
" Sraaakkkk "
" Boom "
" Boom "
" Boom "
Ledakan demi ledakan terjadi akibat beradunya kekuatan Panca Soka dan juga Ridwan CS.
Dalam beberapa menit, mereka semua bertarung dengan sengit, bahkan sampai membuat beberapa kawah kecil dari pertarungan mereka.
Dalam pertarungan latih tanding ini, mereka langsung menuju kepada lawan yang sekiranya bisa untuk mengeluarkan semua potensi mereka.
Ridwan melawan Amir si burung hantu, Umar melawan Warok si seribu wajah, Yuni melawan Imam sang djarum rembulan, Alisa melawan Ria sang penggoda dan Putri melawan Mawar sang mawar berduri.
Semuanya bertarung dengan intens namun santai, karena mereka ingin melakukan pemanasan terlebih dahulu dan mengukur kekuatan satu sama lainnya.
Walaupun mereka sudah menggunakan pintu ke tiga jawara mereka dan membuat kawah-kawah kecil, nyatanya mereka belumlah serius untuk melakukan pertarungan.
Berbeda dengan Julian, Julian terus fokus dengan pertarungan teman-temannya mengingat lawan mereka adalah Panca Soka.
Julian terus mencari dan juga menilai lawan karena dengan hal itu, dirinya dapat mengetahui sejauh mana kekuatan lawan walaupun itu baru pemanasan saja.
Setelah beberapa menit kemudian, Julian tersenyum karena dirinya sudah mengetahui kekurangan dan kelebihan lawannya.
Walaupun begitu, Julian yang sudah menemukan apa yang ia cari dari lawannya itu dirinya sama sekali tidak menganggap remeh lawannya.
Bagi Julian, justru hal seperti inilah yang bisa membuat dirinya menjadi sangat bersemangat dan juga tertantang.
Lalu, Julian dengan segera mengangkat telapak tangannya sampai pada dada miliknya.
" Serat Netra : Bola Kendali :
Tidak lama setelah mengucapkan nama jurusnya, tiba-tiba dari telapak tangannya muncul bola energi sebesar kelereng berwarna hijau.
Setelah itu, bola energi itu langsung terbagi menjadi lima bagian dan langsung melesat dengan cepat ke arah Panca Soka lalu masuk ke dalam tubuh mereka dengan cepat dan tidak di sadari oleh Panca Soka.
Dengan begitu, Julian sudah maju satu langkah dari pada mereka dan sewaktu-waktu Julian dapat mengendalikan Panca Soka jika keadaannya tidak memungkinkan untuk memenangkan pertarungan latih tanding ini.
Jurus Serat Netra adalah Jurus dimana Julian dapat melihat apa yang lawan itu lihat dan juga dapat mengendalikan lawan melalui pikirannya bahkan tanpa menyentuh.
Jurus Serat Netra adalah jurus ciptaan Julian sendiri yang masih belum bisa dikategorikan dalam tingkatannya, meski begitu Julian sudah menguasai jurus ciptaannya sendiri itu dengan sangat sempurna.
Serat netra adalah jurus jawara tipe pendukung dan dibagi menjadi dua bagian yaitu...
- Serat Netra : Bola Kendali.
Jurus yang bisa untuk mengendalikan lawan dan melihat apa saja yang lawan itu lihat.
- Serat Netra : Netra Kadewatan.
Jurus ini bisa untuk digunakan sendiri ataupun untuk orang lain, maka akan meningkatkan penglihatan, akurasi, jarak pandang yang lebih jauh, memperpendek penglihatan bagaikan tele pada sniper dan juga penglihatan 360 derajat.
Julian sendiri juga adalah seorang jawara yang unik karena bersenjatakan benang yang mana di Bumi Nusantara ini hanya ada 2 orang saja yang menjadi pengguna benang termasuk Julian.
__ADS_1
Maka dari itu dalam pertarungan arena peringkat, tidak banyak dari para murid yang ingin menantang Julian karena mereka tahu jika benang-benang Julian sangatlah merepotkan dan juga berbahaya.
