
Setelah selesai membuat kopi Nanda langsung berjalan meninggalkan dapur berjaln menuju kamar mereka di lantai dua.
"hey syaang, gapain kamu malam2 gini mainnya di dapur"ucap bunda melihat Nanda keluar dari lorong dapur.
"malam bund,yah, ini Nanda mau bikin kopi buat kak Riko, kebetulan dia lagi mandi, jadi Nanda berinisiatif membuatkan dia kopi"jawab Nanda mencium tangan kedua mertuanya bergantian.
"ayah smaa bunda baru balik, mau nanda buatkan kopi juga kah, atau ayah sama bunda mau minum air putih aja, air hangat mungkin"tanya Nanda menawarkan
"ngk usah syang, ayah sma bunda mau langsung istirahat aja, kamu urus suami mu aja, pasti dia sudh selesai mandi tuh"ucap bunda sambil mengelus punggung Nanda.
"iyh sudah, Nanda naik duluh iyh, malam bund, yah"ucap Nanda sambil berjalan menaiki tangga meninggalkan kedua mertuanya, sedangkan Tika dan Farhan hanya tersenyum hangat melihat punggung nanda mulai menghilang.
Sampai dikamar Nanda langsung mencari sosok Riko, pandang tertuju ke arah meja riasnya, lalu ia meletakan kopi di atas meja dekat sofa, lalu berjalan mendekati Riko.
Lalu ia mengambil alih handuk yang Riko gunakan untuk mengerikan rambut, ia menuntun Riko untuk duduk di kursinya kecil yang ada di depan meja rias, lalu ia mengerikan rambut Riko dengan lembut tak lupa ia juga menyisir rambut Riko supaya kelihatan rapi, Riko membiarkan semua itu apa yang dilakukan nanda, ia sangat senang ketika ia melihat Nanda melakukan kegiatan seperti itu.
"ini kak, aku buat kopi buat kakak, biar lelahnya kakak, hilang sedikit"ucap Nanda
"melihat wajahmu aja, lelah udh hilang syang"ucap Riko sambil meminum kopi yang dibuatkan nanda.
"sae aja nih si bapak suami, ayo sudh minum, langsung tidur aja, ngk usah begadang, ngk usah kerja lagi"ucap Nanda sambil naik ke atas ranjang
__ADS_1
"duluan syang, masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan"ucap Riko sambil mendudukkan dirinya di sofa
"Riko Wijaya, kalau dirumah itu istirhat bukan bekerja, bekerja itu di kantor..waktunya kerja iyh kerja, kalau waktunya istirahat iyh istirahat, bukan istirahat sambil bekerja"ucap Nanda kesal, mendengar nanda menyebut nama lengkapnya sedikit terkejut, pasalnya stelay menikah pertama kalinya Nanda menyebut nama lengkapnya.
"iyh syang, ini dikit lagi, tanggung tadi"ucap Riko membuka laptopnya
"rikooooooo kamu mau begadang atau aku yang begadang"ucap Nanda menaikan satu tingkat suaranya.
"ayo sudh tidurrrrrr"ucap Nanda mengeluarkan muka galaknya.
"iyh istriku bawel,"ucap Riko sambil menghampiri Nanda di atas ranjang.
"aku ngk mau kamu kerja pas di rumah, jangan pernah bawah2 pekerjaan mu yang ada di kantor kerumah, semua ada waktu, makaya kita harus bisa membagi waktu"ucap Nanda yang kesal ketika melihat Riko selalu begadang dirumah untuk mengerjakan pekerjaan kantor.
"ayo tidur sudh"ucap Riko
####
Sementara di tempat lain, sebuah cafe sederhana Yogi egan dan Riyan sedang berbincang-bincang kecil, ketika mereka nongkrong, mereka tida sesering duluh selalu mengajak Riko, karna mereka paham bawah Riko juga harus punya waktu buat istrinya sekaligus pawangnya.
"ngimna kelanjutan hubungan Lo sama Vivi, kok kayak ngk ada kemajuannya sih, aku lihat dia semakin jauh aja dari jangkauan Lo"ucap egan
__ADS_1
"ngk tau gue"jawab Riyan singkat
"Lo sebenarnya serius ngk sih sama Vivi, kalau Lo cuma main2 aja, biar gue aja yang maju"ucap Yogi kesal melihat sikap dinginnya Riyan, sedangkan Riyan langsung menatap tajam Yogi.
"jangan pernh Lo macam2 gi" ucap Riyan dingin
"makaya lo gerak cepat Bambang, Lo ngk tau, anak jurusan sebelah ada yang dekatin Vivi, bahkan dalam waktu dekat ini dia akan menyatakan perasaan nya"ucap Yogi.
"susah dekatin Vivi sekrng, hatinya terlalu keras soal cinta, semakin gue dekatin, tak jarang ia semakin menjauh, pusing gue cara dekatin ia"ucap Riyan dingin.
"kau dekatin duluh penciptanya baru kau dekatin yang di ciptakan"ucap egan
"maksudnya"ucap yogi bingung,sedangkan Riyan sama hal bingung, tidak mengerti arah ucapannya egan
"maksudnya gue, Lo dekatin duluh Tuhannya Vivi baru dekatin Vivi, kan Tuhan Lo smaa Vivi sama tuh, kan lebih mudah untuk mendekati vivinya"ucap egan menjelaskan
"masalah hatinya Vivi ini udh keras, belum lagi ia tidak percaya lagi smaa laki2"ucap Riyan
"Lo ngk ingat ucapan Riko, Nanda yang pernah dijadikan bahan taruhan waktu SMA, bahkan Nanda sampai menutup rapat hatinya buat kaum laki2 bukan"ucap egan menatap mereka bergantian
"buktinya dengan Riko puasa Senin Kamis, bisa aja tuh meluluhkan hatinya Nanda, bahkan dalam hitungan hari Riko langsung mengajak Nanda menikah bukan"ucap egan
__ADS_1
"itu buktinya kuasa Tuhan itu ngk bisa diragukan lagi kan, percaya smaa gue, lo dekatin Tuhannya baru Lo dekatin vivinya, maka jalan Lo akan di permudah"ucap egan menasihati Riyan
Sedangkan Riyan dan yogi hanya mengangguk paham arah ucapan egan, tak bisa di pungkiri mereka juga membenarkan ucapan egan, karna mereka sudh melihat buktinya dengan Riko yang berpuasa sebelm memutuskan menikahi Nanda.