Perjalanan Guntur Samudra

Perjalanan Guntur Samudra
Sebuah Terobosan Yang Dibayar Dengan Sebuah Aib


__ADS_3

1 bulan kemudian...


Teng...


Teng...


Teng...


Terdengar suara sebuah lonceng arena dan riuhnya penonton yang memadati arena dunia bawah.


" Ma Yue... "


" Sang Mimpi Buruk... "


" Ma Yue... "


Sorakan demi sorakan penonton yang sangat antusias karna pertarungan yang sangat jarang terjadi di dunia bawah yang sanggup memenangkan pertandingan sampai 99 kali berturut-turut.


Nama dan gelar Anisa sudah didengar di segala penjuru sebagai Ma Yue Sang Mimpi Buruk entah di dunia bawah itu sendiri maupun di permukaan.


Tidak sedikit pula orang-orang di dunia permukaan datang ke kota Lentera hanya untuk menonton pertarungan Anisa.


Seperti sekarang ini, Anisa berjalan dengan perlahan untuk melakukan pertarungannya yang ke 100 guna melengkapi syarat arena dunia bawah.


Namun Anisa berjalan memasuki arena dengan sedikit bergetar pada tubuhnya.


" Sial, kenapa tubuhku menjadi aneh begini..., " gumam Anisa.


Tidak lama setelah itu muncul lawan bertarungnya diarena yang berjalan dengan perlahan sambil tersenyum melihat Anisa.


" Sepertinya racun itu sudah mulai bekerja, " ucap lawan bertarung Anisa dalam hati.


Anisa yang merasa aneh pada tubuhnya itu terus menerus menahan rasa dan gejolak aneh pada tubuhnya sekuat tenaga.


" Sebenarnya apa yang terjadi padaku? " tanya Anisa dalam hati.


Tiba-tiba sang wasit mengumumkan pertarungan dimulai.


" Ma Yue vs Rukmana, DIMULAI! " ucap wasit dengan sangat keras.


" Haaaahhhhhh.... Kau itu kuat dan juga mengerikan tapi sepertinya hari ini akulah yang akan memenangkan pertarungan..., " ucap orang itu yang bernama Rukmana.


Sedangkan Anisa masih terdiam namun nampak sangat gusar.


" Kau pasti bertanya-tanya kenapa tubuhmu merasa aneh..., " ucap Rukmana sambil melesat cepat ke arah Anisa.


Setelah sampai, Rukmana langsung membisikan sesuatu yang membuat Anisa sangat terkejut.


" Djaran Goyang seribu tahun..., " ucap Rukmana lalu langsung melancarkan serangan tendangannya ke arah kepala Anisa.


Anisa yang terkejut itu tidak bisa untuk mengelak disamping terkejut, tubuhnya merasakan aneh dan merasakan gejolak yang Anisa sendiri tidak mengerti.


Bugh...


Anisa yang langsung terlempar lalu menabrak batas besi runcing pada arena itu merasakan sakit luar biasa pada tubuhnya yang mana tertancap 2 besi runcing pada bagian paha dan lengannya.


" Aaaaarrrggghhh...., " teriak Anisa yang langsung menarik tubuhnya guna melepaskan besi runcing itu.


" Hahahaha.... Tenang saja aku tidak akan membunuhmu sekarang, aku hanya ingin orang sepertimu menderita dan satu hal lagi..., " ucap Rukmana yang langsung melesat ke arah Anisa itu membisikan sesuatu kembali.


" Racun itu belum ada penawarnya..., " ucap Tukmana dan langsung menendang kembali Anisa.


Bugh....


Anisa nampak sangat frustasi dan menderita disamping merasakan keanehan pada tubuhnya juga merasakan sakit luar biasa karena luka yang dideritanya itu.


***


Diruangan vip nampak ke 6 pamong sedang melihat pertarungan Anisa dengan Rukmana.


" Huh... Kenapa Ma Yue menjadi tidak berdaya seperti itu? " tanya Dirroth yang merasa heran.


" Benar... Biasanya dia tampil dengan elegan dan mengalahkan lawannya dengan cepat, " ucap Gerupa.


" Sepertinya ada yang tidak beres..., " ucap Hangrith dari bangsa manusia, pamong amarah.


" Maksudmu? " ucap Lucky penasaran.


" Hey Dirroth, apa kau memberikan sesuatu kepada Ma Yue? " ucap Hangrith.


Seketika semuanya menatap Dirroth dengan tatapan curiga.


