
Sementara disebuah ruangan besar diruangan itu hanya terdapat sebuah meja kecil dan satu buah kursi dan disana terdapat seorang wanita yang sedang nyaman dengan tidurnya, mungkin karna kelelahan atau mungkin dia masih pingsang, atau mungkin dia terbangun tapi matanya malas menatap keindahan dunia.
Yap dia adalah Nanda Pricilla Pratama dengan posisi mulut di ikat mengunakan sapu tangan, duduk disebuah kursi dan tanganya di ikat kebelakang
mummmm
Nanda membuka matanya perlahan, perlahan ia menyesuaikan cahaya yang ada di dalm ruangan itu, dia berpikir kenapa dia berada disini dengan posisinya di ikat seperti di pasung. Perlahan ia mulai mengingat kejadian kemarin mulai dari seseorang yang mengirim pesan, ia menaiki roftop, dan seseorang yang memukul kuat punggung dengan kuat sehingga berakhir dengan di posisi ini. Setelah menyadari semua ia mencoba melepaskan diri dengan mengerakkan kursinya keliru dan ke kanan.
"udah bangun Lo, kayaknya nyaman banget tidur kayak ngituh"ucap seorang perempuan dengan penampilan modis, menggunakan baju gaun yang ketat yang hanya sampai di atas lutut.
Mendengar suara seseorang Nanda langsung mengangkat kepalanya, ia merasa punggungnya masih sakit akibat pukulan kemarin, ia terkejut bukan main, ternyata Arni yang mengikatnya
"Ar..Arni"batin nanda
"Hay Nanda, iyh gue Arni, Apa kabar nih kekasihnya Riko Wijaya,"ucap arni yang menyadari keterkejutan Nanda
"Lo pasti bingung kan kenapa gue bertindak sejauh ini"ucap Arni lagi sambil tersenyum mengejek.
"upss mulutnya masih diikat iyh, makaya ngk bisa ngomong kasihan"ucap Arni sambil memegang dagu dan lalu menghempaskan dengan kasar
"bukan ikatan mulut"ucap Arni, tak lama seseorang pria menunjukkan batang hidungnya sambil membuka ikatan di mulut Nanda. Lagi2 Nanda terkejut kedatangan pria itu karna dengan mudahnya ia menuruti perintah Arni
__ADS_1
"Lo mau apa..?"tanya nanda tanpa menatap Arni, ia mengarahkan mata kearah kanan.
"pertanyaan yang bagus Nanda, ternyata Riko tidak salah memilih Lo sebagai kekasihnya"ucap Arni berjalan mengelilingi Nanda
Mendengar nama Riko, mata Nanda langsung berkaca-kaca, ia pastikan kalau saat ini sedang mencarinya, dia pasti khawatir dengan keberadaan Nanda.
"kak Riko, maaf"batin Nanda sambil menahan air matanya, sebisa mungkin ia tidak boleh menangis dihadapan arni
"kalau orng ngomng itu di lihat, tatapan mata gue Nanda"ucap Arni sambil memegang dagu Nanda dan mengarahkan tatapan Nanda,
"kalau Lo mau keluar dari tempat ini, tinggalkan Riko dan serahkan dia sama gue,"ucap Arni menatap Nanda.
"detik ini juga gue bisa ngirim Lo ke neraka, Lo dengar Nanda gue ngk pernh main2 dengan ucapan gue"ucap Arni sambil mengeluarkan sebuah pisau dari dalm tasnya.
"Lo tau kan ini gunanya apa, gue ngk bisa bayangin ngimna reaksi Riko melihat wajahmu kalau gue gores sedikit, wajah Lo yang mulus akan berubah seperti aspal yang kasar"ucap Arni sambil mengusap pisau itu di pipi Nanda.
"Lo..Lo jangan macam-macam Arni"ucap Nanda dengan gugup.
"knp kalau gue macam-macam, Lo bisa apa, Lo mau teriak.?atau lari mungkin, silakan Nanda, lepaskan dirimu sekuatnya Nanda, karna gue pastikan yang bisa keluar dari sini hanya mayat Lo"ucap Arni dengan suara mengerikan membuat bulus kusut Nanda merinding.
"gua ngk bakal ngelepasin kak Riko, apapun yang terjadi, bukannya gue udh pernh bilang sama Lo, kalau Riko itu udh jadi milik gue seutuhnya dan apa yang jadi milik gue tidak bisa di sentuh sedikit pun oleh siapapun termasuk Lo"ucap nanda menatap tajam Arni
__ADS_1
"Lo udh pernh tidur sama Riko bukan,..?upps sorry ngk pernha iyh.."ucap Nanda menatap Arni lalu tersenyum miring.
"bangga banget Lo bilang Riko milik Lo seutuhnya, punya apa Lo Bangs*k"teriak Arni sambil menarik rambut Nanda.
"yah jelas bangga lah, apalagi kalau Riko sudh bermain di ranjang"ucap Nanda menatap Arni sambil menahan rasa sakit di kepala.
"anj*Ng Lo iyh, ****** ngk tau diri, ngk punya otak Lo iyh, harusnya lo sadar diri, Lo cocok ngk sama Riko, ****** kayak loh itu ngk guna bangsat"teriak Arni menambah tarikan rambut Nanda.
"picik banget lo, marahan, Riko bayar berpaa ketika Lo membuka ************ Lo ahhh"teriak Arni lagi
"Riko bayar gue pakai cinta, Lo sendiri udh bisa dapatin cintanya Riko, berapa tahun Lo ngejar-ngejar dia..??mulai dari SMA, tapi syang....sayng Lo ngk dapat apa-apa Arni..lemah"ucap Nanda sambil tersenyum mengejek
"trus kalau gue ngk cocok smaa Riko, trus siapa yang cocok sama dia..Lo..? harusnya lo sadar diri juga, bahkan seinci pun Lo ngk ada di lirik tuh sama Riko, jadi dari sini harusnya lo udh tau siapa yang cocok sama Riko"ucap Nanda lagi dengan mode tenang, tapi masih terus menahan rasa sakit di kepalanya.
"jangan harap Lo iyh bisa mendapatkan Riko dan jangan harap Lo bisa lepas dari sini..paham Lo"ucap Arni menekann setiap kata2nya sambil melepaskan tarikan dirambut Nanda.
"jaga di baik2, jangan kasih makan atau minum biarkan di mati perlahan"ucap Arni pada orang suruhan sedangkan mereka hanya mengangguk.
"Lo akan habis ditangan gue Nanda.."ucap Arni menepuk2 pipi Nanda pelan lalu berjalan keluar dari ruangan itu.
Setelah kepergian Arni, Nanda langsung menumpahkan air matanya, ia bingung takdir macam apa ini.
__ADS_1