
Sring...
Sring...
Sring...
" Aaarrrgghh...., " teriak Alisa yang begitu membahana dengan suara cempreng lagi serak.
Merasakan perutnya yang kini telah tertembus sebuah senjata cakar dari Alisa merah.
" Lemah! " ucap Alisa merah lalu mencabut senjata cakarnya dari tubuh Alisa.
Bruk...
Tubuh Alisa seketika ambruk dengan nafas yang tidak beraturan dan juga kondisinya terlihat begitu memprihatinkan.
Tubuh Alisa yang penuh dengan luka sayatan senjata cakar ditambah dengan luka tusukan hingga menembus tubuhnya itu tergeletak tidak berdaya.
Pakaian yang penuh dengan sobekan sana-sini hingga bagian-bagian tubuhnya yang selalu dia tutup dengan pakaiannya kini terlihat walaupun penuh dengan darah.
Darah mengalir cukup deras itu terus saja keluar dari tubuhnya hingga membasahi tanah tempatnya tergeletak.
Namun, walaupun dengan kondisi seperti itu Alisa sama sekali tidak menyerah.
Dirinya tahu dan juga sadar jika saat ini adalah ujian dan petalihan yang Guntur berikan kepada semuanya agar mereka bertambah kuat.
" Aku tidak tahu bagaimana kondisi yang lainnya dan aku berharap semuanya baik-baik saja..., " ucapnya dalam hati memikirkan bagaimana nasib saudara seperguruannya.
Disaat kondisi kritisnya itulah dirinya teringat dengan semua keluarga dan teman-teman seperjuangannya lalu entah kenapa dirinya teringat dengan Ratu Betari yang telah memberikan setengah dari kekuatanya kepada dirinya.
" Bangunlah anakku? "
" Ehh! " ucap Alisa terkejut.
Saat sedang teringat semuanya tiba-tiba Alisa mendengar sebuah suara seorang wanita dari dalam benaknya.
" Si-siapa? " tanya Alisa dalam benaknya.
" Apakah kau sudah melupakanku anakku, sebagai seorang titisan kau seharusnya tahu siapa aku? " ucap wanita itu dalam benak Alisa.
" Eh... Ra-Ratu..., " ucap Alisa terkejut.
" Jangan panggil aku ratu anakku... Panggilah aku ibu..., " ucap wanita itu dalam benak Alisa yang ternyata adalah Ratu Betari.
" I-ibu...., " ucap Alisa dalam benaknya.
" Hmm... Anakku... Kau tidak usah bingung dengan semua ini, ini adalah pelatihan terlarang yang dia lakukan untukmu dan teman-temanmu supaya kalian bertambah kuat lagi..., " ucap Ratu Betari dalam benak Alisa.
" A-aku tahu ibu... Tapi pelatihan apa ini kenapa begitu berat bahkan nyawa taruhannya? " tanya Alisa dalam benaknya.
" Ini dinamakan pelatihan terlarang, nama pelatihan ini adalah Sedulur Papat Lima Pancer..., " ucap Ratu Betari dalam benak Alisa.
" Apa itu ibu? " tanya Alisa dalam benaknya.
" Pelatihan ini adalah pelatihan untuk menempa semua unsur dari dalam diri manusia... Tekat, niat, kekuatan, spiritual, mental dan semuanya diuji dalam pelatihan ini..., " ucap Ratu Betari dalam brnak Alisa.
" Huh? Apakah ini ilusi? " tanya Alisa dalam benaknya.
" Tidak anakku... Ini nyata... Ini adalah pelatihan kuno dari jaman dahulu kala yang hanya diterapkan oleh para aksara saja namun setelah perkembangan jaman pelatihan ini juga bisa untuk diterapkan kepada para jawara dan tentu dengan seleksi dan pelatihan khusus seperti yang dia lakukan kepada kalian..., " jelas Ratu Betari dalam benak Alisa.
" Ehh... Jangan bilang kalau puasa dan semua pelatihan yang kakak berikan kepada kami itu untuk ini..., " ucap Alisa yang tersadar kenapa Guntur memberikan pelatihan aksara kepada mereka.
" Benar anakku... Ini adalah pelatihan terlarang yang sangatlah berbahaya karena taruhannya adalah nyawa dan tuntunan ataupun cara pelatihan ini sudah punah, jadi hanya orang tertentu saja yang bisa untuk menerapkan pelatihan ini, tentu harus seorang aksara yang sudah pernah merasakan pelatihan ini juga dan berhasil untuk menjalaninya..., " ucap Ratu Betari dalam benak Alisa.
__ADS_1
" Ke-kenapa ibu tahu pelatihan ini? " tanya Alisa dalam benaknya.
" Hihihi... Apa kau lupa jika ibu adalah bangsa jin yang sudah berusia ratusan ribu tahun? Otomatis ibu tahu semuanya entah itu alam manusia ataupun alam jin tempat ibu berada, " ucap Ratu Betari dalam benak Alisa.
" Ehh.., " ucap Alisa terkejut.
