
Sesampai di roftop Riko langsung mencari keberadaan Nanda, dari sudut ke sudut mereka sudh mencari, tapi tidak menemukan sosok Nanda disana.
"guys, tas dan ponsel Nanda.."teriak egan Karna menemukan ponsel dan tas Nanda
Mendengar teriakan egan Riko dan teman2nya langsung berlari mendekatinnya, Riko langsung ambil alih tas ini, lalu memeriksa isinya tas.
"kalau tas dan ponsel Nanda ada, trus Nandanya kemna..? ngk mungkin kan dia pergi tapi tinggalkan barang2nya..?"tanya Yogi bingung sedangkan mereka hanya mengangguk.
"ko, Lo tau kemna Nanda biasanya pergi, mungkin pas kalian selisih paham dia pergi menenangkan diri kemna ngituh..?"tanya Riyan menatap Riko
"kalau gue sama Nanda sedang marahan, gue yang akan keluar kamar, Nanda yang akan tetap dikamar, bahkan Nanda itu ngk tempat spesial, karna dimna ada Nanda gue pasti selalu ikut sama dia..?"ucap Riko sambil berpikir keras kemana Nanda perginya.
"jika tas sama ponselnya Nanda ketinggalan disini, kemungkinan besar dia ada dalam masalah"tebak Riyan lagi
"atau Lo melakukan kesalahan tapi Lo belm sadar sampai sekrng, sehingga membuat Nanda marah dan dia mau nenangin diri"ucap egan menatap Riko, sedangkan Riko hanya mengeleng
"Lo punya musuh dalam dunia bisnis..?"tanya Yogi, dan lagi2 Riko hanya mengeleng
"besar kemungkinan Nanda di culit Gyus, secara kata Vivi tadi ada yang chat Nanda supaya datang ke roftop"ucap egan
Tanpa menunggu lama Riko langsung membuka ponselnya Nanda, langsung membuka aplikasi wa, ia terkejut membaca pesan singkat dari seseorang itu,
__ADS_1
"Nanda.."teriak Riko sambil menendang tempat sampahnya yang ada disana lalu meletakkan ponsel Nanda di atas meja kecil yang ada disana.
"Bangs*k, siapa yang berani menculik Nanda,"teriak Riko dengan wajah yang sangat marah, Dia kesal pada dirinya sendri karna lalai menjaga Nanda.
Lalu dengan iseng Yogi menelpon kembali nomor yang menghubungi Nanda, tapi sayangnya nomor itu sudh tidak dapat di hubungin, dapat mereka pastikan kartu dari nomor itu sudh dibuang
"istri gue hilang pas dikampus, saya ada kirim nomor, lacak keberadaan nomor itu, dan arahkan semua ank buah mencari keberadaan istriku"ucap Riko dibalik telepon itu dengan suara dingin, tanpa menunggu respon dari lawan bicaranya, Riko langsung mematikan telepon itu secara sepihak
Dapat mereka simpulkan saat ini Nanda sedang si culik, yang menjadi pertanyaannya siapa yang berani menculik Nanda, secara status mereka masih disembunyikan sedangkan musuh Riko dalam dunia bisnis pun tidak ada.
"Gyus kita mencar"teriak Riko sambil berjalan meninggalkan tempat itu, dan teman2nya pun mengikut langkah Riko.
"kak Nanda dimana..?"tanya Vivi dengan panik sambil keluar dari mobil.
"Nanda diculik.."jawab egan
Mendengar Nanda diculik, keseketika kedua kakinya terasa lemas, kakinya tidak dapat menopang tubuh, alhasil hampir saja ia terjatuh, untung dengan sigap Riyan menahan tubuh Vivi.
"kalian duluan cari Nanda, gue mau antar Vivi balik, nanti gue mampir"ucap Riyan sambil membantu Vivi masuk ke dalam mobilnya sedangkan kedua temannya hanya mengangguk, sekrng Riyan yang mengambil alih mobil Vivi. sedangkan Vivi hanya diam saja sambil sesekali menghapus sisa air mata di pipinya.
"Lo gue antar ke kos duluh, Lo istirhat, gue sama yang lain cari Nanda,"ucap Riyan menatap Vivi sekilas, sedangkan Vivi tidak merespon apapun, pikiran sekrng tertuju sebelmnya kejadian Nanda menuju roftop, knp dengan mudahnya ia membiarkan Nanda langsung pergi ke roftop, padahal nomor misterius itu mereka belm tau siapa.
__ADS_1
"gue mau ikut cari Nanda.."ucap Vivi tanpa menatap Riyan
"Lo istirhat aja, Lo lagi ngk baik2 aja Vi,.."ucap Riyan menatap Vivi, sedangkan Vivi hanya mengeleng
"gue baik-baik aja yan, please untuk kali ini gue ikut cari Nanda, gue khawatir sama Nanda, ayo jalankan mobilnya kita ngk punya waktu banyak."ucap Vivi menatap Riyan dengan penuh harap
Melihat keras kepalanya Vivi, akhirnya Riyan menjalankan kembalinya mobil menjelajahi kota Yogyakarta untuk mencari keberadaan Nanda.
***
Sedangkan Riko sendiri tidak fokus dalam menyetir, ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pikiran saat ini hanya Nanda Nanda dan Nanda, ia akui bahwa ia lalai dalam menjaga Nanda.
"Lo dimana sayang"guman Riko
Setiap tempat yang sering di datangin mereka pun sudh Riko jelajahi tapi ia tidak menemukan tanda-tanda sosok Nanda disana,
Sial guman Riko ketika ponselnya bergetar menandakan ada telpon masuk, di ponsel tertera nama ibu, yang tak lain adalah orang tua nanda, Riko segaja tidak mengangkatnya, karena ia sudh tau kalau mertuanya itu akan mencari Nanda.
"maaf Bu"guman Riko sambil menatap ponselnya yang masih terus bergetar,
Sementara ditempat lain Yogi Riyan Vivi maupun egan belm menemukan tanda-tanda keberadaan nanda, mereka sudh hampir mengelilingi seluruh kota Yogyakarta untuk mencari keberadaan Nanda, tapi tetap saja mereka belm menunjukkan petunjuk.
__ADS_1