
Disebuah rumah mewah keluarga Jin yang terdapat seorang wanita yang sedang bersiap untuk pergi berjalan-jalan karena bosan berada di rumah. Wanita itu adalah Jin Shu melangkah keluar dari kamarnya yang berada dilantai 2.
Saat Jin Shu itu turun ke lantai dasar, Jin Shu melihat ayahnya sedang bersantai sambil menonton tv yang menampilkan acara berita dalam negeri.
Kakek Jin melihat salah satu putri kembarnya itu mengerutkan keningnya " Shu'er... Kau cantik sekali.... Mau kemana? Tidak biasanya kau berdandan seperti itu... Lalu dimana adikmu? ". Tanya kakek Jin yang melihat Jin Shu dengan riasan make up yang tipis serta kalem itu dengan heran.
Jin Shu adalah sosok wanita yang jarang sekali berdandan, bahkan saat kuliah pun dia hanya menggunakan pakaian biasa saja yang cenderung tertutup tapi walau begitu tidak menutup kecantikan natural yang selalu menempel pada diri Jin Shu. Sangat berbeda dengan adiknya yang selalu tampil cantik dan seksi bahkan saat berada dirumah sekalipun.
" Ayah... Aku ingin jalan-jalan saja... Aku bosan dirumah terus ayah... Kalau adik Shi, aku tidak tahu karena sejak pagi dia tidak ada dirumah... Paling juga ke basecamp cosplay miliknya.... Aku dengar sih 3 hari lagi ada event di pusat kota... ". Jelas Jin Shu.
Jin Shu dan Jin Shi walaupun mereka adalah kembar yang identik tapi kelakuan mereka sangat berbeda. Jin Shu sangat suka dengan tempat sepi dan tenang akan tetapi Jin Shi sangat suka dengan keramaian. Maka dari itu Jin Shi yang memiliki hobi bercosplay itu selalu pergi untuk mengikuti event-event bahkan punya basecamp sendiri dimana anggotanya sudah puluhan orang dan untuk penggemarnya pun sudah jutaan orang.
" Ahhh itu anak selalu bandel dan keras kepala.... ". Ucap kakek Jin.
Walau begitu kakek Jin tidak mempermasalahkan itu. Yang terpenting untuknya adalah untuk selalu menjaga diri dan juga jangan sampai membuat malu keluarga.
Tentu saja Jin Shi sangat faham masalah itu. Sebagai seorang kultivator dan juga anak dari orang nomor 1 di asia, mana ada yang berani macam-macam dengannya.
" Ayah... Aku pergi dulu ya... ". Ucap Jin Shu sambil mencium tangan kanan kakek Jin.
" Baiklah... Oh iya 3 hari lagi adalah hari pernikahan Jin Bun... Apa kau akan ikut menghadirinya di Cirebon? ". Tanya kakek Jin sambil berjalan mengantarkan Jin Shu ke deoan rumah.
" Maaf ayah... Sepertinya aku tidak bisa... Aku ada acara ayah... Acara itu sangat penting bagiku karena untuk pertama kalinya lukisanku akan dipajang didalam acara itu untuk sebuah pameran lukisan di Surabaya... ". Ucap Jin Shu sedih.
Sebenarnya Jin Shu sangat ingin ikut dalam acara pernikahan Guntur tapi karena ada acara yang mungkin akan menaikan karir di dalam seni lukis maka dari itu Jin Shu tidak bisa ikut dalam acara pernikahan itu.
Jin Shu saat ini kuliah dan mengambil jurusan seni lukis sedangkan untuk Jin Shi mengambil jurusan seni peran.
" Begitu ya... Baiklah tidak apa-apa... Kalau begitu hati-hati nak... Jangan lupa untuk makan siang... ". Ucap kakek Jin.
" Baik ayah... ". Ucap Jin Shu sambil berjalan ke arah mobil mewah berwarna hijau lumut yang terparkir di depan rumahnya.
Mobil itu sudah disiapkan oleh pekerja yang bekerja di rumah keluarga Jin. Jin Shu juga sangat tidak mau jika ada pengawal yang selalu menemaninya jika keluar dari kediaman keluarga Jin.
Setelah kepergian Jin Shu, kakek Jin mengutus salah satu pengawalnya untuk mengikuti kemana Jin Shu pergi.
