
Sesampai di depan pintu kamar, Riko hendak memutar hendel pintu, tapi tidak jadi karna ia mendengar Nanda sedang mengobrol dengan seseorang, ia membuka pintu sedikit, supaya lebih jelas mendengar suara Nanda.
"aihhh Bu, tanggal berapa ini kok ibu tumben nanya soal cucu sama Nanda"ucap Nanda menatap layar laptop Yang ada wajah ibunya.
"ngk papa dong sayang, kan kamu sudah menikah, jadi wajar dong ibu minta cucu sama kamu, kan cuma kamu anak ibu"ucap ibu diseberang telepon.
"iyh juga sih Bu, tapi Nanda malu, kok ibu tiba2 bahas soal cucu"ucap Nanda merasa malu dan sedikit kesal, sedangkan Riko terkekeh geli melihat tingkah Nanda yang sedang kesal, menurutnya Nanda sangat gemas kalau sedang lagi kesal.
"lagian anak ibu ini masih gadis, belm wanita"guman Nanda, tapi masih bisa di dengar oleh Riko
"kamu ngomng sesuatu nak..?"tanya ibu
"ngk kok Bu, ngimna usaha ibu, berjalan lancarkan.."tanya Nanda mengalihkan topik pembicaraan
"kamu itu pandai betul mengalihkan topik, tadi kita bahas cucu kok, kok malah sekarang sudah bahas usahan"ucap ibu bermaksud menggoda anaknya.
"ibu....,sudah Nanda malu, lagian kita lagi usaha kok"rengek Nanda dengan manja.
Karna tidak tahan melihat sikap gemasnya Nanda, Riko langsung masuk ke dalam kamar.
"kita lagi usaha apa sayang..?"tanya Riko sambil berjalan mendekati Nanda Yang sedang bersender di tempat tidur
"aduh mati aku, jangan bilang kak Riko dengan soal ibu nanya tentang cucu"batin Nanda sambil menutup matanya.
"ditanya kok malah diam sih, kita bikin usaha apa nih"ucap Riko menatap wajah Nanda lalu mencium kening Nanda beralih ke matanya secara bergantian, ia tidak mencium bibir Nanda karna disana terdapat mertua yang sedang menatap kemesraan mereka lewat video Coll.
"ini pesanan"ucap Riko memberika paper bag,lalu mengacak rambut Nanda,sedangkan Nanda hanya diam mematung.
"hallo Bu, ngimna kabaranya disana, usahanya berjalan lancarkan..?"tanya Riko mengambil alihr laptop Yang ada di pangkuan Nanda,
"baik nak, syukurlah usaha berjalan lancar, maksih iyh kamu sudah memberi ibu modal"ucap ibu
"santai aja Bu, kayak sama siapa aja"ucap Riko
__ADS_1
"ibu titip Nanda yang nak, dia masih kayak anak kecil,kamu ajarin dan tuntun dia iyh, ingatkan juga dia soalnya sembayannya, jangan sampai lupa"ucap ibu
"iyh Bu"jawab Riko
"iyh sudah ibu tutup duluh iyh, lagian ini juga mau istirahat nih"ucap ibu
"oo iyh Bu, lagian kita mau usaha juga bikin cucu"ucap Riko menatap Nanda, sedangkan yang tatap hanya diam dengan wajah yang sudah merah, ibu hanya terkekeh melihat menantunya menggoda putrinya.
Setelah sambung telepon di putuskan,Nanda dan Riko saling canggung, lebih tepatnya nanda-lah yang paling canggung,apalagi Riko sudah mendengar percakapannya smaa ibu yang membahas masalah cucu
"ak...aku ke kamar mandi duluh,"ucap Nanda terbantah sambil turun dari tempat tidur, tapi tangannya langsung ditahan Riko
Alhasil Nanda terjatuh dipangkuan Riko, sedangkan Riko dengan sigap mengunci tubuh Nanda supaya tidak bergerak.
