Perjalanan Guntur Samudra

Perjalanan Guntur Samudra
Taubatnya Ratu Betari


__ADS_3

Sepasang mata dengan warna merah darah itu terus menatap Guntur dengan tajam. Mata yang mencerminkan kekejaman dan kemarahan pemiliknya disaat ada orang asing yang mengganggunya.


Guntur yang masih terkejut dengan nama dari pemilik mata merah itu menghela nafasnya, mencoba untuk tetap tenang walaupun Guntur sendiri merasa sedikit takut dengan pemilik mata itu.


Sangat wajar bila Guntur merasakan itu semua. Di samping belum berpengalaman, Guntur juga baru kali ini bertemu dengan salah satu sosok yang mungkin akan membuat orang-orang pingsan setelah mendengar namanya.


Dengan terus menghela nafas panjang didalam hati Guntur terus saja beristighfar serta berdoa agar selalu diberi perlindungan oleh Sang Maha Kuasa " Ya Allah, lindungilah selalu hamba dan Alisa dari bahaya apapun, Engkaulah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. "


" Apa kau takut, Sang Hyang Aksara? " ucap Ratu Betari dengan terus menatap Guntur dengan tajam.


Guntur mendengar itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya " Tidak, sejujurnya aku lebih takut dengan Sang Hyang Tunggal kang Agung dan juga orang tuaku dari pada dirimu! " ucapnya dengan tenang.


Ratu Betari yang mendengar jawaban dari Guntur pun dengan berlahan mulai menampakan dirinya dibelakang Alisa yang sedang di lilit oleh rantai di sekujur tubuhnya.


Dengan berlahan terlihat sosok seorang wanita yang sangat cantik tapi nampak pucat dan kusam dengan rambut hitam yang digelung ke belakang kepalanya yang dihiasi dengan beberapa tusuk konde berupa bunga mawar berwarna emas. Lalu ada beberapa rajutan bunga melati yang belum mekar menjuntai kebawah sampai di dada sebelah kiri dengan ujungnya bunga kantil yang belum mekar.


Baju kebaya berwarna hitam dengan garis-garis emas dan jarit ukir yang senada warnanya sebagai bawahannya, juga sepasang sandal selop berwarna kuning emas menghiasi kaki putihnya.


Dengan berjalan dengan sangat anggun Ratu Betari berjalan mendekati Guntur sambil tersenyum. Dia merasa jika Guntur adalah seorang manusia yang unik dan sangat berani. Disaat orang-orang yang mendengar namanya akan lari terbirit-birit bahkan pingsan tapi tidak dengan Guntur.


Ratu Betari juga dapat merasakan nafas Guntur yang sangat teratur bahkan detak jantungnya pun berdetak dengan normal.


Ratu Betari berhenti 2 meter didepan Guntur sambil mengerutkan keningnya " Kenapa aku tidak bisa lebih dekat lagi dengannya? Tubuhku terasa panas dan lemas saat memaksa terus mendekatinya? Selain Sang Hyang Aksara, dia siapa? Kenapa aku merasakan ini? " tanyanya dalam hati.


Dengan terus menatap Guntur dan tersenyum untuk menyembunyikan semua yang dia rasakan saat mendekati Guntur lebih dekat lagi " Katakan padaku, siapa kau sebenarnya? " tanyanya.


Guntur yang mendengar pertanyaan dari Ratu Betari mengerutkan keningnya " Apa maksudmu? Aku ya aku... Kau juga tahu akulah Sang Hyang Aksara, kenapa kau menanyakan sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak mengerti? " tanyanya dengan heran.


Sebenarnya Ratu Betari merasa sangat marah dan sangat ingin memakannya sebagai tumbal akan tetapi jangankan menyentuhnya bahkan untuk mendekatinya lebih dekat saja dia tidak bisa.


" Kenapa kau hanya diam saja? Minggir! Aku akan membawa Alisa, " Ucap Guntur sambil menatap Ratu Betari dengan tajam.