" Woe, woe, woe... Apa maksudmu Rith, memang benar aku adalah pamong nafsu tapi aku tidak sehina dan sekeji itu! " ucap Dirroth yang tidak terima.


" Lalu siapa lagi? " ucap Hangrith.


" Aku bahkan belum pernah bertemu dan mengobrol dengannya karena perintah dari kaisar untuk tidak mengusiknya, bagaimana mungkin aku melanggar itu?! " ucap Dirroth.


" Sebenarnya apa yang terjadi? " tanya Lucky.


" Jika aku tidak salah dia terkena racun Djaran Goyang seribu tahun, " ucap Hangrith.


" APA!? " teriak semua pamong kecuali Indrajit.


" Itu adalah racun birahi yang belum ada penawarnya dan juga sangat langka... Kenapa bisa terkena racun itu? " tanya Dirroth yang tidak percaya.


" Yang jelas, salah satu diantara kita ada yang memberikannya, " ucap Fangyun bangsa manusia pamong kecemburuan.


***


" Kaisar...," ucap Anggun bangsa manusia pamong kemalasan.


" Indrajit benar-benar keterlaluan, Anggun kau punya penawarnya kan? " tanya Sang Kaisar.


" Ada, namun aku belum pernah mengujinya..., " ucap Anggun yang memang adalah seorang Alcemis.


" Berikan saja setelah dia memenangkan pertarungan... " ucap Kaisar lalu terdiam sejenak.


" Hmm... Rupanya begitu, " gumam Kaisar dengan lirih yang diperlihatkan sesuatu yang tidak terduga dari seorang Ma Yue.


Sedangkan Anggun tidak dapat melihat perubahan ekspresi dari sang kaisar.


" Ehh..., " ucap Anggun terkejut.


" Dia tidak seperti yang kau lihat Anggun... Dia memiliki sebuah senjata yang bisa menghisap segala jenis racun tapi itu kurang efektif mengingat racun itu sangatlah kuat dan senjata itu hanya sanggup menghisap secara berkala, " jelas sang kaisar.


" Ta-tapi, apakah dia bisa memenangkan pertarungan itu sedangkan dia sendiri terkena racun yang sangat langka dan ganas... Jika dia tidak melakukan itu, racunnya akan semakin parah, " ucap Anggun ragu.


" Apa kau akan percaya jika aku mengatakan kalau dia itu peringkat nomor 7 dalam daftar hitam dunia bawah? " ucap kaisar.


" Ehh... Ma-maksud kasar?! " ucap Anggun terkejut.


" Anisa Sang Srikandi Bercadar, " ucap kaisar dengan serius.


" Apa!? " teriak Anggun terkejut.


" Anggun... Kau adalah sahabatku sejak lama dan kau tahu bukan siapa guruku? " ucap Kaisar.

__ADS_1


" Ja-jadi, bisa dibilang dia adalah adik seperguruanmu namun beda guru? " tanya Anggun.


" Benar... Dia adalah murid terakhir dari Aji Samudra Sang Macan Merapi..., " ucap kaisar.


" Astaga, dan kau ingin melindunginya? " tanya Anggun heran.


Sang kaisar pun mengangguk dengan mantap sambil menatap Anggun dengan tatapan keseriusan.


Sedangkan Anggun yang sudah mengenal siapa sang kaisar dunia bawah sejak kecil itu memikirkan ucapan dari sahabatnya itu dan juga mengenal semua keluarga gurunya itu.


" Hahhhh... Kau sangatlah kejam kepada siapapun bahkan tidak kenal ampun, tapi untuk Aji dan gadis itu kau seperti orang lain saja... Sebenarnya aku sangatlah malas tapi aku percaya jika kau mempunyai maksud lain dari semua ini... Baiklah aku pergi dulu..., " ucap Anggun sambil menghilang dari pandangan.


" Benar... Aku tidak bisa untuk berlaku kejam kepada mereka yang sudah aku anggap sebagai keluargaku..., Guru... Semoga kau tidak semakin membenciku jika aku sudah terbebas dan keluar dari semua ini..., " gumam kaisar dengan penyesalan di masa lalunya.


***


Bugh...


Bugh...


Bugh...


Anisa yang sudah babak belur ditengah arena pertarungan itu semakin meringis dan putus asa karena racun Djaran Goyang Seribu Tahun.


Tubuhnya yang sudah tidak kuasa menahan gejolak dari racun itu semakin meronta-ronta untuk segera disalurkan.


Seiring mendapatkan sebuah serangan dari Rukmana, efek dari racun itu semakin mengganas.


Bugh...


Wusshh...


Jleb...