" Munar... Ikuti gadis polos itu dan laporkan apa saja yang dia lakukan... Aku takut dia kenapa-kenapa... ". Ucap kakek Jin kepada pengawal bayangannya yang selalu ada didekatnya.
" Baik tuan... ". Ucap Munar yang langsung melesat pergi mengikuti Jin Shu.
Tujuan Jin Shu adalah padepokan pancanaka, dimana dia sangat penasaran dengan orang yang bernama Guntur Samudra atau dikenal dengan nama Jin Bun kalau di keluarga Jin. Selama ini Jin Shu tidak pernah tertarik dengan lawan jenisnya tapi setelah mendengar cerita dari ayahnya tentang Guntur, dia menjadi sangat tertarik dengannya.
_***_
Saat ini Guntur nampak duduk didepan Gubuknya dan semakin tidak karuan karena cemas dan gugup yang dideritanya.
" Haihh... Aku sangat cemas dan gugup bahkan untuk tidur pun sangat susah... Apa aku berkeliling padepokan saja ya... Iyalah keliling saja mumpung masih pagi... Siapa tahu ada sesuatu yang menarik, hehehehe ". Gumam Guntur pelan.
Setelah itu Guntur mulai berjalan berkeliling padepokan. Seperti biasa padepokan dipenuhi dengan murid dan guru yang sedang berlatih. Bahkan Guntur juga melihat Yani yang tersenyum melihatnya di lapangan latihan para murid, tapi Guntur hanya mengangguk saja melihat itu dan terus berjalan tanpa tentu arah.
Saat Guntur sampai di wilayah depan padepokan, Guntur melihat sebuah mobil mewah berwarna hijau lumut memasuki padepokan dan berhenti di tempat parkir mobil di samping gerbang utama padepokan.
Guntur melihat seorang wanita cantik keluar dari mobil tersebut. Wanita itu menggulung rambut hitamnya dengan 3 buah sumpit Yang menjadi kancing dari rambutnya itu. Dengan baju kemeja merah kotak-kotak hitam juga rompi berwarna abu-abu, celana jeans panjang berwarna hitam polos serta sepatu warrior dengan warna hitam.
Guntur tidak tau jika wanita itu adalah Jin Shu yang seharusnya dia panggil dengan nenek juga. Karena belum pernah bertemu satu sama lain jadi tidak saling sapa dan juga Guntur cuek dengan hal itu.
Sedangkan wanita itu nampak bingung celingukan. Mencari seseorang yang akan dia tanya tentang keberadaan Guntur.
Jin Shu melihat seorang laki-laki yang sangat tampan berjalan tidak jauh dari parkiran tempatnya berdiri. Dengan sedikit teriak Jin Shu memanggilnya.
" Mas.. Mas... ". Ucap Jin Shu.
Guntur yang mendengar panggilan itu langsung menoleh kearahnya dan menunjuk dirinya sendiri.
" Iya mas kamu... ". Ucap Jin Shu sambil tersenyum cantik.
Guntur melihat Jin Shu yang tersenyum itu langsung mengalihkan pandangannya dan berjalan kearahnya.
Setelah sampai Jin Shu terpesona dengan ketampanan Guntur beberapa saat dan tersadar saat mendengar suara Guntur.
" Kak... Halo... Hmm... Kak... ". Ucap Guntur.
" Ehh... Iya... Maaf-maaf mas... ". Ucap Jin Shu tersadar.
" Ada apa... ". Tanya Guntur datar seolah tidak tertarik dengan Jin Shu tapi entah kenapa Guntur seperti cukup dekat dengan Jin Shu walaupun belum saling kenal dan lihat.
" Hmm... Maaf mas apa mas tahu yang namanya Jin Bun eh maksud aku Guntur Samudra... ". Tanya Jin Shu dengan canggung.
" Duhh... Kenapa aku sangat gugup dengan dia... ". Gumam Jin Shu dalam hati.
Guntur yang mendengar itu langsung terkejut dalam hatinya " Tunggu... Nama Jin Bun adalah nama yang diberikan oleh kakek Jin kepadaku dan kenapa wanita ini tahu nama itu? Hmm... Apa wanita ini salah satu dari keluarga Jin hanya keluarga Jin dan keluarga Samudra yang tahu nama Jin Bun? " Gumamnya.
Guntur berfikir keras dengan itu. Dia tidak mau sembarangan orang mengetahui identitasnya kecuali semua orang di padepokan, keluarga Jin dan Keluarga Samudra yang memang mereka semua tahu tentang identitasnya.
