
Sementara di tempat lain disebuah meja lebih tepat di kantin, Riko cs baru saja sampai disana, Riko mengedarkan pandangannya untuk mencari Nanda, tatapan mengarah pada satu meja, ia langsung berjalan cepat kearah sana dan diikuti oleh ketiga temannya.
"mana Nanda..?"tanya Riko ketika sudh sampai di meja vivi
Uhukk uhukkk
melihat Riko cs mendatangi mejanya Vivi langsung tersedak, untung Riyan dengan cepat menyodorkan air minum
"maksih kak,"ucap Vivi sambil meminum air untuk meredakan tenggorakan nya
"Nanda ke ruangan pak Denis kak, tadi disuruh ngantar kedata2 mahasiswa"ucap Vivi kikuk, untuk pertma kalinya Riko cs mendatangi mejanya dan saat ini mereka satu meja.
"santai aja Vi, gugup amat dah luh"ucap egan yang menyadari kegugupan Vivi, sedangkan Vivi hanya mengangguk tersenyum.
"ini makanan untuk Nanda iyh"tanya egan lagi sambil menunjuk ke arah bakso satu mangkuk ditambah satu gelas jus jeruk, lagi2 Vivi hanya mengangguk, mungkin dia lupa cara membuka mulut karna saking gugupnya.
Mendengar itu makanan buat Nanda, Riko tanpa basa basi langsung memakan sebagian baksonya dan tak lupa setengah jus jeruknya.
Melihat tindakan Riko mereka semua langsung terkejut,terutama vivi,bisa2 ia kena semprot sama Nanda nanti.
"makanan buat Nanda kak"ucap Vivi gugup
"ngk papa nanti dia makan sisaku"ucap Riko tanpa rasa bersalah sedikit pun.
Setelah menunggu bebrapa menit akhirnya Nanda memunculkan batang hidungnya di kantin, habis dari ruangan pak Denis ia tadi mampir duluh ketoilet, Melihat sosok Nanda yang sudah datang Riko langsung menatapnya sambil tersenyum, tapi senyuman itu hilang ketika ia melihat ridho ternyata mengikuti Nanda dari belakang.,
__ADS_1
Yang bikin dia semakin emosi ridho berlari menarik tangan Nanda,ketika Nanda hendak berusaha melepas tangan ridho tapi tidak berhasil membuat Riko semakin tidak bisa menahan emosi.
"dasar laki2 ngk tau malu, udh di tolak juga masih aja ngejar-ngejar"batin Riko menahan emosi, ia tidak mau membuat suasana kacau sebisa mungkin ia menahan emosi.
Kini Nanda sudh bergabung di meja vivi, ia terkejut melihat Riko cs satu meja dengan Vivi, tatapan bertemu dengan Riko, ia melihat Riko sedang marah dan ia tau kenp Riko marah.
"pasti dia lihat tadi ridho menarik tanganku"batin nanda masih menatap Riko.
Riko menatap sekilas kursi kosong yang ada disampingnya, lalu menatap Nanda, mengerti akan tatapan Riko Nanda langsung berjalan ke arah kursi kosong disamping Riko.
"vi, pesanan ku mana"ucap Nanda gugup sambil menatap ke arah vivi, ia tau kalau Riko masih terus menatapnya.
"maaf nan,tadi tuh sudh ku pesan tapi kak Riko langsung makan, itu tinggal setengah, tadi aku mau pesan,tapi kak Riko bilang itu aja kalian bagi dua"ucap Vivi merasa bersalah
Mendengar hal itu, Nanda tajam kearah Riko, sementara Riko mengangguk sambil tersenyum.
Alhasil Nanda memakan sisa Riko dengan sendok yang sama, ia juga meminum jus jeruk sisa Riko menggunakan sedotan yang sama,Melihat hal itu keempat temannya menatap Nanda terkejut, baru kali ini Nanda menurut kepada Riko, padahal setiap mereka bertemu pasti selalu berdebat ria.
"nan Lo sadar ngk sih, Lo makan pakai sendok yang sama dan minum pakai sedotan yang sama, jadi secara tidak langsung Lo udh ciuman sama riko"jelas Yogi menatap Nanda heran, mereka bingung melihat Nanda memakan sisanya Riko tanpa beban bahkan Nanda sangat menikmati.
"dapat teori dari mana kak.?"tanya Nanda masih dengan asyik memakan baksonya, sedangkan mereka hanya menggeleng.
"masalahnya ciuman secara langsung pun sudh pernah"guman Riko tapi masih bisa didengar oleh mereka
"apa"teriak Vivi sambil menatap kearah Nanda meminta penjelasan
__ADS_1
"gue yang slaah dengar kan kak.?"tanya Vivi sambil menatap Yogi egan dan Riyan bergantian, sedangkan mereka hanya mennggeleng
uhukk uhukkkkk
Nanda tersedak makanannya mendengar ucapan Riko yang tidak ada fiter sedikit pun, sedangkan Riko dengan sigap menyodorkan minum sambil memukul pelan punggung Nanda.
"makaya makan jangan sambil lihatin aku"ucap Riko menatap Nanda
"sayang"bisik Riko ditelinga nanda, mendengar kata sayang dari mulut Riko wajah Nanda langsung berubah jadi merah.
"makaya kalau ngomng tuh pakai filter, ngomng kok asal"ucap Nanda sambil berdiri menarik tangan Vivi yang masih bengong menatap mereka
"bayarin tuh makanan gue"ucap Nanda sambil berjalan meninggalkan kantin, sedangkan Riko tersenyum sambil mengangguk
sedangkan ketiga temannya masih sama2 diam menatap Riko bingung,mereka bingung mau berbicara apa lagi.
"untung udah istri dan gue syang banget"guman Riko pelan sambil meminum sisa minuman Nanda yang tinggal sedikit.
"apa Lo bilang ko"tanya Yogi membuka suara
"emang gue bilang apa..?"bukanya menjawab Riko malah bertanya balik, sedangkan mereka hanya mengeleng, mungkin otak mereka belm bisa diajak berpikir.
"gue bayar bentar"ucap Riko sambil beranjak dari kursinya
Sementara yang mahasiswa menatap sekelompok meja itu dengan bingung, lebih bingungnya lagi ketika Nanda meminta Riko membayarkan makanannya dan Riko dengan santainya membayarkan.
__ADS_1
terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏 jangan lupa like