
Tiga hari setelah tewasnya Sang Dukun beserta Raja Angkara dan Indrajit, di Padepokan Pancanaka terdapat seorang anak manusia yang belum juga tersadar dari pingsannya.
Dia adalah Guntur Samudra yang masih tergeletak tidak berdaya diatas kasurnya di gubuk kesayangannya akibat energi dan tenaganya terkuras disaat melawan Raja Angkara.
Ridwan dan para sahabatnya bahkan semua keluarga Samudra dan keluarga Jin kecuali Jin Shi terus menerus menjaga Guntur.
Nampak wajah cemas dan juga khawatir di wajah mereka, takut jika terjadi sesuatu kepada Guntur.
Sedangkan Mbah Pahing dan Husna sudah kembali ke kediamannya diatas bukit setelah menyelamatkan Guntur.
Anisa yang saat ini sedang menatap Guntur dengan tatapan khawatir dan sedih itu menghela nafas.
" Mas... Sadarlah, " ucap Anisa dalam hati sambil memegang tangan kanan Guntur.
" Nisa... Makanlah, dari kemarin kau belum makan, " ucap Lastri yang sudah berada dibelakang Anisa.
" Nisa... Kami tahu kau sangat mengkhawatirkan Guntur tapi setidaknya makanlah sedikit untuk kesehatanmu, " ucap Lastri kembali sambil menegang pundak kanan Anisa.
Anisa yang mendengar itu pun hanya mengangguk lalu berjalan keluar kamar tanpa sepatah kata.
Lastri pun juga meninggalkan Guntur lalu berjalan keluar kamar.
" Bagaimana Nyai? " tanya Aji khawatir.
" Belum ada tanda-tanda akan siuman mas, " ucap Lastri.
Semua orang hanya menghela nafas mendengar ucapan Lastri.
***
Setelah pertarungan itu, Aji, Lastri, kakek Jin dan semua orang terdekat Guntur langsung berlari mencari keberadaan Guntur tidak luput juga para boneka Guntur.
Kris yang langsung menggunakan kekuatannya itu langsung tahu dimana lokasi Guntur lalu melesat ke tempat Guntur berada yang disusul oleh semuanya.
Sedangkan Wicak sendiri tidak ikut dalam pencarian Guntur karena sedang membicarakan sesuatu dengan Sang Panglima.
" Guntur! " ucap Lastri yang melihat cucunya tergelak tidak berdaya.
" Tuanku! " ucap para boneka Guntur.
Sedangkan Anisa langsung saja melesat lalu memeriksa Guntur begitu juga dengan yang lainnya.
Sedangkan Husna sendiri hanya menatap Guntur dari jarak 3 meter sambil menatap Guntur dengan tatapan sedih.
" Mas..., " ucap Husna dalam hati sambil meremas kedua tangannya.
Perasaan sedih, khawatir dan juga cemburu kepada Anisa yang sudah menjadi muhrim dari Guntur itu hanya bisa terdiam sambil menahan semua rasa yang ada pada hatinya.
Tidak ada yang mengetahui hal itu kecuali Mbah Pahing, namun Mbah Pahing tidak memikirkan itu dan langsung meneleportasikan semuanya ke gubuk Guntur di Padepokan Pancanaka.
Setelah sampai, Aji langsung membopong Guntur ke dalam kamarnya.
" Husna..., " ucap Mbah Pahing yang sudah berada di samping kanannya.
Husna hanya diam saja sambil masih mengepalkan tangannya dengan erat.
" Istighfar Husna... Hilangkan rasa cemburumu itu, bersabarlah karna tidak lama lagi kau akan bergabung dengan mereka, " ucap Mbah Pahing.
Husna pun langsung beristighfar dan tersadar dengan apa yang dirasakannya.
" Ma-maaf nek..., " ucap Husna.
Tiba-tiba Anisa mendekati mereka lalu memeluk Husna dengan erat.
" Terima kasih Husna..., " ucap Anisa sambil melepas pelukannya.
" Untuk apa? " tanya Husna sambil menahan semua gejolak hatinya.
" Semuanya, " ucap Anisa.
" Yang terpenting keadaan Guntur sekarang Nisa..., " ucap Husna.
" Husna... Ikut aku sebentar, " ucap Anisa sambil memegang tangan Husna, setelah itu mereka menghilang.
Mbah Pahing dan semuanya langsung terkejut melihat Anisa dan Husna menghilang karena Mbah Pahing tidak merasakan jika Husna memakai teleportasi.
***
__ADS_1
Anisa dan Husna kembali muncul di gubuk milik Anisa.
" Ehh...., " ucap Husna terkejut.
" Aku diberikan berkat aksara secara permanen oleh Guntur teleportasi dan terbang jadi aku bisa melakukan itu... Yuk masuk, " jelas Anisa sambil membuka pintu gubuknya.