Tubuh Anisa yang tertancap di besi runcing batas arena itu sampai tertembus pada bagian perut, dada, lengan dan juga paha.


Darah segar mengalir dari semua luka itu dan pakaian pun juga sudah penuh dengan robekan dimana-mana.


Anisa melihat Rukmana yang berjalan sambil tersenyum penuh misteri itu hanya terdiam.


Walaupun tubuhnya sudah 80% dikuasai oleh efek racun itu, Anisa terus menerus menahan agar masih tersadar.


Anisa mengetahui efek racun itu sangatlah ganas dan berbahaya, bahkan sanggup untuk menjadikan seorang wanita kuat menjadi budak nafsu yang sangat mengerikan.


" Kapan dan dimana aku terkena racun laknat ini, " gumam Anisa dalam hati sambil bergetar.


Tiba-tiba muncul seorang pamong ditengah arena yang menjadikan semua penonton terdiam dan juga penasaran.


" Kerja bagus, Rukmana..., " ucap pamong itu.


" Jangan lupa janjimu untuk malam ini ketika aku berhasil meracuni ****** itu, Indrajit pamong kesombongan..., " ucap Rukmana sambil memeluk Indrajit dengan manja.


" Kau memang budakku yang sangat cerdik, " ucap Indrajit sambil tersenyum.


" Siapa dulu... Rukmana Si Asap Hitam..., " ucap Rukmana yang sebenarnya adalah seorang jawara hitam yang mana sebagai seorang assasin yang sangat ditakuti di dunia bawah dan dunia luar atau permukaan sekaligus anteknya Indrajit.


" Hehehe... Dan kau Ma Yue Sang Mimpi Buruk... Kau pasti bertanya-tanya kapan dan dimana kau terkena racun itu kan, hehehe baiklah Rukmana kau jelaskan, " ucap Indrajit sambil tersenyum misteri.


" Huhuhu... Baiklah..., " ucap Rukmana sambil berjalan mendekati Anisa yang masih tergantung dipinggir arena.


" Itu terjadi tadi pagi, kau ingat siapa yang mengantarkan makanan dan minuman itu? " tanya Rukmana.


Anisa yang langsung memahami ucapan Rukmana itu langsung melebarkan matanya.


" Hehehe.... Itu aku dan aku sengaja menyamar dan menabur bubuk racun itu bahkan melebihi dosis yang diberikan oleh tuanku Indrajit... "


" Hmm... Bagaimana keadaanmu sekarang Ma Yue.... Apakah kau merasakan birahi yang sangat berlebihan? Apakah tubuhmu bahkan memohon untuk segera dikotori? "


" Hahahahaha..., " tawa Rukmana dan juga Indrajit.


Setelah itu, dengan berlahan Rukmana memegang dan meremas apa yang tidak seharusnya dia pegang.


" Uhhh... Tuanku pasti akan lebih menyukaimu mengingat kau memiliki aset yang tidak dimiliki oleh gadis siapapun di dunia bawah, tapi sebelum itu, aku harus melakukan sesuatu terlebih dahulu..., " ucap Rukmana yang dengan berlahan merobek baju gamis Anisa.


Sreeeekkk....


Sreeekkk....


Sreekkk....


Dengan berlahan baju gamis Anisa terobek dengan lebar, namun Rukmana terkejut jika Anisa memakai baju gamis dibalik baju gamis luar.


" Benar apa yang diucapkan oleh tuanku jika kau adalah gadis suci, tapi tidak setelah ini! " ucap Rukmana yang langsung merobek-robek baju gamis Anisa.


Anisa sendiri hanya bisa putus asa dan meneteskan air matanya melihat apa yang dilakukan oleh Rukmana terhadapnya.


Juga, efek racun yang semakin lama semakin menggerogoti akal pikirannya.


Berlahan, Anisa melihat Indrajit yang tengah duduk sambil menjilati bibirnya dengan pandangan yang tidak disukai oleh kaum wanita.


Krreeeeekkkk....


" Hahahahhahaa..... Kalian lihat? Ma Yue memiliki tubuh yang sangat luar biasa menggoda walaupun masih menyisakan kaos dan celana panjangnya serta tudung dan cadarnya, " ucap Rukmana dengan semangat.


Semua orang yang melihat hal itu tentu saja memiliki pendapat yang sama satu sama lain termasuk para pamong terlebih Dirroth yang sebagai pamong nafsu.


" Hahahaha... Aku penasaran bagaimana wajahmu, " ucap Rukmana yang langsung membuka cadar milik Anisa.


