Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 115


__ADS_3

Saat ini Nanda sedang berjalan menuju kantin, Riko sudh mengabari kalau dia sudh menunggu di kantin.


"Nanda.."teriak ridho sambil mempercepat langkahnya.


Merasa namanya di panggil akhirnya ia menghentikan langkahnya dan mencari asal suara,


"hayy"ucap ridho berjalan mendekati Nanda


"ka...kamu"ucap Nanda terbantah


"boleh kita bicara sebentar"ucap ridho mencoba mendekati Nanda.


"tetap disitu, jangan mendekat"ucap Nanda dengan ketakutan, sangat disayangkan sekali kebetulan lorong toilet pada saat itu sangat sepi.


"Nanda aku ngak bakal nyakitin kamu lagi"ucap ridho masih berusaha mendekat.


"gue bilang stop iyh stop aja"teriak Nanda histeris.


"dan ngk ada lagi yang perlu dibicarakan, semua sudh jelas kamu seorang penjahat"ucap Nanda jaga-jaga ridho akan menyakiti lagi.


"aku cuma mau minta maaf, aku khilaf kemarin"ucap ridho lembut.


plakkkkk


Dengan mengumpulkan keberanian Nanda melangkah mendekati ridho dan tanpa mikir apapun ia langsung menampar ridho, saking kerasnya ridho merasa ada darah segar keluar dari sudut bibir nya.


"pas lo mencoba melecekan gue Lo ngk pernh bilang khilaf, dan sekrng Lo mana dengan beraninya bilang khilaf"ucap Nanda menatap tajam ridho


"Lo bersyukur karna Riko tidak membuat nasipmu di penjara seperti Arni sekrng"ucap Nanda yang membuat ridho terkejut bukan main.


"maksudnya kamu Arni di penjara"ucap ridho memegang pipi yang baru saja ditampar nanda


"Lo ngk usah belaga polos di depan gue, saya pikir kalian kerja sama jadi sudh seharusnya kalian tau kabar satu sama lain"ucap Nanda.


"emng aku ngk tau sama sekali nan, "ucap ridho jujur.


"sudh lah, capek ngomng smaa Lo dan ingat jangan pernh Lo berani muncul dihadapan gue, apapun ceritanya"ucap Nanda dan langsung meninggalkan ridho.


"aku harus gapain supaya kamu memanfaatkan aku nan",teriak ridho yang membuat langkah Nanda berhenti.


"jangan pernah muncul dihadapan gue, anggap kita tidak pernah kenal"ucap Nanda dingin tanpa menatap ridho, lalu ia berjalan meninggalkan ridho.


"maaf nan, hari itu memang aku benar-benar khilaf, aku telah dibutakan dengan obsesi ku kepada kamu sehingga membuat kamu tersakiti"guman ridho menatap punggung Nanda yang semakin lama semakin hilang.


####


Sementara Riko sedang menunggu Nanda dikantin, habis melakukan meeting Riko langsung meluncur kekampus.


Ting


+62507900***


"boleh kita bicara empat mata~ Denis"


Tiba-tiba ponsel Riko berbunyi menandakan bahwa ada pesan masuk,lalu ia membuka ponsel, setelah membaca pesan masuk Riko sedikit terkejut, buat apa pak Denis mengajak berbicara.


"nanti malam kita bertemu di cafe ****"bals Riko


+62507900***


"apa tidak boleh sekarang, karna ini sangat penting"

__ADS_1


"maaf tidak bisa, saya mau jalan sama istri saya~ Terimaksih"bals Riko


+62507900**


"baik lah nanti malam saja, saya tunggu di cafe ***"


Riko hanya membalas tanpa berniat membalas pesan dari pak Denis.


"serius banget sma ponsel, chattan sama siapa"ucap nanda penasaran.


Karna terlalu asik membalas pesan dari Denis membuat riko tidak menyadari sosok Nanda yang sudah duduk di depannya.


"ehh syang, sudh selesai kelas..?ngimna kuliah hari ini..?hmm"ucap Riko sambil memegang tangan Nanda.


"chattan sama siapa..?"tanya Nanda kesal, bukannya menjawab pertanyaan Riko nanda malah bertanya balik.


