Perjalanan Guntur Samudra

Perjalanan Guntur Samudra
Turnamen : Akhirnya Mereka Bertarung


__ADS_3

Setelah beberapa saat, Ridwan yang tengah selesai mandi besarnya itu membuka pintu ruang istirahat.


Sontak semua mata tertuju pada Ridwan, sedangkan Ridwan menatap mereka dengan kebingungan.


" Huh... Ada apa? " tanya Ridwan.


Pertanyaan Ridwan itu langsung mendapatkan suatu kata yang memalukan dari Yuni.


" MESUM "


" Ehh... "


Ridwan yang masih kebingungan itu langsung tersadar.


" Ehh.... Tu-tunggu.... A-aku tidak mesum... Itu fitnah wooee! " ucap Ridwan yang tidak terima diejek mesum.


" Kalau kau tidak mesum kenapa kau melakukan itu, kau tahu itu adalah hal yang tabu bagi seorang gadis sepertiku? " tanya Yuni yang masih menatap Ridwan dengan tajam.


" Duh... He-heyy... Ayolah kak Yun... Jika aku tidak melakukan jurus terlarang Penderitaan Seribu Tahun, akan sangat lama untuk mengalahkannya... Kalian tahu bukan jurus Tameng Gadjah itu sangat merepotkan? Entah kenapa aku teringat cerita pewayangan gugurnya Sengkuni di perang Baratayudha Binangun yang mana dirinya mirip dengan Sengkuni yang sangat merepotkan dan susah untuk dikalahkan jika sudah menggunakan jurus itu! " jelas Ridwan.


" Hm... Kau benar Ridwan... Aku sendiri sangat kerepotan untuk melawannya dulu di arena peringkat, " ucap Singgih setuju dengan Ridwan.


Semua peserta laki-laki mengangguk setuju termasuk Umar tapi tidak lama setelah itu mereka tiba-tiba saja merasakan merinding di sekujur tubuhnya yang ternyata Yuni menatap mereka dengan tajam dan mengeluarkan aura membunuh mereka.


" Hm... Ridwan... Aku baru pertama kali melihat jurus itu... Sebenarnya jurus apa itu? " tanya Singgih yang sangat tertarik dengan jurus penderitaan seribu tahun.


Namun saat Ridwan ingin menjelaskannya, Yuni langsung menyela.


" Ternyata kalian sama mesumnya dengan Ridwan! " ucap Yuni yang sedikit berteriak.


" Kenapa aku jadi yang bersalah disini? Lagipula Danang itu laki-laki dan bukan wanita, " tanya Ridwan dalam hati sambil mengusap-usap mukanya dengan kedua telapak tangannya.


" Huaahhhhh... Suka hati kau lah! " ucap Ridwan frustasi.


Sementara itu di arena telah berakhir pertandingan selanjutnya yang mana Cristian melawan ayu dan pada akhirnya Cristian lah yang menjadi pemenangnya.


Saat Cristian masuk ke ruangan istirahat peserta, Cristian langsung tertawa melihat Ridwan yang menatapnya dengan tampang konyolnya itu.


" Ppffftt.... Ahahahahaha.... Ridwan... Kau benar-benar ngelawak.... Ahahahah..., " ucap Cristian sambil terus tertawan


Namun segera berhenti saat melihat Yuni yang menatapnya dengan tajam.


" Apa salahku? " tanya Cristian.


Hanya kedipan mata lalu melirik ke arah Yuni dari Singgih untuk menjawab Cristian. Cristian pun langsung menyadarinya dan terdiam duduk di samping Ridwan.


Beberapa saat kemudian suara bel terdengar, menandakan pertandingan selanjutnya dimulai. Di layar besar itu terlihat dua nama yang akan bertarung yaitu...


" YUNI VS JULIAN


Segera mereka berdua berjalan ke arena. Namun saat pertandingan dimulai tiba-tiba Julian mengangkat tangan kanannya dan mengatakan sesuatu yang membuat semuanya kebingungan. Bahkan wasit sendiri belum kembali ke tempatnya dan masih berada di tengah mereka berdua.


" Aku menyerah! " teriak Julian.


Seketika semua orang nampak kebingungan dengan Julian yang menyerah sebelum bertarung.


