Perjalanan Guntur Samudra

Perjalanan Guntur Samudra
Para Boneka Guntur


__ADS_3

" Ratakan Kajin sekarang juga... Yanci..."


Yanci pun langsung tersenyum mendengar pesan itu dari tuannya.


Sebenarnya Yanci sangat ingin menghancurkan Kajin dari dulu namun tuannya belum menginstruksikan untuk melakukan itu.


Sebagai seorang boneka, Yanci tidak bisa untuk melakukan itu, namun sekarang Yanci sungguh sangat bersemangat dan siap untuk menunjukkan taringnya untuk melenyapkan musuhnya itu.


Dengan tersenyum penuh arti, Yanci langsung menghilang menggunakan teleportasinya ke markas Kajin untuk menghapus keberadaan mereka.


" Maaasss.... Ada apa? " tanya Anisa yang sedang melihat Guntur terdiam namun pupil matanya menjadi putih.


Kini Guntur dan Anisa sedang berada di gubuk milik Guntur bersama dengan semua anak didiknya yang tengah beristirahat akan latihan mereka.


Begitu juga dengan Ridwan dan yang lainnya merasa heran dengan Guntur karena tiba-tiba saja Guntur terdiam dan pupil matanya memutih.


" Mas Gun..., " ucap Ridwan penasaran.


Guntur yang mendengar itu pun tersenyum " Malam ini akan terjadi pertarungan yang cukup hebat, " ucapnya.


Sontak saja Anisa, Ridwan dan yang lainnya terkejut dengan apa yang dikatakan Guntur.


Mereka juga tahu jika apa yang dikatakan oleh Guntur itu pasti akan kebenarannya, namun mereka tidak tahu apa yang terjadi sekarang ini.


" Maksud mas? " tanya Anisa yang masih terkejut.


Guntur tidak menjawab pertanyaan dari Anisa namun dengan berlahan Guntur membuat pola aksara pemanggilan yang semua orang nampak kagum dengan pola aksara itu.


Tidak lama setelah itu, dari pola itu muncul seorang pria bertubuh kekar dengan aura yang sangat mengerikan sampai-sampai Ridwan dan yang lainnya itu bertekuk lutut karena tekanan dari aura itu.


" Kris...., " ucap Guntur memanggil.


Dengan perlahan pria itu membuka matanya yang mana langsung nampak pupil merah darahnya itu.


" Tuanku, " ucap pria yang bernama Kris itu sambil membungkukkan badannya dihadapan Guntur.


" Tarik semua auramu, " ucap Guntur singkat.


Kris yang mendengar seruan dari Guntur itu pun langsung menarik semua auranya sampai pada titik 0.


" Saat ini adikmu Yanci sedang bertarung dengan para titisan Raja Angkara, aku ingin kau membantunya, " ucap Guntur.


Kris pun langsung mengerutkan keningnya " Tuanku, bukankah Yanci lebih kuat dari pada kami semua? Bahkan nenek dan para bonekanya saja dibuat kalang kabut dengannya, Kenapa aku harus membantunya? Apakah mereka sekuat itu? " tanya Kris dengan heran.


" Memang benar Yanci lebih kuat dari pada kalian tapi musuh kali ini adalah titsan Raja Angkara, kau tahu kan maksudku? " tanya Guntur.

__ADS_1


" Hmm... Baik tuanku, aku mengerti, " ucap Kris dengan jelas.


Setelah itu, Guntur melirik Alisa yang nampak berbinar mendengar percakapan Guntur dan Kris.


" Alisa... Kau ikutlah dengan Kris, tugasmu hanya mencari celah untuk menghisap semua kekuatan kajinan yang ada di sana dan ingat satu hal... Jangan sekali-kali kau membunuh mereka, karena itu tugas Yanci dan Kris, mengerti? " tanya Guntur.


Alisa pun langsung berdiri lalu mengangguk " Aku mengerti mas, " ucap Alisa dengan penuh semangat.


" Kris... Aku percayakan Alisa kepadamu, " ucap Guntur yang dianggukan oleh Kris.


Setelah itu, Alisa berjalan ke arah Kris lalu setelah itu mereka berdua menghilang dengan teleportasi yang Kris gunakan.


Hening untuk sesaat karena semua orang termasuk Guntur kembali pada pikiran masing-masing.


" Mas Gun... Lalu kami? " tanya Yuni memecah keheningan.


" Huh? Kenapa? " tanya Guntur sambil mengerutkan keningnya.


" Maksudku kenapa hanya Alisa? Kami juga ingin bertempur di pertempuran yang sesungguhnya, " ucap Yuni yang sedikit iri dengan Alisa.


Guntur pun tersenyum " Hilangkan nafsu angkara mu Yuni... Alisa memiliki kekuatan unik bernama pelebur jiwa angkara dan memiliki kekuatan kajinan itu sendiri dari salah satu Ratu Jin terkuat di alam nya... " ucapnya dengan halus.


