Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 60


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan beberapa jam dari rumah ke bandara kini Nanda Riko dan ibu sudh berada di lobby bandara,mereka tidak perlu cek in lagi soalnya sudh cek in lewat online.


"ibu kami berangkat Iyah, ibu jaga kesehatan, kalau ada apa-apa ibu langsung kabarin kita"ucap Nanda memengan kedua tangan ibunya


"iyh syang, kamu jaga diri disana, jadilah menjadi istri yang menurut apa kata suami, menjadi istri yang bisa menjadi sandaran buat suami, temani suami mu baik susah maupun senang, layani suami mu nak, karna surganya istri ada ditangan suami"ucap ibu sambil mengelus rambut Nanda lalu mengelus pipinya lembut


"iyh Bu, Nanda akan berusaha semaksimal mungkin, doakan Nanda iyh Bu"ucap Nanda langsung berhambur ke pelukkan ibunya, tak terasa air matanya sudah menetes.


"jangan nangis nak, ada suami mu malu"ucap ibu melepas pelukannya dan menghapus sisa air mata Nanda sambil menatap kearah Riko


"ko, ibu titip Nanda iyh nak, bimbing dia nak, jika dia salah tegur dia jgn dimarahi apalagi di diamin, kalian masih sama2 mudah,ibu harap kalian bisa menurunkan ego kalian, kalau kamu sudah tidak sanggup membimbing Nanda, kembalikan dia sama ibu dengan keadaan sehat tanpa kekurangan apapun,ibu percayakan sepenuhnya sama kamu"ucap ibu Risma menatap Riko


"iyh Bu, Riko akan berusaha semaksimal mungkin"ucap Riko langsung memeluk ibu mertuanya.


"oiyah Bu, sebelm kami berangkat Riko bisa meminta sesuatu"tanya Riko, sedangkan ibu hanya mengangguk tersenyum.


"Riko meminta ibu berhenti bekerja, untuk biaya hidup ibu, kami akan mentransfer setiap bulannya, Riko ngk mau kalau ibu kecapean, Nanda sudh menikah dan sudah waktunya ibu menikmati hidup ibu, jaga kesehatan Bu"ucap Riko berharap ibu mertuanya mau berhenti bekerja

__ADS_1


"baik sayang, ibu akan berhenti bekerja, kalian tidak perlu khawatirin ibu,semua akan baik2 saja"ucap ibu Risma berusaha menyakinkan anak dan menantunya, sedangkan Riko dan Nanda hanya mengangguk mereka sudah lega meninggalkan ibu Risma karna sudah berhenti bekerja.


###


Setelah melewati bebrapa drama perpisahan, kini nanda dan Riko sudah ada diruang tunggu, karna sebentar lagi kode pesawat mereka akan melepas landas menuju kota Yogyakarta.


"bisa gabung duduk disini kah"ucap seseorang sambil menatap Nanda yang sedang bersender dibahu riko.


merasa ada yang menegur mereka Riko dan nanda sama2 menoleh ke asal suara, untuk seper sekian detiknya mereka langsung terkejut


"gi..gi..Gilang"ucap Nanda menatap Gilang sekilas lalu menatap Riko, memahami tatapan Nanda Riko hanya mengeleng pertanda tidak tau.


Sementara Riko sudah menahan emosinya, karna melihat tindakan Gilang langsung duduk disamping Nanda, menyadari perubahan wajah Riko yang sedang menahan emosi, Nanda langsung memutar otaknya mencari alasan supaya bisa berpindah tempat duduk.


"gue cari minum sama makan sebentar iyh ko, siapa tau nanti aku kelaparan di pesawat"ucap Nanda sambil berdiri menatap Riko.


"perlu ditemani syang"ucap Riko

__ADS_1


"ngk usah syang, disitu aja ko,"ucap Nanda sambil mengambil meminta dompetnya yang dititipkan di tas kecilnya riko


Setelah kepergian nanda, Gilang menatap Riko sekilas.


"sejauh apa hubungan Lo sama Nanda"tanya Gilang menatap lurus kedepan


"sejauh ketika Lo perna membuat Nanda sebagai bahan taruhan"ucap Riko


"lagian apa penting buat Lo, mengetahui hubungan gue sama Nanda, kan Lo udh masa lalunya nanda, kalau Lo lupa akan hal itu"ucap Riko menatap Gilang sinis


"gue memang salah di masa lalunya nanda, tapi gue sedang berusaha memperbaiki masa lalunya nanda dengan membuat dia menjadi masa depan gue"ucap Gilang.


"Lo pernah lihat gelas kaca yang sudh pecah, yang pasti gelas itu tidak bisa dibentuk lagi menjadi baru, begitulah hancurnya masa lalu Nanda ketika Lo bikin dia sebagai bahan taruhan,kalau Lo kekurangan motor gue bisa belikan sama Lo, kalau perlu sama pabrik gue pindah ke depan rumah Lo, atau Lo mau gue modalin membuka usaha sorup motor"ucap Riko menekan setiap kata2nya, karna ia juga kesal mengetahui kalau Gilang pernah membuat Nanda sebagai bahan taruhan


"harusnya dengan permainan Lo di masa lalu, tidak sepantasnya lagi Lo menunjukkan wajah di depan Nanda, gue akui usaha Lo untuk menjadikan Nanda sebagai masa depan Lo gue ancungkan jempol, tapi saran gue ngk usah terlalu berharap, ngk usah terlalu ngurusin hidupnya Nanda, karna tidak ada untung buat Lo"ucap Riko sambil berdiri


"Lo udh dewasa dan sudh menjadi mahasiswa harusnya lo udh paham arah omongan gue kemana"ucap Riko sambil menemui Nanda yang sedang berjalan dari arah berjauhan.

__ADS_1


"apa pun ceritanya, Nanda bakal jadi milik gue, harus jadi milik gue"guman Gilang sambil berdiri, berjalan menuju tempat antrian menuju pesawat


Kini Nanda Riko dan Gilang sudah berada di dalam pesawat, gilang yang posisinya duduknya di kursi paling depan, sedangkan Nanda dan Riko kursi nomor 4 dari belakang, membuat Gilang tidak bisa memandang Nanda.


__ADS_2