
Guntur langsung menatap Anisa dengan lembut dan kedua pupil matanya kembali normal.
" Aku merasakan adanya seseorang yang sangat kuat yang ingin melindungi para titisan dan aku merasa jika orang itu jauh lebih kuat dari Yanci, " ucap Guntur.
" Apa?! " tanya Anisa yang terkejut dengan apa yang dikatakan suaminya itu.
Sedangkan Ridwan dan yang lainnya termenung karena sangat terkejut sampai tidak tahu lagi mau berkata apa.
" Mas apa lebih baik kita juga membantu mereka, " ucap Anisa.
" Tenang saja, kita juga mendapatkan bantuannya karena dia sudah mengutus bonekanya untuk membantu mereka, " ucap Guntur.
" Tapi mas, mengingat musuh kali ini jauh lebih kuat dari pada Yanci, apa tidak apa-apa? " tanya Anisa sedikit khawatir.
" Memang benar jika musuh lebih kuat dari pada Yanci tapi Kris dan yang lainnya juga setara dengan guru Ragil, apalagi boneka miliknya juga setara dengan guru Ragil... Jadi jika mereka bersatu dalam satu tim dan menggabungkan kekuatan mereka yang bahkan menjadi setara denganmu atau lebih kuat dari pada kau sendiri, apa yang akan mereka lakukan? " tanya Guntur kembali bertanya.
Mendengar itu, Anisa terdiam memikirkan ucapan dari suaminya itu.
" Semoga saja apa yang dikatakannya benar... Jika sampai para boneka itu kalah maka Alisa dalam bahaya, " gumamnya dalam hati.
" Jangan khawatir, Alisa memiliki 1001 cara untuk keselamatan dirinya sendiri jika para boneka itu kalah, " ucap Guntur sambil tersenyum.
Dalam kenyataannya, Guntur memiliki rasa khawatir yang sangat dalam dengan keadaannya saat ini.
Jika para bonekanya saja yang gugur itu tidak masalah untuknya, namun berbeda cerita jika Alisa yang gugur.
Namun, ketika Guntur teringat akan alasan kenapa dirinya mengikut sertakan Alisa dalam pertarungan ini, Guntur tersenyum tipis.
Jika Alisa berhasil untuk menghisap kekuatan para titisan itu maka sudah dapat dipastikan jika Alisa akan memiliki kekuatan yang sangat besar dan kuat yang mungkin setara dengan 20 persennya dari kekuatan Anisa dan bisa jadi pintu ke 6 jawaranya akan terbuka.
Tentu hal itu juga akan menambah kekuatan tim dari semua anak didiknya dan padepokan terlebih keluarga Samudra itu sendiri.
Seorang jawara namun juga memiliki kekuatan kajinan yang tergabung dengan kekuatan jawara, itu akan membuat Alisa sendiri menjadi salah satu orang yang sangat ditakuti oleh mereka para kajinan itu sendiri.
Guntur juga sudah memikirkan pro dan kontra dari kekuatan Alisa itu sendiri yang mungkin akan membuat dunia persilatan terlebih tujuh pilar siswa yang mana mereka adalah para pemimpin dan sesepuh dunia persilatan di bumi nusantara, tidak akan mudah untuk menerima Alisa sebagai salah satu dari seorang jawara kecuali empat orang yang sudah melihat kekuatan dan aksi heroik Alisa menyelamatkan padepokan dan semua orang yang ada pada turnamen kemarin.
***
Disebuah gedung yang sudah tidak terpakai dan terasingkan dari keramaian kota, terlihat sekumpulan orang yang sedang berbaris dengan rapi.
Didepan mereka semua terdapat tujuh orang terkuat dari semua orang yang ada di sana.
Diantara sekumpulan itu adalah para petinggi negara, kota bahkan desa. Bahkan terdapat seorang jendral negara.
Organisasi Kajin saat ini sudah mencapai 50 orang anggota yang memang tujuh titisan Raja Angkara memberikan harta, tahta, kekuatan secara instan kepada mereka semua.
Bagi para titisan, hal tersebut adalah mudah bagi mereka karena mereka juga memiliki kekuatan yang bahkan bisa untuk merubah sebuah batu menjadi emas.
__ADS_1
Siapa yang tidak akan tergiur oleh hal semacam itu. Apalagi bagi manusia yang tidak mau repot-repot bekerja dan itu terbukti banyaknya para petinggi dan abdi negara yang ikut masuk ke dalam organisasi kajin.
Tentu mereka juga harus menyiapkan timbal baliknya berupa tumbal manusia yaitu anak kecil bahkan bayi sekalipun dan juga seorang gadis jawara atau aksara perawan.
Untuk anak kecil dan bayi mereka akan tumbalkan secara langsung dengan mengambil organ dalam dan juga darahnya untuk mereka makan dan juga minum.
Sedangkan untuk para gadis jawara atau aksara perawan, mereka akan siapkan untuk para titisan untuk dinikmati tubuh mereka terlebih dahulu sebelum diberikan kepada anggotanya lalu mereka bunuh dan mengambil darah mereka untuk menambah kekuatan mereka karena kekuatan dari para gadis jawara atau aksara perawan itu.
