
Setelah memastikan Nanda terlelap dengan tidur, kini Riko pergi untuk menemui teman2nya.
"bund Riko keluar bentar, aku titip Nanda, dia udh tidur kok tadi"ucap Riko sambil menyalim bunda.
"mau kemana ko, udh malam sayang,"teriak bunda
"ke kantor bentar Bu, ada berkas yang harus diperiksa, bentar aja"teriak Riko
"jangan pulang malam2 sayang, ingat Nanda lagi sakit dan butuh kamu sekrng"teriak bunda sambil mengantar Riko sampai teras, Sedangkan Riko hanya mengangguk sambil masuk ke dalam mobil.
****
kini Riko cs sudh berada di sebuah gudang kumuh yang berada di kota ini, untuk beberapa saat tidak ada obrolan di antara mereka, mereka sama-sama menatap ridho yang masih setia dengan tidurnya, mungkin dia terlalu lelah jadi sangat mudah terlelap.
"gue butuh air"ucap Riko dingin, Dengan sigap anak buahnya memberikan sebuah ember yang berisi air bersih.
Tanpa menunggu lama Riko langsung menyiram ridho menggunakan air, sehingga membuat si empudu terbangun.
"bangun Lo, nyaman banget Lo tidur kayak gituh njir"ucap Riko sambil membuat ember ke sembarang tempat.
"itu sudh, kayak ngk punya beban hidup aja Lo"ucap egan menepuk2 pipi ridho pelan.
"Lo pada mau apa.?"tanya ridho dengan senyum mengejek.
"ngk ribet, kita cuma mau main-main sama Lo sebentar aja"ucap Yogi memberikan sebuah hadia kecil kepada ridho yaitu sebuah pukulan, Sedangkan Riyan hanya diam menatap mereka bergantian.
"gue ngk punya banyak waktu, lebih Lo pada lepasin gue, gue masih banyak urusan.."ucap ridho tanpa menatap mereka.
"kalau kita punya waktu ngimna"ucap Riko sambil memegang kedua pipi ridho sambil menekan dengan kuat,
"singkirkan tangan kotormu itu bangsat"ucap ridho
"ohh iyh, jadi tangan kotor Lo bisa aja ngituh nyentuh tubuh Nanda, sepertinya perlu gue potong tangan Lo iyh"ucap Riko menekan setiap kata2nya dengan tersenyum licik.
"Nanda..."ucap ridho pelan
"gara2 Lo, usahakan gue buat milikin Nanda seutuhnya gagal"teriak ridho mengingat dia gagal memiliki Nanda.
"jangan pernah Lo sebut nama wanitaku dengan mulut kotor mu itu anj*Ng"teriak Riko sambil mengampar ridho dengan kuat, sehingga membuat si empedu terjatuh tapi masih posisi di ikat.
__ADS_1
"puas Lo sekrng bikin Nanda seperti itu, gue kira Lo cinta sama Nanda, ehh ternyata kayak ngituh bukti cinta Lo sama dia"ucap Riko
"karna gue cinta sama dia, makaya gue berusaha buat milikin dia"ucap ridho dengan nada mengejek
"jangan pernah Lo katakan cinta dari mulut Lo, dan jangan pernah Lo sentuh Nanda barang seinci pun, karna Lo tidak lebih dari seorang manusia biadab, ngk punya otak"ucap Riko sambil mencekit leher ridho, sehingga membuatnya kesulitan bernapas mengakibatkan wajah ridho merah padam
"sudah, nanti dia bisa mati.."ucap Yogi melihat ridho yang sudah kesulitan bernapas.
"karna itu tujuan gue, gue mau si biadab ini mati detik ini juga"teriak Riko tanpa melepas tangannya dari leher ridho
"tidak etis rasanya kalau di mati secepat itu, belm juga kita bermain-main sama dia, lagian Lo belm balas dendam nya Nanda bukan"ucap Riyan dengan nada santai sambil memasukkan kedua tangan ke saku celana.
"iyh, lagian dia ke enakan kalau langsung mati"ucap egan
Mendengar penuturan teman2nya Riko langsung melepas tangannya dari leher ridho, ia baru sadar akan tujuannya, yaitu membalas dendam nya Nanda.