Seketika semua orang terpaku melihat keindahan dan kecantikkan Anisa yang luar biasa itu.


Anisa yang sudah putus asa dan mulai terpengaruh oleh efek racun itu tiba-tiba tubuhnya tersentak lalu tanda jawara didada miliknya itu bersinar sepersekian detik.


Deg...


Seketika itu juga semua orang merasakan sesuatu yang sangat kuat dimana itu adalah sebuah rasa takut.


Anisa yang memejamkan mata itu berlahan membuka matanya.


Nampak iris mata coklat kehitaman itu dengan pandangan kosong namun sangat tajam dan mengintimidasi.


Aura yang langsung meledak dari dalam tubuhnya itu membuat siapapun yang merasakannya akan menggigil ketakutan.


Dengan berlahan, besi-besi yang menancap ditubuh Anisa itu meleleh dan semua luka yang diderita Anisa menutup dengan sempurna, racun yang bersarang ditubuhnya itu langsung lenyap.


Lalu, semua orang termasuk Rukmana dan para pamong itu terkejut bukan main disaat sebuah sabit besar yang tiba-tiba muncul dibelakang Anisa.


" Sa-sabit itu..., "


" Di-dia...., "


" Sang Srikandi Bercadar..., "


Boom...


Terdengar suara teredam ditubuh Anisa dan setelah itu semua aura yang ada di dunia bawah terhisap dengan cepat di tubuh Anisa.


" A-apalagi ini? "

__ADS_1


" Ke-kenapa kekuatanku menurun? "


" Apa yang terjadi? "


Semua orang yang sedang dilanda kebingungan itu kembali dikejutkan oleh ledakan dibawah istana dunia bawah.


Boomm...


Semua energi kematian yang ada di dunia bawah itu keluar lalu melesat dengan cepat berkumpul diatas Anisa.


Setelah itu, semua energi kematian itu dengan cepat masuk kedalam tubuh Anisa.


Wussshhh....


Booomm...


Blaarrrrrrtttt....


Setelah itu terdengar kembali ledakan teredam ditubuh Anisa sekaligus ledakan energi dari tubuh Anisa yang sampai-sampai memporak-porandakan arena.


Orang-orang yang masih lemah yang terkena ledakan itu langsung tewas seketika.


Dengan berlahan, Anisa sendiri melayang beberapa meter diudara dan meledakkan lagi aura dengan sangat kuat lalu turun diatas tiang wasit.


Bllaaaarrrrrttt...


Seketika itu juga nampak aura seorang Kanuragan terpancar luar biasa kuat dari seorang Anisa atau didunia bawah dikenal sebagai Ma Yue Sang Mimpi Buruk.


" Akhirnya aku menembus batasan itu disaat aku sedang putus asa dan kehilangan harapan serta aib ini... Aku akan membalas aib ini!" ucap Anisa dalam hati yang sudah pada puncak kemarahannya.


Perlahan salah satu elemen yang dimiliki oleh Anisa yaitu logam itu menutupi tubuh Anisa hingga menyisakan kedua matanya.


Anisa sendiri memiliki 3 elemen yang berada didalam tubuhnya yakni logam, kegelapan dan air.


Untuk air sendiri, Anisa tidak bisa menggunakan elemen itu, hal itu dikarenakan kekuatan uniknya yaitu pengendali darah.


Hanya mengendalikan darah saja yang dapat Anisa kendalikan mengingat darah adalah benda cair seperti air.


Itulah kenapa aura milik Anisa memiliki warna hitam kemerahan karena pengaruh kekuatan uniknya dan untuk elemen logam sendiri menyatu dengan aura kegelapan miliknya.


Tampilan Anisa kembali seperti biasanya namun bedanya bukanlah kain yang menjadi pakaiannya, melainkan butiran biji besi kecil yang menjadi pakaiannya sekarang ini.


Sambil memegang erat Sabit Kematian miliknya, Anisa menatap semuanya dengan tatapan penuh dengan kebencian dan aura membunuh dari dunia bawah itu sendiri keluar dengan sendirinya.


" Aku tidak akan memaafkan siapapun yang sudah melihat apa yang tidak seharusnya kalian lihat pada diriku... "


" Kalian yang telah memberikanku semua ini maka aku akan mengembalikannya kepada kalian... "


" Kalian juga yang telah memberiku gelar Sang Mimpi Buruk kini aku sendiri yang akan menjadi mimpi buruk itu sendiri untuk kalian! " ucap Anisa yang menggelegar.