" Tapi, bukan berarti dia selalu menang melawan para kajinan dan kenapa kalian tidak aku ikut sertakan karena titisan Raja Angkara bukan hanya seorang saja tapi ada tujuh titisan yang memiliki kekuatan di atas para kajinan pada umumnya... "


" Kalian tidak usah risau ataupun berkecil hati... Apa kalian sudah tahu jika enam bulan lagi akan ada turnamen antar padepokan? Lebih baik kalian fokus berlatih untuk itu karena rencananya aku dan Guntur menyiapkan itu untuk kalian agar bisa mengikuti turnamen itu sebagai perwakilan dari padepokan kita, " ucap Anisa yang sedari tadi hanya terdiam.


Sontak saja Ridwan dan yang lainnya terkejut dengan kabar yang diucapkan oleh Anisa.


" Apa?! " ucap Ridwan dan yang lainnya dengan serempak.


Turnamen antar padepokan adalah ajang turnamen bergengsi yang diadakan 10 tahun sekali di Bumi Nusantara.


Tentunya yang ikut dalam turnamen itu bukanlah murid-murid keroco ataupun lemah.


Namun, Anisa sendiri tidak diperbolehkan untuk ikut dalam turnamen itu sendiri karena semua padepokan tahu jika Anisa sudah melampaui murid-murid pada semestinya walaupun Anisa sendiri sebenarnya adalah seorang murid dari padepokan pancanaka.


Jika Anisa ikut dalam turnamen itu maka sudah dipastikan tidak ada yang sanggup untuk melawannya, entah itu pertarungan individu ataupun secara tim walaupun Anisa hanya sendirian tanpa adanya tim.


Namun beberapa saat kemudian, Guntur kembali terdiam lalu kedua pupil matanya kembali memutih bahkan aura aksaranya sedikit merembes keluar dari tubuhnya.


Dengan kejadian itu Anisa, Ridwan dan yang lainnya terkejut bahkan Ridwan sampai mundur beberapa langkah kebelakang, begitu juga dengan Umar dan semua anak didiknya.


" Mas... Ada apa? " tanya Anisa sedikit ketakutan dengan itu.


Guntur tidak menjawab namun tiba-tiba muncul 7 pola aksara pemanggilan yang berbeda dari sebelumnya.

__ADS_1


Dari semua pola itu langsung keluar 7 orang yang berbeda dan memiliki aura yang sangat kuat yang berbeda juga.


Disetiap pola itu memiliki warna yang berbeda-beda yang mencerminkan elemen dan kekuatan mereka.


Semua boneka itu memiliki nama yang Guntur berikan kepada mereka.


- Hasan dengan pola merah yang berarti api.


- Gending dengan pola biru yang berarti air.


- Lintang dengan pola putih yang berarti cahaya.


- Kris dengan pola coklat yang berarti tanah.


- Wardah dengan pola perak yang berarti logam.


- Tama dengan pola emas yang berarti petir.


- Yuki dengan pola hijau yang berarti tumbuhan.


- Fanny dengan pola ungu yang berarti angin.


- Yanci dengan pola hitam yang berarti kegelapan.


Tentu kejadian ini membuat Anisa, Ridwan dan yang lainnya terkejut bukan main.


Terlebih mereka para anak didiknya yang bahkan sampai jatuh tersungkur merasakan aura yang dikeluarkan oleh ketujuh orang yang tiba-tiba muncul dari pola-pola aksara itu.


" Lindungi Alisa dan bantu saudara kalian mengatasi organisasi Kajin! " ucap Guntur dengan suara yang berat dan tatapan tajam kepada ketujuh orang itu yang sebenarnya mereka adalah para bonekanya yang lainnya.


" Kami mengerti, " ucap salah satu dari mereka lalu secara cepat mereka menghilang tanpa bekas.


Setelah itu, barulah Ridwan dan yang lainnya terbangun dari tersungkurnya dan nampak mereka semua menderita luka dalam sampai-sampai terbatuk darah.


Dari semua itu, Putri yang memang paling lemah diantara mereka terjatuh tersungkur sampai pingsan.


Dengan segera Anisa langsung memberikan pil penyembuh kepada mereka termasuk Putri yang sedang pingsan.


Setelah itu Anisa langsung bertanya kepada Guntur " Mas... Apa yang terjadi? " tanyanya.


Guntur langsung menatap Anisa dengan lembut dan kedua pupil matanya kembali normal.


" Aku merasakan adanya seseorang yang sangat kuat yang ingin melindungi para titisan dan aku merasa jika orang itu jauh lebih kuat dari Yanci, " ucap Guntur.


" Apa?! "

__ADS_1


__ADS_2