Untuk jasad-jasad para tumbal, mereka langsung bakar hingga menjadi abu untuk menghilangkan jejak dan bukti.
Tentu organisasi kajin berjalan dengan sangat hati-hati dan juga sangat halus agar tidak terendus oleh negara itu sendiri.
Namun mereka tidak menyadari jika aksi mereka sejak awal sudah tercium oleh Guntur saat kejadian mbah Winga yang memanggil raja angkara itu sendiri sampai-sampai memberikan tujuh titisannya untuk membuat kekacauan untuk alam manusia.
Harapan mbah Winga adalah untuk bisa membalaskan dendamnya kepada para legenda namun semua itu masihlah jauh dan belum terlaksana.
Pasalnya ketujuh titisan tersebut memiliki kesadaran mereka sendiri yang tidak mau untuk terlalu terikat dengan mbah Winga.
Mereka mau untuk membantu mbah Winga jikalau mereka sudah memiliki organisasi besar dan juga sempurnanya kekuatan para titisan dengan mengambil tumbal-tumbal terutama dari kalangan jawara atau aksara.
Mbah Winga sendiri tidak mempermasalahkan itu dan juga tidak mau untuk ikut dalam organisasi kajin sebab dirinya lebih memilih untuk latihan tertutupnya untuk menembus batasan seorang kajinan.
Dirinya percaya jika musuh bebuyutannya itu bisa menembus batasan seorang jawara maka dirinya juga bisa untuk menembus batasan seorang kajinan.
" Karim lepaskan semua tumbal yang tersisa dan bawa mereka kemari.... Kami sudah tidak sabar untuk menikmati mereka, " ucap Laki yang memang sudah benar-benar tidak sabar untuk menikmati para tumbal.
Beberapa saat kemudian, Karim mendatangi mereka dengan tergesa-gesa dan juga panik.
" Ada apa? Mana mereka? " tanya Laki dengan tajam.
Dengan takut-takut Karim mulai mengeluarkan suaranya.
" Ma-maafkan aku tuan Laki... Me-mereka semua telah hilang, " ucapnya sambil bergetar tubuhnya dan sedikit tercekat pada tenggorokannya.
Mendengar itu, Laki dan yang lainnya seketika mengeluarkan aura membunuhnya bahkan sampai gedung markas mereka bergetar.
" Apa maksudmu? " ucap Arga dengan geram.
Baru saja Karim ingin mengatakan sesuatu kepada mereka, tiba-tiba kepala Karim berlubang karena tertembus sebuah belati kecil yang dilemparkan seseorang.
Seketika itu, Karim langsung tersungkur dan tewas seketika.
Melihat itu, para titisan itu terkejut dan langsung mengedarkan kesadarannya untuk mencari siapa yang telah menyusup ke organisasi kajin.
Setelah beberapa saat mereka tidak kunjung juga merasakan adanya seorang penyusup diantara organisasinya.
" Sialan... Keluar kau! " ucap laki dengan geram.
__ADS_1
" Suuuuttt "
" Traaang "
Bukannya menampakkan dirinya tapi sebuah belati kecil yang melesat cepat ke arah Laki yang membuat Laki semakin waspada, begitu juga semua orang yang ada di sana.
Laki juga berhasil menghalau belati itu menggunakan kuku tajamnya yang membuat belati itu melesat ke arah tembok dan menancap dengan dalam.
" Brengsek! " teriak Laki dengan amarah.
Dirinya juga langsung mengeluarkan aura raja angkaranya untuk menekan penyusup itu.
Namun setelah beberapa saat pun juga belum menampakkan dirinya.
" Laki, aku merasa jika penyusup itu lebih kuat darimu, hehehe, " ucap Arga meremehkan.
" Brengsek.... Tutup mulutmu! " ucap Laki kesal karena diejek oleh Arga.
" Hei... Aku kan bicara fakta! " ucap Arga dengan kesal.
Disaat Laki ingin berkata kembali, tiba-tiba satu persatu anggotanya mendadak jatuh tersungkur.
" Brukk "
" Brukk "
" Brukk "
Ketujuh titisan raja angkara itu mendadak terdiam sambil melihat semua anggotanya terjatuh.
Setelah hanya menyisakan mereka bertujuh, muncul sebuah asap hitam yang lama kelamaan menjadi pekat.
Tidak lama, muncul seorang gadis cantik yang langsung menatap mereka dengan tatapan membunuh.
" Kau..!? " ucap Laki yang terkejut.
" Siapa kau?! "
Hening...
Itulah yang bisa digambarkan di sebuah ruangan di bangunan lantai tiga itu yang mana sebagai markas organisasi kajin.
Gadis itu tidak menjawab pertanyaan mereka dan hanya terdiam.
Beberapa detik berikutnya, gadis itu kembali menghilang lalu tiba-tiba salah satu diantara tujuh titisan terpental hingga membentur tembok bangunan dengan keras.
" Bruakk "
__ADS_1
" Uhukk "
" Anggi! " teriak Arga terkejut dan berlari ke arah Anggi yang sedang tersungkur.