Setelah itu, Anisa langsung menyapu pandangannya disemua penjuru lalu berkata,


" Mati! "


Seketika itu, semua orang yang berada diarena tewas dengan darah keluar dari semua lobang yang ada pada tubuh mereka.


Rukmana yang melihat semua itu bergidik ngeri dan mencoba untuk melarikan diri, namun kakinya seolah tertahan oleh sesuatu.


Anisa yang melihat itu langsung saja menatap Rukmana dengan tajam, lalu,


Brugh...


Semua organ dalam dari Rukmana hancur karena Anisa memerintahkan darah Rukmana untuk menghancurkan semua organ dalamnya.


Rukmana yang tewas secara mengenaskan itu membuat para pamong mengambil sikap waspada.


" Beraninya kau membunuh budakku! " teriak Indrajit yang langsung melesat ke arah Anisa.


Dengan mudah, Anisa melambaikan tangannya lalu Indrajit terpental hingga terbatuk darah.


" Uhugh.... Sialan, " ucap Indrajit marah.


Seketika itu, Indrajit mengeluarkan kekuatan lalu menyerang Anisa namun Anisa langsung menghalaunya dengan sabit miliknya.


Traang...


Indrajit langsung terpental dan menabrak besi pembatas arena yang sudah rusak.


" Uhugh... Keparat kau.... Aaaarrrggghhh...., " teriak Indrajit lalu kembali melesat ke arah Anisa.


Anisa yang mengetahui itu langsung melesat dengan kecepatan maksimalnya lalu muncul tepat didepan Indrajit dan memikul Indrajit dengan sangat keras dari atas kepalanya sehingga Indrajit terpental kebawah dan tubuhnya langsung menatap lantai arena dengan sangat keras.


Bugh....


" Buuaaagghhh... "


Lalu, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita menghentikan pertarungan Anisa dengan Indrajit.


" HENTIKAN!!! "


Seketika itu, para pamong terkejut lalu membukkukan tubuh mereka.


" Kaisar..., " ucap para pamong.


Sedangkan Indrajit sendiri berusaha untuk berdiri walaupun kesusahan.


" Hentikan Ma Yue..., " ucap sang kaisar sambil mendekati Anisa yang sedang dilanda kemarahan.


Anisa yang mendengar itu langsung menoleh ke arah kaisar.


" Urusanmu di dunia bawah sudah selesai dan kau juga sudah menembus batasan seorang jawara menjadi seorang kanuragan... "


" Untuk perkara Indrajit, aku sendiri yang akan menghukumnya jadi ambilah ini..., " ucap kaisar sambil melemparkan sebuah batu berwarna hijau terang.


Anisa pun langsung menangkap batu itu sambil mengerutkan keningnya.


" Jadi dia adalah kaisar dunia bawah? Tapi kenapa? Dan kenapa aku merasa gugup dengannya? " ucap Anisa dalam hati.


" Maafkan atas perlakuan anak buahku terhadapmu, aku sebagai kaisar dunia bawah mohon maaf sebesar-besarnya... "


" Dan batu itu adalah batu teleportasi jadi gunakan batu itu untuk keluar dari dunia bawah secara langsung, " ucap kaisar.


Sebenarnya ada jalan menuju ke permukaan namun itu membutuhkan waktu yang lumayan lama jadi dengan batu itu, Anisa akan segera berteleportasi ke permukaan secara langsung.


Anisa pun langsung mengangguk lalu memecahkan batu itu, lalu dalam sekejap Anisa pun menghilang.


Sang kaisar lekas menatap Indrajit dengan tajam lalu menjentikkan jarinya.


Tikk...


Seketika kekuatan Indrajit berkurang lebih dari setengahnya.


" Mulai detik ini, dia bukan lagi seorang pamong dunia bawah! " ucap kaisar yang langsung menghilang dari pandangan mereka.


" Baik yang mulia kaisar! " ucap semua pamong dengan serentak walaupun merasa aneh dan janggal terhadap kaisar namun mereka tetap melakukannya kecuali Anggun yang sudah tahu semuanya dan tidak jadi memberikan penawar racun itu karena mengetahui jika Anisa sudah sembuh karena terobosan seorang jawara ke kanuragan.


Ditahun itulah dunia bawah mengalami tragedi yang sangat mengerikan karena tewasnya puluhan ribu orang dalam satu waktu.

__ADS_1


Untuk Anisa sendiri mengalami trauma dengan aib yang beberapa saat yang lalu dia alami.


Sedangkan namanya di dunia bawah sangatlah dikenang untuk ditakuti sebagai Ma Yue Sang Mimpi Buruk.


__ADS_2