Namun Julian sendiri juga tidak berniat untuk menaikan peringkatnya, baginya peringkat hanyalah sebuah kiasan saja dan tidak bisa untuk mengukur seberapa kuatnya seseorang.
" Dengan begini, kami sudah maju satu langkah daripada mereka dan hanya menunggu waktu saja untuk mengendalikan mereka, " gumamnya dalam hati.
***
Disamping itu pertarungan terus berjalan.
Ridwan dan yang lainnya pun juga tidak menganggap remeh lawan mereka.
30 menit sudah mereka melakukan pemanasan, dengan begitu mereka segera untuk mundur dari pertarungan dan kembali kepada Julian yang terus memperhatikan jalannya pertarungan.
Berbeda dengan Panca Soka yang masih berdiri dengan santai sambil menatap Ridwan CS sambil tersenyum.
" Ada apa? Kenapa kalian mundur? Apa kalian takut dengan kami? " ucap Ria.
Lagi-lagi Ria yang memang mempunyai mulut yang belum lulus dalam sekolahnya itu memprovokasi.
Dengan geram Alisa ingin segera memberikan pelajaran pada Ria namun dengan segera Julian melarangnya.
" Tahan Alisa, belum saatnya kau melakukan itu, tunggulah aba-aba dariku, " ucap Julian dengan tenang.
" Tapi kak, aku benar-benar ingin meremas mulut crocohnya itu! " ucap Alisa geram.
" Sabar Alisa, " ucap Yuni menenangkan.
" Julian, apa kau sudah selesai? " tanya Umar dengan penuh harap.
Semua teman-temannya sudah tahu jurus ciptaannya itu bahkan untuk menguasainya pun Julian melakukan praktek kepada teman-temannya sendiri.
" Sudah, aku juga sudah berhasil menanamkan serat netra pada mereka, " ucap Julian dengan serius.
" Hehehe... Jurusmu itu benar-benar sangat merepotkan kau tahu? Tapi dengan begini kita sudah maju satu langkah daripada mereka... Aku tidak sabar untuk segera menghajar mereka, " ucap Ridwan dengan penuh semangat.
" Tapi walaupun begitu, kalian harus sadar jika lawan kita ini adalah Panca Soka yang bahkan nama mereka sudah melambung tinggi di Bumi Nusantara, " ucap Julian menasehati.
" Tenang saja kita juga bukanlah murid keroco tapi kita adalah murid dari mas Gun dan Srikandi Bercadar, " ucap Yuni dengan bangga.
" Benar... Mas Gun juga pernah bilang jika kita harus menjadi kuat entah itu dari segi tim maupun individu, " ucap Umar.
" Kalau begitu kalian bersiaplah untuk serius... Kali ini aku juga akan melakukan sesuatu kepada kalian, " ucap Julian sambil tersenyum.
" Hehehe, kami percayakan semua kepadamu Julian, " ucap Ridwan yang langsung melesat dengan cepat ke arah lawannya.
Begitu juga dengan yang lainnya, mereka kali ini akan serius untuk menghadapi Panca Soka.
Julian pun langsung melakukan hal yang sama kepada rekan satu timnya namun dengan jurus yang berbeda.
" Serat Netra : Netra Kadewatan "
Seketika itu muncul kembali bola energi sebesar kelereng berwarna hijau.
Setelah itu, bola energi itu langsung terbagi menjadi lima bola dan langsung melesat lalu masuk ke tubuh satu rekan timnya.
__ADS_1
Dengan begitu Ridwan dan yang lainnya langsung merasakan sesuatu pada mata mereka.
***
" Hmm... Julian dan yang lainnya ternyata sudah serius dengan latih tanding kali ini, itu bagus untuk mereka tapi apakah mereka bisa untuk mengalahkan murid-muridku itu? " tanya Ragil yang terus mengamati jalannya pertarungan.
" Bagaimanapun juga mereka semua entah itu Panca Soka maupun Ridwan cs adalah murid abnormal... Minimal mereka bisa mengimbangi Panca Soka pun itu sudah luar biasa hebat, " ucap Guntur.
" Tidak, justru sebaliknya... Aku merasa jika Ridwan cs akan memenangkan pertarungan latih tanding ini, " ucap Anisa yang sedari tadi hanya diam sambil memperhatikan jalannya pertarungan.