" Tidak usah terkejut anakku... Begini, kunci dari semua ini adalah kepercayaan..., " ucap Ratu Betari dalam benak Alisa.
" Kepercayaan? " tanya Alisa dalam benaknya.
" Benar... Jika kau bisa percaya dengan dirimu sendiri maka kau juga akan mempercayai mereka... Asal kau tahu mereka adalah dirimu dan dirimu adalah mereka jadi kalian itu satu dan tidak bisa dipisahkan... Jika kau mati mereka akan musnah namun jika mereka mati kau tidak akan mati namun kau akan kehilangan sesuatu pada dirimu entah itu akal, organ dalam ataupun bagian yang lainnya..., " jelas Ratu Betari dalam benak Alisa.
Setelah mendengar itu, Alisa terdiam sambil berfikir semua kata-kata dari Ratu Betari.
" Anakku... Bangunlah, buang semua nafsu angkaramu dan mulailah untuk mempercayai dirimu sendiri dan mereka... Aku tahu kau akan berhasil menjalani semua ini jadi berjuanglah... Ibu akan terus mengawasimu dari alam ibu dan akan menyaksikan semua perjalananmu hingga kau berada di puncak..., " ucap Ratu Betari dalam benak Alisa.
Setelah terbebasnya Ratu Betari dari kurungan di tubuh Alisa dan memberikan separuh dari kekuatannya, Ratu Betari terus mengawasi Alisa dari balik alamnya karena bagaimanapun Alisa sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri dan juga belahan dari jiwanya.
Hanya disaat kritis saja Ratu Betari menggunakan telepatinya untuk berbicara dengan Alisa seperti tadi.
Kenapa Ratu Betari bisa melakukan telepati karena separuh inti dari kekuatannya telah diberikan kepada Alisa.
Hal itulah yang membuat Ratu Betari tahu semua yang dilakukan Alisa, namun tidak setiap saat Ratu Betari mengawasi Alisa karena Ratu Betari juga memiliki tanggung jawab di alamnya dan karena Ratu Betari sudah mualaf jadi dirinya juga banyak belajar tentang agamanya sekarang ini di sebuah pesantren alam jin.
Ratu Betari setelah menjadi seorang mualaf juga mendapatkan kedamaian dan titik terangnya sebagai seorang Ratu apalagi dirinya termasuk salah satu yang terkuat bangsa jin walaupun separuh kekuatannya sudah ia serahkan kepada Alisa namun tidak dipungkiri jika Ratu Betari masihlah sangat kuat.
Dirinya juga berjanji kepada Guntur dan juga dirinya sendiri untuk tidak lagi mencampuri urusan apapun dialam manusia namun jika itu menyangkut Alisa maka dirinya akan sedikit membantu walaupun dirinya berada di alamnya.
Semua itu hal yang mudah bagi Ratu Betari yang umurnya yang sudah ratusan ribu tahun otomatis pengalaman hidupnya juga menjadi saksi keberadaan bumi selama itu dan apa saja yang sudah dilaluinya di masa lalu entah itu alam jin ataupun alam manusia.
Alisa yang mendengar nasehat dari Ratu Betari itu segera menghela nafas, membuang semua nafsu angkara yang ada pada dirinya.
Setelah dirinya merasa semua sudah ia hilangkan, Alisa segera bangkit secara berlahan. Mengabaikan rasa sakit yang begitu luar biasa yang ia rasakan.
Sementara keempat saudaranya melihat Alisa yang bangkit langsung saja mengerutkan keningnya namun mereka dapat merasakan semua nafsu angkara dari Alisa menghilang secara bertahap.
" Apa kau sudah merasakannya? " tanya Alisa putih tiba-tiba.
" Jika bukan kalian yang menyadarkanku aku tidak akan pernah bisa percaya kepada diriku sendiri dan juga kalian...," ucap Alisa sambil menyeka mulutnya yang terus terbatuk darah.
Sontak keempat saudaranya tersenyum senang mendengar dan merasakan sebuah kepercayaan dari seorang Alisa.
Seperti keempat saudara dari yang lainnya, tubuh mereka berlahan muncul cahaya redup lalu dengan cepat masuk kedalam tubuh Alisa yang sudah diambang batas.
Alisa putih yang memang terakhir untuk masuk kedalam tubuh Alisa, berjalan sampai tepat didepan alisa.
Alisa yang melihat Alisa putih berada di depannya lekas untuk tersenyum penuh kebahagian.
Namun dikarenakan Alisa sudah mencapai batasnya, pandangannya mulai kabur, walaupun sudah sebisa mungkin Alisa menahannya tapi semua itu percuma.
Brug...
Alisa kembali terjatuh dengan posisi terlentang menatap langit-langit goa yang kian memburam.
" Sebagai salah satu pamong terkuat Bumi Nusantara di masa depan, perjalananmu masih panjang Alisa..., "
" Terlebih kau juga seorang titisan dari salah satu jin terkuat kau memiliki potensi yang begitu besar..., "
" Namun perjalananmu akan sedikit lebih berat dari pada saudara-saudara seperguruanmu karena kau memiliki kekuatan seorang kajinan namun itu semua akan terpatahkan oleh dirimu sendiri di masa depan..., "
" Teruslah berjalan di jalan kebenaran Alisa dan jangan pernah kau berpaling dari itu..., " jelas Alisa putih panjang lebar.