" Hmm... Maaf... Tapi... Kakak ini siapa... Kenapa mencari si gembel itu... ". Ucap Guntur yang sengaja merendahkan dirinya sendiri hanya ingin tahu bagaimana reaksinya.
" Ehh... Gembel? Apa maksudnya? Aku hanyalah orang biasa yang kebetulan ingin bertemu dengannya... Namaku Natasya... ". Ucap Jin Shu yang nama lainnya adalah Natasya Amalia.
Guntur melihat ekspresi kebingungan dari wanita yang dipanggil Natasya itu, tapi Guntur hanya diam.
" Ohh... Kak Nata... Begini ya kak... Dia itu gembel kampung yang kebetulan padepokan ini memungutnya... Sudah kurus, item, gondrong, brewokan, dekil, jarang mandi, bau pula... Kenapa kak Natasya yang cantik ini mencarinya? Apa tidak salah? ". Ucap Guntur.
__ADS_1
Didalam hati Guntur merasa hina dengan kata-katanya sendiri " Pedes amat ya mulutku... Ahh... Ini demi kenyamananku sendiri... ". Gumamnya dalam hati.
" Ehh... Kau... Kenapa mulutmu sangat pedas... Apa kau tidak tau kalau dia adalah orang dari keluarga Jin dan juga keluarga Samudra? ". Ucap Jin Shu dengan sedikit emosi dengan kata-kata Guntur.
" Huh... Mau itu dari keluarga Jin kek atau keluarga Samudra kek aku tidak peduli... Ehh tunggu.. Aku tidak menghina keluarga Jin atau Keluarga Samudra tapi aku hanya menghina dia saja... Mending kak Natasya mencariku saja... Hehehe... ". Ucap Guntur datar.
Guntur melihat Jin Shu sudah terpancing emosi dengan kata-katanya itu. Sedangkan Jin Shu sangat marah dengan semua itu dan sangat ingin menonjok mulutnya itu.
" Tampan tapi sangat sombong... Aku menyesal telah memujinya tadi... ". Gumam Jin Shu dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
" Hehe... Bagaimana... Mending mencariku dan kita bisa berjalan-jalan bersama... Dari pada kak Na.... ". Ucap Guntur terpotong karena harus menghindar dari sedangan dari Jin Shu.
" Wussshhhh ".
Jin Shu sangat terkejut dengan Guntur yang bisa menghindar dari serangan cepatnya.
" Ahahaha... Aku suka dengan wanita sepertimu... ". Ucap Guntur dengan ssnyum mengejek " Asem... Lumayan cepat juga wanita ini... ". Gumamnya dalam hati.
Jin Shu dengan penuh amarah langsung menyerang Guntur dengan cepat. Sedangkan Guntur dengan santai terus menghindar.
" Dari gerakan dan auranya, dia mirip dengan kakek buyut... Hehehe... Jadi kau adalah salah satu dari keluarga Jin ya... Baiklah... Akan ingin lihat seberapa kuat dirimu yang telah menjadi seorang kultivator ini... ". Gumam Guntur dalam hati sambil tersenyum.
Jin Shu melihat Guntur tersenyum membuat emosinya semakin naik dan ingin sekali menghajarnya sampai dia puas. Bahkan sampai beberapa saat kemudian pun Jin Shu belum dapat menyentuh Guntur.
" Sialan... Dia sangat lincah dan licin... Aku sudah mengerahkan 50 % dari kekuatanku pun belum bisa menyentuhnya... Iiiihhhhh..... ". Gumam Jin Shu sangat kesal.
" Hehehe... Kak Natasya yang cantik tidak bisa menyentuhku... Hehehhe... Menyerah saja dan temani aku jalan-jalan... Hihihi ". Ucap Guntur mengejek sambil tersenyum.
" Kenapa aku jadi sangat gemas melihatnya jadi seperti ini... Hehehe... ". Gumam Guntur dalam hati.
" Hei... Jangan jadi pengecut... Jangan menghindar terus... ". Ucap Jin Shu dengan frustasi.
" Lah... Kak Natasya yang cantik... Jika aku hanya diam... Aku bakalan jadi samsak tinju dong... Itu sangat menyakitkan tahu.... ". Ucap Guntur pura-pura memasang ekspresi sedih.