" Hei Julian... Apa maksudmu? " tanya Yuni dengan sedikit kesal.

__ADS_1


Julian tersenyum mendengar itu " Yuni... Apa kau sangat terobsesi dengan pertarungan? Mungkin kau akan menganggapku pengecut tapi aku bisa apa? Aku sudah bersyukur sudah masuk di 8 besar tapi jika aku memaksa untuk bertarung, maka hasilnya sudah terlihat... Kau peringkat ke 3 sedangkan aku hanya peringkat 12, kekuatan kita bagai bumi dan langit... Aku selalu sadar jika diatas langit masih ada langit, " jelas Julian.


" Tapi-- "


" Yuni... Ada kalanya kita itu mundur tapi dengan cara yang baik dan benar... Aku selalu berfikir logis kau tahu!? Tidak ada yang namanya keberuntungan yang ada hanyalah hasil dari kerja keras yang selama ini kita gali... Lihatlah Ridwan... Dia yang terlemah tapi dengan kerja kerasnya dia berhasil sampai ke tahap ini... Apa kau tidak menyadarinya? "


" Setelah ini kau akan melihatnya sendiri hasil kerja kerasnya itu... Ahh... Aku terlalu banyak bicara... Wasit umumkan pemenangnya, " ucap Julian sambil tersenyum dan melihat ke arah ruang istirahat yang mana Ridwan telah melihat mereka dari jendela itu.


Wasit yang berada di tengah mereka tersenyum.


" Sangat bijak, " gumam Ragil dalam hati.


" Baiklah... Karena Julian menyatakan menyerah maka pemenangnya adalah Yuni... Pertandingan akan dilanjutkan 5 menit dari sekarang! " ucap wasit dengan berteriak.


Banyak dari penonton yang merasa kecewa dengan Julian. Padahal, Julian walaupun peringkat 12 tapi kekuatannya bisa disandingkan dengan mereka yang mempunyai peringkat 10 besar teratas.


Guntur yang sedari tadi hanya terdiam itu tersenyum melihat keputusan yang di ambil oleh Julian.


" Tidak hanya kuat tapi juga memiliki pemikiran yang kritis... Hm... Ternyata begitu ya... Dia memiliki kekuatan unik yang bernama Langkah Netra... Dimana dia bisa membaca apa saja yang akan terjadi... Dengan menjalani pelatihan khusus dia akan sangat berkembang dan mungkin di masa depan nanti dia akan menjadi ahli strategi yang sangat kondang dan dihormati, " gumamnya dalam hati sambil terus memperhatikan Julian.


Namun siapa sangka jika Julian menyadari hal tersebut dan langsung menghentikan langkahnya lalu pandangannya menyapu ke arah penonton.


" Aneh... Tadi aku sempat merasakan sesuatu yang membuatku terancam tapi sekarang menghilang tanpa jejak?! " gumamnya dalam hati.


Guntur yang mengetahui itu tersenyum senang " Yah, setidaknya dia berasa di jalur yang benar, " gumamnya dalam hati.


Pertandingan terakhir di seperempat final pun akhirnya dimulai. Kedua peserta terakhir berjalan memasuki arena.


UMAR VS SINGGIH


" Akhirnya mereka bertarung... Aku tidak sabar melihat aksi mereka..., "


" Benar... Pertarungan peringkat atas ini bro..., "


" Siapa yang akan menang ya? "


" Tentu saja Umar.... Tapi Singgih juga kuat bro... Hm, "


Banyak komentar yang dilontarkan penonton. Teriakan terus menerus meneriaki mereka.


" UMAR... SINGGIH... UMAR... SINGGIH... UMAR... SINGGIH..., "


Sementara itu Guntur hanya menggelengkan kepala " Kau akan pensiun dari dunia persilatan jika memaksakan untuk bertarung melawan Umar, Singgih... Ahhh sebenarnya aku juga ingin melihat pertarungan Si Kaki Besi itu, " gumam Guntur pelan.


Benar saja saat pertandingan dinyatakan dimulai, Singgih langsung mengangkat tangan kanannya dan menyatakan menyerah.


" Aku menyerah "


Sontak hal itu membuat semua orang kembali terkejut dan kecewa. Bahkan ada diantara penonton yang memaki Singgih.