Setelah mereka masuk, Husna nampak terpesona dengan isi gubuk Anisa yang bagaikan rumah mewah bahkan lebih mewah dari pada rumahnya di Kangean.
" Duduklah Husna, aku akan buatkan teh untukmu, " ucap Anisa sambil berjalan.
Husna pun langsung duduk diatas sofa itu dan memandangi isi dalam gubuk.
" Sangat berbeda dengan yang ada diluar..., " ucap Husna dalam hati.
Tak lama kemudian, Anisa pun kembali dengan 2 gelas teh hangat.
" Minumlah Husna, " ucap Anisa.
Setelah beberapa saat mereka hening, akhirnya Husna mulai berbicara.
" Nisa... Apakah kau sudah melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri? " tanya Husna sambil menatap gelas teh miliknya.
Anisa yang mendengar itu pun terkejut oleh pertanyaan Anisa namun mencoba untuk tetap tenang.
Anisa pun hanya menggelengkan kepalanya.
Husna yang mengetahui itu pun juga terkejut.
" Ehh... Kenapa? " tanya Husna sambil menatap Anisa yang menunduk.
Beberapa detik Anisa terdiam lalu menatap Husna sambil bercucuran air matanya.
" Nisa, " ucap Husna yang langsung memeluk Anisa.
" Aku tidak tahu apa yang terjadi kepadamu di masa lalu tapi aku merasa jika kau memiliki trauma, ceritalah apa yang terjadi, Nisa..., " ucap Husna sambil memegang tangan Anisa.
" 3 tahun yang lalu..., " ucap Anisa yang mulai bercerita masa lalunya.
***
Kota yang hanya ada malam hari tanpa siang itu terlihat sangat indah dengan berbegai pernak-pernik lampu lampion yang selalu menghiasi kota.
Kota itu berada didalam tanah yang tersembunyi dan juga sangatlah luas.
Satu-satunya kota yang berada di dalam tanah didunia yang mana orang menyebut itu dengan dunia bawah dan juga satu-satunya kota yang dapat menghubungkan 2 alam antara alam manusia dan alam jin.
Sebenarnya dunia bawah tidak hanya kota Lentera itu saja tapi juga disetiap kota didunia memiliki kota dunia bawah sendiri walaupun ada di permukaan.
Disebut dunia bawah bukan berarti ada di dunia bawah, namun kota-kota tersebut memiliki sisi lain yang sangat menyeramkan dan berbahaya.
Disetiap kota itu memiliki jalur tersendiri menuju kota Lentera itu dan kota Lentera adalah pusat dari dunia bawah itu sendiri.
Kota Lentera sangat berbeda dari kota-kota yang lain dimana dihalalkan bagi mereka untuk saling membunuh satu sama lain bahkan terdapat juga pasar gelap yang menyediakan dan menjual berbagai barang ilegal dipenjuru dunia.
Senjata, artefak langka bahkan sampai organ tubuh manusia pun semua ada disana dan dijual secara terang-terangan.
Penduduk kota Lentera pun juga sangat banyak dan juga sudah terbiasa dengan kehidupan di kota itu dan yang paling menonjol adalah hampir semua penduduknya adalah orang-orang yang memiliki kekuatan diluar nalar manusia normal.
Kota itu juga menganut sistem hukum rimba jadi siapa yang kuat maka akan menindas yang lemah.
Walaupun begitu kota Lentera bagaikan surga bagi mereka yang ingin menjadi lebih kuat dan berkuasa.
Tidak ada yang tahu siapa penguasa dari kota itu bahkan semua dunia bawah, namun rumor mengatakan jika penguasa itu memiliki kekuatan yang luar biasa kuat yang bahkan untuk membunuh lawannya pun hanya menggunakan jentikan jarinya saja.
Saat itu diatas bangunan yang cukup tinggi terlihat seorang gadis bercadar yang sedang menyapu pandangannya karena baru saja tiba di kota itu.
Gadis itu adalah Anisa yang saat itu dirinya mau tidak mau menginjakkan kakinya di pusat dari dunia bawah.
Anisa melakukan itu karena satu hal yaitu ingin menjadi kuat dan menembus batasan dari seorang jawara yaitu kanuragan.
Pandangan Anisa terhenti tepat dimana sebuah stadion yang sangat megah dan besar.
Stadion itu bukanlah stadion sepak bola atau olah raga, melainkan adalah atena pertarungan bergengsi disemua dunia bawah.
Menurut kabar yang Anisa dengar hanya ada 4 orang yang berhasil untuk memenangkan 100 pertandingan secara berturut-turut tanpa kekalahan, salah satunya adalah Aji Samudra, gurunya sendiri.
Maka dari itu Anisa berlatih dengan keras dan menguatkan tekatnya untuk pergi ke dunia bawah.
__ADS_1
***
Dengan perlahan Anisa berjalan menuju arena dan menghiraukan orang-orang berbisik satu sama lain saat melihatnya.