Hal itu membuat Jin Shu sudah tidak bisa lagi menahan kesal dan emosinya. Lalu Jin Shu mundur beberapa langkah kebelakang dan mengambil 3 sumpit yang menjadi kancing dari rambutnya. Seketika itu rambutnya langsung terurai. Jika orang lain melihat itu akan semakin terpesona oleh kecantikannya tapi tidak dengan Guntur, karena Guntur langsung memejamkan matanya dan berniat untuk bertarung dengannya menggunakan indra yang lainnya kecuali matanya yang tertutup.
Guntur merasakan kalau Jin Shu akan mengeluarkan semua kekuatannya karena aura yang Guntur rasakan darinya semakin kuat.
" Ini akan menjadi pertarungan yang sangat menarik... Ahhh senjatanya ternyata sumpit itu ya... Baiklah aku semakin bersemangat ". Gumam Guntur dalam hati.
Sedangkan aura kultivator tingkat High Tyran dari Jin Shu langsung meledak cukup kuat sampai membuat daya energi kejut yang menghempaskan pohon-pohon di sekitar terhempas.
Tidak membuang waktu lagi Jin Shu melesat sangat cepat kearah Guntur yang hanya berdiri santai sambil memejamkan matanya.
Begitu jarak mereka semakin dekat, Jin Shu langsung mengarahkan 3 sumpit yang dia genggam dan dia jepit antara jari telunjuk, tengah dan kelingkingnya pada tangan kanannya itu ke arah Guntur.
Saat sumpit itu beberapa jengkal lagi mengenai kepala Guntur. Tiba-tiba Guntur langsung menggerakkan tubuhnya ke samping kanan Jin Shu dengan sangat cepat sampai-sampai Jin Shu tidak menyadari itu.
Guntur yang merasakan semua itu langsung mendorong tangan kanan Jin Shu yang menggenggam sumpit itu ke samping kiri menggunakan tangan kanannya.
Seketika tubuh Jin Shu langsung kehilangan keseimbangan dan tersungkur tapi sebelum tubuh Jin Shu menyentuh tanah, Guntur dengan sigap menangkap tubuh Jin Shu yang tersungkur itu.
Jin Shu yang terkejut dengan gerakan Guntur pun langsung terdiam mematung sambil melihat wajah Guntur yang cukup dekat sambil memejamkan matanya itu. Apalagi posisi mereka seperti berpelukan.
Deg....
Langsung saja hati Jin Shu tersentak saat memandang wajah Guntur yang sangat tampan itu dari jarak sedekat itu " Astaga ". Gumamnya dalam hati sambil nafasnya tersengkal-sengkal.
Tapi beberapa detik kemudian Guntur langsung melepaskan kedua tangannya itu yang membuat tubuh Jin Shu langsung terjatuh ke tanah dengan posisi terlentang.
" Brukk.... Aaauuuu ". Erang Jin Shu reflek.
" Kau tau... Tubuhmu itu berat... Kenapa kau tidak diet saja.... ". Ucap Guntur bercanda yang masih dengan mata terpejam dan berdecak pinggang.
" Kau... Sialan... ". Ucap Jin Shu yang langsung bangkit dari tanah.
Padahal berat badan Jin Shu hanya 47 kg saja " Ulangi lagi... Apa kau bilang? ". Ucapnya dengan kesal.
" Haih... Aku bilang tubuhmu berat dan kau harus diet... ". Ucap Guntur datar.
" Kau... ". Ucap Jin Shu yang langsung menyerang Guntur lagi dengan sumpitnya itu ke arah kepala Guntur tapi Guntur yang masih memejamkan matanya itu langsung memiringkan kepalanya ke kiri tanpa menggerakkan anggota tubuh yang lainnya, jadi Jin Shu hanya menyerang udara kosong saja.
" Iiiiiiihhhhhhh ". Teriak Jin Shu dengan sangat kesal padahal Jin Shu melihat Guntur terus memejamkan matanya.
" Kak... Kau pasti jarang untuk berlatih... Sebagai seorang kultivator akan fatal jika jarang berlatih... Sama sih dengan Jawara... Hehehe... ". Ucap Guntur santai.
" Ehh... Ba-bagimana kau tahu... ". Ucap Jin Shu terkejut.
