Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 110


__ADS_3

Setelah mengetahui fakta yang sangat mengejutkan saat ini nanda berlari sekuat mungkin tanpa tujuan, ia tidak menghiraukan Riko yang mengejarnya sambil berteriak-teriak.


Saat ini Nanda ada di sebuah danau kecil,untuk dimalam hari seperti ini udara sangat sejuk, disana disuguhan beberapa pepohonan rindang, sejenak Nanda menarik napas panjang lalu membuangnya secara kasar.


"Tuhan apa lagi ini, lelucon macam apa ini Tuhan"teriak Nanda


"kenapa takdir mempermaikan ku seperti ini, kesalahan apa yang saya perbuat dimasa lalu"teriak Nanda, disana ia menangis histeris, untung disana tidak ada orang jadi Nanda tidak menjadi pusat perhatian.


Lama menangis akhirnya Nanda diam dengan sendirinya, sekarang ia tenggelam dalam lamunannya, entah apa yang ia pikirkan sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa seseorang memperhatikan dari kejauhan.


"ngk boleh melamun terlalu lama"


"gue ngk melamun, cuma berpikir aja"ucap nanda menatap lurus kedepan.


"apa bedanya"


"menurutmu??"tanya Nanda cuek


"kamu kenapa, seperti kamu habis dari pesta, bukannya orang-orang dari pesta harusnya bahagia iyh..?"


"harusnya sih seperti itu, tapi ketika takdir mempermaikan kita disebuah pesta apakah kita masih bisa bahagia.?"tanya Nanda menatap lawan bicaranya sekilas


"kita tidak pernah di permainkan oleh takdir, cuma kitanya aja yang belm bisa menerima takdir"


"takdir itu sudh di tuliskan sejak kita lahir, kita tidak boleh melawan apalagi menganti, kita hanya bisa menjalani"

__ADS_1


"tau apa kamu tentang takdir..?"tanya Nanda


"kamu tau, takdir yang aku alami saat ini adalah kedua orang tua tidak mengakui aku, di umurku yang menginjak 26 tahun orang tua tidak mengakui aku. Aku marah, aku kekecewaan, aku muak bahkan aku marah sama Tuhan, tapi ketika aku marah, kecewa apakah bisa mengubah takdir, apakah orang tua ku akan mengakui aku,saya ngk banyak berharap pada hal itu,"


"ehh maaf, saya jadi curhat, kamu bisa cerita apa masalahmu smaa aku"


"saya ngk biasa menceritakan masalah ke orang lain, saya selalu pendam dan membusuk dengan sendirinya''ucap nanda


"ngk bagus memendam sendiri, kita butuh orang lain untuk bertukar pikiran"


"itu untuk sebagian orang saja, tapi bukan buat sya, tipe orang itu berbeda2"ucap Nanda masih dalam mode cuek.


"terimaksih sudh menemani istri sya, sayang ayo pulang angin malam ngk baik buat kamu, lagian bunda udh nunggu dirumah"ucap Riko yang sedari tadi mendengar obralan mereka.


"santai aja mas, kebetulan lewat aja tadi, kalau begitu saya langsung pamit iyh, senang curhat denganmu"


"masih mau dsini atau pulang hmm"ucap Riko sambil memakai jasnya buat Nanda.


"pulang aja kak, aku mau mandi, lengket"ucap Nanda


Akhirnya Nanda dan Riko sudh pulang di jemput oleh asisten Farhan, di dalam mobil Nanda banyak cerita seakan tidak punya beban hidup, seakan fakta yang di ketahui beberapa jam lalu seakan bisa dilupakan begitu saja.


####


"bagaimana pak, apa kira-kira anak sya bisa di bebaskan..?"tanya Hendra

__ADS_1


"sangat susah pak, soalnya semua bukti mengarah kepada putri anda, mulai dari kasus penculikan dan prositusi online"


"saya akan membayar berpaa pun pak, asal anaknya bisa di bebaskan pak"ucap Hendra.


"maaf pak, pihak kami lagi tidak membutuhkan uang, berapa pun jaminannya anak anda tetap bersalah, kecuali pihak pelapor menjabut tuntutan nya,"


"kalau boleh tau pihak penuntut siapa pak..?"tanya Denis


"Riko Wijaya sebagai suami korban dan Nanda princilla Pratama sebagai korban, dan pihak mereka mau masalah ini ditangani sesuai hukum yang berlaku"


"apa tidak ada cara lain pak, anak saya hanya hilap"ucap Hendra


"melakukan kejahatan tidak ada istilah hilap pak, kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, boleh anda keluarga, kami akan menangani ank bapak sesuai hukum yang berlaku"


"baik besok saya akan datang bersama pengacara keluarga, sebelmnya saya bisa menemui anak saya"ucap Hendra


"silakan,"ucap pihak polisi sambil mengarahkan Hendra dan Denis ke sel Arni berada.


"Daddy bantu lepasin arni, Arni ngk bersalah, semua itu salahnya Nanda, Daddy tolong"ucap Arni menangis.


"kamu sudh bersalah masih sempat2nya menyalahkan orang lain, sadar Arni, disini murni kesalahan kamu" ucap Denis greget smaa sikap adeknya.


"tapi aku tidak sendiri menculik Nanda bang, aku sama ridho dan kenapa ridho tidak di tuntut"ucap Arni


"kasus kamu bukan cuma satu, tapi dua, paham kamu"ucap Denis

__ADS_1


"sudah2, sayang Daddy pulang duluh, kamu jg diri sini, besok pagi2 Daddy akan kerumah om Farhan, buat minta mereka jabut tuntutan nya"ucap Hendra, secara garis besar nya iyh kecewa dengan sikap putri kesayangannya, tapi dia bisa apa, sedari awal dia sudh memanjangkan Arni.


Terimakasih


__ADS_2