" Apa kau tidak takut mati? Aku sendiri yang akan membunuhmu jika kau tetap melakukannya, dia adalah tumbalku dan kau tidak berhak membawanya! " bentak Ratu Betari yang semakin marah dengan Guntur.


Guntur yang di bentak oleh Ratu Betari pun terdiam dan mencoba berjalan mendekatinya. Akan tetapi semakin jarak mereka mendekat Ratu Betari memundurkan tubuhnya dan terus mundur kebelakang.


" Dengan cara apa kau akan membunuhku? Kau bahkan tidak bisa mendekatiku kan? Katakan jika aku benar?! " Ucap Guntur dengan sedikit menekan kata-katanya.


Dengan peluh yang mulai menetes dari keningnya, Ratu Betari hanya terdiam saja dan terus untuk mundur sampai di samping tubuh Alisa.


" Ratu... Aku datang dengan niatan baik dan ingin melihat yang sebenarnya apa yang ada didalam alam bawah sadar Alisa, aku tidak menyangka jika kau ada disini... Aku bisa menebak kalau kau sebenarnya terjebak disini kan? Tanda di ulu hati Alisa sebenarnya adalah segel kurungan kan? Kekuatanmu dengan perlahan menghilang dari tubuhmu setelah kau terpenjara di tubuh Alisa yang sebenarnya Alisa sendiri memiliki kekuatan tersembunyi yaitu pelebur jiwa angkara, Ratu, katakan padaku apa kau ingin bebas? Aku bisa membebaskanmu apalagi membunuhmu, itu sangatlah mudah bagiku dengan ijin-Nya, " Ucap Guntur dengan tenang.


Tiba-tiba tubuh Ratu Betari ambruk berlutut karena lemas setelah mendengar semua ucapan Guntur adalah kebenaran.


Guntur melihat Ratu Betari yang ambruk lemas seperti itu hanya terdiam. Baginya, bangsa lain itu adalah musuh karena merekalah bala kurawa ada di dunia ini, akan tetapi melihat keadaan Ratu Betari membuat hatinya iba. Semua makhluk seharusnya berhak untuk terus hidup di dunia ini walaupun alam mereka berbeda tapi hidup berdampingan tanpa menganggu satu sama lain itu adalah sesuatu yang diharapkannya.


" Sebenarnya aku ingin bebas, ingin merasakan kembali hidup dalam kedamaian di duniaku tapi mereka para kajinan laknat itulah yang menipuku dan membuatku menjadi seperti ini, selama disini aku sebenarnya sangat kasihan dengan anak ini tapi juga tersiksa olehnya, kekuatanku terus terlebur olehnya dan menjadi kekuatannya, itulah kenapa anak ini mempunyai kekuatan kajinan walaupun dia sendiri bukan seorang kajinan, anak ini adalah anak yang baik, mulia hatinya, katakan padaku bagaimana aku bisa bebas dari sini? Tolonglah anak ini, aku merasa bersalah karena itu! " ucap Ratu Betari sambil meneteskan air matanya.


" Tapi ada syarat untuk itu supaya kau juga merasa benar-benar bebas dari semua ini, " ucap Guntur.


" Apapun itu akan aku lakukan! " ucap Ratu Betari pasrah.


" Sebenarnya Aku tidak akan memaksamu untuk melakukan itu bahkan aku bisa membebaskanmu sekarang juga tapi alangkah baiknya jika kau mau melakukan syarat ini, syarat itu adalah kau memeluk apa yang aku percayai dan aku anut, " ucap Guntur.


Tanpa ada beban lagi Ratu Betari langsung mengatakan kesanggupannya atas syarat itu " Aku percaya kepadamu. "


Guntur tersenyum mendengar bahwa Ratu Betari dengan suka rela masuk ke dalam kepercayaan Guntur. Dengan perlahan Guntur membimbing Ratu Betari untuk mengucapkan dua kalimat syahadat yang mana sebagai langkah awal untuk masuk dalam kepercayaannya.