"astga istri aku ini lagi kesal ternyata, ini aku lagi chattan sama Rinda sekretaris aku"ucap Riko berbohong, sedangkan Nanda hanya ber o ria saja.


"oo iyh sudh makan, kita cari makan diluar atau di sini aja"ucap Riko lembut,


"bungkus dari sini aja, makan di mobil oo iyh yank, hari ini aku boleh ke penjara kah..?"tanya Nanda.


"apa...kamu panggil apa tadi"ucap Riko terkejut.


"emng aku panggil kamu apa..?"tanya Nanda bingung.


"ayo lah syaang, kamu tadi panggil aku apa jangan bercanda"ucap Riko cemberut


"yank"ucap Nanda dengan wajah merah.


"uhhh sweet banget sih, pokok mulai hari ini kamu harus panggil aku dengan sebutan sayang"ucap Riko dengan wajah berseri.


"iyh sudh aku pesan duluh, kamu tunggu sini"ucap Riko langsung berjalan meninggalkan Nanda dan tanpa menunggu jawaban Nanda.


"syaang ngimna, bisa ngk hari ini aku ke penjara sebentar aja"ucap Nanda dengan keadaan dimulutnya banyak makanan.


"telan duluh makanan, baru ngomng"ucap Riko menasihati Nanda.


"ngimna bisa kan..?"tanya Nanda setengah dirasa makanan dalam mulut tertelan.


"mau ngapain kesna yank"ucap Riko penasaran.


"ak...aku cuma mau bicara sama Arni sebelm aku berpikir langkah selanjutnya"ucap nanda gugup.


"yakin cuma mau bicara aja, kalau kamu belm siap bertemu dengan dia biar aku aja yang menangani"ucap Riko menatap Nanda.


"yakin kak, ak mau bicara duluh sama dia, bicara sesama perempuan aja"ucap nanda.


"iiii kok kak lagi, perasaan tadi sudh sayang deh"ucap Riko sedikit kesal.


"iyh sayanggggggggggggg, kan aku belm terbiasa "ucap nanda gemas melihat wajah kesal Riko


"ngimna bisa ngk..?"tanya Nanda lagi


"bisa gapain yank..?"tanya Riko dengan santai


"sayanggggg"rengek Nanda


"iyh sayng..iyh , kita kesana sekarang habisin duluh tapi makannya"ucap Riko terkekeh geli melihat rengekkan Nanda.


Setelah melakukan beberapa menit perjalanan kini Riko dan Nanda sudh berada disebuah rumah tahanan yang ada dikota itu, tujuan mereka adalah ingin bertemu dengan Arni, Lebih tepatnya nanda-lah yang ingin bertemu dengan Arni kalau riko, ia masih engga untuk menemui nya bahkan untuk melihat wajah Arni pun Riko masih engga.

__ADS_1


Tapi melihat rengekkan Nanda mau tidak mau Riko harus menemani Nanda, ia juga tidak mau membiarkan Nanda sendiri menemui Arni.


"permisi pak, kami izin menemui saudari arni" ucap Riko dingin.


"nona Arni sedang ditemui orang tau nya, mari saya antar"ucap pak polisi sambil menuntun Riko dan Nanda, sedangkan Riko dan Nanda hanya mengangguk sambil mengikuti langkah polisi


"permisi pihak penuntut ingin menemui Arni"ucap pak polisi kepada Hendra sedangkan Hendra Rosa hanya mengangguk.


"permisi"ucap Nanda dengan tersenyum tipis, sedangkan Hendra dan Rosa hanya mengangguk, lain hal dengan Arni dia masih menatap Nanda dengan tatapan penuh kebencian.


"Nanda, kamu datang nak..?silakan duduk duluh"ucap Hendra menatap Riko dan Nanda.


"mau gapain Lo kesini, Lo udh puaskan melihat aku disini, memakai baju tahanan"ucap Arni menatap tajam Nanda.


"so yang bikin Lo kayak ngituh karna ulah Lo sendiri bukan..?trus apa hubungannya sama saya"ucap Nanda masih tenang.


