
Akhirnya mereka berjalan menuju ruang makan, karna bunda telah menyiapkan semuanya dibantu oleh pelayan dirumah ini
"Riko"teriak seorang gadis berlari hendak menemui Riko
Riko terkejut melihat Arni yang sedang berada di dalam rumahnya, pasalnya ini diluar rencana.
melihat kebingungan yang ada di wajah anak akhirnya bunda Tika membuka suara.
"tadi Arni datang,katanya mau kerjain tugas bareng sayang."
Riko hanya mengangguk mendengar ucapan bunda, moodnya sudh tidak baik lagi karena melihat Arni berada diantara merka, lebih tepat tamu tidak di undang
"Nanda kesini juga??"tanya Arni tersenyum ramah sambil menatap Nanda tajam, pasalnya ia sudh berkali memperingati Nanda supaya menjauhi riko, tapi bukannya menjauh malah semakin dekat
"seperti yang kamu lihat."ucap Nanda dingin, Arni hanya mengangguk
"sudh sudh kalian ini kok jadi mengibarkan bendera perang, Ayo langsung makan aja."ucap ayah melerai perang dingin yang sebentar lagi akan terjadi "ayo sayang."ucap bunda sambil menarik tangan Riko dan nanda secara bersamaan.
bunda tau moodnya Riko sudh tidak baik lagi semenjak melihat arni berada diantara mereka. kelihatan dari berubahan raut wajahnya
Akhirnya mereka pun berjlan menuju meja makan, dengan formasi Riko berada disamping Arni sedangkan Nanda sebelahan dengan bunda soalnya dia sudh pasti di ujung sebagai kepala keluarga.
__ADS_1
selerah makan Riko hilang begitu saja ketika Arni menyelodong untuk duduk disamping Riko ketika ia meminta nanda duduk di sampingnya
Di meja makan terjadi keheningan hanya ada suara detakan sendok yang saling bersautan. Riko tidak fokus makan pandangan hanya tertuju kepada nanda yang berada di depannya sesekali ia mengakat bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis
"makan malam macam apa, berasa sidang skripsi inii mahh"batin nanda
"knp dari tadi Riko terus menatap Nanda begitu"batin arni
"ko kamu mau aku ambilin ayam kah, atau apa ngituh."tanya arni yang sudh kesal karna Riko selalu memandang Nanda. tapi yang ditanya hanya mengeleng saja
melihat respon Riko kepada arni, ayah dan bunda hanya mengeleng melihat sifat anaknya yang berubah-ubah, sedangkan Nanda hanya diam saja sambil menutup kegugupannya.
Setelah selesai makan malam akhirnya mereka berkumpul diruang tamu
"nanda, kamu udh berpaa lama di Yogyakarta nak??"tanya ayah
"baru beberpa bulan ini om."jawab Nanda seadanya
"ayah ibu dimna..?"
"ibu di Balikpapan sementara ayah sudh meninggal sejak usia saya 5tahun om" jawab Nanda
__ADS_1
"disini tinggal sama siapa dan kegiatannya sehari-hari gapain"
"saya kos om, saya baru masuk kuliah di universitas *****, pulang kuliah saya langsung berkerja disebuah hotel kota ini"jawab Nanda berkata sopan.
Sementara ayah hanya mengangguk,ia salut kepada Nanda yang tidak menutup identitas Karna miski "bagus, jarang-jarang remaja zaman sekrng yang mau bekerja sambil kuliah bisa mereka cuma meminta dan meminta"ucap ayah
mendengar ucapan ayah Riko, wajah Arni langsung berubah seketika,ia merasa tersindir dengan kata-kata nya
"si*l,om farhan segaja mau nyindir gue, kalau bukan karna Riko gue udh cabut dari tadi"batin Arni
Dan bunda memperhatikan wajah Arni yang seketika berubah setelah mendengar ucapan suaminya.
"iyh sudh Nanda, kamu istirahat aja dulu sebelm pulang"
"ko bawa Nanda istirahat syang,pasti kalian capek udh kerja satu harian ini,Arni juga sekalian istirahat aja duluh.."ucap bunda sambil menatap mereka bergantian
"Arni boleh nginap ngk bund,soalnya mami sama papi sedang diluar kota"tanya Arni berharap di perbolehkan nginap. sejenak Arni menatap ayah dan Riko secara bergantian meminta persetujuan, ayah mengangguk sedangkan Riko tidak menjawab,ia langsung menarik tangan Nanda menuju kamarnya.
"boleh syang, kamar tamu ada disebelah sana"ucap bunda sambil menunjukkan arah kamar tamunya, Arni hanya mengangguk sambil berjalan menuju kamarnya.
terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏
__ADS_1