
waktu terus berlalu, yang tadinya malam gelap menyelimuti seluruh dunia, sekrng berganti pagi yang terang, menggantikan peran simalam menerangi bumi.
Cahaya mata hari memasuki gorden kamar inap Nanda, perlahan Nanda membuka matanya, sebentar ia menyesuaikan cahaya yang ada diruangan itu
Setelah mengumpulkan kesadarannya, Nanda merasa tenggorokan nya gatal, ia melirik kesebela terdapat Riko tertidur sambil memengang tanganya, perlahan ia melepas genggam Riko, ingin mengambil air yang ada di samping ranjang,
Merasa terjadi sesuatu gerakan kecil, Riko pun membuka mata perlahan, perlahan ia mengumpulkan kesadarannya dan mengingat2 kejadian yang berlalu, ia melihat Nanda sudh membuka mata,sepersekian detiknya tatapan mereka bertemu, suatu pemandangan yang sudah lama tidak Riko lihat, dimna setiap pagi ketika membuka mata,objek yang pertama ia lihat adalah wajah cantik Nanda, Dan sekrang objek itu telah kembali, tapi tidak ada senyum di objek itu.
"kamu mau minum..?"tanya riko, sedangkan Nanda hanya mengangguk.
"knp tidak bangunkan aku syaang..?"ucap Riko sambil membantu Nanda minum.
"makasih iyh sudh mau membuka matamu demi aku, maaf untuk yang terjadi beberapa hari ini"ucap Riko mengelus pipi nanda lalu mencium kening Nanda dengan hangat.
Mendengar suara Riko yang beberapa hari ini tidak ia dengar, membuat Nanda menangis histeris
hikss,....Hiks...hikssss
Nanda menangis tersedu-sedu sambil menutup matanya, ia belm sanggup menatap Riko, mengingat suatu pelecehan yang ia alami beberapa hari yang lalu.
"hey syaang, kenapa nangis,..?mana yang sakit..?leher kamu sakit syaang..?"ucap Riko
"aku panggil dokter duluh iyh..kamu jangan nangis lagi"ucap Riko khawatir sambil ingin pergi memanggil dokter, tapi tangan di tahan oleh Nanda,
Riko menatap Nanda bingung plus khawatir tapi Nanda hanya mengeleng.
__ADS_1
"maaf."cicit Nanda di sela-sela tangisnya.
"kamu ngk salah, aku yang salah, aku yang lalai menjaga kamu, aku ngk datang cepat menolong kamu, semuanya aku yang salah, kamu ngk salah, kamu hanya korban.."ucap Riko menghapus air mata Nanda.
"Riko" panggil Nanda dengan suara serak
"apa syaang"jawab Riko sambil mengelus lembut rambut Nanda.
"kalau kamu mau ninggalin aku, aku siap ko, aku udh kotor, aku ngk pantas buat kamu, pria lain udh membuka baju aku dan menatap tubuh ku, aku kotor ko, masih banyak diluar sana perempuan yang bersih ko, jangan aku please, aku kotor.."ucap Nanda sambil menggeleng.
Mendengar ucapan Nanda, ingin rasa ia marah, ingin rasanya ia mengebrak semua yang ada diruangan ini, tapi ia berusaha menahan semua ini, ia tidak ingin membuat Nanda semakin takut yang bisa membuat trauma Nanda semakin buruk.
"kamu jangan pernah kepikiran kalau aku bakal ninggalin aku, karna itu ngk pernah terjadi"ucap Riko dengan lembut tapi menaikan satu tingkat suaranya.
"lagian aku yang bakal pria pertama yang akan melihat tubuh kamu, suami kamu sendiri"ucap Riko mencium kening Nanda.
"tapi ridho.."tanya Nanda ragu.
"kamu lupa, kalau kamu selalu pakai tentop, jadi dia tidak sempat melihat tubuh kamu secara langsung syaang, maksih karna kamu mampu menjaga tubuhmu buat aku"ucap Riko mencium sekilas bibir Nanda.
"tapi tetap aja ko, dia lihat semuanya.."ucap nanda serak.
"please nan, jangan ingat2 itu lagi, sekrng kamu fokus sama kesembuhan kamu, soal ridho biar aku yang urus"ucap Riko
"sekarang aku lap duluh badan kamu, karna ngk mungkin kan kamu mandi, habis itu sarapan iyh syaang, supaya cepat sembuh.?"ucap Riko sambil menghapus sisa air mata Nanda, sedangkan Nanda hanya tersenyum sambil mengangguk.
__ADS_1
"maksih, udh mau terima aku lagi, dengan kondisi ku yang sekrng ini, maaf selalu bikin kamu susah"ucap Nanda menatap Riko.
"ngk ada alasan buat aku ngk terima kamu sayang, dan bagaimana pun kondisimu aku tidak peduli,karna aku cinta smaa kamu tanpa syarat"ucap riko, mencium kedua mata Nanda beralih mencium bibir Nanda sekilas,
"jangan nangis, dengan kamu nangis itu membuat aku semakin merasa bersalah, membuat aku seperti suami yang tidak berguna karna membiarkan kamu menangis,"ucap Riko lagi, karna melihat mata Nanda yang sudh mulai berkaca-kaca, sedangkan Nanda hanya mengangguk sambil tersenyum
Akhirnya Riko melap tubuh nanda yang sangat lengket, mungkin karna beberapa hari ini Nanda tidak pernh mandi, bahkan tubuh Nanda terkesan mengeluarkan bau tidak sedap.
"sekarang kamu sarapan iyh,bentar lagi bunda smaa ayah datang, tadi sudh aku kabarin, maaf aku belm kabarin ibu dikampung, soalnya aku takut ibu syok nantinya."ucap riko sambil menyuapi Nanda
"iyh ngpp, terimaksih ko"ucap Nanda.
Riko menyuapi Nanda dengan telaten, seperti bapak menyuapi anaknya, Setelah memakan berapa sendok, Nanda pun menyudahi makanannya.
"sudah kenyang, makanan rumah sakit ngk ada rasa"ucap Nanda menolak suapan Riko.
"ini tinggal dikit lagi syaang, ayo buka mulutnya"ucap Riko membujuk Nanda, sedangkan Nanda hanya menggeleng.
"kamu mau makan apa, aku Carikan diluar, soalnya beberapa hari ini kamu ngk ada makan sayang.."tanya Riko, ia sangat khawatir Nanda kekurangan gizi, pasalnya setelah beberapa hari di sekap, Nanda baru menyentuh makanan hari ini.
"rendang buatan bunda enaknya kayaknya ko..?"ucap Nanda, menatap Riko sekilas.
"boleh, aku minta tolong bunda duluh sekalian bawakan, "ucap Riko, hendak menghubungi bunda Tika, supaya membawa pesanan Nanda.
Terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏 jangan lupa like
__ADS_1