Setelah selesai mengucapkan dua kalimat syahadat dengan perlahan tubuh Ratu Betari mendingin dan tidak merasakan panas. Jangankan untuk itu, nafsu angkara yang dia miliki pun pudar secara perlahan tapi pasti yang digantikan dengan welas asih.


Nampak raut wajah yang awalnya sangat kusam dan pucat itu dengan perlahan juga nampak kalem, sendu dan penuh keramahan.

__ADS_1


Guntur sendiri dibuat kebingungan saat memandang wajah cantik jelita milik Ratu Betari. Sontak Guntur memalingkan wajahnya kearah lain yaitu Alisa yang mana masih terlilit oleh rantai.


" Tu-tubuhku, wajahku, kenapa jadi seperti ini? " tanya Ratu Betari saat merasakan perubahan pada dirinya.


" Alhamdulillah, Ratu, kau sekarang menjadi saudara seiman ku, tapi kita berbeda ras serta alam, aku sarankan kepadamu setelah ini jangan pernah lagi masuk atau muncul di alam manusia.... Ratu, perubahan yang kau alami itu adalah kuasa-Nya jadi mulai sekarang jalanmu untuk menjadi seorang yang beriman akan sangat berat, akan ada berbagai cobaan dan ujian yang akan kau lalui di masa depan yang bahkan aku sendiri tidak tahu itu apa tapi kau tenang saja, asalkan kepercayaanmu itu kuat kau akan lolos dari itu semua, pasrahkan semuanya kepada Sang Hyang Tunggal kang Agung, " Jelas Guntur yang masih memalingkan wajahnya.


Ratu Betari tampak risih dengan Guntur karena Guntur memberikan nasihat kepadanya tapi memalingkan wajahnya ke arah lain " Kenapa kau memalingkan wajahmu disaat kau sedang memberikanku wejangan? " tanyanya.


" Aku tidak mau melihat yang bukan hak ku, wajahmu kini sudah tidak sama seperti yang tadi, sekarang kau jauh lebih cantik dan anggun bak bidadari, " ucap Guntur.


Ratu Betari yang mendengar itu hanya menunduk malu sambil tersenyum. Seumur hidupnya, belum pernah ada yang memuji kecantikannya dengan tulus setulus Guntur tanpa ada nafsu. Ratu Betari juga melihat bagaimana sikap Guntur yang berubah yang awalnya pecicilan tapi sekarang sangat kalem bahkan memalingkan wajahnya dari Ratu Betari.


Ratu Betari langsung tersentuh hatinya kepada pemuda tampan yang menyadarkannya itu " Andai aku terlahir sebagai seorang manusia, aku akan dengan senang hati menjadi istri atau selirmu bahkan menjadi budakmu aku sangatlah rela asalkan aku tetap berada disisimu, " Gumamnya pelan tapi masih bisa didengar oleh Guntur.


Didalam hati Guntur juga tersentuh oleh gumaman Ratu Betari tapi kalaupun dia seorang manusia pun, Guntur tidak akan berpaling dari kedua srikandinya itu.


" Ratu, jangan mengucapkan kata-kata seperti itu, kita yang hanya sebagai seorang hamba dari-Nya tidak boleh sembarangan mengucapkan kata-kata yang sudah ditetapkan oleh-Nya, Ratu... Setelah kau kembali ke alammu kau carilah seseorang yang bisa untuk membimbingmu ke jalan yang benar serta mengajarimu tentang kepercayaan yang kau anut sekarang ini, sebenarnya banyak sekali di alammu yang mengerti akan hal ini, " Jelas Guntur.


" Kau benar... Aku juga pernah melihat mereka... Siapa namamu? " tanya Ratu Betari.


" Guntur.... Guntur Samudra, " ucap Guntur.


Dengan perlahan Ratu Betari berdiri dengan anggun. Guntur yang melihat sepintas itupun langsung menundukkan kepalanya " Astaghfirullah... Tidak hanya wajahnya tapi juga tubuhnya juga, " gumamnya dalam hati.


Memang benar apa yang dipikirkan oleh Guntur, semua yang ada pada tubuh Ratu Betari nampak berbeda dari awalnya dan menjadi semakin berisi juga siapa saja laki-laki yang memandangnya pasti akan memiliki fantasi liar dengannya.


