
Di pagi harinya, Guntur yang sedang berlatih dibelakang rumah milik Aji. Saat sedang serius untuk berlatih Guntur dikejutkan oleh seseorang yang langsung menyerangnya dari arah belakang. Sontak, Guntur langsung menghindar dari serangan itu.
Dengan penasaran saat melihat seorang gadis berusia 15 tahun tersenyum memandang Guntur " Huh, diusia ini dia sudah membuka pintu ke 3 Jawaranya? Siapa gadis kecil ini? " Gumamnya dalam hati.
Merasa diperhatikan gadis itu tertawa riang " Ahahaha... Kakak hebat bisa menghindari pukulan ku, " Ucapnya.
" Gadis cantik, siapa namamu? " Tanya Guntur penasaran.
" Hihihi, namaku Alisa Zahra Samudra, kak Guntur bisa memanggilku Lisa, " Ucap gadis yang bernama Alisa itu.
" Hm, Alisa ya, maukah kau menemaniku berlatih? " Tanya Guntur bersemangat.
Alisa langsung mengangguk senang " Ashiap kakakku yang ganteng, hihihi, " Ucapnya dan langsung menyerang Guntur lagi dengan semangat.
Begitu juga dengan Guntur yang telah sangat bersemangat karena ada teman untuk berlatih.
" Alisa, jika kau bisa menyentuhku, aku akan memberikanmu hadiah, " Ucap Guntur sambil terus menyerang Guntur.
Wajah polos Alisa sontak terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Guntur " Eh... Benarkah? Apa itu kak? " tanyanya.
" Hm, yang jelas itu sesuatu yang sangat istimewa, hehehe, " ucap Guntur sambil tersenyum.
" Benarkah? Tapi apa aku boleh menggunakan senjataku? " tanya Alisa.
" Terserah, " jawab Guntur.
Alisa tidak bisa untuk tidak senang mendengar itu semua. Dengan penuh keyakinan dan semangat Alisa menerima tantangan dari Guntur, toh hanya menyentuhnya saja kan. Itu yang ada di pikiran Alisa saat ini.
Segera Alisa mengeluarkan senjatanya yang mana sudah terikat di lengan kanannya itu. Dengan menyalurkan energi dari dalam tubuhnya senjata itu langsung keluar.
" Sriiinggg.... "
Senjata milik Alisa ternya adalah sebuah cakar dengan 3 mata pisau. Dengan panjang 30 centimeter itu menunjukan kalau senjata itu bukanlah senjata yang mudah digunakan. Senjata yang nampak seperti cakar kucing itu nampak sangat tajam dan berbahaya.
" Bagaimana? Cantik kan kak? " tanya Alisa dengan bangga menanyakan senjatanya itu.
__ADS_1
" Hm... Cantik tapi rapuh... Hehehhe, aku tidak yakin kalau kau bisa menyentuhku walaupun kau memakai senjata, hehehe, " ucap Guntur mengejek Alisa.
Alisa yang mendengar ejekan dari Guntur mengerutkan keningnya karena sedikit tersinggung dengan ucapan Guntur tapi Alisa juga sadar jika dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain bisa dibilang kalau Alisa itu termasuk yang paling lemah.
Semua keluarga Samudra merasa heran kenapa Alisa memilih cakar itu sebagai senjatanya. Bukannya mereka meragukan cakar itu tapi kemampuan dan kekuatan Alisa yang lemah itu.
Sebagai bagian dari keluarga Samudra di usia seperti Alisa sendiri seharusnya sudah membuka setidaknya pintu ke 4 tapi karena ada sesuatu yang terjadi pada diri Alisa maka pintu ke 4 Alisa belum juga terbuka.
Kejadian itu terjadi beberapa tahun yang lalu dimana umur Alisa menginjak 7 tahun. Dia terkena pukulan dari musuh keluarga Samudra yang mana mereka sebenarnya adalah jawara juga tapi mereka juga bekerja sama dengan para Kajinan untuk memperkuat kekuatannya secara instan.