" Kau yakin? " ucap wasit.


" Wasit... Aku sangat yakin, sebenarnya kakiku masih cidera karena misi terakhirku beberapa minggu yang lalu... Mungkin untuk peserta lain aku tidak masalah tapi jika untuk melawan Umar aku tidak sanggup..., "


" Umar... Maafkan aku, " ucap Singgih menyesal.


Umar yang sedari tadi terdiam itu tersenyum dan mengangguk " Aku tidak akan mengecewakanmu bro..., " ucapnya.

__ADS_1


" Jadi begitu ya... Baiklah... Singgih menyatakan menyerah dan pemenangnya adalah Umar... Dengan ini babak seperempat final dinyatakan selesai... Babak semifinal akan dilanjutkan 30 menit dari sekarang! " ucap wasit dengan keras.


Dengan dinyatakan demikian layar besar itu menampilkan semua peserta yang berhasil lolos di semifinal. Adapun nama-nama itu adalah...


- RIDWAN


- CRISTIAN


- YUNI


- UMAR


Suasana arena masih ramai. Mereka sangat enggan untuk meninggalkan tribun penonton walaupun hari semakin panas karena matahari di siang hari.


Guntur dengan segera membuat pelindung transparan, guna untuk melindungi penonton. Pelindung itu berbentuk mirip seperti sebuah kubah namun memanjang keatas.


" Dengan begini, semua orang akan terlindungi... Ahhh... Setelah ini aku ingin piknik! " gumamnya dalam hati.


Tanpa terasa 30 menit telah terlewat. Suara bel pun terdengar dengan keras.


[ DING ]


Tanda bahwa pertandingan semifinal dimulai. Layar besar segera mengacak nama peserta yang akan bertarung di putaran pertama babak semifinal.


Semua penonton nampak tegang. Mereka tidak sabar untuk melihat pertarungan para peserta jagoan mereka.


Layar besar itu berhenti mengacak nama peserta dan terbaca sudah nama peserta itu.


" RIDWAN VS UMAR


Seketika semua orang terdiam. Apalagi orang yang duduk disebelah Guntur yang sebelumnya bertanya kepada Guntur tentang Umar. Orang itu langsung melebarkan matanya. Dia tidak percaya jika tebakan Guntur tepat, jika Umar akan bertemu dengan Ridwan di semifinal.


" Bro... Kau?! " ucap orang itu tidak percaya.


Guntur pun langsung menoleh ke arah orang itu lalu mengangguk " Kau pasti tidak akan kecewa melihat pertarungan mereka... Seperti tebakanku tadi... Lagi pula mereka akan bertarung habis-habisan... Kali ini kita semua akan melihat betapa kuatnya Umar dan juga Ridwan yang selama ini telah menyembunyikan kekuatannya, " ucap Guntur sambil tersenyum.


Dia pun terdiam lalu menatap arena dengan serius " Ridwan... Sekuat apa dia? " tanyanya dalam hati.


Sementara itu di arena terdengar suara wasit yang menjelaskan peraturan pertandingan. Lalu wasit pun menyatakan pertarungan dimulai.


" ..... MULAI! "


keduanya saling menatap dengan serius. Inilah yang sudah mereka tunggu sedari awal turnamen dimulai.


" Aku sangat senang kita bisa berhadapan... Ridwan, " ucap Umar sambil tersenyum.


Ridwan yang merasakan hal yang sama pun mengangguk " Aku juga Umar, " ucap Ridwan.


" Hmm... Apa kau siap? " tanya Umar sambil melepas ikatan pedang yang dia bawa di punggungnya lalu dia tancapkan di atas arena.


Karena pedang milik Umar memiliki kualitas tinggi jadi walaupun itu hanya sarung pedangnya saja sudah kuat, jadi jika hanya dia tancapkan di atas arena pun tidak akan rusak.


" Kapanpun Umar, " ucap Ridwan sambil melakukan hal yang sama yaitu menancapkan tombaknya di atas arena.


Lalu mereka pun saling menatap sambil tersenyum. Beberapa detik berikutnya, tiba-tiba mereka langsung menghilang dari pandangan semua orang.


" Wusshh... Boooommm.... "

__ADS_1


__ADS_2