Ratu Betari mengerti akan hal itu karena melihat Guntur yang menunduk dan mukanya memerah walau hanya sepintas saja melihatnya " Entah kenapa semakin kau seperti itu aku semakin tertarik denganmu, Guntur, " gumamnya dalam hati.


Ada kecanggungan diantara mereka tapi Guntur ingat kalau akan membebaskan Ratu Betari dari dalam tubuh Alisa " Baiklah Ratu, bersiaplah! Aku akan mulai menghancurkan segel kurungan ini, " ucap Guntur yang dengan berlahan membuat pola-pola aksara jawa kuno dari udara kosong didepannya.


Nampak pola aksara jawa kuno itu muncul dan dengan perlahan tersusun rapi dengan bentuk lingkaran berwarna putih kebiruan. Setelah selesai, Guntur mulai meniupkan nafasnya pada pola aksara itu dan secara perlahan juga terlihat seperti pecahan-pecahan kaca di tengah pola aksara itu.


Setelah itu tempat yang tadinya gelap dan hanya ada cahaya kecil di atas mereka, perlahan mulai membesar dan bersinar terang sampai-sampai Guntur dan Ratu Betari menutup kedua mata mereka karena silau oleh cahaya itu.


Beberapa saat kemudian Guntur mulai membuka mata dan mendapati jika tempat itu sudah terang dan mereka seperti berada di alam terbuka yaitu padang rumput yang tumbuh dengan subur sejauh mata memandang " Alhamdulillah, " ucap Guntur lega.


Ratu Betari juga mulai membuka matanya dan terkejut melihat tempat yang selama ini mengurung dirinya itu adalah tempat yang gelap kini menjadi padang rumput yang sangat luas " Inikah alam bawah sadar gadis ini yang sebenarnya? " tanyanya dalam hati.


Nampak Alisa yang semula terduduk terlilit oleh rantai, kini rantai yang melilit tubuhnya pun hilang secara berlahan dan entah kemana, terlihat gadis remaja yang sedang terduduk lemah menatap kearah Guntur dan Ratu Betari.


Guntur pun berjalan mendekati Alisa yang terduduk lemah itu " Apa kau baik-baik saja? " tanyanya.


" A-aku baik-baik saja, lalu ini dimana kak? " tanya Alisa sambil menatap Guntur dengan kebingungan.


" Ini di alam bawah sadarmu gadis manis, " ucap Ratu Betari sambil berjalan mendekati mereka.


" Huh? Kau kan... " ucap Alisa terkejut saat menatap Ratu Betari dari dekat.


" Tenanglah, dia sudah tidak jahat lagi... " ucap Guntur lalu menjelaskan semuanya.


Ratu Betari pun juga meminta maaf atas semua yang dia lakukan selama ini kepada Alisa di alam bawah sadarnya yang membuat Alisa menjadi tidak terkontrol dan ternyata yang merantai tubuh Alisa adalah ulah Ratu Betari yang hanya untuk bertahan hidup dialam bawah sadarnya saat energi alam masuk kedalam tubuh Alisa maka energi alam itu akan masuk di tubuh Ratu Betari dengan cara merubah energi alam yang seharusnya itu murni tapi dirubah menjadi energi negatif.


Guntur sendiri juga terkejut saat mendengar penjelasan dari Ratu Betari. Guntur tidak menyangka bahwa Ratu Betari akan melakukan semua itu. Itulah yang membuat Alisa tidak kunjung membuka pintu jawara ke 4 nya dan hanya berhenti di pintu ke 3 selama ini. Alisa yang mendengar itu hanya bisa pasrah dan bersedih.


" Kini segel kurungan yang mengurungku sudah hancur dan aku sudah bisa bebas untuk kembali ke alamku... Sebagai kompensasi atas semua yang aku lakukan selama aku terkurung disini aku akan memberikanmu ini... " ucap Ratu Betari sambil menjulurkan tangannya ke depan.