Setelah itu Alisa putih masuk kedalam tubuh Alisa.
__ADS_1
Seketika itu juga, Alisa tersentak tubuhnya bergetar hebat, semua panca indranya terbuka lebar.
Semua luka yang dideritanya akibat pertarungan sebelumnya kembali meregenerasi dengan sangat cepat.
Setelah itu Alisa bangkit lalu melayang beberapa meter diudara.
Alisa yang semula menutup matanya kini mulai membuka kembali matanya.
Seketika nampak mata Alisa semua menghitam bahkan warna hitamnya sangatlah pekat dan legam seolah-olah tidak memiliki sepasang bola mata.
Hawa murni disekelilingnya menebal dan berpusar diatas Alisa dengan sangat cepat.
Setelah hawa murni itu berkumpul semua, tubuh Alisa kembali tersentak karena hawa murni itu tiba-tiba masuk kedalam tubuhnya dengan paksa.
Asap hitam keluar dari tubuh Alisa yang begitu tebal dan juga pekat hingga menutupi dirinya.
Setelah itu, gelombang kejut yang menghempaskan asap hitam itu tercipta dengan sangat kuat dan juga besar, sampai-sampai keadaan goa tempat Alisa saat ini tidak beraturan dan terlihat hampir runtuh.
Lalu terlihatlah sesosok gadis bak seorang ratu menatap lurus kedepan dengan tatapan yang susah dimengerti karena hanya ada warna hitam dimatanya.
Dari kerudung yang semula menggunakan kerudung segiempat berwarna merah kini entah dari mana menjadi warna hitam.
Diatasnya terdapat sebuah mahkota seorang ratu seperti mahkota yang selalu dipakai di kerajaan jawa kuno berwarna keemasan dengan ukiran-ukiran aksara jawa kuno yang nampak sangat rumit namun indah dan hiasan kecil berwujud berlian murni ditengah mahkota berwarna ungu.
Wajah yang nampak semakin ayu dan bersinar namun terlihat begitu dingin menghiasi wajahnya.
Pakaian yang semula memakai kemeja berwarna hitam polos dan juga celana jeans kini berubah menjadi kebaya panjang berwarna hitam dengan ukiran batik berwarna emas menutupi tubuh atasnya.
Dibagian perut dihiasi oleh sabuk besar berwarna hitam dengan ukiran aksara jawa berwarna keemasan yang menahan perutnya supaya terlihat ramping.
Selendang berwarna hitam dengan garis-garis lurus berwarna emas terbalut di pinggangnya yang menambah kesan keanggunan dan agung.
Selembar jarit yang menutupi bagian pinggang sampai kaki juga berwarna hitam dengan garis-garis emas menutupi bagian bawah Alisa.
Sepasang sepatu selop yang juga berwarna hitam dengan hiasan ukiran aksara jawa berwarna emas menhjiasi kaki mungilnya.
Setelah itu terlihat muncul siluet seorang gadis yang sama dengan sosok Alisa yang sangat besar dibelakang Alisa sambil mengkiting dua jarit yang sengaja terurai menjuntai kebawah.
Kini nampak sosok Alisa yang bagai seorang ratu terlihat dimata semua orang yang melihatnya.
Semua orang menatap Alisa dengan kagum dan juga berbinar.
Tidak ada nafsu dalam diri mereka yang ada hanyalah kekaguman.
Namun kejadian itu hanyalah sebentar saja dan tiba-tiba Alisa kembali dengan keadaan sebelumnya hanya saja semua lukanya sembuh total lalu terdengar suara kaca yang pecah.
Pyarrrr....
Setelah itu nampak Alisa yang terjatuh dari ketinggian akibat perubahan dan juga keadaan melayangnya.
Seperti biasa Guntur langsung sigap menangkap Alisa dengan akar-akar yang sudah bersatu dengan elemen cahayanya.
" Astaga.... Aku tidak percaya bahwa cucuku berhasil..., " ucap Aji bahagia.
" Benar kangmas... Aku sangat senang..., " uvap Lastri.
" Tapi apakah tadi itu wujud perubahan Alisa? " tanya Ragil penasaran.
" Mungkin, tapi itu tidaklah penting untuk saat ini karena masih dua murid lagi yang sedang berjuang disana, " ucap Anisa tanpa menoleh ke arah Ragil dan terus menatap kedua murid yang tersisa dan juga sesekali menatap Guntur dengan kekhawatiran.
" Kau benar Anisa... Bagaimanapun mereka adalah murid padepokan kita... Semoga mereka segera menyusul..., " ucap Aji Samudra.
Tiba-tiba terdengar kembali suara kaca pecah yang seketika semua orang menoleh siapa yang ternyata adalah...
__ADS_1
Pyarrr...
" PUTRI! " teriak mereka semua serempak.