"tapi gue lakukan itu semua karna Lo, karna Lo dengan teganya merebut Riko dari gue"ucap Arni


"riko yang memilih aku, bukan aku yang memilih Riko, trus dari segi mananya aku merebut Riko dari kamu"ucap Nanda.


"apapun itu alasannya Lo udh merebut Riko dari gue, dan itu tidak bakal berlangsung lama"ucap Arni


"sayangnya Riko sudh menjadi menjadi suami saya, dan tidak menutup kemungkinan bentar lagi aku akan hamil anaknya Riko, trus kamu bisa apa..?"ucap Nanda


"berani-beraninya Lo hamil anaknya Riko"teriak Arni


"wahh jelas berani dong, emng ada salahnya kalau saya hamil anak suami saya sendri, kalau saya hamil tanpa suami baru itu bisa di pertanyakan"ucap Nanda menyindir Arni, karna merasa tersindir.


"kamu mau gapain kesini"ucap Arni langsung to the point'


Sedangkan Nanda hanya menatap Riko, mengerti akan tatapan Nanda Riko hanya mengangguk.


"langsung ke intinya saja, karna berbicara dengan Arni ngk ada jalan keluar, saya dan istri syaa sepakat akan mencabut tuntutan saudari Arni dengan syarat Arni tidak akan mengganggu keluarga saya termasuk rumah tangga kami, dalam artian Arni jangan pernah memunculkan diri dihadapan saya terutama istri sya"ucap Riko menatap Hendra dan Rosa


"Dan jika Arni sampai melanggar perjanjian ini maka saya secara pribadi pastikan Arni akan lebih lama di penjara"ucap Riko


"dan ini adalah surat perjanjiannya, silakan om Hendra dan juga Tante Rosa menanda tangani surat ini sebagai penjamin nyata Arni"ucap Riko menyerah sebuah map merah kehadapan hendra.


"ayah aku ngk setuju, sampai kapan pun aku ngk akan membiarkan mereka bahagia"teriak Arni


"ayah Arni mohon jangan tanda tangan surat itu"rengek Arni memohon kepada Hendra.


Sedangkan Hendra dibuat bingung, di satu sisi ia ingin segera Arni keluar dari rumah tahanan, tapi disisi lain ia tidak ingin melihat Arni sedih karna adanya sebuah perjanjian antara Riko yang mengatakan Arni tidak boleh muncul dihadapan Riko.


"Kami akan mengambil surat perjanjian ini lusa om"ucap Riko


"kamu bisa keluar dari sini tergantung sikap kamu, lama tidaknya kamu disini tergantung kamunya, kalau kamu nyaman tinggal disini so itu tergantung kamu, bersikap lebih dewasa supaya masalah cepat selesai, dan walaupun saya tidak di pertemukan dengan Nanda bukan berarti syaa mau sama kamu"ucap Riko dingin .


"sayang ayo kita pergi dari sini"ucap Riko menarik tangan Nanda dengan posesif.


"kami permisi"ucap Riko dingin.


"ayah, pasti ada cara lain buat bebasin Arni dari sini, pakai uang dan pengacara"ucap Arni setelah kepergian Riko dan Nanda.


"ngk bisa syaang, pihak kepolisian tidak mau menerima suap dalam bentuk apapun, dan pengacara keluarga sangat sulit mencari bukti yang meringankan kamu, lagian semua bukti mengarah kepada kamu"ucap rosa memberi pemahaman kepada Arni.


"tapi aku ngk mau jauhin Riko ma, aku cinta sama Riko sejak Zaman SMA"rengek Arni.


"apa kamu pikir Riko mau mempunyai istri mantan narapidana, apakah Tika dan Hendra mau mempunyai menantu mantan narapidana..?, ngk Arni, lagian dikeluarga itu sudh ada menantu pilihan mereka"ucap Hendra menaikan satu tingkat suaranya, dia sudh jenggah melihat sikap Arni yang tidak mau mengerti keadaan.


Ia menyesal telah memanjakan Arni selama ini, sehingga dia sendri yang susah menghadapi perilaku Arni.

__ADS_1


Terimakasih atas kunjungan dan dukungan, jangan lupa like


__ADS_2