Untuk sepersekian detik nya tatapan mereka saling bertemu, Riko yang menatap Nanda dengan penuh cinta, sedangkan Nanda menatap Riko dengan gugup setengah mati
"mau gapain..?"tanya Nanda dengan gugup
"menurutmu mau gapain, kalau posisinya kayak gini"ucap Riko mendekatin wajahnya ke wajah Nanda,
"Ayo kita buat pesanan ibu.."ucap Riko menatap lekat wajah Nanda
"ayo dah, trus nanti kita kirim lewat apa, kan jauh Yogyakarta ke Balikpapan"ucap Nanda dengan polosnya
"kenapa otakmu tiba2 mikirnya lambat sayang, apa karna kamu minum Boba tadi"ucap Riko bingung dengan kepolosan Nanda.
"aku salah iyh, bukanya tadi mau bikin pesanan ibu, iyh sudh ayo, kan lagian belm terlalu malam juga, tapi kita kirim lewat apa nanti"ucap nanda, otaknya masih belm loading.
"pakai jasa pengiriman yang murah aja kak, biar hemat"ucap Nanda lagi, sambil beranjak dari pangkuan Riko, tapi langsung ditahan oleh si empedu.
"emng ibu pesan apa..?"tanya Riko gemas
"ibu...ahhh iyh...ibu pesan.,.cu..."ucap Nanda, ia merasa wajah merah dan panas mengingat pesanan ibunya.
__ADS_1
"pesan apa syang, knp ngk dilanjutkan..?"ucap Riko
"anu...anu..anu apa namanya, lupakan aja.."ucap Nanda hendak berlari dari pangkuan Riko, tapi lagi-lagi kegerakannya kalah cepat dengan gerakan Riko.
"kenapa dilupakan, ngak boleh loh melupakan pesanan orang tua"ucap Riko sambil mencium lehernya Nanda.
"anu...aduh geli kak, jangan begitu dong"ucap Nanda merasa geli
"kalau disini geli, pasti disini ngk dong"ucap Riko mencium bibir Nanda dalam, sedangkan Nanda hanya diam, seketia ia terbuai dengan sentuhan lembut dari mulut Riko, Nanda sudh mengalungkan tangannya di leher Riko, sesekali ia membalas ciuman riko
Tanpa sadar Riko telah memposisikan Nanda dibawah kukuhan tubuhnya, tapi ia tidak melepaskan ciumannya, sesekali Nanda mengeluarkan suara ******* dari mulut mungilnya, sedangkan tangan Riko sudah berkeliaran dibagian tubuh Nanda yang sensitif.
"kamu sudh siap belm syaang, aku sudh tidak tahan lagi"bisik Riko ditelinga nanda, sedangkan Nanda mengangguk tanpa sadar,
"aku mandi duluh syang, jangan lupa nanti handuk, untuk saat ini aku masih bisa tahan kok,"ucap Riko
"aku mau, kamu yang minta duluan sayang,"ucap Riko mencium sekilas bibir Nanda
"kenapa begitu.?"tanya Nanda dengan polosnya
"soalnya kalau kamu minta duluan berarti kamu sudh ikhlas memberikannya, Iyah kalau aku sih kapan pun kamu minta aku selalu siap sedia"ucap Riko menggoda Nanda,
"secepatnya aku akan meminta kok, kamu yang sabar iyh"ucap Nanda gugup, sedangkan Riko hanya mengangguk sambil berjaln menuju kamar mandi
Kepergian Riko ke kamar mandi, seketika nanda melamun, kata2 ibunya yang meminta cucu tergiang2 dikepalanya
"jangan salahkan aku kalau mencari pelepasan ke orang"
ucapan Riko beberapa bulan lalu terlintas dikepalanya
"ngk etis rasanya kalau Riko mencari pelepasan ke wanita lain, aku kan istrinya, lagian Riko lagi2 normal.., apa aku kasih sekrng aja kali iyh"batin Nanda sambil melamun
"sayang tolong handuk dong,,"teriak Riko
__ADS_1
Mendengar teriakan Riko, Nanda tersadar dari lamunan, lalu ia kelagapan mencari handuk, sama pakai buat Riko.