Alisa yang saat itu sedang bermain di taman sekolahnya bersama dengan teman-temannya tiba-tiba salah satu guru wanita memanggilnya. Dengan menurut Alisa mendekat ke arah Guru tersebut dan tanpa alasan yang tidak di ketahui Guru tersebut langsung memukul ulu hati Alisa sampai membekas.
Sampai sekarang bekas pukulan tersebut masih membekas seperti tato dengan simbol 3 lingkaran kecil berwarna hitam pekat. Alisa sendiri tidak tahu apa-apa dengan bekas pukulan itu, dia hanya terkadang merasa nyeri pada bekas pukulan itu.
Sedangkan guru yang memukul Alisa langsung dibunuh di tempat itu juga setelah pengawal Alisa mengetahui kejadian itu.
Guru tersebut sebenarnya terkenal dengan kebaikan dan ketulusannya dalam mengajar jadi semua orang tidak ada yang mengira jika guru tersebut adalah seorang jawara dan bekerja sama dengan kajinan.
Dengan sedikit terprovokasi Alisa menyerang Guntur dengan brutal dan tidak teratur. Melihat itu semua Guntur tersenyum " Gadis ini punya temperamen yang cukup tinggi dan juga sedari tadi kenapa aku merasakan sesuatu yang membuatku risih? " tanyanya dalam hati sambil menghindari serangan Alisa yang memakai senjatanya yang berupa cakar.
Dengan kondisi yang tidak stabil dan emosinya yang memuncak, Alisa pada akhirnya ingin cepat mengakhiri latih tanding bersama dengan Guntur. Akan tetapi setelah mendapatkan ejekan yang membuatnya marah dan juga kesal membuat dirinya lupa siapa Guntur bahkan didalam pikirannya hanya ingin membunuhnya dengan cara mencabik-cabik tubuhnya hingga menjadi daging cincang.
Guntur yang melihat ada perubahan dalam diri Alisa, mengerutkan keningnya " Niat membunuh? Dia kenapa? Dan sesuatu itu semakin kuat di setiap detiknya, sebenarnya apa yang terjadi? " tanya Guntur dalam hati setelah mundur beberapa langkah kebelakang.
" Aura ini? Sama seperti pak dhe yang aku temui saat perjalanan ke padepokan dulu! " gumamnya terkejut setelah melihat aura Alisa yang merembes keluar dari dalam tubuhnya.
Saat Alisa sudah sedikit lagi menjadi gelap mata, tiba-tiba Aji, Lastri dan juga 5 orang lainnya langsung datang dan mencoba menghentikan Alisa yang sudah bersiap menyerang Guntur setelah merasakan aura yang dikeluarkan oleh Alisa yang cukup kuat.
Dengan suara yang menggelegar keras Aji berteriak untuk menghentikan Alisa " Berhenti!. " Akan tetapi Ali seperti tidak mendengar dan melesat cepat kearah Guntur.
Aji yang melihat itu langsung menyusul Alisa akan tetapi dihentikan oleh Guntur dengan lambaian tangannya. Melihat itu Aji langsung menghentikan langkahnya dan tiba-tiba keadaan disekitar langsung saja berubah seperti kaca yang terpecah.
Sesaat setelah menghentikan Aji, Guntur menjentikkan jarinya untuk membuat dimensi cermin miliknya. Seketika keadaan sekitar langsung bergeser dengan acak. Aji dan yang lainnya pun langsung berkumpul menjadi satu tempat dibelakang Guntur dengan cepat sedangkan untuk Alisa sendiri melesat kearah samping kiri Guntur dan berhenti setelah menabrak tembok rumah milik Aji.
" Ada apa ini? Kenapa tempat ini menjadi seperti ini? " ucap salah dari 5 orang yang datang bersama Aji dan Lastri.
__ADS_1
" Kau tenang saja adik San, kita sedang berada didalam dimensi cermin milik Guntur, " ucap Aji.
" Benar adik San, saat ini kita lihat saja apa yang akan Guntur lakukan dengan Alisa yang sudah 80% dikuasai oleh energi negatif dari tanda kajinan itu... Aku percaya kalau Guntur akan menyelamatkan Alisa dari itu tapi selebihnya kita lihat saja, " ucap Lastri.