" Hmm... Mending kakak pasang lagi itu sumpit racun itu... Bahaya tau kak... Lagipula aku tidak mau mataku ini melihat keindahan yang seharusnya tidak aku lihat... ". Ucap Guntur kesal.
" Kau.... ". Ucap Jin Shu yang kehabisan kata-kata.
" Bagaimana dia tahu kalau sumpit-sumpitku ini mengandung racun dan sedari tadi dia terus memejamkan matanya... Siapa dia sebenarnya... ". Gumam Jin Shu dalam hati.
" Baiklah tapi bukan berarti aku memaafkanmu... ". Ucap Jin Shu sambil menyanggul kembali rambutnya dengan 3 sumpit-sumpit itu.
" Sudah... ". Ucap Jin Shu yang masih kesal dengan Guntur.
Guntur yang mendengar itu langsung membuka matanya tapi pandangan Guntur ke arah 3 sumpit yang sudah menjadi kancing rambut Jin Shu.
" Nah kalau begini kan enak.... ". Ucap Guntur tersenyum.
__ADS_1
" Sekarang jelaskan padaku siapa kamu... ". Ucap Jin Shu yang masih kesal dengan Guntur.
" Tidak penting siapa aku yang jelas jangan lagi deh nyari si gembel itu.... ". Ucap Guntur dengan santai.
" Hentikan untuk menghinanya... Walau begitu dia juga manusia.... ". Ucap Jin Shu.
" Lah... Ahahaha... Ternyata kau sangat polos kak... Begini... Mau sampai kapanpun kakak tidak akan bisa menang melawanku jadi pertarungan tadi itu hanya buang-buang tenaga saja... ". Ucap Guntur datar.
Jin Shu hanya terdiam saja sambil kembali menahan amarahnya. Walau bagaimana pun laki-laki didepannya ini sudah menghina Guntur padahal dia tia tidak tau kalau laki-laki itu adalah Guntur sendiri.
" Sudah kembali saja sana kerumah... ". Ucap Guntur malas.
" Kau mengusirku? ". Bentak Jin Shu.
" Hm... Tidak... Hanya saja kau sudah kelelahan karena bertarung tadi jadi lebih baik pulang untuk beristirahat... ". Ucap Guntur.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Guntur. Jin Shu sendiri sebenarnya sudah terlihat kelelahan dan nampak sedikit pucat.
" Tidak... Sebelum aku bertemu dengannya aku akan tetap berada disini... Kalau perlu aku akan berkeliling di padepokan ini... Tidak ada yang berani menghalangiku untuk itu.... ". Ucap Jin Shu.
" Ini orang keras kepala banget... ". Gumam Guntur salam hati.
" Hahhhhhh... Terserah... Tapi jangan salahkan aku jika kau tidak bertemu dengannya... Dia itu seperti lalat, suka berpindah-pindah tempat... ". Ucap Guntur sambil berjalan menjauh dari Jin Shu.
Sedangkan Jin Shu hanya terdiam saja. Disamping kelelahan dia keras kepala, sama seperti ayahnya.
" Aku memang sangat penasaran dengan Jin Bun tapi entah kenapa setelah bertemu dengan laki-laki itu dan bertarung dengannya aku jadi lebih penasaran dengannya... ". Gumam Jin Shu dalam hati.
Setelah itu Jin Shu segera berkeliling di padepokan untuk mencari Guntur dan saat dia berada di depan kantor padepokan, dia melihat Ragil disana yang keluar dari dalam kantor. Seketika Jin Shu langsung memanggilnya.
" Kak Ragil.... ". Ucap Jin Shu sedikit berteriak.
" Huh.... Kau... ? ". Ucap Ragil bingung.
Ragil tahu semua orang yang berada di keluarga Jin karena dia sering ke kediaman keluarga Jin untuk mengantarkan Lastri jika ingin pulang ke rumah ayahnya tapi Ragil masih belum bisa membedakan mana Jin Shu dan mana Jin Shi karena mereka benar-benar mirip, hanya penampilan mereka saja yang membedakan antara keduanya. Sedangkan saat ini Ragil melihat jika gadis didepannya ini juga berdandan walaupun tipis dan kalem. Itulah yang membuatnya bingung.
" Aku Jin Shu kak... ". Ucap Jin Shu kesal.
" Oalah... Hahaha maafkan aku jika sulit membedakan kau dengan adikmu jika sudah berdandan.... Oh iya mari masuk.... ". Ucap Ragil.