Tidak lupa pula Bros Sabit Kematian miliknya dia simpan agar tidak ada yang mengetahui jika dirinya adalah Srikandi Bercadar dan juga memakai bandana berwarna hitam dengan garis-garis merah.
" Ada apa? " ucap seorang penjaga yang menjaga pintu masuk arena dengan menghunakan bahasa Internasial.
" Pendaftaran, " jawab Anisa yang mengubah suaranya dan juga memakai bahasa Internasional.
" Masuk dan lurus lalu belok kanan, " ucap penjaga dengan dingin.
Tanpa berkata lagi, Anisa langsung berjalan ke arah pendaftaran peserta.
Setelah masuk, Anisa diperlihatkan sebuah arena yang cukup luas dan juga suara sorak-sorai penonton dan juga Anisa melihat sebuah pertarungan yang membuat orang-orang yang tidak kuat mental akan segera mengeluarkan isi perutnya atau pingsan.
Diarena itu nampak seorang petarung yang telah memenangkan pertandingan lalu memutilasi lawannya lalu memakan jantungnya serta mengeluarkan usus dan organ dalam lainnya.
Anisa yang melihat itu hanya diam lalu segera menuju loket pendaftaran.
" Ma Yue, " ucap Anisa saat sampai di loket pendaftaran dan langsung mengucapkan nama dan Anisa memilih nama Cinanya untuk mendaftar.
" $500, " ucap seorang gadis cantik penjaga loket.
Anisa pun langsung memberikan uang pendaftarannya kepada gadis itu lalu dengan segera gadis itu mencatat nama Ma Yue sebagai pendatang baru di arena kematian.
Setelah itu, gadis itu melemparkan sebuah pin besi berlambangkan sebuah lentera.
Anisa pun langsung menangkapnya.
" Setelah ini kau masuk, " ucap gadis loket itu yang dianggukkan oleh Anisa.
Benar saja tidak lama setelah itu nama Ma Yue terpanggil untuk bertanding diatas arena.
Dengan berlahan Anisa pun berjalan menuju arena dan setelah sampai, Anisa dihadapkan dengan lawannya yang terlihat sangat kuat.
Terlihat seorang wasit wanita berdiri diatas tiang mengumumkan pertandingan.
" Big Hulk vs Ma Yue.... DIMULAI...., " teriak wasit tersebut.
Big Hulk langsung saja berlari ke arah Anisa yang nampak lemah karena Big Hulk sendiri meremehkan Anisa.
Anisa yang melihat itu pun tetap tenang dan santai ketika Big Hulk berlari ke arahnya.
" Aku tidak akan meremehkan siapapun lawanku..., " ucap Anisa dalam hati.
Namun setelah itu seisi arena dibuat terbungkam oleh pertarungan mereka karena tiba-tiba saja Big Hulk jatuh tersungkur lalu semua lobang yang ada ditubuhnya mengeluarkan darah dan terus mengalir keluar.
Seberapa detik berikutnya, Big Hulk pun tewas dengan sangat mengenaskan lalu wasit pun mengumumkan jika Ma Yue memenangkan pertandingan.
Dengan berlahan Anisa berjalan keluar dari arena dan seketika itu juga semua penonton dibuat heboh oleh pertarungan mereka.
Semua orang dipenuhi dengan pertanyaan dikepala mereka " Apa yang sebenarnya terjadi? ".
Namun ada juga yang menatap Anisa dengan perasaan kagum dan ingin melawannya, salah satunya adalah seorang pria misterius yang memakai topeng hitam polos yang sudah memenangkan 67 pertandingan secara beruntun.
" Entah kenapa aku sangat tertarik dengan gadis itu dan ingin melawannya..., " ucap pria misterius itu sambil tersenyum.
Di ruang vip nampak seorang pria yang juga menggunakan topeng merah gelap tersenyum melihat pertarungan Anisa.
" Ma Yue..., " ucap pria itu.
" Indra... Apakah kau tertarik dengan gadis itu? " ucap wanita disebelahnya.
" Iya dan entah kenapa aku merasa jika dia akan menjadi yang ke 5 yang dapat menyelesaikan 100 pertandingan dan menjadi gadis yang memiliki kekuatan yang diluar nalar, " ucap pria itu.
" Hmm... Kalau begitu aku akan menghampirinya untuk masuk kedalam haremmu, " ucap wanita itu.
" Tidak perlu... Jika kau kesana kau akan bernasib sama dengan Big Hulk, " ucap Indra.
" Ehh benarkah? " tanya wanita itu.
" Kapan aku berbohong kepada kalian? Sebagai salah satu dari 7 pamong di dunia bawah pantang bagiku untuk berkata dusta, " ucap Indra dengan sombong sambil memencet hidung wanita itu.
" Aw.... Baiklah pamong kesombongan, Indrajit..., " uvap wanita itu.
" Hahahahahahaha, " tawa mereka berdua.
__ADS_1