Dengan keadaan kebingungan ke 5 orang tersebut terdiam, bahkan satu dari mereka mulai meneteskan air matanya. Orang itu adalah seorang wanita bernama Ayuning Aulia, istri dari Sandi Samudra yang mana mereka adalah orang tua dari Alisa yang sekarang hampir menjadi tumbal untuk kajinan.
" Kalian tenang saja! Aku akan mengurusnya dengan baik, " ucap Guntur sambil melangkah menuju kearah Alisa yang berdiri mematung didepan tembok yang barusan dia tabrak.
Melihat Guntur berjalan mendekatinya, Alisa entah kenapa tidak menyukai itu dan secara cepat pula mata kirinya menggelap menjadi hitam semua, tidak ada pupil mata yang ada hitam gelap.
Alisa merasa seperti melihat sesuatu dari mata kirinya itu. Dia sendiri belum menyadari semua itu. Alisa hanya menyadari bekas pukulan di ulu hatinya itu memanas dan seperti mendapatkan kekuatan baru yang dia sendiri tidak tahu kenapa " Ada apa ini? Kenapa tubuhku sangat ringan dan kekuatanku seperti kembali berkali-kali lipat dari sebelumnya, juga kenapa aku merasa tidak suka melihat kak Guntur dan ingin membunuhnya? Eh... Apa itu? Kenapa kak Guntur memiliki aura yang sangat kuat dan sangat besar berwarna putih kebiruan serta, apa yang ada dibelakang punggungnya itu? Seperti bola warna warni? " gumamnya dalam hati.
Dengan keadaan yang masih terkejut saat melihat Guntur, tiba-tiba dengan sangat cepat Guntur meninju tepat di ulu hati Alisa.
Seketika itu juga Alisa melebarkan kedua matanya dan melihat mata milik Guntur yang berwarna putih itu. Setelah itu, Guntur menyentuh kening Alisa dengan telapak tangan kanannya.
Dengan melakukan itu Guntur langsung masuk kedalam alam bawah sadarnya Alisa yang mendapati di sana sangatlah gelap. Guntur melihat tubuh Alisa dipenuhi rantai yang cukup besar yang melilit tubuhnya, juga Guntur melihat sepasang mata yang besar di atas Alisa.
Mata itu berwarna merah darah sedang melihat ke arah Guntur seperti menyambut kedatangan Guntur " Sang Hyang Aksara. "
Guntur yang sedang terkejut melihat semua itu, dikejutkan lagi oleh suara yang begitu berat dan serak entah dari mana " Eh... Siapa? " tanyanya sambil melihat kearah kanan dan kiri tapi tidak ada yang dia lihat kecuali Alisa dan kedua mata itu. Guntur bisa melihat Alisa dan mata itu karena mata aksara putihnya itu.
" Hanya Sang Hyang Aksara yang bisa masuk kesini dan melihatku. "
" Eh.... Siapa sih? Hm.. Tunggu, " ucap Guntur sambil menatap kearah sepasang mata didepannya itu " Kau? Siapa kau? Kau ini apa? Kenapa hanya matamu saja yang terlihat? " ucap Guntur penasaran.
" Lebih baik kau pergi dari sini.... "
" Tidak tanpa Alisa! " ucap Guntur sambil terus menatap sepasang mata itu.
" Kalau begitu, kau- "
" Kau ini siapa sih? " ucap Guntur memotong kata-katanya.
" Huahahahaa, baiklah jika kau ingin tahu namaku maka aku akan katakan... Namaku adalah Betari, aku adalah ratu dari bangsa jin... Ratu Betari, "
__ADS_1
Guntur yang mendengar itu tidak bisa untuk tidak terkejut. Guntur pernah mendengar cerita dari neneknya yaitu Mbah Pahing kalau Ratu Betari adalah ratu dari bangsa lain yang sangat kuat, dia memimpin jutaan ribu pasukan dari bangsa lain, salah satu ratu terkuat dari bangsa lain yaitu bangsa jin.