" Hmm... Didepan saja kak... ". Ucap Jin Shu.
" Yasudah.. Mari duduk... Ada apa... Tumben sekali kau datang kesini.... Terakhir kali kau datang kesini itu kau masih sekolah dasar kalau tidak salah... Masih cengeng pula, Hahahaha.... ". Ucap Ragil sambil tertawa mengingat kejadian masa lalu.
" Iiihhhh kakkaaaaaaakkkk..... Huft.... ". Ucap Jin Shu sambil cemberut.
" Ahahaha.... Baiklah... Ada apa... ". Tanya Ragil.
" Begini kak... Aku datang kesini ingin bertemu dengan Guntur tapi yang ada malah bertemu dengan laki-laki bermulut pedas.... ". Ucap Jin Shu kesal.
" Huh... Guntur? Sudah beberapa bulan ini Guntur dalam latihan tertutupnya, bahkan aku pergi ke gubuknya saja tidak pernah bertemu dengannya... Ehhh... Tunggu... Apa maksudmu laki-laki bermulut pedas.... ". Ucap Ragil.
Tapi saat ingin menjawab pertanyaan dari Ragil, Jin Shu melihat laki-laki yang dimaksud tadi yang sedang lewat disamping kantor padepokan.
" Nah itu dia orangnya kak.... ". Ucap Jin Shu sambil berteriak.
Dengan reflek Ragil menoleh ke samping kanan dan melihat laki-laki tampan yang dimaksud dengan Jin Shu. Saat melihatnya pun Ragil mengerutkan keningnya dan secara tidak sengaja Ragil melihat gelang yang berada di tangan kanan laki-laki itu.
" Ehh... Diaa..... ". Ucap Ragil yang langsung mengejar laki-laki itu dan begitu juga dengan Jin Shu yang mengikuti Ravil dibelakangnya sambil berharap bisa melampiaskan kemarahan dan kekesalannya itu jika ada Ragil.
Setelah beberapa saat mereka melihat laki-laki itu lagi dan dengan segera Ragil memanggilnya.
" Kau berhenti..... ". Teriak Ragil sambil berlari mendekati laki-laki itu.
Guntur yang mendengar suara Ragil pun langsung mengerutkan keningnya dan menoleh kebelakang tapi itu yang menjadi kesalahannya.
" Mati aku.... ". Gumam Guntur pelan.
Guntur ingin kabur tapi baju yang dikenakannya sudah ditarik oleh Ragil. Guntur hanya Bisa pasrah saja saat ini.
" Astaga.... Sejak kapan kau jadi seperti ini... ". Tanya Ragil sambil menggelengkan kepalanya.
" Hehehe... Sudah beberapa bulan yang lalu... Tapi kenapa kau bisa mengenaliku ". Ucap Guntur sambil kebingungan.
" Jika kau ingin menyamar setidaknya kau harus mencopot gelang toyamu itu... ". Ucap Ragil.
" Ehh... Astaga... Kenapa aku jadi bodoh begini ya.... Tapi ini tidak bisa jauh dariku ". Gumam Guntur pelan.
" Ahahhaaha.... Itu kesalahanmu... ". Ucap Ragil sambil tertawa.
Sementara itu beberapa saat kemudian Jin Shu sampai di depan mereka " Ini... Hah... Hah.... Orang... Nya... Kak.... Haduhhh... Kenapa cepat-cepat larinya.... Hah.... ". Ucap Jin Shu sambil ngos-ngosan.
" kalau tidak cepat orang ini pasti menghilang.... Jin Shu... Apa kau tidak tahu siapa dia...? ". Tanya Ragil.
" hah... Hah.... Mana... Aku tahu... Yang jelas... Aku sangat ingin menghajarnya... ". Ucap Jin Shu yang masih mengatur nafasnya.
" lah... Kau kesini untuk mencari siapa? ". Tanya Ragil.
" Guntur Samudra kak... ". Ucap Jin Shu.
" Laya ini orangnya.... ". Ucap Ragil sambil menahan tawa melihat kepolosan Jin Shu.
__ADS_1
" APA....??!!! ". Teriak Jin Shu karena terkejut.
Sedangkan Guntur hanya cengengesan saja " Ha-hai..... ". Ucapnya canggung sambil mengangkat tangan kanannya yang telapak tangannya hanya sampai sebatas muka dan berada di samping kanan mukanya.