"bantu dia duduk"ucap Riko dingin
"ngimna, Lo masih bisa bernapas ngk, gue kira Lo bakal mati njir"ucap Riko,
"sebelm gue milikin Nanda, gue ngk bakal mati "ucap ridho tersenyum mengejek, ia menutup rasa sakitnya dengan tersenyum, sebenarnya dia sudh lelah dengan perlakuan Riko, belm lagi beberapa hari ini dia hanya di beri makan sisa2 dari anak buahnya Riko, tanpa diberi minum
"sepertinya begitu "timpal egan.
"iyh gue butuh belaian Nanda, memang kenapa"ucap ridho
bukk
bukk
bukk
"gue udh bilang, jangan pernah Lo sebut nama Nanda dengan mulut kotormu"ucap Riko emosi, ia memukul ridho lagi dengan membabi buta sehingga mengakibatkan hidung ridho mengeluarkan dara segar.
"suruh mereka masuk.."teriak Riko sambil menatap ridho tajam
Pintu pun terbuka, semua mata menatap kearah pintu, termasuk ridho, mereka sangat penasaran siapa yang dimaksudnya oleh Riko.
Melihat sosok itu mereka sebuah terkejut bukan main, lalu menatap mereka kearah Riko, melihat tatapan teman2nya Riko hanya tersenyum licik.
__ADS_1
"Lo masih sehat"ucap Yogi menatap Riko
"kan deman kok, normal aja"ucap egan sambil memegang jidat Riko, memastikan anak itu tidak deman
"Lo kira gue sakit apa"ucap Riko menepis tangan egan
"lagian Lo, gapain bawah mereka kesini, itu penyuka sesama jenis Riko Wijaya, serius lo"ucap Yogi
"itu bubuhna LGBT ko, bah parah Lo" ucap egan, Sedangkan Riko tidak bergeming smaa sekali, ia hanya tersenyum licik, menatap dua pria yang baru saja masuk dengan gaya kasnya
Melihat dua orang itu masuk, seketika otak ridho blen, otaknya benar2 tidak bisa berpikir jernih, apa tujuan Riko membawa cowok setengah dewa ini kesini, pikir ridho dalam diam.
"Lo mau apa..?"ucap ridho emosi
"bukannya Lo tadi butuh belaian,..??sekarang gue kasih yang Lo minta, gratis tanpa bayar unlimited khusus buat Lo"ucap Riko dengan nada santai
"Lo jangan macam-macam, gue ngk butuh ini semua Bangs*k, suruh mereka keluar"teriak ridho histeris.
"gue ngk mau macam2, gue cuma mau Lo...cuma mau Lo..paham"ucap Riko dengan nada mengerikan
"dasar Lo ngk punya hati, ngk punya otak, Lo jangan macam2 njir..."teriak ridho berusaha melepaskan ikatannya, tapi semua sia2
"kalau gue ngk punya otak, trus Lo yang udh nyakitin Nanda apa, Lo pikir gue bakal tinggal diam kalau Lo udh usik milik gue"ucap Riko
"jangan pernah Lo coba2 sentuh milik gue, termasuk sebiji rambutny karna Lo bakal gue habisin sampai ke akar-akarnya"ucap Riko emosi
"Lo sama siapa sekap Nanda.."teriak Riko sambil menarik rambut ridho
"jawab anj*r"teriak Riko
"Arni, gue sama Arni, puas Lo"ucap ridho menahan rasa sakitnya.
"gue belm puas sampai Lo dan Arni habis tangan gue, kalau cari lawan tuh lihat2 duluh, Lo mampu ngk"ucap Riko melepas rambut ridho secara kasar
"jangan pernah Lo muncul dihadapan gue, Nanda ataupun keluarga gue, bersyukur Lo masalah ini ngk sampai ke pihak kepolisian" ucap Riko menekan setiap kata2nya
"lakukan pekerjaan kalian"ucap Riko menatap dua pria LGBT
"kalian mau menjadi penonton silakan, gue cabut duluan, Nanda nungguin gue"ucap Riko menatap teman2nya bergantian sambil keluar dari gudang itu.
__ADS_1
terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏 jangan lupa like