Disaat bersamaan dengan itu di atas telapak tangan kanan Ratu Alisa yang terjulur kedepan itu nampak keluar seperti bola energi berwarna hitam keemasan sebesar bola pingpong " Ini adalah separuh dari inti energi murni yang aku miliki, dengan ini kau satu-satunya orang yang akan menjadi seorang jawara yang memiliki energi murni dariku yang mana aku adalah salah satu ratu di alamku, "


" Alisa... Kau selama ini melebur kekuatanku dengan berlahan dengan kekuatan tersembunyi yang kau miliki untuk menjadikan kekuatanmu, maka dari itu kau adalah seorang jawara yang memiliki kekuatan seorang kajinan walau kau sendiri bukanlah seorang kajinan, tapi dengan ini maka kekuatan yang sudah kau serap itu akan stabil dan berkembang, kau tenang saja itu tidak akan merubah apapun yang ada padamu selama ada ini dan kau tidak lagi dikuasai oleh nafsu angkara sebab ini juga akan menekan nafsu angkara itu sendiri... Alisa, aku berharap kau bersedia menerima ini, " jelas Ratu Betari.


Alisa yang mendengar penjelasan dari Ratu Betari hanya bisa terdiam, lalu menatap Guntur dan hanya anggukan kepalanya yang menjadi jawaban atas pertanyaan dari dalam benak Alisa " Baiklah, aku akan menerimanya tapi apakah aku akan terikat denganmu? " tanya Alisa yang masih ragu untuk menerima inti energi dari Ratu Betari.

__ADS_1


" Tidak, kau tidak akan terikat denganku sebab aku dengan suka rela memberikan ini dan memutuskan ikatan pada energi ini, " ucap Ratu Betari.


" Baiklah, " ucap Alisa.


Dengan begitu bola energi dari Ratu Betari itu langsung melayang ke arah Alisa dan saat bola energi itu hanya tinggal beberapa jengkal lagi, bola energi itu langsung melesat cepat masuk kedalam kepala Alisa melalui keningnya.


Alisa yang merasakan itu langsung tersentak terkejut dan berteriak sekencang-kencangnya merasakan luapan energi yang diterimanya itu.


Energi kejut yang cukup besar dan kuat itu langsung membentuk lingkaran itu langsung membesar menghempaskan padang rumput di alam bawah sadar Alisa.


" Bertahanlah sebentar lagi, itu karena inti energi yang aku berikan kepadamu langsung bereaksi untuk menyatu denganmu! " ucap Ratu Betari yang sedikit cemas, takut kalau Alisa tidak bisa beradaptasi dengan inti energi itu.


Guntur yang melihat Alisa yang sedang kesakitan tersebut ingin sekali menolongnya tapi dicegah oleh Ratu Betari " Jangan Guntur, biarkan dia sendiri yang menyelesaikan semua itu, jika kita membantunya aku takut kalau mendapatkan penolakan darinya, " ucapnya.


Guntur pun merenungkan niatnya untuk membantu Alisa yang sedang kesakitan dan berusaha beradaptasi dengan inti energi itu " Alisa, kau harus mampu beradaptasi supaya kau menjadi kuat, " gumamnya.


Selang beberapa waktu yang cukup melelahkan dan menyakitkan bagi Alisa, kini Alisa tampak sudah tenang dalam duduk bersila sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.


" Sekarang coba kau keluarkan kekuatan maksimalmu dan tetap pejamkan matamu! " ucap Ratu Betari.


Alisa yang mendengar ucapan dari Ratu Betari pun langsung melakukan apa yang Ratu Betari itu suruh.


Dan benar saja saat Alisa mengeluarkan kekuatan maksimalnya nampak siluet yang terlihat sangat nyata di atas Alisa yang duduk bersila. Siluet itu sangat mirip dengan Ratu Betari itu sendiri akan tetapi wajah dari siluet itu adalah wajah Alisa yang mana matanya juga terpejam.


