Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 54


__ADS_3

Setelah seharian terbaring di tempat tidur, kini Riko sudh segar kembali, mungkin efek ciuman Nanda semalam membuatnya semakin cepat sembuh.


"nak Riko, ngimna keadaanya sekrng,udh lebih baikan"tanya ibu Risma menatap Riko


"sudh Bu, saya sudh lebih baik, terimaksih ibu sudh memasakkan bubur buat saya"ucap Riko dengan tulus.


"sama2 nak, hari ini kalian mau kemana lagi?"tanya ibu rimas menatap Nanda dan Riko bergantian


"kami mau pergi ke mall sebentar Bu, mau beli bajunya kak Riko, kebetulan ia cuma bawah baju beberapa pasang saja"ucap nanda dan dianggukan oleh Riko, sedangkan ibu hanya mengangguk


"iyh sudh kalian hati-hati iyh, Nanda kamu pesan taxsi sekrng aja syaang,"ucap ibu Risma lagi


"iyh Bu,"ucap Nanda sambil memegang taxzi


"oiyah Bu, saya smaa Nanda nanti akan malam diluar, mungkin kami akan pulang agak malam"jelas Riko seperti meminta izin kepada ibu Risma bahwa akan membawah ank gadis keluar malam


"iyh ngpp, asal jgn pulang terlalu malam nak, ngk enak smaa tetangga nanti, tau sendiri kan mulut orang zaman sekrng susah di ajak kompromi nak"ucap ibu Risma sementara Nanda dan Riko hanya mengangguk


###


Kini Nanda dan Riko sudah ada di pusat perbelanjaan di kota itu, lebih tepat mereka saat ini berada di toko khusus pakai pria, karna tujuan utamanya hanya untuk membeli baju buat Riko saja.


bugh


"ehh maaf"ucap Nanda menabrak seorng pria, mungkin karna terlalu asik memilih baju sampai tidak sadar bahwa di depannya ada seseorang, alhasil karna tidak menjaga keseimbangan Nanda terjatuh kebelkang

__ADS_1


"ngk pa.... Na..Nanda"ucap pria itu sambil membantu Nanda berdiri, tapi ditepis oleh Nanda


"gue bisa berdiri sendri"ucap Nanda sambil berdiri


"Lo gapai kesini, ini kan khusus pakai wanita"tanya pria itu yang tak lain adalah Gilang.


"gue.."ucap Nanda terpotong karena Riko sudh lebih duluh memanggil dari lorong lain.


"sayang disini ngk ada bajunya yang pas, cari tempat lain aja yuk"teriak Riko berjalan mendekati Nanda lalu memeluk pinggang Nanda dengan posesif, sedangkan Nanda hanya mengangguk sambil berjalan, tapi Gilang menahan tangan Nanda.


"dia siapa nan.?"


"bukan urusan Lo"


"gue minta maaf"


"boleh kita ngobrol berdua" ucap Gilang sambil memengang tangan Nanda, tapi lagi lagi ditepis Nanda.


"sorry gue sibuk"ucap Nanda hendak berjalan, tapi lagi2 Gilang menahan tangan Nanda


"please"ucap Gilang memohon


Melihat wajah Gilang saat ini, Nanda menatap Riko meminta persetujuan, mengerti akan tatapan Nanda, Riko hanya mengangguk tanda setuju.


"kita ngobrol disana"ucap Nanda sambil menunjuk kearah salah satu cafe, ia langsung menarik tangan Riko.

__ADS_1


"berdua"ucap Gilang


"kalau masih ngobrol sama gue ayo, kami masih banyak urusan"ucap nanda tanpa menghiraukan ucapan Gilang


kini Nanda Riko dan Gilang sedang duduk disebuah meja disudut ruangan itu.


"nan gue minta maaf, gue ngk bermaksud bikin lo jadi taruhan, gue bisa jelaskan semua ini"ucap Gilang sambil menatap Nanda


"sudh ku duga, Lo pasti mau bahas tentang ini, mau dijelaskan kayak mana lagi Lang, mau Lo jelaskan dari orok ketemu orok tujuan tetap aja gue hanya cuma Lo jadikan sebagai taruhan"ucap Nanda


"ngk seperti itu ceritanya nan,"ucap Gilang


"ngk seperti ngimna Lang, gue itu bukan anak SD lagi, yang belm mengerti apa apa, Lo belum puas nyakitin gue..?Lo mau apa lagi Lang, asal Lo tau gue udh cukup susah melupakan kejadian itu,


Lo sadar ngk sih.! Lo anggap gue cuma cewek murahan yang mempunyai harga diri cuma seharga motor,gue baru sadar ternyata harga diri yang selama ini gue jaga di mata Lo cuma seharga motor Lang, yang dimana harga motor hanya 25juta keatas, Lo bisa bayangin ngk kalau harga diri Lo dibeli dengan harga 25 juta"ucap Nanda sambil menahan air matanya


"ibu gue banting tulang bekerja, jadi tukang cuci keliling supaya ada biaya hidup gue Lang, bekerja pagi siang malam, supaya gue ngk kekurangan,sehingga tidak ada orang yang merendahkan gue, tapi apa..!!Lo menganggap gue sampah Lang,bahkan lebih rendah dari sampah, kalau Lo ngk bisa hargai harga diri gue setidaknya hargai kerja keras ibu gue, seperti yang lo tau ibu gue juga bekerja di rumah Lo kan, tapi Lo ingat ini yang terakhir ibu gue bekerja gue dirumah Lo, gue takut Lo bakal injak-injak harga dirinya nanti" ucap Nanda dengan mata berkaca


"apa Lo Mau ngancam gue lagi, Lo mau bikin jasa ibu gue tidak ada yang pakai, asal lo gue pastikan ibu gue tidak akan jadi tukang cuci gosok lagi"ucap nanda,sambil mengingat-ingat ketika menjadi tukang cuci gosok.


"tapi nan...."ucap Gilang terpotong


"gue belm selesai ngomong Gilang, dan asal Lo tau, gue tau Lo udh terlahir kaya, tapi gue saranin Lo harus mempunyai guru khusus cara menghargai orang lain"ucap Nanda


"maaf Nanda, tapi semenjak kejadian itu, gue sadar kalau gue benar-benar cinta sama Lo, gue syang smaa lo, gue mau kita balikan lagi"ucap Gilang hendak memengang tangan Nanda, melihat tindakan Gilang Riko langsung memengang satu tangan nanda dan satunya lagi segaja ia turun kebawah meja.

__ADS_1


"cinta..??balikkan..? gue bahkan udh lupa apa itu cinta, bahkan gue udh lupa kalau hidup ini butuh cinta, dan satu lagi gue juga lupa tujuan balikkan itu apa.."


like dan komen teman2 terimaksih


__ADS_2