Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 45


__ADS_3

Setelah Nanda keluar dari ruang rektor, di depan pintu ia melihat Riko cs, tanpa memperdulikan keberadaan Riko ia terus berlari tanpa tujuan, bahkan ia tidak menghiraukan teriakan Riko cs


"Nanda, tunggu"teriak Riko sambil berlari di ikuti oleh teman2nya.


"ada masalh apa lagi sih nan sampai Lo harus berlari begitu"guman Riko karna melihat Nanda tanpa tujuan


Sedangkan Arni melihat kondisi Nanda saat ini tersenyum penuh arti, bahkan setelah ia mendengar Nanda di skor ingin rasanya ia berteriak karna saking bahagianya


"ini masih awal Nanda, Lo bakal lihat ngimna permainan gue selanjutnya"batin arni sambil tersenyum licik


Setelah berlari sejauh mungkin kini Nanda sedang berada di roftop kampus, ia benar-benar hancur saat ini, ia tidak menyangka masalahnya akan berjaln sejauh ini.


aaaaaaaaaaa....aaaaaa


teriak Nanda sekeras mungkin


"knp Tuhan..knp gue harus ada di posisi ini"teriak Nanda lagi sambil menahan air mata


"Tuhan gue udh capek, gue udh lelah, gue menyerah Tuhan, gue angkat tangan dengan keadaan ini"teriak Nanda menumpahkan segala kekecewaan melalui teriak

__ADS_1


"ayah, Nanda capek, nanda ngk kuat lagi, takdir macam apa ini, ayah sampai kapan Nanda harus terlihat baik-baik, sampai kapan Nanda pura2 kuat, Nanda butuh ayah"teriak Nanda lagi,ia menangis sejadi-jadinya, ia benar-benar sudh capek untuk terlihat baik2 di depan orang bahkan di depan ibunya sendiri, ia selalu bersikap seakan tidak punya beban hidup, padahal pada nyata ia menanggung beban hidup yang besar, ia berjuang tanpa sosok seorang ayah dalam hidupnya.


Nanda duduk di tengah-tengah roftop dengan bertumpu pada kedua lututnya.


"alur hidup macam apa ini Tuhan, permainan konyol macam apa ini Tuhan, gue bingung harus berjalan kearah mana lagi Tuhan" teriak Nanda sambil menatap kearah atas berharap Tuhan langsung kasih solusi dalam keadaannya saat ini


Sementara dari kejauhan riko cs menatap Nanda yang sedari tadi teriak-teriak disnaa menumpahkan segala keluh kesahnya, mereka semua mengelleng melihat keadaan Nanda yang benar-benar hancur


"dibalik sikap cueknya Nanda ternyata dia mempunyai beban hidup yang berat"ucap egan sambil menatap Nanda


"gue ngk nyangka selama ini Nanda hanya pura2 kuat aja"timpal Yogi


Sedangkan Riko hanya berdiam diri sambil terus menatap Nanda, hatinya juga ikut hancur melihat keadaan Nanda saat ini, ia juga merasa lelah dengan keadaan Nanda saat ini


"ternyata seberat itu beban hidup Lo nan, ternyata lo bisa serapuh ini, gue pikir selama ini Lo nikmatin keadaan Lo, ternyata Lo sedang berusaha bersandiwara agar terlihat baik-baik saja di depan orang-orang"batin Riko masih dengan menatap nanda


Melihat Nanda yang sudh semakin tenang kini, Riko berjalan mendekati Nanda, ia memang segaja membiarkan Nanda teriak-teriak sedari tadi dengan harapan pikiran gadis itu bisa plon.


"Lo pada balik ke mobil aja, tunggu gue sama Nanda, gue aja yang ngurus Nanda, kalau ngk kita ketemu di apartemen gue aja"ucap Riko sambil meninggalkan teman2nya

__ADS_1


Riko duduk disamping Nanda saat ini mereka duduk bersampingan tepat ditengah-tengah roftop itu, tapi Nanda tidak menyadari keberadaan Riko disana mungkin sakit fokus sama pemikirannya


"tak ada yang tanpa alasan, untuk berharap memiliki bahkan juga untuk ikhlas dalam melepas, entah apanya bunyinya dalam hidupmu mungkin kebahagiaan mungkin juga kekecewaan"ucap Riko sambil menatap lurus kedepan.


" pernah ngk sih kamu merasa dikuat kuatin padahal aslinya lemah, tau ngk ngimana rasanya..??ketika capek, pusing,muak,dan jenuh datang secara bersamaan, rasanya itu sakit bengat ko"ucap Nanda tanpa menatap riko


"Ketika ada Malasah itu kita jangan pernah meminta jalan keluar sama Tuhan, tapi mintalah bagaimana caranya kita bisa melewati semua ini, karna pada dasarnya Tuhan memberi masalah bukan tanpa sebab"ucap Riko menatap Nanda sebentar lalu kembali menatap kedepan


"Tuhan tau sampai dimana titik kemampuan kita dalam menghadapi masalah, Tuhan sudah mengukur itu semua, kita cuma diperintahkan menjalaninya aja"ucap Riko lagi sambil memegang tangan Nanda berharap bisa memberi ketenangan.


"tapi gue udah capek ko, gue benar-benar ngk kuat lagi, bahkan untuk tujuan gue selanjutnya gue ngk tau harus kemna lagi melangkah, sekrng gue ngk punya tujuan ko"ucap Nanda sambil menahan air mata supaya ngk turun lagi


"kamu harus ketahui nan, rencana-rencana Tuhan itu akan lebih indah dari pada cita-cita yang sudah Lo bentuk sedari duluh, Tuhan itu tidak pernah lalai dalam bertindak"ucap Riko sambil menarik Nanda kedalam dekapannya sambil mengelus lembut rambut Nanda


"keluarkan suara tangismu nan, jangn pernah Lo tahan jika itu membuat Lo lega"ucap Riko ketika ia menyadari bahwa Nanda sedang menahan suaranya


Di dalam dekapan Riko, Nanda menangis sejadi-jadinya nya, ia mengeluarkan semua air matanya yang sudah panas sedari tadi, bahkan Riko bisa merasakan baju sudh basah karna air mata nanda


terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2