Perjalanan Guntur Samudra

Perjalanan Guntur Samudra
Alisa vs Para Kajinan : Dimulainya Perang


__ADS_3

Suasana di arena pertandingan padepokan pancanaka begitu tegang setelah kejadian bola energi yang cukup besar dan kuat itu menghantam tepat di tengah-tengah arena.Namun, arena tersebut tidaklah hancur karena itu terjadi didalam dimensi cermin yang dibuat oleh Guntur.


Ditengah padatnya orang di tribun penonton, nampak Guntur tengah mengawasi keamanan semua orang, dia juga harus mengawasi Alisa yang tengah bertarung seorang diri dengan para kajinan itu.


" Aku tidak menyangka jika gadis itu sangat sadis... Tapi, jika tidak melakukan itu dia yang akan mati, " gumam Guntur dalam hati.


Terus melihat dan mengawasi. Guntur melihat jika Alisa berlari menuju arena, begitu juga dengan ribuan makhluk dari bangsa lain itu.


Sedangkan Aji dan yang lainnya juga nampak tegang di tribun khusus. Tidak lama setelah itu mereka melihat seorang gadis melompat tinggi dari atas tribun penonton.


" Wuuttt.... Wuuussshhh.... Tap.. Tap... "


Alisa yang melompat diatas tribun penonton dan melewati orang-orang yang berada disana. Terus melompat sampai di tengah arena barulah Alisa menghentikan langkahnya dan pandangannya menatap ke atas.


Aji dan Lastri yang melihat gadis itu terperangah terkejut. Mereka tidak percaya bahwa gadis itu adalah Alisa.


" A-Alisa? Apa yang dia lakukan disana? " tanya Lastri terkejut melihatnya.


Begitu juga Aji, sedangkan untuk yang lainnya tidak ada yang mengenal gadis itu.


" Guntur... Apa maksudnya ini? " tanya Aji dalam hati.


Guntur yang melihat dan mendengar mereka terkejut nampak tersenyum " Kakek tenang saja... Karena Alisalah yang kali ini menjadi pemeran utamanya dan kakek nanti akan tahu kenapa aku memilih Alisa, " ucap Guntur berkomunikasi dengan Aji melalui telepati.


" Tapi kenapa harus dia? Dia itu belum mampu dan masih lemah?! " tanya Aji.


" Kakek lihat saja... Kuharap setelah ini kakek tidak menganggap Alisa itu lemah, " ucap Guntur.


Setelah itu semua orang dikejutkan oleh ribuan makhluk dari bangsa lain. Mereka berlari, terbang, merangkak bahkan ada juga yang berjalan dengan santai memenuhi arena.


Di arena, nampak semua orang seperti terkepung oleh bangsa lain yang tampak begitu buas, siap untuk menyantap semua orang sebagai tumbal mereka.


Berbagai jenis dan rupa dari para makhluk itu. Banyak orang yang tidak kuat atau takut akan keberadaan mereka telah pingsan. Bagi mereka yang kuat, mereka sangatlah geram kepada para makhluk dari bangsa lain tersebut.


" Wahaahahaha... Aku ucapkan terima kasih kepadamu karena membawa kami semua ditempat ini gadis manis, " ucap Sutaryo yang kini berada diatas arena bersama dengan Kedua temannya, Gundi dan Sabto.


" Bodoh, " ucap Alisa sambil tersenyum.


Nampak mata para kajinan dan semua prajuritnya berbinar. Bahkan ada juga dari sekian banyak dari para makhluk itu meneteskan air liurnya, tidak sabar untuk menyantap orang-orang.


Sutaryo yang merasa akan panen besar itu pun memerintahkan semuanya untuk segera menyantap para tumbal itu.


" Semuanya dengar... Hajar mereka semuaaaaa!!! " teriak Sutaryo.

__ADS_1


Seketika semua prajurit makhluk lain itu langsung berlarian dan menyebar bagai semut yang tertiup oleh angin. Dengan semangat yang membara, mereka semua saling berebut dan melahap para tumbal itu. Tapi ketika mereka menyentuh orang-orang, mereka sangatlah terkejut karena tidak bisa menyentuh mangsanya.


Tangan, kaki, taring, kuku mereka gunakan tapi tubuh semua orang seperti tembus bak sebuah asap. Sutaryo dan kedua temannya oun mengalami hal yang sama.


" Aneh... Kenapa aku tidak bisa menyentuh mereka? Padahal jelas-jelas mereka itu nyata, " tanya Sutaryo.


Begitu juga dengan Gundi dan Sabto. Lalu, mereka beralih ke orang yang terduduk disana sambil menatap mereka dengan perasaan takut.


" Sialan... I-ini.... " ucap Gundi dengan marah.


" Ilusi? " tanya Sabto.


Mereka bertiga langsung menoleh ke tengah arena dimana Alisa sedang berdiri disana.


Alisa menggelengkan kepalanya " Apakah kalian sudah selesai? Apakah kalian sudah kenyang? Kalau belum aku dengan senang hati menunggu kalian sampai kalian puas, hehehe, " tanya Alisa sambil tersenyum.


Sutaryo yang mendengar itu pun langsung murka kepada Alisa. Dia merasa selama ini telah ditipu oleh Alisa. Begitu juga dengan Sabto dan Gundi.


Dengan perasaan yang kacau, mereka semua langsung mengeluarkan aura mereka yang mana sudah menjadi kajinan yang sempurna.


Dengan keluarnya aura kajinan yang sempurna, semua prajurit dari bangsa lain itu pun langsung menghentikan kebrutalan mereka yang mencoba untuk memakan semua tumbal namun gagal.


" Bunuh bocah itu! " teriak Sutaryo membahana.


