riko.


"mau ikut gabung iyh...?"tanya Rere.


"awalnya sih mau gabung, tapi gara-gara ada yang mau nostalgia bareng mantan ngk baik kalau di ganggu terus"ucap Nanda menatap tajam Riko.


"astaga ngk papa kok, santai smaa gue gabung aja disini"ucap Rere.


"ngk usah seperti masih banyak meja kosong, kasihan kalau ngk ditempatin"ucap nanda menarik tangan Vivi.


"tapi nan.."ucap Vivi menatap Riyan , mengerti akan tatapan Vivi Riyan pun mengangguk supaya mereka beda meja.


"iyh sudh yuk, ngk tapi tapian sekarang, ngk baik ganggu orang yang sedang temu kangen dengan mantan"ucap Nanda menyindir Riko, sedangkan Riko hanya tersenyum penuh kemenangan, segitu menggemaskannya Nanda kalau sedang cemburu, ingin rasanya ia menerkam Nanda saat itu juga.


"lucunya istriku kalau sedang cemburu, lihat aja nanti pokoknya hari ini pulang ke apartemen"batin Riko tersenyum sambil menatap Nanda yang sedang makan seperti singa kelaparan, bedanya Nanda bukan karna lapar tapi karna dilanda api cemburu.


"kenapa ko, kok senyum-senyum begitu"tanya Rere duduk disamping Riko.


"tau tuh, dari tadi senyam senyum aja"timpal Yogi.

__ADS_1


"sepertinya dari antara mereka berdua harus ada jadi milik gue"ucap Riko menatap meja Nanda berada.


"bukannya sudh iyh"ucap egan dengan bodohnya.


"harus lebih"ucap Riko tersenyum licik.


"maksudnya milik ngimna ko"ucap Rere mengikuti arah pandang Riko.


"ngk papa re, nanti juga lo tau dengan sendirinya dan saranku ngk usah dicari tau entar sakit hati yang ada"ucap Yogi.


"jangan bilang cewek yang itu sama Riko ada hubungan"ucap Rere menebak.


"belm sih, tapi seperti akan ada hubungan"ucap egan.


"jelaskan sama aku ko, aku datang kesini buat kamu loh"ucap Rere


"aku ngk minta re dan apa kamu lupa kalau kamu pergi dari aku gara-gara cowok lain, so salahku dimna"tanya Riko masih menatap Nanda.


"aku minta maaf ko, aku cuma khilaf aja lagian kami sudh putus dan aku kesini ingin mengejar cinta aku kembali"ucap Rere sendu.


"seandainya dosen penguji skripsi seperti kamu pasti mahasiswa semester akhir tidak akan pusing sendiri"ucap Riko mengejek Rere.


"Auh bukannya bisa satu meja sama ayang malah dapat amukan dari ayang"ucap Riko berdiri dari kursinya.


"mau kemana ko, aku ikut"ucap Rere ikut berdiri.


"mau b*rak, kenapa mau ikut juga"ucap Riko kesal, pasalnya setiap Nanda menatap selalu dengan tatapan mematikan.


"iyh sudh deh aku tungguh disini aja",ucap Rere kikuk


Riko langsung pergi dari sana, ia segaja melewati belakang kursi Nanda yang sedang menatapnya tajam.


"aku kangen, aku tungguh dimobil"bisik Riko ditelinga nanda sambil berjalan melewati Nanda, sedangkan Nanda memutar matanya malas.


"Auh ahhh, suka betul ditempeli sama mantan heran dah"ucap Nanda kesal.


Sedangkan p Vivi hanya tersenyum melihat Nanda mengeluarkan mode cemburunya, galak ternyata pikir Vivi.


"Vi udh selesai kelaskan..?yuk langsung balik aja"ucap Riyan mendatangi meja Vivi


"tapi Nanda ngimna, kan Riko udh balik duluan"ucap Vivi menatap Riyan.


"berani Riko ninggalin Nanda, ngk dikasih jatah dia nanti"ucap Riyan.


"ngk papa Vi, kamu pulang aja lagian Riko masih diparkiran kok dia udh bilang tadi nunggu di mobil" ucap Nanda "lagian bentar lagi aku juga mau kesana kok"ucap Nanda lagi.


"iyh sudh kami duluan nan, kalau cemburu tuh jangan galak-galak nan, macam singa kelaparan aja kamu tuh"ucap Vivi sambil berdiri meninggalkan Nanda.