Nampak begitu cantik siluet itu dengan rambut panjang lurus berwarna hitam legam menjuntai kebawah dengan mahkota keagungan berwarna emas bak seorang ratu dengan wajah Alisa yang dasarnya memanglah cantik, lalu baju kebaya yang sangatlah glamour berwarna hitam dengan renda-renda berwarna keemasan menghiasi baju kebaya itu sendiri.


Sebagai bawahan menggunakan jarik ukir berwarna hitam sebagai dasarannya dan keemasan sebagai ukiran-ukirannya, selendang panjang berwarna putih polos yang terikat pada pinggangnya serta sandal selop berwarna emas sebagai alas kakinya.


Semua itu gambaran dari siluet yang keluar dari tubuh Alisa yang tengah mengeluarkan kekuatan maksimalnya.


Guntur sangat terkesima dengan siluet itu walaupun aslinya Alisa sendiri memakai pakaian yang tertutup dan berhijab " Apakah ini Alisa versi dewasa? " tanyanya dalam hati.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Guntur kalau siluet itu ibarat Alisa dengan versi dewasanya. Begitu cantik dan sangat menggoda.


" Sekarang bukalah matamu, cah ayu! " ucap Ratu Betari.


Alisa langsung saja mengikuti apa yang dikatakan oleh Ratu Betari. Begitu kedua mata Alisa terbuka secara berlahan disitulah luapan energi murni meledak dari tubuh Alisa yang membuat energi kejut yang cukup kuat untuk menghempaskan apapun yang ada disitu.


" Wusshhh "


Alisa yang semula memiliki mata yang sangat jernih dengan pupil matanya berwarna hitam kecoklatan, kini setelah mengeluarkan kekuatan maksimalnya kedua mata tersebut sangatlah berbeda dari aslinya.


Kedua mata tersebut berwarna hitam legam dengan pupil mata yang berwarna keemasan. Setelah membuka mata, nampak sekali aura yang sangat mengerikan dengan kekuatan yang sangatlah besar dan kuat. Guntur sendiri dibuat merinding dibuatnya.


" Benar-benar kekuatan yang sangat besar dan kuat, " ucap Guntur takjub.


" Ini baru setengah dari inti energi murni yang aku berikan kepadanya Guntur, jika aku memberikan semuanya aku tidak yakin jika dia akan kuat menahannya dan yang pasti akan sangat berbahaya bagi kehidupan di alam manusia, Guntur... Kekuatanku tidak seberapa dibandingkan kekuatanmu jika kau keluarkan secara maksimal, tapi belum saatnya kau melakukan itu, " jelas Ratu Betari.


" Hahhhhh... Sesungguhnya tidak ada kekuatan kecuali milik-Nya ratu, kekuatan hanyalah milik Sang Hyang Tunggal kang Agung saja, kita sebagai makhluk hanyalah segelintir orang saja yang diberikan amanah oleh-Nya untuk menjaganya, suatu saat nanti jika Dia menginginkan semua yang kita miliki ini dicabut atau diambil oleh-Nya maka semua itu akan terlaksana dan sangat mudah untuk-Nya melakukan itu, " jelas Guntur.


" Kau benar Guntur, " ucap Ratu Betari.


" Alisa, cah ayu... Sekarang tariklah semuanya, kau sudah berhasil, cah ayu, " ucap Ratu Betari.


Alisa yang mendengar ucapan dari Ratu Betari langsung menarik semuanya dan kembali seperti semula.


" Selamat cah ayu kau berhasil dan kau juga sudah bisa mengontrol serta menggunakannya sesuai dengan keinginanmu, jagalah itu semua, teruslah membela kebenaran dan berjalanlah di jalan yang benar, jangan menjadi sombong serta angkuh, jangan sampai nafsu angkara menguasaimu, " ucap Ratu Betari.


Alisa yang langsung berdiri dan berjalan kearah Guntur dan Ratu Betari " Baik ratu, aku akan melakukan apa yang ratu katakan, " ucapnya.


" Baiklah, sudah saatnya kembali ke alamku dan melakukan apa yang harus aku lakukan, " ucap Ratu Betari.

__ADS_1


__ADS_2