Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 80


__ADS_3

Sementara disebuah hotel yang menjulang tinggi, yang selalu ramai di datangin oleh parah pengunjung, sebagian besar ada yang menginap dan ada juga sebagai tempat peristirahatan sementara. Itu adalah milik hotel keluarga Wijaya grup, lebih tepat saat ini hotel yang sedang di kelola oleh Riko.


Yang awal tujuan Riko datang ke kantor untuk bekerja tetapi saat ini ia hanya melamun sambil meletakkan kepalanya diatas meja, sesekali ia melihat ke arah sofa dan kearah pintu kamar, ia membayakan Nanda yang sering duduk di sofa sambil mengemil dan yang selalu keluar masuk dari kamar yang ada di ruangan itu.


Brakkkkkk


"kenapa foto gue sama Nanda bisa jatuh tiba2, apa itu artinya Nanda sedang bahaya"guman riko mengambil foto yang terjatuh, alhasil kaca foto itu hancur begitu saja, lalu Riko mengambil foto tersebut, memandangnya dengan sangat lama, tanpa di duga air mata Riko jatuh begitu saja.


"kamu dimana sayang"guman Riko masih tetap memandang foto itu, foto dia dan Nanda sewaktu mereka berada disalah satu pantai di Balikpapan, foto di bawah senja yang dimnaa Nanda tertawa lepas disana sedangkan Riko memeluk pinggang nanda dengan posesif, mesra bukan.


"Nanda" teriak Riko sambil menangis, karna ia sudh frustrasi mencari keberadaan Nanda.


tinggggg


Riko membuka pesan yang masuk ke dalam ponselnya, setelah membaca ponsel wajah Riko langsung berubaha cerah yang tadinya kusam sekrng sudh berubah menjadi bahagia.


"Rio"


kami sudh menemukan posisi nona Nanda tuan


tutt tutttt

__ADS_1


"hallo, kirim posisi nya sekrng sama gue, jgn lupa kabarin Yogi dan yang lainnya, kita ketemu di lokasi"ucap Riko tanpa basa basi, dan langsung menutup panggilan itu secara sepihak.


Riko langsung melajunya mobil menuju lokasi yang sudh dikirim anak buahnya.


"tunggu gue Nanda, gue harap Lo bisa bertahan sampai gue sampai"batin Riko sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Riko sangat bahagia, setelah melakukan pencarian beberapa hari ini akhirnya ia menemukan posisi Nanda di sekap, ingin rasanya ia kesana pakai helikopter biar cepat sampai.


*******


Masih dengan posisi baju basah, badan mulai mengigil, pucat, haus, lapar, luka goresan yang ada di wajah dan lehernya, ditambah lagi bau tak sedap yang berasal dari air yang diserap oleh Arni membuat Nanda semakin tidak bisa bertahan lagi.


"gue ngk kuat lagi"batin Nanda menatap keatas langit2 ruangan sambil menutup matanya.


"stop, Lo jgn coba2 mendekat kesini, mau baju gue basah atau ngknya itu bukan urusan Lo"ucap Nanda masih dengan keadaan menutup matanya dan mengangkat wajah ke arah langit2 gudang


"gue cuma khawatir sama Lo nan, baju Lo basah nanti Lo sakit, muka Lo udh pucat ngituh"ucap ridho sambil berjaln mendekatin Nanda.


"stop gue bilang iyh stop, sebelm baju gue basah, gue udh sakit duluan, ditambah ternyata ada manusia penghianat disini"ucap Nanda membuka mata dan menatap tajam Ridho.


"gue cuma khawatir nan, gue ngk mau Lo sakit itu aja kok"ucap ridho mencoba membujuk Nanda.

__ADS_1


"asal Lo tau iyh, dengan gue tau sifat asli Lo kayak gini, gue udh sakit, bajingan"ucap Nanda "jadi Lo ngk usah sok khawatir sama gue, mending Lo panggil teman Lo kesini yang bernama Arni, trus kalian berdua menyiksa gue bergantian, itu kan yang kalian mau, gue mau lihat sampai di mana titik kepuasan kalian"ucap Nanda lagi.


"nan ijinin gue khawatir sama Lo" ucap ridho sambil memengang kedua bahu nanda.


"setelah Lo nyakitin gue, dan Lo nampar gue, Lo masih berani khawatir sama gue..?punya muka ngk sih Lo"ucap Nanda. "jangan pernah Lo sentuh gue, lagian gue ngak butuh perhatian dari Lo"ucap Nanda sambil menggoyang badannya supaya pengangan ridho lepas dari bahunya.


"kenapa nan...kenapa..kasih gue alasan nan."ucap ridho menatap lekat wajah Nanda.


"alasannya sederhana dan mudah dipahami,dan gue rasa otak Lo bisa menjernanya, karna Lo bukan siapa-siapa gue ridho, dan ngk bakal menjadi apapun dalam hidup gue, jadi Lo ngk usah sok perhatian sama gue, karna ngk butuh seperti itu dari lelaki bajingan kayak Lo"ucap Nanda menekan setiap kata2nya sambil menatap ridho tajam.


Mendengar hal itu wajah ridho langsung berubah menjadi merah padam, menandakan ia sedang marah, ia langsung menghempaskan kedua bahu Nanda kasar.


"gue butuh gunting"teriak ridho dengan wajah menahan amarah. Lalu orang suruhan dengan sigap berlari memberikan gunting kepada ridho.


"kalian semua keluar, pastikan tidak ada yang masuk kedalam ruangan ini"ucap Ridho sambil memainkan gunting itu di tangannya, lalu menatap Nanda dengan senyum yang susah diartikan.


"Lo mau apa"ucap Nanda dengan gemetar, ia takut kalau ridho akan berbuat diluar kendali, sedangkan ridho hanya diam masih dengan memainkan gunting sambil tersenyum licik.


"Tuhan apa ini akhir dari semua ini"batin Nanda dengan wajah sangat pucat


"Lo mau apa, jangan pernah macam2 ridho, Lo mundur dari hadapan gue"teriak Nanda karna masih melihat ridho yang terus diam tanpa suara, tapi masih dengan memainkan gunting sambil tersenyum licik.

__ADS_1


terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏 jangan lupa like


__ADS_2