" Ehhh... Bagaimana kau bisa tahu? " tanya Ragil terkejut.
" Apakah kau tidak menyadari ataupun bertanya-tanya soal bola energi yang dikeluarkan oleh Julian? " ucap Anisa.
" Ehh... Sebenarnya aku penasaran dengan itu tapi sepertinya Julian gagal untuk mengendalikan bola energi itu karena tiba-tiba saja menghilang, " ucap Ragil memprediksi.
" Kau salah Guru, itu adalah jurus tipe pendukung ciptaan Julian sendiri, " ucap Guntur sambil tersenyum.
" Hah? " ucap Ragil terkejut.
Pasalnya, Ragil tidak tahu jika Julian sudah mampu untuk menciptakan jurusnya sendiri apalagi itu adalah tipe pendukung, dari sanalah perasaan dan instingnya tidak enak kepada murid-muridnya.
" Jurus itu bernama Serat Netra dan itu dibagi menjadi dua yaitu Serat Netra : Bola kendali dan Serat Netra : Netra Kadewatan, "
" Yang guru lihat bola energi pertama itu adalah Serat Netra : Bola Kenali yang diperuntukkan untuk lawan yang mana bisa mengendalikan lawan dan melihat apa saja yang lawan itu lihat, "
" Lalu bola energi yang kedua itu untuk rekan satu timnya yaitu Serat Netra : Netra Kadewatan yang mana rekan satu timnya mendapatkan penglihatan yang sangat luar biasa hebat seperti meningkatkan penglihatan, akurasi, jarak pandang yang lebih jauh, memperpendek penglihatan bagaikan tele pada sniper dan juga penglihatan 360 derajat, " jelas Guntur panjang lebar tentang jurus ciptaan Julian.
Betapa terkejutnya Ragil mendengar semua itu.
" Apa?! " teriak Ragil terkejut.
" Tapi bagaimana mungkin? " sambungnya.
Guntur yang melihat raut wajah Ragil yang terkejut itu tersenyum.
" Itu dikarenakan kekuatan unik dari Julian, yaitu Langkah Netra, " ucap Guntur.
" Apa?! Langkah Netra? " ucap Ragil berteriak lagi.
Ragil tidak menyangka jika Julian memiliki kekuatan unik Langkah Netra yang terbilang sangatlah langka, bahkan didalam sebuah kitab jawara yang mengkhususkan menjelaskan berbagai macam kekuatan unik para jawara, Langkah Netra masuk dalam kategori 10 besar teratas karena kekuatannya yang sangat mengerikan dan juga orang yang memiliki kekuatan unik tersebut sudah dipastikan kalau orang itu sangatlah jenius dan sangat ahli dalam strateginya.
" Maka dari itu jurus Serat Netra tercipta olehnya dan tidak hanya itu bahkan Ridwan sendiri juga berhasil menciptakan jurusnya sendiri yaitu Tombak Pandawa yang guru lihat pada saat turnamen melawan Umar dan bahkan Umar juga berhasil untuk menciptakan jurusnya sendiri..., " ucap Guntur sambil tersenyum.
" Apa?! " lagi-lagi Ragil berteriak karena terkejut.
" Kak, bisa tidak untuk tidak berteriak? Apa kau kira aku dan Guntur itu tuli? " tanya Anisa dengan kesal.
" Ehh... Hehehe... Maaf-maaf... Aku sangat terkejut dengan itu..., " ucap Ridwan salah tingkah.
Ragil tidak menyangka jika Ridwan, Julian dan Umar sudah dapat menciptakan jurusnya sendiri.
Tentu dengan hal itu membuat Padepokan Pancanaka akan sangat diuntungkan akan hal itu, tetapi Ragil sendiri sadar bila murid-murid itu masih sangatlah rentan jika dibandingkan dengan kekejaman dunia luar yang penuh dengan misteri.
" Sepertinya Aku kalah satu langkah dengan Guntur dan juga Anisa... Tapi walaupun begitu, aku sangat senang dan mendukung mereka berdua..., " gumam Ragil dalam hati.
__ADS_1