
Setelah mengeluarkan semua ada di dalam pikiran Nanda masih terus terisak dalam diamnya di pelukkan riko, Riko yang mendapati menangis tapi tidak mengeluarkan suaranya, ia juga sakit melihatnya, ia berusaha menahan air matanya yang sedari tadi hendak terjatuh, ia tidak boleh menangis dihadapan istrinya.
Setelah beberapa saat hanya terjadi keheningan dan dirasa Nanda sudh mulai tenang, perlahan Riko melepas pelukkannya ia menatap wajah Nanda dengan seksama.
"iyh sudah kita sekrng tidur, kamu pasti lelah kan...?"ucap Riko lembut
"aku mau menjalankan kewajiban ku sebagai istri malam ini"cicit Nanda.
Mendengar suara nanda, sejenak Riko menatap setiap inci wajah Nanda, sementara yang di tatap sudh setia aja menutup matanya.
"kalau kamu belm siap jangan di paksa, aku akan selalu setia menunggu kamu, jangan karna kamu dihantui dengan kebutuhan biologisku membuat kamu menjadi terpaksa melakukannya syang, aku ngk mau kamu tertekan dengan semua ini"ucap Riko lembut takut menyakiti hati Nanda, lalu ia mencium kening Nanda.
"kak please, justru dengan aku menunda2 akan membuat beban pikiran aku tidak berkurang, setidaknya dengan aku menyerahkan apa yang seharusnya menjadi milik kakak, beban akan menjadi berkurang"ucap Nanda tulus dan gugup
"aku tidak mau menambah dosa lagi,"ucap Nanda tanpa menatap Riko.
"baiklah, jika dengan kita melakukannya beban pikiran kamu bisa berkurang barang sedikit, tapi sebelmnya kita berdoa duluh"ucap Riko lembut, lalu menyatukan tangan mereka, Riko memimpin doa.
Setelah selesai berdoa Riko langsung menyatukan kening mereka, sejenak ia memandang mata Nanda yang masih tertutup, lalu ia mencium pucuk kepala Nanda, mencium kening lalu beralih ke mata nanda secara bergantian.
"apakah kamu sudh siap, aku akan berusaha pelan2, kalau kamu merasa sakit, kamu bisa menarik rambutku"ucap Riko lembut, sedangkan Nanda hanya mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
"tapi aku takut kak, pasti sakit kan, soalnya aku sudh baca di artikel katanya malam pertama itu sakit"cicit Nanda malu.
Sementara Riko berusaha menahan tawanya, melihat wajah Nanda saat ini sangat mengemas, seperti anak kecil yang merengek meminta dibelikan mainan, Tapi untuk sepersekian detiknya wajah Riko berubah menjadi sendu, ia tidak menyangka kalau Nanda mempersiapkan ini jauh2 hari, sampai harus membaca artikel tentang malam pertama.
"awalnya pasti sakit sayang, tapi nanti sakitnya bakal hilang sendiri, aku akan berusaha selembut mungkin"ucap Riko mengelus pipi Nanda lembut, sedangkan Nanda mengangguk sambil menutup matanya.
Sebelum memulai aksinya sebentar Riko menutup mata, tidak dapat di pungkiri ia juga merasakan kegugupan, karna ini pengalaman pertamanya melakukan hubungan suami istri, perlahan ia menarik napas dalam lalu membuang secara kasar.
Lalu ia mencium bibir Nanda dengan lembut dan menuntun, perlahan Nanda membalas ciuman Riko tanpa sadar Nanda sudah mengalungkan tangganya dileher Riko, Dirasa Nanda sudah kehabisan napas Riko melepas ciumannya lalu mengusap bibir Nanda yang sudah basah.
"bernapas sayang"ucap Riko sambil menatap wajah Nanda.
"jangan menatap wajahmu seperti itu kak"cicit Nanda malu, sedangkan Riko hanya tersenyum melihat tingkah Nanda.
"jangan ditahan sayang, keluarkan aja"ucap Riko melihat Nanda mengigit bibir bawahnya.
Secara perlahan ******* demi ******* pun keluar dari mulut Nanda, dia tidak bisa tahan dengan kelembutan yang diberikan oleh Riko.
Sedangkan tangan Riko sudah mulai berkeliaran ke daerah tubuh Nanda yang sesentif, ketika Riko menyentuh tubuh Nanda di daerah yang sesentif tubuh Nanda merespon terkejut, mendapati hal itu Riko tersenyum bahagia, pertanda untuk pertama kalinya tubuh Nanda disentuh oleh seseorang yaitu dirinya sendiri.
Tanpa sadar saat ini mereka sudah lama keadaan polos, entah sejak kapan Riko membuka semua pakaian nanda, Riko mencium setiap inci tubuh Nanda tanpa terlewatkan.
__ADS_1
"rikooo"panggil Nanda disela-sela desahannya.
"apa sayang.."jawab Riko lembut sambil mencium bibir Nanda.
"aku akan melakukannya, aku akan berusaha secara lembut, kalau kamu kesakitan kamu tarik aja rambutku"bisik Riko ditelinga nanda, sedangkan Nanda hanya mengangguk.
perlahan Riko melakukan penyatuan mereka, walaupun agak sulit tetap Riko berusaha melakukannya selembut mungkin, ketika nanda merasa daerah sensitifnya sakit, ia dapat pahami kalau Riko telah melakukannya,
"arahkan aku Tuhan untuk menjadi istri yang baik kepada suamiku, tuntun dan ajarin aku untuk selalu taat kepada suamiku"batin nanda, tanpa terasa air mata Nanda keluar begitu saja, ia mengeluarkan air matanya bukan karna sakit, tapi ia mengeluarkan air matanya karna bahagian telah melakukan kewajibannya sebagai istri seutuhnya.
Melihat Nanda menangis Riko langsung mencium kedua mata Nanda bergantian.
"maaf aku menyakitimu"bisik Riko ditelinga nanda
Setelah beberapa jam melakukan penyatuan kini Riko menjatuhkan dirinya di samping Nanda, sejenak ia memandangi wajah Nanda yang sudh terlelap, tangan terangkan untuk menghapus keringat yang ada di kening Nanda,
"maksih kamu sudh menjaganya buat aku, dan maksih sudah mau menjadi istriku, maaf aku belm bisa menjadi suami terbaik buat kamu"bisik Riko ditelinga nanda lalu mencium kening Nanda dengan sangat dalam dan lama, lalu ia memperbaiki selimut yang menutup tubuh polos Nanda.
Lalu Riko berjalan menuju kamar mandi guna membersihkan diri, ia tidak membangunkan Nanda untuk membersihkan diri, karna ia tau kalau Nanda pasti sangat kelelahan
Setelah selesai membersihkan diri tanpa menunggu lama Riko pun menyusul Nanda ke alam mimpi, tak lupa ia memeluk tubuh Nanda sebagai pengganti gulingnya.
__ADS_1
terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏🙏 jangan lupa like