Sedangkan Riko menunggu Nanda di dalam mobil, ingin rasanya ia langsung menarik tangan istrinya dari kantin, karna bosan ia pun menyenderkan kepalanya ke stir mobil sambil menutup mata.


Tak lama setelah itu Nanda pun datang membuka dan menutup pintu mobil dengan kasar.


bugkkkk


"astaga syang, mobilnya baru di servis"ucap Riko sambil memengang dadanya karna terkejut.


"biarin, servis aja lagi, smaa otakmu sekalian supaya ngk kepikiran reunian sama mantan"ucap Nanda kesal.


"siapa yang reunian sih"tanya Riko.

__ADS_1


"tetangga sebelah"jawab Nanda kesal.


"mereka yang reunian kok kamu yang kesal"ucap Riko.


"kamu yang reunian smaa mantan pacar kamu tuh yang cantiknya luar dalam"ucap Nanda menatap tajam Riko.


"emng kamu udh pernh lihat dibagian dalam ngituh..?"tanya Riko.


"Rikooooooooo"teriak Nanda kesal "jalan aku mau pulang"ucap Nanda kesal.


"aku ngk ada reunian sama dia syang, dia sendri yang datang kekampus"ucap Riko menjelaskan.


"tapi kamu mau aja ngituh di tempeli kayak salompas, nyaman banget kayaknya ditempeli sama mantan"ucap Nanda kesal.


"mungkin aku punya magnet, bukti kamu juga selalu nempel sama aku kan"ucap Riko menggoda Nanda.


"kamu mau antar aku pulang atau aku pulang naik taksi"ucap Nanda mengancam.


"antar pulang ibu negara"ucap Riko menyalakan mobil.


Didalam mobil Nanda hanya diam saja, ia mengarahkan pandangan ke arah jendela mobil ia juga segaja membuka kaca mobil lebar-lebar bodohlah Riko mau marah atau tidaknya.


"Rere itu hanya mantan aku sayang, masa lalu aku, aku juga ngk tau kalau dia bakal balik kesini, masa depan aku sekrng tuh cuma kamu, masak sudh punya istri aku cari yang lain lagi, punya satu aja udh pusing"ucap Riko menjelaskan. "sebesar apapun dia menggoda aku, aku tidak akan tergoda , udh dong marahnya"ucap Riko.


mmmmm


ucap Nanda tanpa menatap Riko.


"sayang jangan marah lagi, please"ucap Riko sambil fokus menyetir.


"aku ngk marah kok"ucap Nanda dengan suara serak, ternyata ia berusaha menahan laju air matanya.


"sayang kamu nangis"ucap Riko terkejut dan menepikan mobilnya.


"aku ngk nangis kok, cuma mataku kemasukkan abu aja"ucap Nanda sambil menghapus air matanya.


"syang please jangan nangis, aku minta maaf udh buat kamu cemburu, tapi aku ngk bermaksud"ucap Riko memengang kedua tangan Nanda.


"aku ngk nangis dan ngk cemburu kok"ucap Nanda sesugukan.


"aku tau kamu bohong, aku minta maaf"ucap Riko membawa Nanda dalam dekapannya.


"kamu janji kan ngk bakal ninggalin aku apapun yang terjadi"ucap Nanda di dalam dekapan Riko.


"janji, bahkan sedikitpun aku tidak ada kepikiran buat ninggalin kamu syang, aku udh jatuh cinta sedalam-dalamnya sama kamu, jadi ngk ada alasan buat aku ninggalin kamu"ucap Riko menatap wajah Nanda.


"tapi mantan kamu sudh datang, dan sepertinya dia masih cinta sma kamu"ucap Nanda sendu.


"tapi aku ngk cinta smaa dia, aku hanya cinta smaa kamu, percaya"ucap Riko mencium kedua mata Nanda bergantian.


"janji"ucap Nanda.


"janji syang.."ucap Riko mengecup bibir Nanda.


Sedangkan Nanda langsung berhambur ke pelukan Riko.


"maaf aku sudh berlebihan cemburunya, aku hanya ngk mau kecewa untuk kedua kalinya ko, "ucap Nanda melepas pelukkannya.


"ngk papa, kamu istriku jadi sudh sewajarnya kamu cemburu dan aku senang dicemburui smaa wanita secantik kamu" ucap Riko "dan itu artinya kamu sudh jatuh cinta sama aku seutuhnya syaang"ucap Riko.

__ADS_1


"l love you Riko"ucap Nanda


"l love you to sayang"ucap Riko lalu ******* bibir Nanda cukup lama dan Nanda pun membalas ciuman itu.


__ADS_2