" Wusshhh... Banngg... "


Sontak semua makhluk dari bangsa lain itu merasakan aura yang dikeluarkan oleh Alisa dan juga mengenali aura itu.


Semua makhluk itu menghentikan langkahnya dan menatap Alisa dengan terkejut. Mereka tidak menyangka jika Alisa mempunyai aura dari ratu betari yang mana ratu betari adalah salah satu ratu terkuat dari bangsa mereka.


Bergetar... Ketakutan...


Itulah yang mereka rasakan saat melihat dan merasakan aura yang dikeluarkan oleh Alisa.


Sebenarnya ada yang unik dari bangsa lain ini, ketika lawan mereka mengeluarkan auranya walaupun sedikit, mereka bisa melihat siluet dari bayangan aura tersebut yang dari bangsa manusia tidak bisa melihat hal itu.


Saat ini mereka melihat sepasang mata hitam dengan pupil mata berwarna merah darah yang sangat besar diatas Alisa yang melihat mereka dengan tatapan intimidasi dan mengancam.


Alisa tahu akan hal ini karena secara tidak langsung Alisa bisa melihat dengan jelas siluet mata tersebut.


" Apakah kalian masih ingin membunuhku? " ucap Alisa.


Lalu salah satu dari mereka langsung melesat kearah Alisa dan menyerangnya. Namun saat hanya tinggal beberapa langkah lagi tiba-tiba dia jatuh tersungkur dengan kepalanya menggelindung sampai tepat dibawah Alisa.

__ADS_1


Hal itu dikarenakan Alisa menajamkan cakarnya dengan elemen kegelapannya lalu mengayunkan cakarnya dengan sangat cepat. Dengan begitu, Alisa melesatkan gelombang kejut tak kasat mata yang berbentuk pisau dari elemen kegelapan miliknya yang mana langsung mengenai leher makhluk dari bangsa lain tersebut sampai terpisah dari badannya.


Melihat temannya tewas dengan keadaan seperti itu, mereka semua nampak marah dan geram. Akan tetapi mereka juga sangat ketakutan.


" Apa ada lagi? Hm... Jika tidak maka aku yang akan membunuh kalian, " ucap Alisa yang langsung menghilang dari pandangan mereka lalu melesat kearah ribuan makhluk dari bangsa lain itu.


Bisa dilihat semua orang diluar dimensi cermin itu tercengang melihat Alisa tiba-tiba menghilang.


" Siapa gadis itu? "


" Sangat kuat.... "


" Hei bukankah gadis itu adalah salah satu dari keluarga Samudra? "


" Eh... Sungguh? "


" Benar... "


" Pantas saja sangat kuat, "


Semua orang nampak kagum dengan Alisa. Begitu juga dengan para tamu di tribun khusus. Mata mereka berbinar melihat aksi Alisa yang sangat mengejutkan mereka.


" Jawara pintu ke 4 tapi mempunyai kekuatan yang begitu kuat, Aji.... Apa kau mengenal gadis itu? " tanya sesepuh Tamrin dengan takjub.


" Dia bernama Alisa... Alisa Zahra Samudra... Dia juga salah satu dari cucuku dari adikku yang bernama Damar Samudra yang mempunyai anak bernama Sandi Samudra, " ucap Aji sambil menjelaskan siapa Alisa.


Sontak, jawaban Aji membuat semua orang di tribun khusus itu terkejut. Begitu juga dengan keluarga dari Ridwan yang hampir saja membuat kekacauan di padepokan ini.


" Wahahahah... Keluarga Samudra memang tiada banding... Mampu melahirkan jawara-jawara yang sangat berbakat dan jenius lagi kuat... Jika dulu ada si Ladhing Kembar, sekarang ada gadis itu... Hebat.... Hebat, " ucap sesepuh Werang dengan sangat gembira.


" Hahahah... Benar dimas Werang... Bahkan aku sangat iri dengan keluarga Samudra, tapi aku juga sangat kagum dengan keluarga Samudra, " ucap sesepuh Tamrin yang tidak kalah gembira.


Aji dan Lastri hanya tersenyum mendengar celotehan dari mereka.


" Apa jadinya mereka mengetahui jika ada salah satu dari keluarga Samudra yaitu Guntur yang mana dirinya adalah Sang Hyang Aksara? Dan yang telah merencanakan serta merancang semua ini? " tanya Aji dalam hati.


Guntur yang mendengar suara hati kakeknya itu menggelengkan kepalanya. Namun Guntur tidak bisa untuk meladeni kakeknya karena prioritas utama sekarang adalah keselamatan Alisa.


Sebenarnya Guntur sangat khawatir dengan Alisa. Kata-kata dari kakeknya tentang Alisa itu sangatlah benar tapi Guntur juga lebih tahu akan kekuatan yang dimiliki Alisa. Maka dari itu, Guntur secara bertahap membantu adik sepupunya itu dengan cara memindahkan dan menggandakan puluhan cerminan Alisa secepat mungkin.


Dengan melakukan hal itu secara tidak terlihat akan ada puluhan Alisa yang sedang menghilang dari semua mata, baik itu didalam dimensi cermin atau dunia nyata. Hal itu untuk membantu Alisa supaya Alisa dapat mengalahkan ribuan makhluk dari bangsa lain itu.


Memang bisa dikatakan curang tapi itu semua tidak berlaku di kanca peperangan. Hanya yang kuatlah yang akan memenangkan peperangan. Begitu juga dalam kondisi sekarang ini dimana Alisa sedang berperang seorang diri melawan ribuan makhluk dari bangsa lain dan juga para kajinan yang terus mengawasi Alisa dengan penuh angkara murka.

__ADS_1


__ADS_2